
Roy menutup pintu ruangan Aiden dengan kasar. Ia sangat kesal dan tidak terima dengan permintaan Aiden.
Aku ingin wanita yang ada dirumahmu dan kau bisa mendapatkan uang satu milyar lalu gunakan uang itu untuk bersenang senang sendirian. bagimana? apa kau setuju?
Roy tentu saja tidak terima, tujuan dirinya mencari uang untuk menyenangkan May namun Aiden malah meminta May, tentu saja Roy tidak akan memberikan.
"Untuk apa Tuan menghabiskan uang hanya karena wanita seperti itu?" tanya Raka yang mengenal May.
Aiden tersenyum, "Bukankah wanita itu pernah bekerja disini? biarkan saja dia kembali bekerja disini."
"Tapi Tuan, apa anda yakin jika Roy akan menyerahkan May pada kita?"
"Lihat saja nanti, dia pasti akan kembali." Aiden kembali tersenyum dan kali ini senyumnya lebih lebar.
Roy baru sampai di depan pintu dan May langsung menodongkan tangan padanya, "Mana uangku?" tagih May.
"Ambilkan air minum untuk ku." pinta Roy yang kini duduk di sofa lusuh miliknya.
"Galon habis, tidak ada air."
"Kenapa kau tidak memasak air?"
"Gas juga habis, lagi pula memang aku ini pembantu mu? jangan menyuruhku seenaknya!" kata May terdengar ketus yang entah mengapa membuat Roy merasa sangat kesal untuk pertama kalinya.
"Mana uangku!" tagih May lagi.
"Tidak ada, aku tidak mendapatkan apapun." balas Roy yang membuat mata May melotot tak percaya.
"Kau gila? kau benar benar ingin aku pergi dari rumahmu hah!" Ucapan May terdengar kasar.
Roy memandangi sorot mata May, tidak ada cinta untuk Roy disana.
Roy tersenyum geli, menertawakan dirinya, menertawakan kebodohan nya.
"Kenapa kau malah tertawa? cepat carikan uang untuk ku!" May mendorong tubuh Roy dengan kasar.
"Cari uang atau aku akan pergi sekarang juga!" Ancam May.
Roy berdiri dan tersenyum, "Tunggulah sebentar lagi sayang. aku akan keluar dan mencarikan uang untukmu."
Roy segera keluar, pergi dari rumahnya.
"Dia tampak sedikit aneh? ada apa dengan nya?" gumam May menatap punggung Roy.
"Ck, jangan pedulikan apapun yang penting sekarang dia akan memberikan aku uang." kata May tersenyum senang.
__ADS_1
Roy kembali lagi ke devil club, Ia sudah memutuskan apa yang harus Ia lakukan.
"Kau kesini lagi? ku pikir kau marah dan tak akan datang lagi." cibir Aiden pada Roy.
"Maafkan saya Tuan, saya hanya terkejut tadi." Roy menundukan kepalanya, merasa tidak enak karena membanting pintu Aiden.
"Jadi apa keputusan mu?" tanya Aiden.
"Saya bersedia memberikan May pada Tuan asal Tuan benar akan memberikan uang satu milyar pada saya."
Aiden tersenyum, "Kau yakin?"
Roy mengangguk mantap. Ia memang sangat mencintai May namun May tidak pernah mencintainya, May hanya menginginkan uang Roy menbuat Roy akhirnya muak dan melakukan ini. Toh Roy juga masih bisa bersenang senang dengan wanita lain setelah mendapatkan banyak uang dari Aiden.
"Ambilkan uangnya." pinta Aiden pada Raka.
Tak berapa lama, Raka kembali dengan membawa sekoper uang membuat senyum Roy sangat lebar.
"Ini untukmu dan mungkin May akan dijemput hari ini juga." kata Aiden.
"Baiklah Tuan, ambil wanita itu kapanpun, aku sudah tidak membutuhkan nya lagi." kata Roy langsung memeluk koper uang miliknya.
Aiden dan Raka sama sama tersenyum sinis melihat kegirangan Roy.
