
Setelah beberapa kali meyakinkan Rena akhirnya Roy berhasil membawa Rena pergi dari rumahnya meninggalkan kota kelahiran Rena agar bisa menghindari Hutama.
Hutama kembali kerumah Rena dengan membawa pistol namun Ia harus kecewa karena sudah tidak menemukan keberadaan Rena dan pria selingkuhannya itu di rumah Rena. Bahkan Hutama membuka lemari pakaian Rena sudah tidak ada lagi pakaian yang tertinggal disana, kosong tidak ada apapun.
Hutama marah, sangat marah bahkan Ia menghancurkan beberapa barang yang ada di kamar Rena.
"Pengkhianat, aku akan menemukan mu dan membunuhmu!'"
Hutama kembali kerumah dengan perasaan kecewa dan marah. Hatinya sangat sakit, ia dalam suasana hati yang tidak baik baik saja saat ini.
"Kau sudah kembali? mana gadis itu?" tanya Willy nampak menunggu kedatangan Hutama.
"Aku mau menikah dengan Miranti, jika bisa dipercepat saja pernikahannya." kata Hutama lalu pergi ke kamarnya.
Willy tersenyum puas penuh kemenangan, tak menyangka jika memisahkan Hutama dengan gadis itu bisa semudah ini.
Hutama mengambil ponselnya, "Aku sudah mengirim bonus untuk mu, pergilah sejauh mungkin dari sini jangan pernah kembali lagi."
Sementara Roy yang saat ini menunggu kereta berangkat, baru saja menerima telepon dari atasannya.
Baru saja ada yang memberikan tas ransel berisi uang yang Roy yakini jika itu dari Willy.
Disamping Roy ada gadis cantik yang terlihat murung dan sedih menatap luar kaca.
"Jangan sedih, kita sudah menikah. aku suamimu sekarang. aku janji akan menjaga dirimu dan anak yang kau kandung, aku akan menganggap dia seperti anak ku sendiri." kata Roy yang hanya membuat Rena tersenyum getir.
Mereka sudah menikah beberapa jam yang lalu, setelah mengemasi barang mereka pergi ke rumah Ayah Rena untuk meminta di ijabkan tentu saja Roy sudah menyiapkan penghulu dan beberapa orang saksi yang membuat pernikahan mereka sah secara agama dan dengan bantuan Willy, pernikahan mereka sah di negara.
Kini mereka sudah sepasang suami istri, Roy sangat bahagia meskipun kebahagiaan itu hanya dirinya saja yang merasakan, perlahan tapi pasti Roy akan membuat Rena jatuh cinta padanya dan mereka bisa hidup bahagia selamanya.
Beberapa hari berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Hutama dan Miranti. mempelai wanita terlihat tersenyum sepanjang hari berbeda dengan Hutama yang terlihat datar tanpa ekspresi.
Setelah semua acara selesai, kini tiba waktunya mereka memasuki kamar pengantin. Miranti lebih dulu masuk dan saat Hutama masuk, Ia melihat Miranti baru saja keluar dari kamar mandi, masih mengenakan jubah mandinya.
__ADS_1
"Kau mau mandi?" tawar Miranti tersenyum nakal padanya Hutama.
Tak menjawab, Hutama melewati Miranti begitu saja memasuki kamar mandi.
Selesai mandi, Hutama keluar dan melihat Miranti sudah bersiap di ranjang mengodanya namun entah mengapa Hutama tidak berselera melihat Miranti yang tak kalah cantik dari Rena.
Hutama mengacuhkan godaan Miranti dan berbaring di sofa.
"Kau akan tidur disana? kau tidak menyentuh ku?" tanya Miranti menghampiri Hutama dan terlihat marah.
Hutama diam, Ia tak mengubris ucapan Miranti dan malah memejamkan matanya.
"Jika hanya seperti ini, untuk apa kau menikahiku?" protes Miranti yang masih saja tidak di gubris Hutama.
"Aku akan mengadukan mu pada Ayahmu!" ancam Rena membuat Hutama Membuka matanya dan tersenyum sinis.
"Jadi kau ingin ku sentuh?" tanya Hutama dengan suara mengejek.
"Lalu apa kau masih perawan? apa aku adalah orang pertama yang menyentuhmu?" tanya Hutama yang akhirnya membuat Miranti bungkam.
"Kau diam apa ini artinya kau sudah tidak perawan huh?" tanya Hutama lagi berdiri lalu mengancingkan piyama seksi yang di pakai Miranti.
