
Potongan potongan ingatan tentang Rena yang kembali memenuhi kepala Hutama saat melihat Mbok Nah yang tak lain adalah Nana sahabat Rena.
Hutama mencekal tangan Mbok Nah yang terlihat ketakutan padahal Ia merasa tidak memiliki masalah apapun dengan Nana waktu itu.
"Lama tidak bertemu, Nana." ucap Hutama sambil tersenyum. Tampak Mbok Nah menyembunyikan tangan nya yang bergetar saat Hutama melepaskan cekalan tangan nya.
"Anda siapa? saya tidak mengenal Anda." ucap Mbok Nah.
"Benarkah? jika kau tidak mengenalku kenapa kau takut saat melihat ku?"
Mbok Nah akhirnya diam tidak lagi membantah.
"Bahkan suara mu terdengar masih sama dan wajahmu juga masih sama hanya saja kau sekarang memiliki keriput di wajahmu." kata Hutama benar benar membungkam Mbok Nah.
"Kalian saling mengenal? jadi anda teman nya Mbok Nah?" tanya Lara yang sedari tadi hanya menjadi penonton di antara Mbok Nah dan tamu pria yang ada didepan nya itu.
"Ya Nona, kami dulu berteman sangat dekat. dan saya juga tidak menyangka mahasiswa lulusan terbaik di universitas ternama malah bekerja sebagai pembantu." cibir Hutama yang tentu saja membuat Lara terkejut.
"Jadi Mbok Nah?"
"Nona sebaiknya Nona masuk saja." ajak Mbok Nah menarik tangan Lara.
"Kenapa dia harus masuk? aku memiliki urusan dengan gadis ini." kata Hutama.
"Bukankah kau kesini untuk mencari Aiden? dia tidak ada disini!"
Hutama tertawa, "Kau tahu jika aku mencari Aiden, jangan jangan kau juga tahu jika aku Ayah angkat Aiden. astaga, apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?" tanya Hutama dengan tatapan curiga membuat Mbok Nah gelagapan karena sudah salah bicara.
"Nona apa kau istri Aiden?" tanya Hutama pada Lara.
Lara mengangguk,
"Siapa namamu? aku Ayah mertua mu bagaimana bisa kita tidak saling mengenal." kata Hutama lagi membuat Lara menjadi gugup karena pertama kalinya Ia bertemu dengan keluarga Aiden.
"Nama Saya Senandung Lara, Tuan bisa memanggil saya Lara." jawab Lara dengan santun membuat Hutama tersenyum.
"Panggil aku Tuan, jangan Ayah." ucap Hutama membuat Lara mengangguk malu.
Mbok Nah yang merasakan ganjal atas kedatangan Hutama segera menarik Lara memasuki villa lalu menutup pintu namun sayangnya para anak buah Hutama menahan pintu lalu mencekal tangan Lara dan Mbok Nah.
"Bawa mereka ke mobil." perintah Hutama.
__ADS_1
"Brengsek! apa yang kau lakukan." umpat Mbok Nah pada Hutama membuat Lara terkejut karena pertama kalinya mendengar Mbok Nah berbicara kasar seperti itu.
"Wow, ada apa dengan ucapan mu Nana? kau tidak seperti ini sebelumnya." kata Hutama sambil tersenyum tengil.
"Aku berbicara baik baik padamu tapi kamu malah mengusirku, apa masalahmu?" tanya Hutama keheranan.
"Masalahku karena aku pembunuh, kau sudah membunuh wanita yang sangat mencint-"
"TUTUP MULUTMU, KAU TIDAK TAHU APAPUN!" bentak Hutama membuat Lara dan Mbok Nah terkejut bersamaan.
"Segera bawa mereka ke mobil!" perintah Hutama dan anak buahnya segera membawa paksa Lara dan Mbok Nah ke mobil.
Nathan yang mendengar ribut ribut diuar pergi melihat namun sayangnya Ia terlambat, Mbok Nah dan Lara sudah dibawa dan Ia juga melihat penjaga rumah terkapar dengan luka pukulan ada juga luka tembak.
Dengan tangan gemetar, Nathan segera menghubungi Raka namun sayang Raka tidak bisa dihubungi begitu juga dengan nomer Aiden yang tidak aktif.
Sementara itu dimobil, Wajah Mbok Nah terlihat khawatir namun Lara tampaknya baik baik saja.
"Jika dia ayahnya Aiden kenapa kita dibawa dengan cara seperti ini?" bisik Lara pada Mbok Nah.
"Karena dia bukan orang baik Nona, jangan mempercayai apa yang Ia ucapkan." kata Mbok Nah mengingatkan.
"Hey diamlah, apa yang kalian bicarakan!" bentak anak buah Hutama yang berjaga dibelakang.