Roy sampai dirumahnya membawa sekoper uang yang langsung disambut hangat oleh May,
"Tentu saja, habiskan uang ini, beli apapun yang kau sukai." kata Roy membuat May tersenyum girang.
"Terima kasih banyak sayang, oh aku sangat mencintaimu." kata May memeluk Roy membuat Roy tersenyum sinis.
"Aku keluar dulu sebentar." kata Roy melepaskan pelukan May.
"Baiklah, aku masih ingin memeluk uang uang ku ini."
Roy kembali keluar dari rumahnya, Ia melihat mobil yang berisi anak buah Aiden. Roy segera memberikan kode jika anak buah Aiden bisa masuk sekarang dan Roy pergi dari sana.
May yang sedang asyik menghitung uang dan memikirkan apa yang ingin Ia beli terkejut kala melihat empat pria berbadan kekar masuk ke rumah.
"Apa yang kalian lakukan!" teriak May saat empat pria itu mencekal tangan nya.
"Aku hanya ingin membawamu ke surga Nona." ucap salah seorang pria sambil tersenyum.
"Tidak! jangan lakukan itu. aku tidak mau."
"Kau harus mau Nona karena kekasihmu sendiri yang menjualmu pada Tuan kami!"
__ADS_1
May terkejut, sangat terkejut, "Tidak, tidak mungkin. kalian pasti salah!"
Tak ingin mendapatkan pemberotakan dari May, salah seorang pria kekar langsung memukul bahu May hingga pingsan lalu mereka membawanya ke mobil.
Setelah May dibawa pergi, Roy kembali memasuki rumahnya.
"Sekarang aku bisa menikmati uang ini sendirian." Roy tertawa dan merasa puas.
Sementara itu, May membuka matanya, bahunya terasa sakit. Ia bangun dan melihat Ada banyak pria didepan nya. dan Ia mengenal semua pria di sini.
"Tu tuan Aiden..."
"Selamat datang kembali Nona May." Sapa Aiden tersenyum hangat.
"Ak aku tidak berminat bekerja disini lagi." kata May mengingat Ia sudah memutuskan tidak akan kembali lagi ke devil club.
"Kau memang tidak berminat bekerja disini namun kekasihmu menjual mu dan kau memiliki kewajiban bekerja disini." jelas Raka membuat May menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Tidak, tidak mungkin Roy melakukan itu padaku."
Aiden tertawa, "Apa kau tidak tahu Roy membawa pulang uang yang sangat banyak?"
May akhirnya sadar dimana asal uang yang dibawa Roy pagi ini.
"Pria tua brengsek!" umpat May.
"Sekarang kewajibanmu adalah melayani pelanggan pelanggan ku seperti dulu tanpa bayaran sepeserpun." jelas Raka membuat May tidak terima.
"Tidak, aku tidak akan melakukan apapun jika tidak dibayar." teriak May histeris.
"Lalu kau memilih di kurung dibawah tanah seperti sahabatmu?" tanya Raka.
May menggelengkan kepalanya, Ia tidak ingin kembali kesini, tidak ingin menjadi wanita penghibur lagi dan juga tidak ingin mendapatkan hukuman seperti gladis mantan sahabatnya. Dikurung dibawah tanah dan di siksa, tidak May tidak ingin hal seperti itu terjadi padanya.
"Persiapkan dirimu Nona, kau mulai bekerja malam ini." kata Aiden lalu meninggalkan kamar May diikuti Raka dan anak buahnya.
May mengepalkan tangan nya, "Pria tua bangka itu benar benar sangat brengsek!"
Dulu May keluar dari devil club dan menerima ajakan tinggal bersama Roy karena May tahu, Roy sangat mencintainya dan Roy pasti akan menuruti semua keinginan May namun kenyataan nya sangat menyakitkan.
Awalnya Roy menuruti semua namun sekarang, Roy membuangnya bak sampah, menjualnya seperti Roy menjual putrinya.
May tak menyangka Roy bisa melakukan ini padanya.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen