SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)

SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)
53


__ADS_3

Rena membuka matanya, melihat Hutama masih terlelap disampingnya.


Rena menyingkirkan tubuh Hutama agar menjauh darinya, saat ini Rena sangat marah dan kesal dengan Hutama yang bersikap seenaknya pada tubuhnya hingga membuat Rena kesakitan.


"Kau mau kemana?" tanya Hutama yang sudah bangun melihat Rena mengenakan piyamanya yang tergeletak dilantai.


"Pulang!"


"Aku belum mengizinkan mu pulang."


Rena menatap Hutama dengan tatapan marah, "Siapa kau bisa berbuat seenak nya padaku bahkan mengauli ku berkali kali tanpa belas kasihan!"


Mendengar ucapan Rena tentu saja membuat Hutama marah, "Siapa? kau bilang siapa aku? apa kau tidak menganggap aku ini kekasihmu?" tanya Hutama berjalan mendekati Rena yang ketakutan karena untuk pertama kalinya Ia melihat Hutama semarah ini.


"Jika kau kekasihku, jika kau mencintaiku, kau tidak akan mungkin melakukan hal kotor itu padaku. kau melakukan nya berkali kali bahkan tidak peduli aku kesakitan karena perlakuan mu!" ucap Rena marah yang akhirnya membuat Hutama sadar dan meredam amarahnya.


"Aku membencimu, kau sudah berubah, kau tidak mencintaiku lagi!" ucap Rena sambil menangis dan memukuli dada bidang milik Hutama.


Hutama tidak melakukan perlawanan, Ia malah memeluk Rena tidak peduli dengan Rena yang memberontak tidak ingin disentuh.


"Kau jahat, kau sangat jahat padaku. bagaimana bisa kau melakukan ini padaku!" ucap Rena lagi sambil menangis.


Hutama memperat pelukannya, Ia benar benar menyadari kesalahannya. emosi dengan kedua orangtunya membuat dirinya khilaf hingga menyakiti Rena.


"Maafkan aku sayang." ucap Hutama membuat tangis Rena semakin keras.


Hutama tidak melepaskan pelukannya hingga akhirnya Rena berhenti menangis dan Hutama mengajak Rena duduk.


"Sekali lagi maafkan aku. semalam aku ada sedikit masalah, aku hanya ingin mencari ketenangan dan-"


"Dan kau menggunakan tubuhku untuk menenangkan mu tidak peduli aku yang kesakitan?" potong Rena sinis.


"Maafkan aku sayang, aku tidak akan melakukan lagi." kata Hutama kembali memeluk Rena.


"Aku tidak ingin melakukan nya lagi, tidak sebelum kita menikah."


"Tidak sayang, aku tidak akan melakukan lagi." Hutama mengecup kening Rena.


"Mulai sekarang aku akan menjagamu."


"Aku tidak akan melakukan lagi, tidak akan lagi. itu sangat menyakitkan."

__ADS_1


"Tidak kita tidak akan melakukan sebelum aku menikahimu." kata Hutama sambil mengelus rambut Rena membuat Rena tenang.


Hari hari berlalu, Hubungan Rena dan Hutama kini kembali membaik setelah kejadian itu.


Bahkan Hutama berniat membawa Rena ke rumah orangtuanya untuk meminta restu agar mereka bisa menikah, tidak peduli jika Willy sudah menjodohkan Hutama dengan Miranti, Hutama akan tetap menikah dengan Rena karena hanya gadis itu yang dia cintai.


"Jangan pernah membawa gadis itu kesini atau aku akan membunuhnya didepanmu." kata Willy saat mengetahui Hutama akan membawa pulang Rena.


"Ayah, aku tidak mencintai Mira, aku hanya mencintai Rena."


"Masa bodoh dengan cinta, kau ini seorang pria jangan kalahkan harga dirimu hanya karena cinta!"


"Tapi aku akan tetap menikahi Rena apapun yang terjadi."


"Baiklah, sekarang jemput kekasihmu itu kesini. aku ingin melihat gadis yang berhasil membuat putraku luluh."


"Aku tidak ingin Ayah membunuh gadis itu." kata Hutama takut dengan ancaman sang Ayah.


"Aku tidak akan melakukan nya."


