
29 April 1163 Zaenium.
Hutan Kematian, perbatasan empat wilayah, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Malam hari.
“Jadi, apa maumu?” tanya Laciel setelah mereka berdua mencari tempat yang agak jauh dari yang lainnya.
“Saya berniat untuk ikut menjadi bawahan Anda,” jawabnya.
‘Ada apa ini tiba-tiba?’ Laciel terkejut dengan jawaban Hanafsah.
“Tapi, kamu sebelumnya berada di pihak Kaisar Singa, bukan? Bagaimana aku bisa mempercayaimu?” tanya Laciel.
“Kalau begitu, bagaimana dengan ini?”
Hanafsah mengeluarkan selembar kertas dari ruangan dimensi miliknya. Dia lalu menulinya dengan cepat. Dan setelah selesai, dia memberikan kertas itu kepada Laciel.
“Kontrak? Kamu ingin menjadi istri sahku? Kenapa kamu mau mengajukan hal ini?”
“Karena saya tahu bahwa Anda adalah Raja Iblis dari timur, bukan?”
Perkataannya lagi-lagi mengejutkan Laciel.
“Aku tidak tahu apa maksudmu,” jawab Laciel. ‘Dari mana dia tahu kalau aku adalah Raja Iblis? Jika kabar tentang aku yang beraliansi dengan Yagwar ini didengar oleh Kaisar Beastman, itu akan berbahaya.’
“Anda tidak perlu berbohong. Sesama Iblis dapat mengetahui Iblis lainnya. Dan lagi, saya juga termasuk dari sedikit Iblis yang mampu menggunakan sihir Appraisal,” jelasnya. “Bagaimana? Bukankah sangat menguntungkan juga jika memiliki rekan tambahan? Dengan ini, Anda dapat dengan mudah memojokkan Kaisar Beastman dan dua Ratu lainnya.”
Laciel berpikir lama. ‘Memang benar. Sangat menguntungkan bagi kami untuk memiliki bantuan tambahan. Tetapi, dia berasal dari pihak musuh. Kontrak biasa tidak dapat dipercaya.’
“Jika Anda masih ragu, Anda dapat menggunakan segel jiwa kepada saya,” lanjut Hanafsah.
Laciel teringat dengan perkataan Nadja dulu saat pertama kali bertemu.
“Hanya saja, sedikit sekali ada orang yang mau melakukan segel jiwa secara sukarela.”
‘Jarang ada yang mau melakukannya. Nadja termasuk pengecualian karena memang sedang terdesak pada saat itu. Pasti ada maksud di balik tindakannya. Tetapi, itu semua tidak akan berarti jika dia tidak bisa melanggar perintahku,’ batin Laciel.
‘Baiklah. Tidak perlu ragu lagi. Ini adalah kesempatan langka bisa mendapatkan tambahan bantuan. Juga, aku penasaran bagaimana caranya dapat menjadi Ratu di Kekaisaran Beastman.’
“Oke, mari kita lakukan segel jiwa,” ujar Laciel.
__ADS_1
Laciel membuat sedikit luka di ujung jari telunjuknya, dan mengarahkan darah yang menetes dari sana tepat ke mulut Hanafsah. Tetesan darah itu masuk ke mulut dan ditelan oleh Hanafsah. Setelahnya, Hanafsah merapalkan kontrak dan janjinya.
Sebuah lingkatan sihir muncul di sekitarnya. Lingkaran itu mengeluarkan rantai emas yang menjerat tubuh Hanafsah, lalu menghilang seolah diserap hingga habis. Setelahnya, lingkaran sihir itu pun juga ikut menghilang.
“Salam, Yang Mulia Laciel Lucifer. Saya, Hanafsah, Ratu Vampir dan Kelelawar, bersedia dengan senang hati tunduk pada kuasa Anda,” tegas Hanafsah.
