
Hutama baru saja melewati Villa Aiden dan Ia bisa melihat Aiden yang sedang berjalan jalan dengan seorang wanita muda namun sayangnya Hutama tidak bisa melihat wajah wanita itu secara jelas.
Hutama tersenyum karena Risa benar jika memang Aiden tinggal di villa itu.
"Disana Tuan Muda tinggal bersama Raka asisten nya, Lara wanita milik Tuan Aiden, Mbok Nah, dua maid juga ada Nathan tukang kebun. tapi terakhir kemarin Tuan memiliki banyak pria bertubuh kekar yang berjaga didepan Villa." ungkap Risa yang masih di ingat oleh Hutama.
Setelah dilecehkan, Risa memang sedikit trauma dan dia tidak pernah keluar kamar dan Risa selalu mengunci pintu kamarnya, dia keluar kamar hanya saat makan saja. Butuh kesabaran untuk meminta keterangan pada Risa.
"*Lalu ceritakan tentang Lara?" tanya Hutama tampak penasaran dengan wanita milik Aiden.
"Lara baru saja di nikahi Tuan muda."
"Menikah?" Hutama tentu saja terkejut.
"Di nikahi secara siri karena waktu itu hanya ada penghulu yang datang untuk menikahkan mereka berdua." jelas Risa.
"Lanjutkan..."
"Meskipun mereka sudah menikah tapi aku sangat membenci Lara." ungkap Risa yang membuat Hutama semakin penasaran.
"Kenapa kau membenci dia?"
"Karena Lara yang membuat hubungan ku dengan nathan rusak dan Lara juga yang membuat Tuan Aiden memecatku!"
"Oh jadi dia benalu disana?"
"Ya, dia benalu yang merusak kebahagiaan orang lain. aku sangat membencinya dan rasanya aku ingin membunuhnya!" ungkap Risa dengan mata memerah marah.
"Tenanglah, aku akan membantu mu menyingkirkan gadis bernama Lara itu." kata Hutama membuat Risa tersenyum senang.
"Benarkah Tuan?"
Hutama mengangguk, Ia benar benar tak menyangka Aiden memilih pasangan gadis buruk seperti itu*.
Hutama kembali tersenyum setelah mengingat semua percakapan nya dengan Risa kemarin malam.
"Cari tahu kapan Aiden keluar, aku ingin kesana saat tidak ada Aiden." perintah Hutama pada anak buahnya.
"Baik Tuan."
Sementara itu setelah di hubungi oleh seseorang, Raka segera mengadap Aiden yang saat ini berada di ruang kerja nya.
__ADS_1
"Tuan, kita sudah mendapatkan tempat nya. tempat ini sangat aman dan jauh dari jangkauan orang orang." kata Raka pada Aiden.
"Bagus, dengan begitu kita bisa segera pindah dari sini. aku merasa sudah ada orang yang mengikuti kita karena tadi tidak sengaja aku melihat mobil mewah lewat daerah sini, bukankah itu sangat aneh?"
Raka mengangguk setuju, "Apa saya harus menyelidikinya Tuan?" tawar Raka.
"Tidak, sebaiknya kita survey tempat baru itu agar kita bisa segera pindah." kata Aiden yang akhirnya di angguki Raka.
"Kemana kau akan pergi?" tanya Lara tampak cemas karena Lara tahu musuh suaminya sangat banyak dan tentu saja Lara tidak ingin terjadi sesuatu dengan suaminya.
"Aku hanya ingin survey tempat tinggal baru untuk kita nanti." balas Aiden yang saat ini tengah bersiap mengenakan kemejanya.
"Ck, apa aku tidak bisa ikut?"
"Tentu saja tidak boleh sayang, kau harus tetap disini jangan kemana mana."
"Tapi aku ingin ikut." pinta Lara dengan suara manja berharap Aiden luluh dan mengajaknya.
"Tidak sayang, sebaiknya kau tetap disini, tempat ini aman untuk mu apalagi didepan ada penjaga yang akan menjagamu." kata Aiden yang akhirnya di angguki Lara.
"Kau janji harus kembali!" kata Lara saat mengantar Aiden memasuki mobilnya.
