
Musim semi, 22 April 1163 Zaenium.
Ibu Kota Zamara, Duchy Royal Capital, Kerajaan Zamara.
Pagi hari.
Sinar mentari masuk melewati celah-celah tirai yang menutupi jendela. Di dalam kamar, terlihat tiga orang yang masih terlelap tidur di atas ranjang tanpa satu pun helai pakaian yang menutupi selain dari selimut tipis.
Yang bangun tidur pertama adalah seorang pemuda berambut putih. Menguap. Mengusap mata. Dia melihat ada dua orang perempuan di sampingnya, tertidur tanpa busana. Kesadarannya akhirnya kembali.
Ugh, permainan mereka berdua semalam sangat hebat. Hampir saja aku tidak bisa menyaingi. Batin Laciel.
Ya, dia adalah Laciel. Sosok yang sangat ditakuti dan telah menjadi momok mengerikan bagi Kerajaan Zamara ini sedang berjalan-jalan santai dan menginap di Ibu Kota. Jika saja Raja atau siapa pun mengetahui identitas aslinya, maka sudah pasti akan terjadi kekacauan yang luar biasa. Bahkan mungkin saja para warga akan mengungsi dari Ibu Kota dan membuatnya menjadi sepi seketika.
Lalu, apa yang terjadi padanya setelah pertempuran itu?
Secara singkat, dia istirahat satu pekan penuh. Setelah itu, dia mengadakan rapat kembali untuk mengatur bawahannya. Karena jumlah monsternya yang sudah membludak, dia akhirnya memutuskan untuk membuat tiga dungeon tambahan di barat laut, barat daya, dan tenggara dungeon kedua. Pembagiannya dia serahkan kepada Hazura. Dia sudah membuktikan kalau dirinya layak sejak membagikan pasukan dan mencapai kemenangan, atau minimal menyelesaikan misi kekacauan itu.
Sehabis itu, dia beserta Hana, Nadja dan Nameer melanjutkan petualangan mereka. Kali ini, tujuan mereka berada di selatan Kerajaan Zamara, yaitu Kekaisaran Beastman. Sebelum pergi ke sana, dia berniat singgah di beberapa
kota, termasuk Ibu Kota. Dia ingin melihat apa tindakan yang akan dilakukan oleh Raja.
Selagi bertualang, mereka juga melaksanakan beberapa misi Petualang untuk mendapatkan uang demi menyambung hidup.
Betapa rendahan sekali! Seorang Raja Iblis yang bekerja menjadi Petualang hanya untuk bisa makan dan menginap. Batinnya mengingat dirinya masih lemah dalam hal ekonomi.
Mengenakan baju dan jubah hitamnya, dia berniat untuk sarapan sekaligus mendengar informasi yang mungkin saja berguna baginya nanti.
Turun ke lantai bawah yang berisi tempat informasi serta tempat makan, dia melihat sudah ada banyak Petualang yang bersiap. Tidak seperti kota-kota lain yang sebelumnya dia singgahi, Ibu Kota Kerajaan memang memiliki lebih banyak penduduk. Hal itu berakibat terhadap jumlah Petualang yang membludak, dan menyebabkan ketatnya persaingan.
Laciel mencoba menajamkan pendengarannya.
“Yo, bagaimana kabar istri keduamu?”
“Kudengar ada Dungeon baru di dekat sungai Brutus.”
__ADS_1
“Apa hanya perasaanku saja kalau sekarang Ibu Kota terlihat lebih sepi?”
“Kau sudah dengar berita tentang Kerajaan Johnson? Kudengar mansion mereka terbakar.” Salah seorang Petualang berbisik.
Mendengar nama kerajaan itu, dia ingat 4 Kerajaan dan 4 Duchy yang tunduk kepada Kekaisaran Zaenia. Lalu, dia mengambil tempat di dekatnya agar bisa lebih mudah mencuri dengar percakapan mereka.
“Mansion Keluarga Kerajaan Johnson terbakar? Siapa pula mereka yang berani mengusik bawahan Kekaisaran Zaenia?” temannya bertanya tertarik.
“Tidak ada yang tahu. Bahkan sepertinya Kaisar sendiri terkesan tidak peduli.” Ujar yang pertama.
“Jika seperti itu, bukankah artinya ada sesuatu yang terjadi di belakang layar?” salah satu temannya bertanya.
“Sepertinya juga bukan. Yang kudengar adalah hal itu dilakukan oleh sekelompok orang rahasia yang berniat menggulingkan kekuasaan Kaisar. Wajar saja jika Kaisar terkesan tidak peduli. Jika takhtanya terancam, dia pasti akan memilih melindungi dirinya sendiri terlebih dahulu.” Timpal yang lain.
