
Jenderal Azuma berdiri di atas tembok bagian utara kota Galdazar. Dia berdiri di sana memperhatikan Bukit Galatia di sebelah utara. Gelapnya langit malam, hanya sinar pantulan bulan yang menerangi, membuat dirinya hanya dapat melihat bayangan berupa pepohonan yang lebat di kejauhan.
Tak lama, suara sepasukan pasukan ksatria berkuda terdengar. Sekitar 10 orang ksatria berkuda terlihat mendekat ke arah tembok tempat dirinya berada. Kemudian, seseorang yang sepertinya adalah pemimpin dari pasukan pengintai tersebut menghadap ke dirinya.
“Lapor! Kami tidak menemukan apa-apa. Tapi, kami menemukan ribuan jejak kaki yang terlihat masih baru.” Lapor Ksatria tersebut kepadanya. “Ada juga beberapa jejak mana sihir yang baru saja digunakan.” Tambahnya.
Menemui Marquis di mansionnya, dia melaporkan kepadanya hal yang sama dengan yang dilaporkan bawahannya kepadanya. Marquis segera berpikir setelah mendengarkannya.
“Kita perlu melaporkan hal ini kepada Bangsawan di sekitar dan juga kepada Raja.” Ucap Marquis. “Count Dafin.”
“Siap, Tuan.” Dafin menjawab panggilan.
“Kirimkan surat tentang berita ini kepada Yang Mulia Raja, Duke Zerestia, Count Blackwood, Count Virmanda, dan Count Varitus. Ada kemungkinan Raja Iblis yang baru sudah terlahir di sekitar sini.” Ujarnya. “Jenderal Azuma.”
“Siap, Tuan.” Azuma menjawab panggilan.
“Lakukan penyisiran dari Bukit Galatia di utara, hingga Hutan Redwood di barat. Perkuat pula keamanan di kota-kota dan desa-desa.” Perintahnya.
“Laksanakan.” Timpal Jenderal Azuma.
Pasukan yang besar pun dikerahkan untuk menyisir dan memperkuat pertahanan kota.
Kondisi yang awalnya menegangkan kini telah terkendali. Tetapi, status siaga masih belum berakhir.
...*****...
Di hari yang sama. Pagi hari.
Berita tentang kejadian semalam masih hangat dibicarakan. Ada pula gosip dan rumor yang beredar. Salah satunya adalah ulah Kekaisaran, dan satunya lagi adalah tentang kelahiran Raja Iblis yang baru.
“Sepertinya aku sudah membuat keributan yang tidak diperlukan.” Ujar Laciel.
Mereka kini sedang berada di Gedung Serikat Petualang cabang kota Galdazar. Duduk melingkar di atas sebuah meja bundar. Mereka duduk sambil menghabiskan sarapan pagi. Hanya Nameer yang terlihat tengah asik tiduran di atas pangkuan Laciel.
“Yah, mau bagaimana lagi. Diam-diam membawa ketakutan. Terang-terangan membawa kegegeran. Tidak peduli apa pun yang kamu lakukan, itu semua mampu membuat seorang Raja panik.” Nadja berkata setelah menghabiskan sarapannya.
“Untungnya Laciel dapat memindahkan mereka semua dengan sihir teleportasi tepat waktu sebelum pasukan pengintai Marquis sampai.” Hana berbicara.
Saat itu, Laciel telah memanggil sebuah pasukan yang berisi Skeleton, Wraith, dan Iblis. Tapi, tindakannya itu membuat panik orang-orang di kota Galdazar. Untungnya, sebelum ketahuan, dia berhasil menghindari masalah dengan mengirimkan mereka semua ke Red Skull Dungeon.
Keadaan cukup sunyi di sini. Beberapa Orc dan Gnoll mendapatkan tugas untuk berjaga malam pada saat itu. Lalu, semuanya berubah di saat Laciel datang membawa sebuah pasukan yang mampu ******* beberapa desa sekaligus.
“Groa! Ada apa ini?”
