
Musim semi, 3 April 1163 Zaenium.
Daerah pesisir Hutan Redwood sebelah barat, March Harbisium, Kerajaan Zamara.
Siang hari.
Pasukan Marquis Harbisium sudah sampai di pinggiran Hutan Redwood dan mulai melakukan beberapa penyisiran. Para warga desa di sekitar sudah diungsikan terlebih dahulu ke kota terdekat.
Sebagai pemimpin pasukan ini, Marquis sendiri sedang mengadakan rapat dengan para bawahan pentingnya. Selain Jenderal Azuma, terlihat ada beberapa Bangsawan setingkat Count dan Baron.
“Rapat Besar akan diadakan lusa di selatan Hutan Redwood. Dan kita mendapatkan bagian barat hutan.” Jelas Marquis.
Jenderal Azuma mengangkat tangan. Bertanya.
“Untuk apa rapat itu diadakan? Bukankah kita sudah bisa memulai penyisiran secara sendiri-sendiri?”
Yang lain tampak setuju.
“Selain berbagi beberapa informasi penting, di sana juga akan ditentukan waktu penyerangan dimulai. Kita akan menyerang bersamaan dengan yang lain. Dengan begitu, kita bisa menghalangi sebagian monster yang berniat kabur keluar dari hutan.” Jawab Marquis.
Rapat itu masih berlanjut hingga sore hari. Paginya, Marquis, ditemani oleh seorang Count, berangkat pergi menghadiri Rapat Besar. Sedangkan, Jenderal Azuma akan menggantikan posisi Marquis sementara.
...*****...
Di sisi lain, Laciel telah kembali ke dungeon bersama yang lain untuk mempersiapkan “sambutan” yang baik. Pengumpulan informasi dia serahkan kepada para Wraith. Mereka dapat dengan mudah lolos dari indera manusia dan mendengarkan banyak hal tanpa dicurigai. Itu jika keberuntungan berada di pihak mereka dan tidak diketahui oleh lawan yang memiliki skill semisal pendeteksi hantu.
Dungeon baru yang diperintahkan Laciel telah selesai sebelum dua minggu. Pasukan monster di bawah pimpinannya juga bertambah berkat para monster yang bersedia bergabung dengannya.
Awalnya, para monster itu menghindari dungeon buatan Laciel, dan memilih mengungsi ke pinggiran hutan. Namun, itu menyebabkan mereka melakukan kontak dengan Manusia, khususnya para Petualang, sehingga menyebabkan mereka bertarung dan kebanyakan terbunuh. Dan juga, para Ksatria Bangsawan sekarang sudah mengepung hutan dan mulai menyisir masuk ke dalam.
Mau tidak mau, para monster itu memilih menjadi bawahan Laciel secara terpaksa oleh keadaan. Dengan begini, Laciel sudah resmi menjadi penguasa Hutan Redwood secara de facto.
__ADS_1
Dan tentu saja, Laciel tidak menyia-nyiakan hal ini dan mulai mencari monster-monster yang diperkirakannya kuat. Dari semuanya, hanya ada beberapa yang sangat menarik perhatiannya.
“Hmm, Ogre, ya?” gumam Laciel.
Kini, di hadapannya berdiri satu Ogre setinggi tiga meter. Kulitnya berwarna krem seperti Manusia pada umumnya. Hanya saja, selain tingginya, dia juga berbeda dari Manusia dalam hal kekuatan ototnya yang terlihat sangat besar dan menonjol serta sepasang tanduk kecil yang berada di dahinya.
[Nama : tidak ada | Ras : Ogre
Title : Human Slayer, Human Hunter, Human Eater.
Kekuatan Tempur : B+
Catatan : Seekor Ogre yang sudah sangat ahli dalam hal memburu Petualang Peringkat B ke bawah. Mendapatkan julukan yang sangat mengerikan di kalangan para Petualang.]
Kekuatan tempurnya bahkan melebihi Garnamtiar yang sudah diberi nama dan berevolusi. Bagaimana, ya, jadinya jika aku memberinya nama? Pasti akan lebih kuat lagi, bukan? Pikir Laciel. Lalu, dia memberinya nama Gahar.
Yah, aku sudah lumayan kehabisan ide untuk memberi nama. Tapi, sepertinya itu sangat cocok sekali dengan tampilan Gahar yang juga gahar. Batinnya.
Tetapi, tidak banyak yang berubah dari penampilannya. Bahkan, bisa dikatakan sama seperti sebelumnya. Hanya saja, perubahan itu terlihat di statusnya. Kekuatan tempurnya meningkat menjadi A. Itu sudah setingkat dengan Hana, dan yang lainnya.
[Nama : tidak ada | Ras : Minotauros
Title : tidak ada
Kekuatan Tempur : B]
[Nama : tidak ada | Ras : Troll
Title : tidak ada
Kekuatan Tempur : B+]
__ADS_1
Si Minotauros diberi nama Taurus, dan si Troll diberi nama Gamlak. Setelah diberi nama, yang penampilannya berubah hanyalah Gamlak si Troll. Dari yang tampak bodoh, kini dia jadi tampak lebih pendiam, tetapi lebih kuat. Masing-masing kekuatan tempur mereka meningkat menjadi A dan A+.
Lalu, sekarang adalah waktunya membagi tugas. Sebelum itu, dia menunggu kedatangan para Wraith yang diperintahkan untuk mendapatkan informasi. Informasi itu lalu dilaporkan dahulu kepada Hazura Enfador si Iblis. Barulah informasi itu sampai kepada Laciel melaluinya.
“Yang Mulia, pasukan para Manusia mengepung hutan dari empat arah mata angin. Yang paling banyak berada di arah selatan. Mereka dipimpin oleh seseorang yang dijuluki sebagai Jenderal Besar Raja, Duke Royal Capital.” Lapor Hazura.
“Perkiraan masing-masing jumlah pasukan dari selatan, barat, utara dan timur adalah 110.000, 90.000, 60.000, dan 70.000 pasukan.” Lanjutnya.
“Bagaimana dengan strategi mereka?” tanya Laciel.
“Untuk itu, saat ini mereka hanya baru menyisir daerah pinggiran. Sepertinya mereka akan melakukan sebuah Rapat Besar sebelum penyerangan dimulai.” Jawabnya.
“Begitu, ya? Jika begitu, kita bisa melakukan sebuah serangan mendadak. Di mana mereka akan berkumpul?” Laciel terlihat sedang memikirkan sebuah rencana.
“Di selatan.”
“Sudah kuduga.” Gumam Laciel. “Lakukan serangan kilat saat fajar di tiga pasukan selain selatan. Segera tarik mundur pasukan jika sudah muncul seorang pemberi komando dari musuh. Kita hanya perlu membuat kekacauan dan mengurangi jumlah mereka secara sedikit demi sedikit.”
“Pengaturan pasukan akan kuserahkan kepadamu.” Tambah Laciel.
“Baik, Yang Mulia.” Hazura membungkuk lalu pergi memberikan arahan kepada yang lain.
Sesuai dengan perintah Tuannya, Hazura mempersiapkan pasukan monster dan membaginya menjadi tiga kelompok yang akan pergi ke tiga arah berbeda. Secara keseluruhan, total ada sekitar 4.500 monster yang saat ini berada di bawah komandonya. Untuk menghadapi 220.000 pasukan bersenjata lengkap, itu terlihat seperti perbandingan yang sangat jauh bagai langit dan bumi.
Tetapi, tidak semua perang dimenangkan hanya dengan kuantitas. Dengan taktik gerilya dan kekuatan besar yang mengalir dari Giving Name, dia membulatkan tekad untuk tidak akan pernah membuat noda sekecil apa pun di wajah Tuannya.
“Mereka yang berani menghalangi Tuanku, akan merasakan neraka dunia sebelum mereka merasakan neraka yang sesungguhnya.” Gumamnya dengan senyuman yang terlihat sangat tidak manusiawi. Toh, dia sebenarnya adalah Iblis.
“Jadi, bagaimana aku akan membagi pasukan?” Hazura masih bergumam sendiri ketika berjalan untuk menyampaikan perintah Tuannya. “Sepertinya, dengan ilmu aritmatika, sedikit rumus persentase, dan tambahan setetes perasan logika tentang taktik dan strategi pertempuran akan menyelesaikan masalah.”
“He he, aku sudah sangat tidak sabar untuk menyodorkan pertempuran yang dahsyat sebagai pengumuman pembuka keberadaan Kerajaan Besar milik Tuan.” Lirihnya.
__ADS_1
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....