
12 Mei 1163 Zaenium.
Kastil Timur, Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Malam hari.
Laciel masih mengetik-ngetikkan kata mencari tahu tentang keadaan dunia selama 16 abad lamanya. Semuanya adalah kebenaran dan fakta. Tetapi, tidak semua kebenaran dan fakta dapat diakses tanpa otoritas tertentu. Hanya dengan akses itulah seseorang dapat memperoleh informasi sejarah yang disembunyikan, seperti tentang Peperangan Agung dan Peperangan Suci.
Peperangan Agung adalah peperangan yang terjadi di antara ras utama, yaitu Iblis, Elf, Beastman, dan Manusia. Sudah terjadi dua kali Peperangan Agung yang tercatat sejarah. Sedangkan, Peperangan Suci adalah peperangan yang terjadi di antara kelompok yang mengagungkan Dewa Lama, salah satunya adalah penganut ajaran Dewa Enam Pahlawan, dengan kelompok yang mengagungkan Dewa Baru atau ajaran Zaenisme.
Selain itu, Laciel juga mencari tahu tentang keberadaan 7 Panglima Dosa Besar. Tetapi tidak ada satu pun artikel yang menyebut tentangnya selain hanya soal penjelasan siapa mereka, dan itu pun hanya bisa diakses karena otoritas si penjaga perpustakaan. Semua penjelasan diakhiri dengan kata [Tidak Diketahui], termasuk dirinya, selain Ayahandanya yang dinyatakan telah tewas saat Peperangan Agung.
Laciel memukul dinding perpustakaan itu dengan sangat keras.
“Syal! Di mana Zen mengurung mereka semua?! Sabar! Jika mereka semua ditahan dan belum ada kabar, mungkin saja mereka masih hidup. Tapi, di mana?”
Laciel berpikir lama.
“Aku akan mencari mereka semua ke seluruh daratan benua Zaenia. Aku akan mulai dari tempat kemunculanku, Hutan Blackwood. Ngomong-ngomong, sepertinya yang paling paham tentang sihir adalah Oul. Aku akan mengunjunginya.”
Tanpa sengaja, Laciel memencet beberapa tombol. Layar digital itu pun menunjukkan sesuatu.
“Apa ini?” tanya Laciel. “Histori penelusuran? Semacam jejak pencarian?”
Dia mengulir layar ke bawah. Apa-apa yang dicarinya tadi muncul. Lalu, yang di bawahnya lagi adalah daftar pencarian pegawai perpustakaan si kambing. Tatapan mata Laciel jatuh kepada sebuah entri, Sistem.
Setelah mengetiknya, layar menampilkan hal lain. Itu adalah apa-apa yang bisa dilakukan dengan otoritas Admin kepada sistem. Menambahkannya (membuat seseorang dapat mengakses sistem), menguranginya (membuat seseorang tidak dapat mengakses sistem), dan meningkatkannya (membuat otoritas seseorang terhadap sistem bertambah).
“Kalau begitu, dengan otoritasku, aku bisa meningkatkannya?”
Dengan sedikit ragu-ragu, Laciel mengetuk “Upgrade”.
Sebuah lingkaran sihir berwarna putih mengelilingi dirinya. Lalu keluar darinya cahaya putih yang menyilaukan pandangan. Tak lama, cahaya itu memudar bersamaan dengan lingkaran sihir. Secara otomatis, sebuah layar biru melayang di depannya.
[Nama : Laciel Lucifer
Otoritas : Administrator
Ras : Iblis Tingkat Atas, [Unknown]
Title : Panglima Kesombongan, Raja Iblis Lucifer.
__ADS_1
Kelas : Dark Warrior, Summoner, Dark Magus, Fire Magus, Water Magus, Earth Magus, Wind Magus, Ice Magus, [lihat selengkapnya]
Kekuatan Tempur : SS+
Catatan :
Keturunan murni.]
“Hehe, akhirnya banyak kebenaran tersembunyi yang baru terbuka untukku. Bisa-bisanya dia meremehkanku dengan menyebutku sebagai Iblis Tingkat Tinggi, padahal aku adalah Iblis Tingkat Atas. Tapi, bahkan dengan otoritas ini, masih ada beberapa hal yang tidak dapat kuketahui?
“Benar. Ini adalah kekuatanku yang sesungguhnya. Aku adalah penyihir berbagai elemen, tidak seperti Iblis biasa yang mahir di sihir terlarang. Dan kekuatanku juga lumayan tinggi.
