
11 Mei 1163 Zaenium.
Kastil Timur, Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Sore hari.
Laciel sedang berjalan menuju ruangan rapat. Itu adalah sebuah ruangan luas berbentuk lingkaran. Di tengahnya ada sebuah meja segi sepuluh dilengkapi dengan sepuluh kursi di masing-masing sisi meja.
Saat dia masuk ke dalam sana, bau darah masih mengudara di mana-mana. Mereka saling berteriak satu sama lain tanpa mempedulikannya.
“Ah, Laciel! Akhirnya kamu datang juga,” ujar Yagwar senang melihat Laciel datang.
Ada sepuluh kursi, namun tidak semuanya terisi. Ada tiga kursi yang kosong. Dan Laciel hanya dapat menebak dua dari tiga.
Semua pemimpin aliansi berkumpul di sini. Yagwar, Syarka, Zhen, Hanafsah, Oul, dan Arkan. Bahkan Viksen juga hadir.
“Kamu ditangkap Kaisar, bukan?” tanya Laciel kepada Viksen.
“Benar. Tigris menangkapku dan Qormon, lalu menyiksa kami berdua,” jawabnya.
“Ugh. Maaf sudah bertanya.”
“Tida apa. Lagipula, itu sudah berlalu. Kalian datang menyelamatkanku.”
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita kembali ke permasalahan kita,” ujar Syarka. “Siapa yang akan menjadi Kaisar selanjutnya?”
Ucapan terakhirnya membuat semuanya terdiam.
“Kenapa kalian diam? Apakah tidak ada yang mau mengajukan diri?” tanya Laciel heran dengan keheningan tersebut.
“Sebenarnya, menjadi Kaisar itu tidaklah mudah, Laciel. Juga, itu sangat merepotkan dan tidak berefek apa-apa. Kami tetaplah mengurus kerajaan masing-masing tanpa intervensi dari siapapun pada akhirnya,” jelas Syarka.
“Eh?” Laciel tertegun. Dia tidak menyangka kalau situasinya berbeda dari yang dia bayangkan. “Bukankah menjadi Kaisar artinya menjadi yang tertinggi dan dapat memerintah siapa saja?”
“Kami bukanlah negara tipe diktator seperti itu. Kehadiran Dewan Kaisarlah yang membuat kami lebih ke arah musyawarah. Ehem, Kaisar Leo itu pengecualian. Itulah kenapa banyak dari kami yang tidak setuju,” jawab Syarka.
Hanafsah mengangkat tangan lalu berdiri.
“Saat pembentukan aliansi, saya sudah menyerahkan jiwa dan raga ini kepada Yang Mulia Raja Laciel. Jadi, saya ingin mengundurkan diri dari jabatanku sebagai Ratu di Kekaisaran ini,” ungkapnya.
‘Ah, iya. Dia kan membuat kontrak untuk menjadi istriku.’ Laciel tampak tidak nyaman dan salah tingkah.
“Hmm,” yang lain bergumam.
“Sebenarnya, setelah aku mengetahui identitasmu, kami berniat untuk melepaskan hubungan denganmu. Keterlibatanmu dengan Kekaisaran Beastman bisa berakibat buruk bagi kami. Namun, karena kamu juga sudah berjasa, aku jadi bingung bagaimana cara mengungkapkannya,” ucap Syarka.
“Tidak apa-apa. Saya juga sudah tidak mau berlama-lama bersembunyi di balik Kekaisaran sejak bertemu dengan Yang Mulia,” balas Hanafsah.
“Jadi, tersisa enam dari kita, huh?” kata Zhen memecahkan suasana.
__ADS_1
“Enam?” yang lain menghitung.
“Oh, iya. Jika ada 10 Raja Beastman, dua di antaranya adalah Tigris dan Kalinda. Lalu, siapa yang satu lagi?” Laciel baru bertanya. Dia memang sudah merasa janggal dari tadi.
“Tentu saja Raja Singa. Dia adalah saudara jauh Kaisar Leo. Dan karena dia juga berkomplot, maka dia pun dipenjara,” jelas Syarka. “Ngomong-ngomong, beberapa kota di kerajaanmu hancur, kan, Yagwar?”
“Yah, begitulah,” Yagwar menjawab dengan nada lesu.
Mendengarnya, Hazura, yang berdiri di belakang Laciel, berbisik. Memberitahukan ide brilian yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.
Tiba-tiba, Laciel berdiri setelah Hazura selesai berbisik.
“Yagwar, bagaimana kalau kita bekerja sama?” tanya Laciel.
Semua yang mendengarnya heran.
“Kamu tahu? Kerajaanmu luas, tetapi populasinya hanya sedikit. Sedangkan, Kerajaanku tidaklah luas. Namun, jumlah penduduknya sangat padat sekali. Bagaimana kalau aku membantu kamu membangun kembali kota-kota di kerajaanmu, dan kita buat kerajaanmu menjadi pusat dan pertemuan peradaban serta budaya dari ras monster dan Iblis beserta Beastman?” usulnya.
“Dan karena Kerajaan Kelelawar menjadi bagian dari kerajaanku, aku berniat untuk membangun benteng pertahanan di sepanjang teritorinya. Jadi, kenapa tidak sekalian saja digabung dengan kerajaanmu? Itu akan membuat Kekaisaran Beastman menjadi lebih aman dari invasi, bukan?” lanjutnya.
