SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)

SENANDUNG LARA (PEMILIK HATI SANG MAFIA)
59


__ADS_3

Aiden menatap Hutama penuh dendam, kilasan ingatan tentang masa lalu membuat Aiden ingin membunuh pria yang ada didepannya saat ini juga.


Entah apa masalah Hutama dengan Ibu Rena namun tidak cukupkah hanya membunuh Ibu saja, kenapa harus Lara yang terbawa juga?


Aiden mengepalkan tangannya, Ia kembali menodongkan pistol tepat dikepala Hutama. Pria tua ini sudah merusak kebahagiaan semua orang. Kebahagiaan masa kecilnya dengan Lara juga kebahagiaan Raka dengan kekasihnya. Dan sekarang baru sesaat Ia membuat Lara bahagia, membuat Lara keluar dari kesengsaraan hidup Lara sudah direnggut oleh pria tua ini.


Aiden kembali ingat saat Ia berlari mengandeng Lara memasuki hutan, Lara kecil yang menangis waktu itu karena mereka dikejar oleh anak buah Hutama.


Lara jatuh membuat Aiden mengendong Lara karena kaki Lara berdarah namun tidak cukup sampai disitu, Aiden mengendong Lara lalu tak sengaja membuat Lara kembali jatuh dan kepalanya terbentur batu yang sangat besar membuat kepala Lara berdarah.


Aiden menangis melihat Lara pingsan dan berdarah, tangisan Aiden membuat anak buah Hutama menemukannya.


Pria berkaca mata yang menemukan keberadaan Aiden dan Lara.


"Siapa anak dari wanita yang mati itu?" tanya Pria itu.


"Tuan tolong, tolong adik ku." ucap Aiden sambil menangis.


"Ku tanya siapa anak dari wanita itu? apa kau atau dia atau kalian berdua?" tanya pria itu lagi.


"Aku, aku anak dari Ibu Rena." akui Aiden tak ingin terjadi sesuatu pada adiknya Lara.


"Jadi kau?" pria itu tersenyum senang.


"Tuan, kumohon tolong adik ku." pinta Aiden.


Pria berkaca mata itu berdecak kesal, "Dasar, merepotkan saja." kata pria itu mengendong Lara dan membawanya ke klinik terdekat.


Aiden menunggu Lara diluar bersama Roy, ayah Lara. saat dokter keluar dan mengatakan jika terjadi benturan sangat keras dikepala Lara yang memungkinkan Lara akan lupa ingatan membuat Roy sangat marah.


"Semua gara gara kau! dasar anak pembawa sial. sudah membuat istriku mati dan Anakku lupa ingatan." ucap Roy pada Aiden dengan nada marah.


Saat itu juga Aiden di usir oleh Roy tanpa sempat Aiden melihat keadaan Lara.


Saat pemakaman Ibu Rena, Aiden kembali di usir oleh Roy. Lara yang waktu itu sudah sadar tidak mengenal Aiden, hanya menatap Aiden dengan mata polosnya.


Aiden kembali ke panti asuhan dengan perasaan sedih. Ia sama sekali tidak diberikan kesempatan melihat Ibu Rena untuk yang terakhir kalinya.


"Nah itu anaknya." ucap Ibu panti menunjuk ke arah Aiden yang baru saja pulang.


Ruang tamu panti terlihat ramai, Aiden segera mendekat karena Ibu Panti memanggilnya.


"Nak, ada yang ingin mengadopsimu." kata Ibu Panti pada Aiden.

__ADS_1


Aiden menatap ke arah sepasang suami istri dan terkejut karena Aiden mengenal pria itu. Pria itu yang kemarin membunuh Ibu Rena.


"Kau sangat tampan, maukah kau menjadi putra kami?" ucap wanita yang ada disamping pria pembunuh itu.


Aiden langsung saja mengelengkan kepalanya, Ia menolak tak ingin di adopsi oleh pria jahat itu.


"Kenapa sayang? jika kamu ikut dengan mereka, kamu bisa sekolah setinggi tingginya tanpa memikirkan biaya lagi." kata Ibu Panti membuat Aiden terdiam.


Aiden masih diam, memandang pria itu, senyuman pria itu terlihat tidak tulus kepadanya.


"Ya, aku mau." balas Aiden membuat semua orang yang ada disana tersenyum bahagia.


"Dia sudah membunuh Ibu Rena, aku pasti akan membalasnya suatu hari nanti."