“Tapi, Raja Iblis Lucifer? Aku harus segera mengganti julukan bodoh itu. Aku adalah Maharaja, Raja di atas raja! Bisakah aku ubah title ini? Cih, tidak bisa.”
...*****...
12 Mei 1163 Zaenium.
Ibu Kota Kerajaan Melankula, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Malam hari.
“Apakah Menara Sihirmu tidak memiliki pertahanan sama sekali?” tanya Laciel yang baru saja sampai dan masuk lewat balkon yang terbuka lebar.
“Hahaha. Menara Sihirku memiliki sistem yang dapat membedakan mana lawan dan mana kawan. Masuklah. Anggap saja rumah sendiri.”
Laciel masuk ke dalam.
Dari luar, menara itu terlihat sepi, misterius, sekaligus menyeramkan. Begitu memasukinya, isinya terlihat lebih menakutkan lagi. Tumpukan buku di atas meja karena rak yang telah penuh. Buku-buku dengan tulisan aneh. Serta gelas-gelas dan tabung kaca berisi berbagai macam ramuan sihir.
Tempat ini memang cocok disebut sebagai Menara Sihir.
“Kamu hanya sendiri di sini?” tanya Laciel. Dia duduk di salah satu kursi.
“Biasanya aku sendiri karena ini adalah ruangan pribadiku. Di lantai bawah ada beberapa muridku,” jawab Oul sembari menyelesaikan ramuan buatannya. “Jadi, ada keperluan apa hingga kamu mengunjungiku? Tidak hanya sekadar melihat-lihat saja, bukan?”
Laciel menatapnya kemudian berkata, “Tentu saja tidak.”
Oul menyingkirkan buku-buku di atas meja. Setelahnya dia duduk di seberang Laciel.
“Kamu dapat melihat masa depan. Apakah kamu juga dapat melihat masa lalu?” tanya Laciel setelah melihat Oul sudah siap berbicara.
__ADS_1
“Untuk melihat masa depan, diperlukan pengetahuan akan masa lalu.”
Laciel memotong, “Intinya?”
Oul menatap Laciel. Sedikit terkejut karena disela.
“Ehem. Secara teori dan fakta, tidak bisa. Tapi, aku tahu beberapa fakta dan kebenaran dari masa lalu,” ujar Oul.
“Seperti ...?”
“Banyak hal,” jawab Oul. “Kurasa sudah tidak ada gunanya lagi menutup-nutupi fakta setelah Anda memiliki akses ke sistem sebagai Admin. Anda sudah sadar kalau Anda adalah Pangeran Laciel Lucifer, Sang Kesombongan?”
“Jadi kamu sudah tahu dari awal karena memiliki akses sebagai Admin juga?” tanya Laciel.
“Meskipun aku tidak memiliki akses ini, setidaknya aku akan mengetahui dari jalur lain. Suku Beastman Burung Hantu adalah sahabat dekat tetapi rahasia bagi Maharaja sejak dahulu kala,” jelas Oul.
“Jadi, Iblis dan Beastman memiliki hubungan rahasia? Ayahanda tidak pernah memberitahukan ini kepada siapa pun.”
“Tentu saja dia tidak akan melakukan itu, kecuali sudah saatnya menentukan Putra Mahkota selanjutnya. Hubungan itu juga terbentuk karena kedekatan Elf dengan Manusia. Agar keseimbangan dunia tidak jatuh, maka Iblis dan Beastman juga membuat poros penyeimbang.
“Silakan dilihat.”
Oul memberikan lima jilid buku. Itu tertulis di dalam bahasa asing. Bahasa Iblis Kuno.
“Ini adalah ...?”
“Kisah Hidup Perjalanan Maharaja. Biografi seluruh Maharaja dari Kemaharajaan Iblis. Ditulis berabad-abad oleh kami, para Beastman Burung Hantu.”
Laciel membaca beberapa halaman dari buku tersebut.
“Dan di buku kelima ini, dari halaman pertamanya, adalah tempat yang akan diisi oleh kisah kehidupan Anda bila Anda menjadi Maharaja selanjutnya. Betapa beruntungnya aku dapat melanjutkan buku ini setelah berhenti sekitar 15 abad.”
Sesuai perkataannya, Laciel dapat melihat halaman pertama buku kelima berisi sedikit biografi dirinya. Di sana tertulis “Laciel Lucifer, Sang Kesombongan, Pangeran Kemaharajaan Iblis”. Sisanya kosong. Menunggu untuk diisi.
“Malam masih panjang. Kita bisa berdiskusi lama untuk membahas hal ke depannya,” ucap Oul.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1