SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)

SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)
47


__ADS_3

Hutama kesal dengan semua anak buahnya yang tak becus menemukan keberadaan Aiden hingga akhirnya Hutama berencana mencari villa tempat tinggal Aiden.


"Ini jalan yang biasa Tuan Aiden lewati, namun jika sampai sini kita selalu kehilangan jejak." ungkap seorang pria bertubuh kekar yang biasa mengikuti mobil Aiden namun selalu kehilangan jejak.


"Berhenti."


Sopir Hutama akhirnya menghentikan laju mobilnya. Hutama keluar, melihat ada sebuah rumah di tengah hutan seperti ini.


Hutama mendekati rumah itu, nampak seorang gadis sedang bermain dengan kucingnya di halaman depan rumah.


"Permisi nona..." sapa Hutama ramah. meskipun Hutama sudah berumur namun wajahnya masih terlihat tampan hingga membuat gadis itu terpukau.


"Ada apa Tuan? kau mencari kakek ku?" tanya gadis itu ramah.


"Kakek? jadi kau tinggal disini bersama kakek mu?"


Gadis itu mengangguk, "Kakek sedang sakit, jika kau ada kepentingan aku akan memanggilkan untuk mu." kata Gadis itu tampak bangkit dari duduknya.


"Tidak, tidak perlu. sebenarnya aku hanya ingin menanyakan jalan saja." kata Hutama.


"Ah jadi kau tersesat." Gadis itu diam sejenak, merasa jika mobil Tuan Aiden belum lewat jadi pria tua ini pasti bukan orang yang suka mengikuti Tuan Aiden pikir gadis itu.


"Bisakah kau menujukan jalan, aku ingin ke tempat saudara ku. sudah lama aku tidak bertemu dengan nya. dia tinggal di pedalaman sekitar hutan ini." jelas Hutama yang langsung di angguki Gadis itu.


"Baiklah Tuan, karena kamu terlihat orang baik jadi aku akan menunjukan jalan rahasia disekitar sini."


"Jalan rahasia?"


Gadis itu mengangguk, "Ikuti aku."


Hutama mengikuti langkah kaki gadis itu dan menunjukan sebuah gua, "Tuan masuklah ke gua itu, gua itu jalan pintas menuju sebuah desa terpencil disekitar sini. disana juga terdapat banyak Villa yang sangat bagus juga danau yang indah."


"Villa?"


Gadis itu kembali mengangguk, "Ya beberapa Villa yang di bangun orang kaya untuk tempat tinggal persembunyian mereka." kata Gadis itu.


Hutama tersenyum, Ia merasa hari ini adalah hari keberuntungan nya dan merasa yakin jika Villa yang di maksud gadis itu adalah Villa milik Aiden.


"Baiklah, aku pikir saudara ku memang tinggal disekitar sana. Aku sangat berterima kasih padamu karena mau menunjukan jalan pada pria renta seperti ku."

__ADS_1


"Tidak masalah Tuan, berhati hatilah semoga selamat sampai tujuan." ucap Gadis itu.


Hutama mengeluarkan sesuatu dikantong celana nya, "Ini hadiah untuk mu, semoga kau menyukainya."


Dengan tangan gemetar, Gadis itu menerima sebuah kotak kecil yang saat di buka adalah kalung berlian yang sangat indah dan pastinya sangat mahal.


"Tu tuan, ini terlalu berlebihan." kata Gadis itu ingin mengembalikan kotak itu pada Hutama namun tentu saja Hutama menolak.


"Tidak berlebihan untuk gadis cantik sepertimu." ucap Hutama membuat Gadis itu tersipu malu.


Hutama segera memasuki mobilnya, "Kita masuk ke goa itu."


"Tapi Tuan, didalam goa itu jalan buntu dan ada banyak binatang buas di dalam nya." kata Anak buah Hutama.


"Apa kau sudah pernah melewatinya?" tanya Hutama.


Anak buah Hutama menggelengkan kepalanya, "Kakek yang tinggal dirumah itu mengatakan jika didalam Goa ada binatang buas."


"Bodoh, pantas saja kau tak bisa menemukan dimana Villa itu ternyata kau sangat bodoh!" umpat Hutama terlihat kesal.