“Guk! Dari mana Skeleton ini bermunculan?”
Pekikan akibat kesuruhan yang diciptakan Laciel terdengar bersahutan. Untuk menenangkannya, Laciel mengeluarkan aura miliknya. Ini lebih cepat daripada berteriak dan mengungkapkan identitasnya.
“Yang Mulia Lucifer!”
“Yang Mulia Raja Iblis!”
__ADS_1
Seruan-seruan terdengar setelah para Orc dan Gnoll mengetahui aura milik seseorang yang menyatukan mereka di bawah satu naungan.
Dengan koordinasi yang cepat, keributan itu berhenti, dan kerumunan itu memasuki dungeon secara berbondong-bondong. Kini, Laciel sedang berkumpul dengan beberapa bawahan-bawahan penting yang telah mendapatkan nama, baik dari dirinya, atau dari Nadja.
Bangunan ini dibuat khusus oleh Garnamtiar untuk Laciel tinggal, dan beberapa ruangan bisa digunakan untuk kamar tidur dan pertemuan. Di ruangan yang tampak seperti ruangan rapat itu, telah berkumpul beberapa makhluk dari ras yang berbeda-beda.
Di bagian depan ada tiga kursi yang diduduki Laciel, dan Hana serta Nadja di masing-masing kanan dan kirinya. Lalu, secara berurutan, di kursi lain ada Garnamtiar si Orc, Medusa dan Ygir Razen si Rajanaga, Reis si Gnoll, seekor Goblin yang baru pertama kali bertemu dengan Laciel, seorang Skeleton yang berpakaian rapih seperti Bangsawan, satu Wraith beraura ungu, dan terakhir adalah Iblis yang bernama asli Hazura.
Sebagai pembukaan, Laciel membukanya dengan mengenalkan “orang-orang” baru yang dia bawa.
“Mereka bertiga adalah bawahan yang baru saja ku-summon beberapa saat lalu. Dan karena kita juga hampir dikejar oleh pasukan Marquis, aku membawanya kemari. Kalian akan kunamai setelah ini.” Ujar Laciel. Lalu tatapannya beralih ke Goblin.
Lalu, Garnamtiar berdiri.
“Yang Mulia, ini adalah Kepala Suku Goblin yang berniat bergabung dengan kita.” Ujarnya memperkenalkan anggota baru di dungeon itu.
“Perkenalkan, Yang Mulia. Saya adalah Kepala Suku Akdarin.” Ucap Goblin berkulit hijau tersebut.
Lalu, pertemuan dilanjutkan dengan membahas masalah yang ada dan rencana ke depannya.
Pembahasan pertama adalah makanan. Laciel menanyakan hal ini kepada Medusa selaku Penguasa Dungeon.
“Yang bertugas untuk hal itu adalah Shrin, istri Garnamtiar, Yang Mulia.” Jawab Medusa. “Dengan beberapa Orc lain, serta sekarang Goblin dan Gnoll, dia membuat peternakan dan menanam tumbuhan dan sayuran yang dapat ditanam di bawah tanah. Membangun di atas tanah itu sangat berbahaya. Jika saja kita dapat membuat cahaya matahari masuk, atau bahkan membuat matahari sendiri, kita akan dapat memiliki lebih banyak varian makanan dibandingkan yang sekarang.”
“Begitu,” gumam Laciel mendengar laporan Medusa. “Aku akan mencari caranya. Tapi, aku tidak dapat menjaminnya. Lalu, masalah kerahasiaan. Apakah kita masih belum ditemukan?”
Kini Garnamtiar yang menjawab sebagai Kepala Divisi Keamanan.
“Tapi, jika begini terus, Manusia akan curiga dan mulai menyisir Hutan Redwood.” Ujar Ygir Razen. “Tinggal menunggu waktu hingga kita ditemukan.”
“Yang Mulia, saya memiliki sesuatu untuk dikatakan.” Hazura si Iblis
mengangkat suara.
