SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)

SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)
29


__ADS_3

Aiden menarik Devan keluar dari kamar Lara,


"Kau jangan bercanda, mana mungkin dia hamil. aku baru melakukan sehari dan belum ada sebulan." protes Aiden tak percaya.


"Lalu apa kau mengenakan ****** waktu itu?"


Aiden terdiam, Ia ingat tidak mengenakan ****** waktu itu.


"Kau melakukan berkali kali dalam semalam dan tidak memakai ****** tentu saja dia bisa hamil. kesuburan wanita itu berbeda beda brother." jelas Devan kembali membuat Aiden terdiam.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, jika ku lihat gadis itu sangat shock saat ini." kata Devan lagi.


Aiden masih terdiam,


"Jangan berniat untuk menggugurkan kandungan nya, dia masih sangat muda untuk hamil dan jika sampai keguguran aku takut dia tidak akan bisa hamil lagi." jelas Devan lagi.


"Aku tahu dan aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu."


"Bagus jika seperti itu. sungguh mengejutkan memang pria sepertimu bisa menghamili seorang gadis muda." ejek Devan membuat Aiden menatap tajam ke arahnya.


"Sebaiknya kau segera pergi sebelum aku memakan mu hidup hidup!"


Devan tertawa, "Jangan lupa bawa dia ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut." kata Devan sebelum akhirnya Ia keluar meninggalkan villa.


Aiden masih berdiri di luar kamar Lara, Ia sungguh merutuki kebodohan nya yang membuat Lara hamil secepat ini.


Apa yang di lakukan Aiden waktu itu karena emosi dengan ucapan Lara namun kenyataan nya malah membuat Lara hamil.


Aiden menyesal sudah melakukan itu, bukan Aiden tidak ingin memiliki anak dari rahim Lara, Aiden sungguh ingin memiliki anak dari rahim wanita yang Ia cintai namun ini bukan saatnya. Masih banyak yang harus Aiden selesaikan saat ini dan Aiden tidak ingin keluarganya kecilnya menjadi kelemahan nya nanti.


Aiden membuka pintu kamar Lara, Ia kembali memasuki kamar Lara dan melihat Lara berbaring memunggunginya. Lara tampak diam, tak merespon dirinya yang mendekat.


Aiden ingin mengelus rambut Lara namun di urungkan setelah mendengar suara Lara,


"Pergi, aku sedang ingin sendiri!"


"Semua akan baik baik saja, aku akan-"


"Kubilang pergi," potong Lara.


"Lara, kita-"


"PERGI!"


Aiden mengalah, akhirnya Ia memilih keluar dari kamar Lara.


Aiden merasa mereka butuh waktu sendiri untuk memikirkan apa yang terjadi hari ini.

__ADS_1


Setelah Aiden keluar dari kamarnya, Lara masih saja diam. Ia benar benar tak menyangka hari ini akan terjadi.


Setelah Lara diperkosa memang Lara sempat takut jika sampai dia hamil namun Ia menepis semua prasangka buruk dan berharap Ia tidak hamil karena Aiden hanya melakukan saat hari itu saja setelah itu Aiden tidak pernah melakukan lagi membuat Lara lega dan berpikir tidak akan hamil namun nyatanya Lara salah, sekarang di usia nya yang baru delapan belas tahun sudah mengandung anak seorang pria yang bahkan belum menikahinya.


"Hidupku sungguh mengerikan." gumam Lara, mengingat Ia harus putus sekolah menegah ke atas karena ayahnya tidak mau membiayainya juga beasiswa nya putus karena dirinya tidak mendapatkan ranking pertama.


Setelah putus sekolah, Lara bekerja serabutan, mencuci piring kadang mencuci baju agar bisa mendapatkan uang untuk makan.


Selama ini Lara menjaga diri dan berharap ada pria baik yang mencintainya lalu menikahinya dan mereka hidup bahagia namun sepertinya semua tidak seperti apa yang dia inginkan.


Sejak dia dijual oleh ayahnya, sejak saat itu hidupnya berubah. Lara bertemu dengan pria yang Ia pikir baik namun kenyataan nya membuat hidupnya hancur.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? rasanya aku masih belum siap."