Sopir Hutama menurut dan melajukan mobilnya memasuki Goa yang ternyata ada jalan keluar. Pintu Goa hanyalah hiasan, didalam ternyata ada jalan pintas menuju sebuah perkampungan.


Anak Buah Hutama yang duduk didepan menunduk malu, tidak berani protes apalagi menatap wajah Hutama yang sinis kepadanya.


"Bodohnya, bisa bisanya kau ditipu oleh seorang kakek tua!" umpat Hutama berkali kali.


Hutama melihat ke arah jalanan, dimana ada toko kecil, swalayan juga klinik disekitar sini, Ia sama sekali tidak menyangka jika di balik hutan ada kehidupan yang sama seperti di kota. meskipun perjalanan dari kota hampir tiga jam lamanya namun Ia senang karena bisa menemukan tempat persembunyian Aiden.


Cittt... Mobil berhenti mendadak membuat Hutama hampir terjungkal. Hutama menatap kesal ke arah sopirnya yang kini membuka kaca mobil dan memarahi seorang gadis.


Hutama melihat dari dalam, seorang gadis cantik yang masih muda dan membawa koper. Gadis itu terlihat menunduk ketakutan mendengar suara amarah sopirnya.


Hutama keluar dan mendekati gadis itu, "Kau baik baik saja Nona?" tanya Hutama pada gadis muda yang menunduk takut.


Gadis itu mendongak dan menatap Hutama dengan tatapan yang tidak biasa, Hutama hanya tersenyum karena hal seperti ini sudah biasa terjadi, para wanita selalu menganggumi ketampanan nya.


"Say saya baik baik saja. Maaf karena saya menyebrang tidak hati hati." kata Risa gadis yang baru saja di usir oleh Aiden.


"Tidak apa apa, yang terpenting gadis cantik sepertimu tidak terluka." puji Hutama membuat Risa tersipu malu.

__ADS_1


"Kenapa kau membawa koper dan kemana kau akan pergi?" tanya Hutama.


"Saya baru saja dipecat oleh Tuan Saya jadi saya mungkin akan kembali ke kampung."


"Dipecat, dimana kamu bekerja?"


"Saya bekerja di villa yang ada disana." kata Risa sambil menunjuk jalan ke arah Villa milik Aiden.


"Siapa nama Tuan mu? kenapa dia tega sekali memecat gadis cantik sepertimu?" tanya Hutama yang lagi lagi membuat Risa tersipu.


"Tuan Aiden, saya bekerja di tempat Tuan Aiden namun karena ada sedikit salah paham saya dipecat." ucap Risa dengan nada kesal.


"Ck, tidak masalah Nona, ada banyak pekerjaan yang menunggumu di luar sana."


"Saya tidak yakin karena saya tidak bersekolah dan tidak memiliki ijazah."


Hutama tersenyum, "Mau kan kau membantu ku?"


"Apa yang bisa ku bantu Tuan?"


"Apa disekitar sini ada Villa kosong yang ingin dijual? jika ada aku ingin membelinya dan kau bisa bekerja untuk ku." kata Hutama membuat Risa senang.


"Ada Tuan, disini ada banyak Villa kosong yang akan dijual, mari saya antar." kata Risa penuh semangat.


Hutama tertawa, "Astaga, aku suka gadis energik sepertimu."


Hutama mengajak Risa memasuki mobil untuk menujukan arah Villa yang kosong yang bisa Ia beli.


"Lihatlah, hari ini aku sangat beruntung dengan bertemu gadis cantik ini." kata Hutama saat memasuki mobil.


"Kita akan membeli Villa disekitar sini dan akan tinggal disini untuk sementara." kata Hutama pada anak buahnya.


"Baik Tuan."


Setelah mendapatkan Villa yang cukup besar tanpa ragu Hutama langsung membeli Villa itu. Kini tempat tinggalnya lebih dekat dengan Aiden.


"Lucu sekali, setelah fakta terungkap jika kau bukan putra Rani, aku malah bisa menemukan tempat tinggalmu. mari kita lihat apa ada sesuatu disana." ucap Hutama tersenyum menyerigai.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2