“Apakah maksudmu kelompok itu adalah Dark Rebellion? Dari yang kudengar, justru mereka adalah bawahan Kaisar dari balik bayangan.”
Begitulah diskusi itu terus berlanjut tanpa henti. Laciel yang awalnya sangat optimis telah mendapatkan berita hangat kini menjadi hati-hati untuk menyaring informasi yang didapatkan.
Dari percakapan mereka, hal ini masih sangatlah abu-abu sekali. Tidak ada titik terang selain bagi mereka yang berada di balik layar. Karena aku belum mengetahui kebenarannya, akan lebih baik bagiku untuk berhati-hati terhadap Kekaisaran. Pikir Laciel.
“La~ci~el~, kenapa kamu tidak membangunkan kami?” Nadja datang dengan wajah cemberut. Di belakangnya mengikuti Hana membawa Nameer yang sedang mengambil wujud kucingnya di pangkuan tangannya.
Mereka berdua lalu duduk di kursi yang tersisa. Seorang pelayan datang menghampiri. Menanyakan mereka ingin memakan apa. Setelah mencatat pesanannya, dia pergi dan melaporkannya ke koki. Makanan datang, dan mereka menghabiskannya.
Sehabis sarapan, mereka berniat untuk melanjutkan perjalanan ke selatan sembari berburu.
“Manusia memang hebat, ya.” Ucap Nadja.
“Hebat apanya?” Hana bertanya. Kebingungan dengan pernyataan Nadja.
“Yah, mereka mampu bangkit dengan cepat meski baru tiga pekan yang lalu mengalami kekalahan.” Jelas Nadja.
Itu memang benar. Saat pertama kali mereka datang ke sini, suasana Ibu Kota sangatlah suram. Dan sepi. Tetapi sekarang, semuanya kembali bergerak. Ada perut kosong yang perlu diisi.
“Hei, Laciel, lihat! Ada boneka lucu!” Hana berteriak kegirangan melihat sebuah boneka yang sepertinya menggambarkan seorang Pahlawan berjubah biru.
__ADS_1
Melihat-lihat sebentar, Laciel akhirnya memutuskan untuk membeli satu untuk Hana, dan satu boneka lagi yang berupa Dragon untuk Nadja. Tersingkirkan oleh boneka, kini Nameer dibawa oleh Laciel.
Mereka masih berbelanja sebentar sebelum berangkat pergi meninggalkan Ibu Kota.
...*****...
Musim semi, 23 April 1163 Zaenium.
Hutan Red Cliff, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.
Sore hari.
BLAR!!!
Laciel menyerang dengan sihirnya. Targetnya adalah seekor monster dalam balutan eksoskeleton. Mereka kini sedang berburu makanan untuk makan malam. Dan monster itu adalah objek yang bagus untuk dijadikan makanan dari dagingnya, dan alat-alat memasak dari eksoskeletonnya.
[Eksoskeleton adalah kerangka eksternal yang mendukung dan melindungi tubuh hewan, seperti serangga, yaitu belalang dan kecoak, dan krustasea, seperti kepiting dan lobster.]
Monster ini disebut sebagai monster serangga badak. Itu karena bentuknya seperti badak bercula dua, tetapi dengan kulit keras yang berupa eksoskeleton seperti serangga.
Setelah mendapatkan satu ekor, Laciel memotong-motong tubuh monster itu menjadi beberapa bagian. Dagingnya berwarna merah, mirip seperti daging sapi atau daging kambing. Lalu, tugas memasak diambil oleh Hana dan dibantu oleh Nadja. Mereka menggunakan eksoskeleton monster itu sebagai panci masak.
Inventory milik Laciel digunakan untuk membawa beberapa barang, salah satunya adalah rempah-rempah yang akan digunakan untuk memasak.
...*****...
Tak jauh dari tempat Laciel membangun tenda sementara, ada sekelompok orang yang juga sedang beristirahat. Jumlahnya sekitar 15 orang. Salah seseorang yang tadi mengamati kelompok Laciel menghadap kepada seseorang yang sepertinya adalah ketua atau pemimpin dari kelompok kecil itu.
“Bos, mereka sedang membuat makanan sekarang. Sebentar lagi mereka akan makan lalu tidur.” Lapor orang tersebut.
Orang yang dipanggil bos tersebut sedang duduk menyender kepada batang pohon di belakang punggungnya. Tampak sedang menikmati sisa makanannya.
“Kalau begitu, kita harus bersiap. Perintahkan kepada yang lainnya.” Ucap orang yang dipanggil bos tersebut. “Akhirnya ada sekelompok orang bodoh yang hanya berisikan sedikit orang lemah. Mereka akan menjadi mangsa yang empuk.”
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....