"Jika kau tidak bisa memberikan apa yang seharusnya kau berikan, lebih baik jalani pernikahan ini seperti air mengalir dan diam karena jika kau berani bersuara sedikit saja atau mungkin mengadu pada orangtua kita aku juga tidak segan memberitahu mereka kau sudah tidak perawan, mungkin jika Ayahku tahu pasti Ayahku akan segera meminta ku untuk menceraikanmu, jadi bagaimana?"
Miranti akhirnya diam, tidak berkutik dan tidak bisa mengatakan apapun lagi. Ia kembali ke ranjangnya dan berbaring disana sendirian.
Bertahun tahun berlalu, Hutama dan Miranti menjalani pernikahan tanpa cinta bahkan mereka tidak sekamar, tidak pernah melakukan hubungan suami istri.
Hutama sama sekali tidak menyentuh Miranti. Hutama menganggap semua wanita sama saja, murahan. Rena yang Ia anggap baik dan orang pertama untuknya saja bisa mengkhianati dirinya apalagi Miranti yang sudah melakukan dengan pria lain sebelumnya, Hutama tidak ingin kecewa untuk yang kedua kalinya.
Hari ini Willy dan Winda orangtua Hutama meninggal karena di bunuh. Mengingat Ayahnya seorang mafia sama seperti dirinya sudah pasti jika musuh ayahnya sangat banyak.
Hutama akhirnya memutuskan untuk pindah dari kota tempat kelahiran nya karena tidak ingin mengingat semua kenangan yang menyakitkan disana.
__ADS_1
Ia mengajak Miranti tinggal di kota baru, membuka lembaran baru. Meskipun Hutama sampai saat ini belum mencintai Miranti namun Miranti sudah menjadi istri terbaik untuknya selama beberapa tahun mereka bersama.
Hingga akhirnya hari itu tiba, hari yang tidak di inginkan oleh Hutama tiba. Hari dimana Ia bertemu dengan Rena, wanita yang pernah melukai hatinya begitu dalam.
Siang ini saat Hutama merasa bosan dengan pekerjaan nya, Ia memilih menyusuri jalanan menggunakan mobilnya menuju sebuah perkampungan dimana ada danau disekitar kampung itu. Meski begitu beberapa anak buahnya mengawal mengikuti mobil Hutama untuk menjaga keamanan Hutama dari musuh.
Hutama melajukan mobilnya pelan, tak sengaja Ia melihat seorang wanita mengandeng anak laki laki dan anak perempuan. Jalanan sangat sepi, wanita itu tampak ingin menyebrang jalan. Hutama merasa wanita itu tidak asing untuknya hingga akhirnya Hutama menghentikan laju mobilnya dan membiarkan wanita itu menyebrang. Wanita itu tersenyum ke arah mobil Hutama dan membuat Hutama melihat jelas wanita yang baru saja menyebrang itu.
Rena... dia Rena... bertahun tahun Ia mencari persembunyian Rena dan tidak pernah berhasil menemukan keberadaan Rena dan hari ini akhirnya Ia sendiri yang menemukan Rena.
Hutama tersenyum kecut, "Kau begitu bahagia hingga memiliki dua anak dari pria lain."
Wanita itu kembali ke tengah jalan karena anak perempuan yang Ia gandeng menjatuhkan boneka yang Ia bawa.
Dan entah mendapat bisikan dari mana saat wanita itu mengambil boneka, Hutama melajukan mobilnya hingga menabrak Rena dan Rena terpental.
"Ibuu..." suara dua anak kecil yang berteriak bersamaan.
Hutama keluar dari mobilnya menghampiri Rena yang masih sadar dan kesakitan. darah segar mengalir dari kepala Rena.
Rena menatap Hutama dan terkejut, Rena lalu melihat ke arah anak anaknya yang ingin menghampiri dirinya.
"Pergi, cepat lari." teriak Rena pada dua anaknya yang akan mendekat.
Awalnya anak anak Rena tidak mau namun saat Hutama menatap kedua anak itu akhirnya mereka ketakutan dan lari memasuki perkebunan.
"Tangkap kedua anak itu!" teriak Hutama pada anak buahnya.
"Ku mohon jangan sakiti mereka." ucap Rena lalu Ia tak sadarkan diri.
Bersambung...
Jangan lupa like vote dan komen yahh
__ADS_1