Hutama percaya dan pergi untuk menjemput Rena.


Sementara Willy yang masih berdiri ditempat, mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Hutama melajukan motornya dengan senyum yang terulas di wajahnya, Ia sangat bahagia saat ini karena Ayahnya mungkin akan mengizinkan Hutama menikah dengan Rena.


Hutama menghentikan motornya tepat didepan rumah Rena, Ia mengerutkan keningnya melihat ada motor matic yang terparkir disana.


"Motor siapa ini? apa milik Ayah Rena?" batin Hutama mengingat Rena hanya tinggal sendirian karena kedua orangtua Rena sudah bercerai dan memiliki pasangan masing masing.


Hutama semakin curiga melihat ada sepasang sepatu pria yang ada didepan rumah membuat Hutama yakin jika tamu Rena seorang pria.


Hutama memasuki rumah Rena begitu saja, Ia mendengar suara dari kamar, suara ranjang yang berdecit membuat jantung Hutama terpompa sangat kencang.


Suara decitan dari kamar Rena sudah hilang, namun Hutama masih penasaran dengan apa yang terjadi didalam.


Hutama membuka pintu kamar Rena dan betapa terkejutnya Hutama melihat Rena berbaring di ranjang bersama seorang pria dengan tubuh polos yang tertutup selimut.


Seketika amarah Hutama meledak saat ini juga, "APA YANG KALIAN LAKUKAN BRENGSEK!"


Rena yang tadinya terpejam kini sudah membuka matanya, Ia tak sadar apa yang terjadi, melihat Hutama ada didepan nya dengan wajah marah serta pria disampingnya tak mengenakan baju juga dirinya yang sama tak mengenakan baju.

__ADS_1


"Ap apa yang terjadi, apa yang kau lakukan padaku?" tanya Rena dengan suara bergetar pada pria yang ada disampingnya.


"Apa kau lupa sayang, baru saja kita-"


"Brengsek."


Hutama menarik pria itu keluar dari ranjang lalu memukulinya dengan brutal membuat Rena menjerit ketakutan selanjutnya Hutama menatap tajam ke arah Rena.


"Kau... apa ini yang kau lakukan jika tidak bersamaku?" tanya Hutama dengan mata memerah menahan tangis.


"Aku bersumpah, aku tidak tahu tentang apapun, aku dijebak kau harus percaya padaku aku dijebak." ucap Rena memohon ampun sambil menangis.


Hutama tersenyum sinis, "Bagaimana bisa dia menjebak mu saat berada dirumah mu sendiri, kau... kau ..."


"Kau Pelacur!" ucap Hutama membuat tangis Rena semakin keras.


"Kau harus percaya padaku, aku tidak melakukan nya." ucap Rena lagi masih menangis.


"Aku akan membunuh kalian berdua, lihat saja aku akan membunuh kalian berdua!" Hutama keluar dari kamar Rena dengan membanting pintu kamar.


Rena masih menangis dilantai, membuat pria yang tak lain adalah Roy merasa iba dan kasihan.


"Nona, bangunlah pakai kembali bajumu."


"Tidak, kau harus menjelaskan pada Hutama jika kita tidak melakukan apapun. kau harus menjelaskan jika kita tidak saling mengenal, tolong." pinta Rena memohon.


"Percuma Nona, dia tidak akan mempercayai mu lagi. bukankah keluarganya sangat jahat padamu. ku mohon lepaskan pria itu agar kau tidak di sakiti lagi." kata Roy pada Rena gadis akhir akhir ini sering Ia perhatikan dan langsung menbuat Roy jatuh cinta.


"Tapi aku tidak mengkhianatinya, setidaknya dia harus tahu itu." ucap Rena masih menangis.


"Nona sebaiknya kita segera pergi dari sini, dari kota ini sebelum dia kembali kesini dan membunuh kita."


Rena menatap Roy tajam, "Aku tidak peduli jika Ia membunuhku, aku hanya ingin dia tahu jika Aku tidak pernah mengkhianatinya."


"Nona... apa kau ingin hidupmu berakhir ditangan pria yang bahkan tidak mempercayaimu?"


Rena terdiam, "Ta tapi aku sedang mengandung anaknya saat ini."


Roy terkejut dengan ucapan Rena.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komenn


__ADS_2