Dengan tangan bergetar, Lara mengelus perutnya, dimana didalam perut itu ada benih yang ditaburkan oleh pria yang mulai Ia sukai.


"Apa dia juga menginginkanmu nak?"


...


Pagi ini rasanya Aiden enggan pergi ke kota sebelum Ia menyelesaikan urusan nya dengan Lara. Ya Aiden ingin berbicara baik baik dengan Lara agar Lara bisa tenang dan tak lagi marah padanya.


Semalaman, Aiden sudah memikirkan banyak hal tentang apa yang harus Ia lakukan untuk Lara.


Aiden memasuki kamar Lara, sudah rapi mengenakan kemeja kerjanya. Aiden melihat Lara duduk didepan meja rias sedang menyisir rambut.


"Apa aku boleh duduk disini?"


Lara menggelengkan kepalanya, saat ini Ia masih tidak mau bertemu dengan Aiden.


"Tapi kita harus bicara."


"Apa yang ingin kau katakan? kau ingin aku menggugurkan kandunganku?" tanya Lara ketus membuat Aiden sangat terkejut tak menyangka Lara bisa berpikiran sejauh itu.


Aiden berlutut didepan Lara yang duduk, Ia mengenggam tangan Lara,


"Apakah aku sekejam itu di matamu?" tanya Aiden menatap mata Lara yang sudah hampir menangis.


"Aku tidak akan melakukan itu, aku tidak akan menyakitimu." kata Aiden.


"Kau tidak meminta aku menggugurkan bayi ini?" tanya Lara sekali lagi.


"Tentu saja tidak, apa kau ingin tahu apa yang ku pikirkan semalaman ini?"


"Apa?"


"Aku berpikir kita akan sangat bahagia memiliki bayi ini." kata Aiden sambil mengelus perut Lara, "Kita akan menikah, merawat bayi ini dan juga menjadi keluarga yang sangat bahagia." kata Aiden lagi.

__ADS_1


"Kau akan menikahi ku?" tanya Lara masih tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


"Tentu saja, kita akan menikah, memiliki anak banyak dan hidup bahagia di villa ini."


Seketika tangis Lara buncah mendengar ucapan Aiden. Ia sangat tak menyangka Aiden memikirkan banyak untuk dirinya.


"Hey sayang, jangan menangis." ucap Aiden mengusap pipi Lara yang penuh dengan air mata.


"Ap apa kau benar akan melakukan itu untuk ku?"


"Tentu saja, aku akan menyelesaikan urusan ku dikota dan setelah itu aku akan menikahimu. kita akan menikah." kata Aiden membuat Lara akhirnya tersenyum.


Aiden bangun dan memeluk Lara, sungguh saat seperti ini Ia merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hatinya.


"Aku harus pergi sekarang, besok pagi kita periksa kehamilan mu di klinik." kata Aiden membuat Lara mengangguk setuju.


Setelah Aiden pergi, Lara yang masih berada di kamar tersenyum memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Aiden.


"Dia juga menginginkan mu Nak, Ayahmu menginginkan kita." gumam Lara lalu kembali tersenyum.


Sementara di mobil, Aiden hanya diam dan melamun menatap jalanan.


"Apa terjadi sesuatu Tuan?" tanya Raka melihat Aiden sedikit berbeda dari biasanya.


"Lara hamil, aku menghamilinya."


Cittt... Raka terkejut hingga menghentikan mobilnya secara mendadak,


"Apa kau gila!" omel Aiden yang kepalanya membentur bangku depan.


"Maafkan saya Tuan, saya benar benar terkejut."


Aiden mendengus kesal menatap Raka.


"Lalu apa yang akan Tuan lakukan? tiga hari lagi hari pertunangan Tuan dengan Adira, apa Tuan akan membatalkan nya?"


"Tentu saja tidak, aku akan melanjutkannya."


"Bagaimana dengan Lara?"


"Aku akan menikahi nya."


Raka mengerutkan keningnya heran, tak mengerti dengan jalan pikiran Aiden.


"Carilah orang yang bisa dipercaya untuk menjaga Villa, aku tidak ingin Lara dan calon anak ku celaka."


BERSAMBUNG...

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komeen


__ADS_2