
Selesai masa pendidikan nya, Hutama tersenyum senang didepan cermin, Ia tampak berpakaian rapi tak lupa memakai parfum mint yang harumnya sangat khas.
Hari ini adalah hari pertama kepulangan Hutama dari sekolahnya di luar negeri dan Hari ini pula Hutama ingin segera menemui kekasih tercinta nya yang sudah Ia tinggalkan selama empat tahun lamanya.
Selesai bersiap, Hutama keluar dari kamarnya dan bergegas pergi namun baru sampai di akhir tangga yang Ia lewati, Winda Ibu Hutama sudah menunggunya di bawah.
"Ayah mengajak kita makan malam, sebaiknya kau jangan pergi." kata Winda terdengar tegas.
"Aku hanya keluar sebentar Bu dan akan segera pulang sebelum jam makan malam." kata Hutama meninggalkan Winda begitu saja padahal Winda belum selesai berbicara.
Dengan menaiki motor sport kesayangan nya, Hutama melajukan motornya dan keluar dari rumah menuju sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya.
Hutama mengulas senyum di bibirnya saat melihat gadis cantik yang duduk di bangku taman. Gadis bernama Rena, teman sekolah Hutama saat dibangku Sma. Gadis tercantik yang mampu memikat hati dingin Hutama kala itu.
Gadis bernama Rena itu sudah melihat kedatangan Hutama, tersenyum senang lalu berlari memeluk Hutama.
"Apa kau benar benar merindukan ku sampai memeluk ku erat seperti ini?" goda Hutama membuat Rena tersenyum malu.
"Apa kau tidak merindukan ku atau mungkin kau sudah memiliki pacar bule disana!" cibir Rena sambil memanyunkan bibirnya membuat Hutama tertawa.
"Sayang sekali aku tidak mendapatkan pacar bule karena aku hanya menyukai wanita lokal." bisik Hutama lalu mencium bibir Rena membuat Rena terkejut dan memukul lengan Hutama.
"Ini tempat umum, bisa bisanya kau mencium ku!" kesal Rena.
"Jadi kita boleh melakukan nya ditempat yang sepi?" goda Hutama membuat wajah Rena memanas.
"Tentu saja tidak, kau harus menikahi ku dulu sebelum melakukan sesuatu dengan ku."
Hutama tersenyum, "Baiklah, kita ke Kua sekarang." Hutama menarik tangan Rena namun seseorang dibelakang Rena tampak menahan tangan Rena.
"Hey, jangan gila. kalian masih muda bisa bisanya sudah memikirkan menikah." ucap Nana yang juga teman sekolah Rena dan Hutama.
Nana adalah sahabat baik Rena sejak kecil.
"Aku baru saja lulus dan aku akan segera mendapatkan pekerjaan jadi sudah waktunya kita harus menikah." protes Hutama.
"Tidak, jangan mengajak sahabatku menikah karena aku masih ingin bermain dengan nya!" Larang Nana pada Hutama.
"Ck, kau masih bisa bermain dengan Kekasihku sekalipun kami sudah menikah." balas Hutama membuat Nana memanyunkan bibirnya.
"Baiklah, terserah saja asal jangan kau sakiti sahabat ku." ucap Nana.
__ADS_1
"Tentu saja, aku tidak akan melakukan nya." ucap Hutama mencium kening Rena didepan Nana.
"Sialan, jangan berciuman didepan ku!" kesal Nana membuat Hutama dan Rena tertawa.
Sementara itu tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan ketiganya dari dalam mobil.
"Gadis miskin itu, bisa bisanya dia mengoda putraku!" ucap seorang wanita yang tak lain adalah Winda, Ibu Hutama.
Winda segera meminta sopirnya untuk melajukan mobilnya karena tidak ingin Hutama melihat keberadaannya.
"Kau mau mengajak ku kemana?" tanya Rena saat Ia diminta naik membonceng motor Hutama.
"Suatu tempat yang mungkin kau sukai."
"Dimana?"
Hutama diam tak menjawab, Ia melajukan motornya dengan kencang agar Rena memeluk tubuhnya.
Hutama mengajak Rena memasuki sebuah hutan,
"Kenapa kita kesini?" tanya Rena merasa takut.
Hutama tidak menjawab dan terus melajukan motornya memasuki hutan hingga akhirnya Hutama menghentikan motornya.
Hutama hanya tersenyum, Ia malah menutup mata Rena dengan selembar kain lalu merangkul tubuh Rena berjalan mengikutinya.
"Jangan membuat ku takut." ucap Rena yang lagi lagi tidak dijawab oleh Hutama.
Hutama melepaskan kain yang menutupi mata Rena, segera Rena membuka matanya dan terkejut dengan apa yang Hutama siapkan untuknya.
Ada sebuah rumah pohon yang di hiasi bunga dan lampu warna warni, dibawahnya ada meja serta kursi tak lupa makanan dengan hiasan yang terlihat sangat mewah dan romantis.
Dan yang membuat Rena terkejut saat Hutama berlutut didepan nya sambil membawa kotak kecil berisi sebuah cincin.
"Aku tahu jika ini terlalu cepat namun aku tidak bisa jika harus berpisah dengan mu lagi, jadi mau kah kau menikah dengan ku? menjadi istri ku dan juga Ibu untuk anak anak kita nanti?" ucap Hutama membuat Rena terharu dan akhirnya menangis.
"Setidaknya jawab dulu sebelum menangis." protes Hutama membuat Rena akhirnya menghentikan tangisnya dan tersenyum geli.
"Baiklah, mari kita menikah."
Hutama tersenyum lebar, Ia berdiri dan segera memeluk Rena.
__ADS_1
"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." ucap Hutama dan Rena kembali menangis terharu.
Setelah puas berpelukan, Hutama memasangkan cincin di jari manis Rena lalu mengajak Rena makan bersama.
Selesai makan, Hutama mengajak Rena menaiki rumah pohon. Sehari sebelum kepulangannya, Hutama sengaja menghubungi seseorang untuk menyiapkan semua ini untuknya.
Didalam rumah pohon terdapat kasur busa yang nyaman dan saat membuka jendelanya, keduanya bisa melihat danau yang sangat indah dari sana.
"Kau menyukainya sayang?" Bisik Hutama memeluk Rena dari belakang saat Rena asyik memandangi danau.
"Ya, tempat ini sangat indah. rasanya aku ingin tinggal disini."
"Kau bisa kesini kapan pun kau mau." ucap Hutama membuat Rena berbalik.
"Tidak, aku takut masuk ke hutan ini sendirian."
Hutama tersenyum, "Tentu saja harus dengan ku."
Tanpa disadari Rena, Hutama mendekatkan wajahnya, menaikkan dagu Reni dan ingin mencium bibir Rena.
Jantung Rena berdegup sangat kencang saat Hutama menempelkan bibirnya, Ini kali pertama mereka berciuman.
Pelan, lembut namun semakin lama ciuman Hutama semakin mengebu membuat Rena tidak bisa bernafas dan akhirnya melepaskan ciuman Hutama.
Tak sampai disitu saja, Hutama membawa Rena berbaring di ranjang, Ia mulai mengulang ciumannya lagi dan kali ini sangat lembut hingga membuat Rena terbang melayang menikmati bibir Hutama.
Tanpa disadari, tangan Hutama mulai beraksi membuka kancing kemeja dan celana yang dipakai Rena.
Hal yang tidak di inginkan pun terjadi, mereka bercinta untuk pertama kalinya disana bahkan hingga beberapa kali tidak peduli dengan rintihan Rena yang menahan sakit, Hutama sudah dibutakan nafsu.
Hingga akhirnya mereka selesai setelah beberapa kali permainan.
Hutama menyeka air mata Rena yang berjatuhan, Ia merasa sangat bersalah karena terlalu memaksa Rena melakukannya.
"Maafkan aku, aku benar benar tidak sadar," ucap Hutama penuh penyesalan.
"Kita akan menikah dan aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan bertanggung jawab atas semua yang ku lakukan ini sayang. percaya padaku, aku tidak akan meninggalkan mu." ucap Hutama lalu memeluk erat tubuh Rena.
Bersambung...
Part ini dan selanjutnya mungkin akan mengulik masa lalu Hutama dulu ya gays...
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komenn yahh..