Aiden tertawa, "Tentu saja aku akan kembali."
"Tuan saya merasa ada yang tidak beres, apa sebaiknya kita mengajak Nona Lara ikut bersama kita?" tawar Raka dengan wajah cemas.
"Apa maksud mu?" tanya Aiden tak mengerti.
"Saat saya menunggu Tuan keluar dari Villa, saya seperti melihat seseorang mengawasi Villa kita." jelas Raka yang tentu saja membuat Aiden terkejut.
"Apa kau yakin?"
"Yakin Tuan, jadi bagaimana apa kita kembali dan menjemput Nona?"
"Dia musuhku, sudah pasti hanya aku yang di incar lagi pula tidak ada yang tahu jika aku menyembunyikan Lara di Villa, jika kita mengajak Lara semua orang akan tahu jika Lara wanita spesial dan pasti mereka akan mengincar Lara untuk mengancamku." kata Aiden yang akhirnya membuat Raka paham.
"Baiklah Tuan jika memang seperti itu."
"Selama Lara belum di kenal publik, kau tenang saja jangan cemaskan tentang Lara." kata Aiden lagi yang akhirnya di angguki oleh Raka.
Sementara itu, seseorang menghubungi Hendra dan membuat Hendra tersenyum bahagia.
__ADS_1
Akhirnya setelah beberapa hari berlalu Ia bisa menemukan keberadaan Aiden.
"Sepertinya Aiden mengincar tanah itu untuk tempat tinggalnya Tuan." kata asisten Hendra.
Hendra dihubungi oleh Jaka pemilik tanah yang saat ini di incar oleh Aiden. Jaka adalah teman lama Hendra, tak menyangka jika Jaka mau membantu Hendra untuk menangkap Aiden.
"Jadi bagaimana Tuan, apa kita kesana sekarang?" tanya asisten Hendra.
"Tentu saja, persiapkan semua yang kita butuhkan. hari ini aku harus menangkap pria itu hidup ataupun mati!" ucap Hendra penuh dendam.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Hutama dimana Ia sangat senang mendengar jika Aiden pergi dari Villa dan keadaan Villa sangat sepi. Hanya beberapa penjaga yang ada didepan juga para maid dan mungkin Lara juga berada disana. Gadis yang entah mengapa membuat Hutama sangat penasaran.
"Kita kesana sekarang Tuan?" tanya sopir Hutama.
"Tunggulah sebentar lagi sampai orang orang kita datang karena rasanya tidak mungkin kalian berdua mengalahkan lima anak buah Aiden ." kata Hutama yang membuat dua anak buahnya tersenyum mengakui jika mereka tidak akan mampu melawan lima anak buah Aiden.
Setelah personil mereka cukup, Hutama segera bergegas menuju Villa Aiden yang tak jauh dari Villa miliknya.
Dengan hati hati dan tanpa ada keributan semua anak buah Hutama menghajar habis habisan anak buah Aiden hingga terkapar dan akhirnya Hutama bisa melewati mereka.
Hutama yang tak sabar akhirnya mengetuk pintu Villa, dan tak lama seorang gadis yang Ia incar sudah membuka kan pintu untuknya.
Gadis ini sangat cantik dan senyum nya pun manis membuat Hutama membeku seketika, mengingatkan nya pada seseorang di masa lalu nya.
"Tuan anda mencari siapa?" tanya gadis itu terdengar ramah dan entah mengapa suara lembut gadis itu membuat hatinya menghangat.
"Tuan?" Lara memanggil Pria yang ada didepan nya sekali lagi.
"Apa benar kau yang bernama Lara?" akhirnya Hutama membuka suaranya.
"Ya Tuan, siapa yang anda cari?" tanya Lara menatap Hutama bingung.
Dari dalam tampak Mbok Nah berlari, "Nona siapa yang datang?"
Mbok Nah melihat ke arah Hutama begitu juga Hutama yang melihat ke arah Mbok Nah. Keduanya sama sama terkejut.
"Kau!"
Mbok Nah segera berlari ingin menyelamatkan diri namun sayang Ia tangan nya sudah di cekal lebih dulu oleh Hutama.
Bersambung...
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen