
Baru sampai di villa, Aiden sudah disambut hangat senyuman dari Lara membuat Aiden langsung memeluk Lara padahal disana masih ada Mbok Nah juga maid lain nya yang segera pergi agar tidak menganggu romansa Tuan dan Nona mereka.
"Seharusnya kau mandi dulu sebelum memeluk ku." protes Lara.
"Aku tidak tahan jadi aku langsung memelukmu." balas Aiden yang membuat Lara melotot.
"Baiklah baiklah, aku mandi dulu." kata Aiden berjalan menuju kamarnya untuk mandi.
Selesai mandi, Aiden kembali ke meja makan dan Lara masih disana menunggu nya untuk makan malam.
"Siapa yang memasak hari ini?" tanya Aiden melihat banyak nya menu makanan dimeja.
"Mbok Nah, entah mengapa aku ingin makan banyak malam ini." balas Lara mulai mengambilkan Aiden nasi dan lauk lalu meletakan didepan Aiden.
"Makanlah yang banyak agar bayi kita tumbuh dengan sehat." kata Aiden membuat Lara tersenyum.
Entah mengapa jika Aiden mengatakan sesuatu yang manis tentang calon bayi mereka membuat Lara sangat bahagia.
Selesai makan malam, mereka memutuskan berbaring di ranjang kamar Lara sambil menonton televisi.
Tangan Aiden tak henti hentinya mengelus perut Lara membuat Lara merasa geli.
"Sudah jangan lakukan lagi, aku geli."
Aiden menghentikan gerakan tangan nya, Ia mengecup kening Lara sebelum akhirnya membawa Lara dalam pelukan nya.
"Kau pulang lebih awal hari ini?" tanya Lara yang masih tak menyangka Aiden pulang lebih awal dan bisa makan malam bersamanya.
"Tentu saja, rasanya aku ingin segera bertemu denganmu."
"Apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya Lara yang langsung di angguki Aiden.
"Apa kau menyukai ku?" tanya Lara dengan berani karena Lara merasa hubungan mereka sudah sangat jauh, Lara bahkan mulai menyukai Aiden, Ia takut jika ternyata perasaan nya bertepuk sebelah tangan.
"Bagaimana menurutmu?"
"Ck, aku bertanya padamu, kenapa malah jawaban mu seperti itu!" kesal Lara, jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban Aiden malah mengajaknya bercanda.
Aiden diam, Ia diam cukup lama membuat Lara akhirnya mengerti.
"Sudah tidak usah dikatakan saja, aku sudah tahu jawaban nya." kata Lara melepaskan pelukan Aiden lalu berbaring memunggungi Aiden.
"Memang apa jawaban nya?" Aiden menarik tubuh Lara, membawanya kembali berbaring ke lengan nya.
"Kau tidak menyukai ku kan? tentu saja kau tidak akan pernah menyukai wanita seperti ku." kata Lara, matanya terlihat sudah akan menangis.
Aiden tersenyum, "Aku memang tidak menyukaimu."
Lara menatap mata Aiden, Ia memukul lengan Aiden lalu menjauh dari Aiden.
"Tapi aku mencintaimu." bisik Aiden di telinga Lara membuat jantung Lara berdegup lebih kencang dan pipi nya memerah.
Lara berbalik menatap Aiden, dengan berani Ia kembali menanyakan, "Sejak kapan kau mencintaiku?"
__ADS_1
Aiden tersenyum, "Jika masalah ini, cukup aku saja yang tahu."
Lara berdecak, "Ck, kenapa? aku ingin tahu. apa sejak awal kita bertemu? cinta pandangan pertama?" tanya Lara dengan polosnya membuat Aiden tertawa.
"Ya, cinta pandangan pertama, tanyakan lagi apa yang ingin kau tanyakan."
Lara terdiam sejenak, "Sampai kapan aku harus berada disini?"
"Sampai keadaan baik dan aku akan membawamu keluar dari sini."
"Memang apa yang sebenarnya terjadi?"
"Aku mafia, banyak sekali musuhku di luar sana, aku harus melindungi orang yang ku cintai dengan cara ini, menyembunyikan mu dari jangkauan mereka." jelas Aiden membuat Lara mengerti mengapa Ia harus berada di villa yang jauh dari keramaian.
Aiden dan Lara sama sama diam dengan pikiran masing masing.
"Jika sudah tidak ada yang di tanyakan, sebaikanya segera tidur." kata Aiden.
"Apa besok kau akan pergi lagi?"
