Senandung Impian

Senandung Impian
Episode 98


__ADS_3

Ayu memandang keluar dari sebalik kaca jendela mobil yang sesekali teraliri air dari sisa hujan seharian yang masih menyisakan gerimis.


Sudut bibirnya samar tersenyum mengingati tiap-tiap kejadian yang dilaluinya bersama Akram hingga tanpa sadar mobil yang dia tumpangi bersama supir pribadi telah sampai pada pintu gerbang. Menunggu sejenak sampai pada dibukanya pintu gerbang lalu dia turun tepat di depan rumah.


Rasanya begitu melelahkan hari ini saat kakinya menginjakkan kaki di lantai rumah. Hari ini masuk jam lembur. Jam di tangan telah menunjukkan pukul sembilan lebih, beberapa ruangan yang dia lewati lampunya telah padam. Dan sejenak saat dirinya ingin memasuki kamar, Ayu berniat terlebih dahulu menengok keadaan Zahra.


Tepat di depan pintu kamar Zahra, Ayu memutar handle pintu pelan. Namun lagi-lagi dirinya menemukan Kakeknya yang tengah berada di kamar adiknya. Dari celah pintu Ayu terdiam mengamati Kakeknya yang tengah membacakan buku cerita untuk adiknya, tentu hal itu membuat senyum di bibirnya terukir. Sebab Kakek telah menerima dan menyayangi adiknya.


Tepukan di pundaknya membuat dia tersentak. Saat Ayu menoleh didapati ada Soraya yang tengah mengisyaratkan dengan jari telunjuk yang menempel pada bibir bertujuan agar Ayu tak bersuara.


"Ikut Mbak. Mbak ingin bicara sebentar," ucap Soraya dengan nada lirih kemudian beranjak pergi mendahului dan tentu diikuti oleh Ayu.


Berada di lantai bawah sudah ada Rudi yang menunggu. Ayu pun ikut duduk saat Soraya mulai mempersilahkannya.


"Mbak langsung bicara pada topik masalah. Apa benar Kakek menawarimu untuk kuliah di jurusan kedokteran?"

__ADS_1


Ayu menatap Soraya dan Rudi bergantian kemudian menggangguk, tapi belum ingin menyanggah dengan ucapan lain.


Terdengar helaan napas dari Rudi. "Tadi Abang sudah bicarakan hal itu pada Kakek, Abang merasa memang sebuah profesi tak bisa dijalani dengan paksaan."


Ayu mendongak, mengangkat wajahnya. Dalam hati dia seperti merasa ada orang yang paham akan kemauannya, seperti halnya yang dikatakan Rudi tadi.


"Sebenarnya Kakek memberi tawaran itu padamu adalah juga untuk kebaikan di masa depanmu," imbuh Rudi dan Ayu juga paham akan hal itu.


"Kakek menginginkan kamu untuk ikut andil berperan dalam mengelola Rumah sakitnya. Karena kamu berhak, sebab kamu cucu Kakek. Sebagaimana Rudi yang sudah memegang peran penting pengelolaan Rumah sakit milik Kakek," jelas Soraya.


Soraya mengangguk lalu meraih tangan Ayu untuk digenggam. "Iya Mbak paham. Karena kamu tak memiliki ketertarikan kan disana?"


Ayu menggeleng membalas tatapan Soraya. "Lebih tepatnya Ayu gak ada ketrampilan disana," sahut Ayu mengakui. "Ayu gak pernah berfikir dan memiliki cita-cita untuk terjun ke dalam dunia medis. Tapi Ayu meyakinkan dalam hati dan berusaha, meski Ayu gak disitu— Ayu berharap Kakek mau menerima Ayu."


"Tentu Kakek menerimamu," sahut Soraya menggenggam tangan Ayu meyakinkan.

__ADS_1


"Tapi Ayu telah mengecewakan Kakek."


Soraya menggeleng. "Tadi Mbak sama Rudi sudah pikirkan solusinya. Mbak yakin kecenderungan kamu ada di dunia hotel karena kamu sampai bisa berada disini sebab dari beasiswa yang kamu ambil. Kuliah ke luar negeri, itu solusi kami. Kamu mau kan?" Kata Soraya menatap manik mata Ayu.


"Itu satu-satunya jalan buat kamu buktikan ke Kakek kalau kamu berbakat di bidang lain. Dan kami tentu mendukungmu," ucap Soraya lagi-lagi meyakinkan.


"Tadi kamu sudah lihat kan bagaimana sikap Kakek pada Zahra? Jadi kamu tak perlu khawatir buat ninggalin adik kamu disini. Kami pasti akan menjaganya, dan yang kamu perlukan hanya fokus belajar. Semua demi masa depan kamu."


Ayu masih bungkam atas ucapan yang Soraya lontarkan. Belajar— kuliah ke luar negeri artinya dia sudah tak lagi berada disini. Lalu itu artinya dia harus lagi-lagi mengesampingkan perasaannya yang mulai membuncah seperti halnya yang seharian tadi dia alami.


"Luar negri? Dimana Mbak?" tanya Ayu membuka suara setelah beberapa saat dia merenungi perkataan Soraya.


"Gak jauh. Mbak sudah pilihkan tempatnya di Singapura."


To be Continue

__ADS_1


__ADS_2