"Kau urus Risa, kita sudah tidak membutuhkan nya lagi." kata Hutama pada anak buahnya yang berada dimobil yang berbeda.
Mobil Hutama sampai lebih dulu di villa dan anak buahnya segera membawa Risa keluar lewat pintu belakang.
"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku!" Risa melawan dua orang pria kekar yang mencekal kedua tangan Risa.
"Diam dan ikuti saja kami!" ucap Pria itu membegap mulut Risa karena takut Risa berteriak.
Dua pria itu membawa Risa keluar dari Villa dengan berjalan kaki lewat pintu belakang karena mobil yang di tumpangi Mbok Nah dan Lara sudah sampai di depan Villa.
"Selamat datang di Villa milik ku, teman lama dan menantu ku." ucap Hutama begitu riangnya.
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan? apa kau ingin membunuh kami?" tanya Mbok Nah yang tentu saja membuat Lara terkejut dan ketakutan.
Hutama tertawa, "Jangan berprasangka buruk, mana mungkin aku membunuh teman lama ku sendiri juga menantu yang sangat di cintai oleh putraku."
"Aku tidak percaya dengan ucapanmu. kau saja bisa membunuh Rena, tentu saja kau pasti akan-"
__ADS_1
"TUTUP MULUTMU! JANGAN SEBUT NAMA WANITA PENGKHIANAT ITU!" teriak Hutama yang mendadak marah mendengar nama Rena disebut.
"Rena?" Lara tentu saja terkejut karena Rena adalah nama Ibunya yang sudah lama meninggal karena kecelakaan.
"Kau yang bodoh Tama, kau memang bodoh. aku benar benar tidak percaya dengan kebodohanmu" ucap Mbok Nah.
Hutama yang sudah sangat emosi akhirnya menodongkan pistol tepat di depan mata Mbok Nah.
"Tuan tolong jangan lalukan itu." teriak Lara histeris melihat Mbok Nah di todong pistol.
"Biarkan saja Lara, biarkan saja pria ini membunuhku. biarkan saja pria ini hidup sengsara tanpa merasakan cinta." kata Mbok Nah dengan nada kebencian.
"Sebaiknya kau tutup mulutmu, teman mu pengkhianat, dia pengkhianat."
"Itu karena kamu lah yang bodoh, kamu bodoh Tama!" teriak Mbok Nah dan... Dorr satu tembakan Hutama lepaskan dan Lara langsung menjerit.
Namun ternyata tembakan itu tidak mengenai Mbok Nah, dia masih baik baik saja. Hutama melepaskan tembakan ke samping mengenai dinding.
"Tuan, ku mohon jangan lakukan itu." pinta Lara sambil menangis.
"Bawa dia ke kamar dan kunci kamarnya." perintah Hutama pada anak buahnya untuk membawa Lara.
"Tidak Tuan, ku mohon jangan sakiti Mbok Nah, ku mohon." pinta Lara saat para anak buah Hutama menyeretnya ke kamar.
"Kau masih mencintai Rena? kau mencintainya bukan?" tebak Mbok Nah melihat mata Hutama dipenuhi kebencian juga rasa kesepian.
"Aku tidak pernah lagi mencintai wanita pengkhianat itu!"
"Kau salah Tama, kau salah. dia tidak pernah mengkhianatimu." jelas Mbok Nah membuat Hutama tertawa.
"Kau pikir aku bodoh, aku melihatnya tidur diranjang bersama pria lain." ungkap Hutama lalu mengepalkan tangan nya, sudah lama berlalu namun Hutama masih merasakan sakit dihatinya.
"Dia melakukan itu karena Rena masih ingin keluarganya hidup dan Ia juga ingin menjaga anak kalian, anak mu, darah dagingmu!"
"Anak? anak ku?" Hutama terlihat sangat terkejut.
"Kau pikir selama berhubungan dengan mu kehidupan Rena baik baik saja? Tidak Tama, dia tidak pernah baik baik saja. Dia selalu mendapatkan ancaman dari keluargamu. Ayahmu. Ibumu. mereka tidak pernah lelah mengusik kehidupan Rena sebelum Rena melepaskan mu.
Dan saat kamu melihat dia di ranjang bersama pria lain, itu terakhir Rena mendapatkan ancaman jika dia tidak meninggalkanmu, keluarga Rena akan dibunuh, dan tentu saja Rena memilih keluarganya. Namun sayang kau dengan kejam mengakhiri hidupnya, hidupnya yang hanya memiliki cinta untukmu."
Hutama menjatuhkan pistolnya, tubuhnya melemas seketika dan Ia jatuh ke lantai.
__ADS_1
bersambung....
Jangan lupa like vote dan komenn