Aiden mengangguk, "Aku harus pergi bekerja tapi sebelum itu aku ingin kita check up di klinik nya Devan." kata Aiden membuat Lara mengangguk setuju.
Aiden mengelus pipi lembut Lara, elusan tangan Aiden sampai di bibir membuatnya tidak bisa menahan diri. Aiden mendekatkan bibirnya, ingin mencium bibir Lara, namun baru saja menempel, Lara kembali mendorong tubuh Aiden dan berlari ke kamar mandi.
Hoekk....
Hoekk...
Lara memuntah kan semua isi perutnya di wastafel, sementara Aiden membantu Lara menepuk pelan punggung Lara.
Lara menggelengkan kepalanya pelan, Ia membasuh wajahnya dengan air.
"Aku baik baik saja seharian ini, bahkan tidak mual dan pusing."
"Apa karena aku ingin mencium mu?"
Lara kembali menggelengkan kepalanya, "Aku juga tidak tahu."
Karena penasaran, Aiden kembali mendekatkan bibirnya dan benar baru menempel, Lara kembali di buat mual lagi.
"Astaga, apa maksudnya ini!" Aiden menjambak rambutnya, benar benar tak percaya jika semua ini bisa terjadi pada wanita hamil.
Aiden membawa Lara kembali ke ranjang, "Tidurlah, aku tidak akan membuatmu mual lagi." kata Aiden menjaga jarak.
"Aku baru saja memuntahkan isi perutku dan sekarang sudah lapar lagi." keluh Lara.
"Baiklah, aku akan keluar untuk mengambilkan makan malam lagi."
Lara menggelengkan kepalanya, "Aku tidak ingin makanan yang tadi."
"Lalu kau ingin makan apa?"
"Seblak."
__ADS_1
"Haa? makanan apa itu?"
"Apa kau tidak tahu apa itu seblak?"
Aiden menggelengkan kepalanya, ini kali pertamanya Ia mendengar nama makanan seperti itu,
"Lagi pula kita berada di villa terpencil, tidak ada yang menjual makanan di sini." kata Aiden.
"Jika tidak ada yang menjual maka kamu yang harus memasak sendiri untuk ku."
Aiden tertawa, "Bisa bisa kau mati keracunan jika aku yang memasak, aku tidak bisa memasak."
Lara cemberut, "Tapi aku ingin makan masakan mu."
Aiden menghela nafas panjang, "Baiklah baiklah, aku akan membuatkan untukmu."
Dengan bermodalkan ponsel, Aiden mencari resep seblak dan langsung Ia eksekusi di dapur. Mbok Nah dan para maidnya sudah istirahat di kamar mereka masing masing jadi Aiden berusaha membuatnya sendiri.
"Apa yang Tuan lakukan di sini?" tanya Mbok Nah baru saja keluar kamar karena mendengar suara di dapur dan terkejut melihat Aiden disana.
"Membuat seblak untuk Lara.
"Apa Nona ngidam Tuan?"
Aiden mengerutkan keningnya, "Apa itu ngidam Mbok?"
"Biasanya orang hamil suka ingin makan yang aneh aneh dan harus dituruti kalau tidak..."
"Kalau tidak kenapa Mbok?"
"Nanti anaknya bisa ileran." kata Mbok Nah membuat Aiden terkejut.
Aiden membayangkan jika itu terjadi pada Anaknya, "Tidak, jangan. oke nak, Ayah akan membuatkan Seblak untukmu." gumam Aiden.
Dengan bantuan dari Mbok Nah akhirnya semangkuk seblak sudah siap untuk disantap. Dengan bangga Aiden membawa semangkuk seblak itu pada Lara yang masih menunggunya.
"Bagaimana rasanya?"
"Enak," balas Lara menyantap seblak itu dengan lahap.
Karena Aiden penasaran dengan rasa masakan nya sendiri akhirnya Aiden mencicipi sedikit kuah seblak buatan nya.
Aiden langsung diam, Ia tak melanjutkan menelan kuah seblak itu dan memilih berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan nya.
Aiden kembali dan merebut mangkuk seblak milik Lara, "Jangan di lanjutkan makan, ini racun."
"Tidak, ini sangat enak." Lara kembali merebut mangkuk seblaknya.
"Aku pikir ada yang salah dengan lidahmu. seblak ini sangat asin. bagaimana bisa kamu memakan nya?"
Lara tidak memperdulikan ucapan Aiden dan malah menghabiskan semangkuk seblak asin buatan Aiden membuat Aiden geleng geleng kepala tak percaya.
Bersambunng...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komenn