Dan hari ini adalah hari dimana Aiden bisa membalaskan semua dendam di masa lalunya itu. Aiden bersiap untuk menembak Hutama saat ini,


"Kau sudah merenggut kebahagiaan semua orang, kau membunuh Ibu Rena, kau membunuh Friska dan sekarang kau juga membunuh Lara anak Ibu Rena?


"Kau Iblis, kau bukan manusia! sebenarnya apa salah Ibu Rena sampai kau juga membunuh putrinya!"


Deg... jantung Hutama serasa berhenti berdetak mendengar ucapan Aiden.


Lara anak Rena? Lara anaknya bersama Rena?


Dengan tangan gemetar dan langkah berat, Hutama berjalan memasuki kamar Lara, tidak memperdulikan teriakan Aiden yang mengancam ingin menembaknya.


"Tu tuan..." ucap Lara saat Hutama membuka pintu kamarnya.


Lara terlihat ketakutan apalagi saat Hutama mendekat dan semakin dekat lalu tiba tiba memeluknya.


"Pu putriku." ucap Hutama dengan bibir bergetar dan suara serak tanpa disadari Hutama menangis.


"Ap apa maksudnya?" Lara tampak bingung dengan apa yang Hutama ucapkan. didepan pintu kamar sudah ada Aiden dan Raka.


Tadinya Aiden kembali mengacungkan pistolnya, saat melihat Hutama menangis dan memeluk Lara membuatnya menurunkan pistolnya.


Aiden menatap Hutama heran, pertama kalinya Aiden melihat Hutama menangis.


Namun Aiden juga merasa lega melihat Lara masih baik baik saja. Lara tidak dibunuh oleh Hutama, Ia sudah ditipu oleh Hutama.


"Putriku... maafkan aku." ucap Hutama masih menangis dan memeluk Lara.


Nyaman, sangat nyaman saat Hutama memeluk Lara, hatinya terasa hangat dan pikiran pun terasa tenang juga bahagia.

__ADS_1


Tak ingin istrinya disentuh, Aiden mendekat dan melepaskan pelukan Hutama.


"Lepaskan istriku! jangan sentuh istriku." kata Aiden lalu menyembunyikan Lara dibelakang tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan, dia putriku!" ucap Hutama menatap Aiden kesal.


Aiden justru tertawa, "Jangan mencoba menipu, drama apa lagi ini huh!"


"Kau bahkan sudah membunuh ibunya, sekarang kau mengaku ngaku sebagai Ayahnya? apa rencanamu hah!" kesal Aiden.


"Bawa Nana kesini!" perintah Hutama pada anak buahnya yang mengikuti mereka.


Tak berapa lama Mbok Nah memasuki kamar Lara, "Syukurlah Tuan sudah datang." ucap Mbok Nah.


"Apa kau tidak tahu siapa putri Rena?" tanya Hutama pada Mbok Nah.


"Mana ku tahu, aku sudah kehilangan jejaknya setelah Rena meninggal dan Roy membawa kabur putri Rena."


"Apa ini? Rena siapa yang kau maksud Mbok?" tanya Aiden tampak bingung.


"Rena wanita yang dibunuh oleh pria kejam ini!" ucap Mbok Nah sambil menunjuk Hutama.


"Apa Ibu Rena?"


"Tuan mengenalnya?" tanya Mbok Nah terkejut.


"Nama Ibuku juga Rena." Lara ikut berbicara membuat semua orang menatapnya.


"Ja jadi kau putri Rena? pantas saja kau terlihat tidak asing untuk ku." Mbok Nah memeluk Lara sambil menangis membuat Aiden dan Lara kebingungan.


"Sebenarnya siapa kalian?" giliran Aiden yang bingung menatap Hutama dan Mbok Nah bergantian.


Mbok Nah akhirnya menceritakan segalanya hingga membuat Aiden paham alasan Hutama membunuh Ibu Rena.


"Kau benar benar mafia bodoh, bagaimana bisa kau tidak mencari tahu dan asal membunuh saja!" umpat Aiden pada Hutama.


"Tutup mulut busuk mu itu, aku ini ayah mertuamu!" kata Hutama terdengar kesal.


"Ayah mertua, memang siapa yang mau menjadi putrimu? kau sudah membunuh Ibuku!"


Deg... dada Hutama terasa sakit saat Lara mengucapkan itu padanya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen...


__ADS_2