“Itu benar. Dan lagi, sejak Kerajaan Zamara kalah dari Laciel, mereka seharusnya merasa takut dan tidak akan menginvasi kita dalam waktu dekat jika kita mengumumkan kerja sama kita dengan Laciel,” timpal Syarka.
“Invasi dari negara lain, ya? Bukankah masalah ini jadi merembet ke banyak hal?” tanya Laciel.
“Yagwar, kamu saja yang jadi Kaisar,” ujar Zhen. “Biarkan Laciel mengurus kerajaanmu, dan kamu mengurus Kekaisaran. Ha ha ha!”
“Eh! Aku tidak mau! Justru aku harus mengurus kerajaanku dulu!” balas Yagwar tidak terima dirinya ditembak menjadi Kaisar.
“Apa?! Kamu tidak bisa melakukan itu begitu saja!” seru Yagwar mulai panik saat banyak angggota Dewan Kekaisaran mengangkat tangan. “Bahkan kamu juga, Laciel?”
“Ehe~” Laciel hanya menjawab dengan cengengesan.
Dan karena Laciel mengangkat tangan, Hanafsah juga ikut-ikutan mengangkat tangan.
“Keputusan Tuanku adalah keputusanku juga,” jelasnya.
Zhen mengangkat tangan juga. Sejak dialah yang mengusulkan hal tersebut.
Viksen juga setuju.
“Kamu juga?” tanya Yagwar.
“Kapan lagi memiliki sahabat yang menjadi Kaisar, ‘kan?” candanya.
“Kenapa tidak kamu saja yang menjadi Kaisar?”
“Ayahku pasti tidak akan mengizinkannya,” jawabnya.
Tersisa dua orang yang belum mengangkat tangan. Mereka adalah Oul dan Arkan.
__ADS_1
“Tuan Oul! Tuan Arkan! Syukurlah kalian masih mendukungku!” Yagwar terlihat memelas. Meski sudah kalah suara, dia merasa beruntung masih ada yang bersama dengannya.
Namun ....
“Aku mengikuti Laciel,” ujar Oul mengangkat tangan.
“Lebih cepat masalah pemilihan Kaisar selesai, lebih cepat kita bisa membahas masalah keamanan dan segala macamnya. Jadi, aku juga akan setuju.” Arkan akhirnya mengangkat tangan.
Seluruh anggota Dewan Kekaisaran sudah setuju. Tentu saja, selain Yagwar seorang diri.
‘Aku merasa dirundung.’
...*****...
12 Mei 1163 Zaenium.
Kastil Timur, Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Pagi hari.
Mereka bergerak cepat. Setelah Kaisar terpilih, mereka dapat dengan cepat menyelesaikan masalah-masalah lainnya. Rapat itu pun selesai di sepertiga malam pertama. Dan pagi hari ini, mereka akan segera mengumumkan hasil dari Rapat Dewan Kekaisaran kepada khalayak ramai.
Banyak orang penting yang berkumpul. Rakyat juga ikut meramaikan dengan pesta di Ibu Kota. Dan puncaknya adalah pidato Kaisar yang akan didengarkan oleh seluruh rakyat yang hadir. Salah satu isinya adalah pengumuman tentang aliansi Kekaisaran dengan Kerajaan Iblis, serta kerja samanya.
Setelahnya, mereka mengirimkan surat ke luar negeri, khususnya ke tiga negara tetangga, Kekaisaran Teokrasi Kavizen, Kekaisaran Agung Zaenia, dan, tentu saja, Kerajaan Zamara.
Mendapatkan surat tersebut, tentu saja akan membuat mereka mengganti “haluan”. Ada yang mengurungkan niat, dan ada yang justru menjadi berniat untuk melancarkan invasi.
...*****...
12 Mei 1163 Zaenium.
Istana Kekaisaran, Ibu Kota Kekaisaran Teokrasi Kavizen.
Malam hari.
“Ini tidak dapat dibiarkan!” teriak Pendeta tertinggi. Dia adalah seorang kakek tua dengan pakaian jubah putih panjang serta topi tinggi yang juga putih warnanya. “Beastman saja sudah merupakan masalah! Iblis saja sudah merupakan masalah! Dan sekarang ... mereka justru bekerja sama! Ini adalah masalah tergenting yang pernah ada sepanjang sejarah! Eksistensi mereka dapat melunturkan eksistensi kita!”
Dia melemparkan surat yang diterimanya ke sembarang arah. Pelayannya mengambilkannya.
“Segera kirimkan Enam Pahlawan dan pasukan Teokrasi untuk membasmi musuh Dewa!” perintahnya. “Yang Mulia Kaisar, kita harus segera bertindak!”
Pria tua lainnya yang duduk di takhta megah adalah seorang Kaisar. Dia menyetujui usulan si Pendeta Tertinggi tanpa banyak bertanya. Itu karena, di dalam sistem pemerintahan Teokrasi, jabatan Pendeta Tertinggi berada di atas Kaisar dan merupakan perpanjangan tangan dari Dewa itu sendiri.
Dengan begitu, Enam Pahlawan pun dikerahkan untuk membasmi seorang Raja Iblis dari Timur.
Rentetan domino yang terjatuh mulai memperlihatkan dampaknya.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....