Diizinkan Laciel, dia lalu berbicara, “Dengan jumlah dan kekuatan kita saat ini, sepertinya kita sudah tidak perlu takut lagi jika ketahuan. Mengurangi pergerakan di atas tanah hanya karena takut ketahuan hanyalah membatasi kekuatan dan moral kita. Bertarung adalah jalan hidup kami. Izinkan saya memimpin pasukan, dan saya akan memenangkan pertempuran untuk Anda, Yang Mulia.”
“Benar, Yang Mulia. Kami adalah kaki tangan Anda.” Timpal Garnamtiar.
“Berikan perintah, kami akan musnahkan mereka yang melawan kehendak Yang Mulia.” Tambah Medusa.
Agar kondisi tetap kondusif, Laciel mengangkat tangan. Memerintahkan semuanya untuk diam.
Saat kondisi sudah tenang, dia berkata, “Aku memerintahkan untuk menyembunyikan diri adalah karena pada saat itu kita hanya sedikit. Tapi, dengan adanya kalian di sisiku, kita tidak perlu lagi takut untuk menunjukkan diri kita di hadapan Manusia.
Mulai sekarang, aku nyatakan Hutan Redwood sebagai tanah milik kita. Tempat berburu, bercocok tanam, dan tempat tinggal kita. Tapi tetap, lebih lama kita diketahui akan lebih baik. Itu memberikan kita waktu untuk bertambah kuat.”
Mendengarnya, yang lain bersorak setuju. Kini, mereka melangkah menuju era yang baru.
“Lalu, bagaimana dengan struktur pemerintahan kita? Jika terstruktur, itu akan membuat informasi mudah tersebar, dan menjadi lebih terkoordinasi.” Saran Hana.
Sebelum memberi perintah, aku akan mengukur kekuatan bawahanku dulu. Batin Laciel lalu merapal mantra Appraisal.
__ADS_1
Hmm, Hana, Nadja, Garnamtiar, Medusa, dan Ygir Razen masih sama. Masing-masing kekuatan tempur mereka adalah A, A+, C+, A, dan B. Selain mereka, aku baru melihatnya. Batin Laciel membaca status mereka semua. Yang membuatku penasaran adalah tanda tanya di kekuatan tempur milikku. Apakah tidak terbatas? Sepertinya aku terlalu sombong jika berpikir demikian.
Bangsawan korup dan Assassin terkenal dari masa lampau? Aku kurang tertarik. Yang menarik justru adalah 7 Artefak dari Dunia Iblis yang dimiliki oleh Hazura. Jika bisa memiliki semuanya, apa yang akan terjadi, ya?
[Nama : Laciel | Ras : Iblis Tingkat Tinggi
Class : Fighter, Knight, Great Magus, Demon King
Title : Raja Iblis Lucifer
Kekuatan Tempur : ???]
[Nama : Reis | Ras : Gnoll
Title : Bawahan Raja Iblis Lucifer, Kepala Suku Gnoll
Kekuatan Tempur : B]
[Nama : tidak ada | Ras : Goblin
Title : Bawahan Raja Iblis Lucifer, Kepala Suku Goblin Akdarin
Kekuatan Tempur : E+]
[Nama : tidak ada | Ras : Skeleton
Title : Bawahan Raja Iblis Lucifer
Kekuatan Tempur : B
Catatan : Merupakan jasad dari seorang Bangsawan korup dari sebuah kerajaan di zaman dahulu. Terlahir dengan ketamakannya akan harta.]
[Nama : tidak ada | Ras : Wraith
Title : Bawahan Raja Iblis Lucifer
Kekuatan Tempur : A
Catatan : Merupakan arwah seorang Assassin terkenal di masa lalu.]
[Nama : Hazura | Ras : Iblis Tingkat
Menengah
Title : Bawahan Raja Iblis Lucifer
Kekuatan Tempur : A
Catatan : Tombak miliknya merupakan salah satu dari 7 Artefak dari Dunia Iblis.]
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....