‘Bukankah aku belum memperkenalkan diri? Sepertinya dia mengetahui namaku dari sihir Appraisal miliknya.’
Setelah selesai, Laciel dan Hanafsah kembali ke kemah yang baru saja didirikan. Yagwar masih menatap sinis kepada Hanafsah, tetapi sudah tidak terlalu memikirkannya karena dia mempercayai Laciel.
“Baiklah. Kuperkenalkan kepada kalian, dia adalah Hanafsah, Raja Ib– maksudku, Ratu Iblis, sekaligus Ratu Kerajaan Beastman Kelelawar. Sekarang, dia berada di pihak kita,” ujar Laciel.
“Ehem, aku sudah melakukan segel jiwa kepadanya. Jadi, aku bisa menjamin kesetiaannya,” lanjutnya menjelaskan sebelum ditanyai oleh yang lain.
“Kamu harus bertanggung jawab atas seluruh perbuatannya nantinya,” ujar Yagwar memperingati.
Lalu dia masuk ke tenda untuk tidur.
“Sepertinya aku adalah yang pertama untuk berjaga,” ucap Laciel.
...*****...
Dia berjaga malam bersama dengan Hanafsah. Mereka bisa santai karena monster kelelawarnya juga ikut berpatroli ke sekitar.
“Benar, Tuan. Moyangku adalah yang pertama kali mendirikan kerajaan di ujung timur ini,” jawab Hanafsah.
[Moyang di atas kakek.]
“Bukankah daerah Iblis berada di barat? Kenapa moyangmu mau pindah jauh-jauh berpisah dari mereka yang satu ras dengannya?” Laciel bertanya sambil tiduran menatap bintang.
Dia masih tidak percaya ada dunia seindah ini, selain monster seram di dalamnya.
“Kalau kamu tidak mau menjawab, tidak apa-apa. Aku tidak akan memaksa.”
“Itu .... Itu adalah cerita turun-temurun antargenerasi. Moyangku adalah seorang penasihat dari Maharaja Iblis. Dan karena suatu kejadian, Maharaja Iblis lengser dari takhta, dan semua Iblis yang setia dengannya beserta seluruh
keluarganya diburu. Itulah kenapa moyangku berakhir di timur benua, menjauh dari tempat para Iblis di barat. Meski, kami masih dalam satu benua yang sama, dan jaraknya masih lumayan dekat. Untungnya, Kekaisaran Teokrasi Kavizen memisahkan kami,” ungkapnya.
“Lalu, kalian menjadi Raja dan Ratu di Kekaisaran Beastman dengan menyamar sebagai Beastman Kelelawar?”
“Mau bagaimana lagi? Jika kami berdiri sendiri sebagai Kerajaan Iblis, maka musuh akan mengeroyok kami dari berbagai arah. Pilihannya hanya mengikuti kekuatan besar dengan aman. Dan pilihan itu jatuh kepada Kekaisaran Beastman,” lanjutnya.
__ADS_1
“Kenapa tidak bergabung dengan Kekaisaran Agung Zaenia saja? Bukankah mereka dulu sangat kuat? Kudengar juga di sana Elf, Dark Elf dan Manusia hidup berdampingan.”
“Zaenia ....” lirih Hanafsah.
“Hmm?” Laciel menoleh ke arahnya.
“Kekaisaran Agung Zaenia adalah DALANG di balik lengsernya Maharaja Iblis! 4 Raja Iblis yang sekarang adalah keturunan dari bawahan Kaisar Agung Zaenia terdahulu! Dia MEMBUNUH Maharaja Iblis dan MENCULIK sisa anggota keluarga kemaharajaan!” cecar Hanafsah tak terkendali.
“KARENA ITULAH ... !!!” Dia menarik nafas dalam-dalam. Mencoba untuk mengendalikan dirinya. “Karena itulah aku berniat untuk membalaskan dendam kesumat ini dengan bergabung dengan Kaisar Singa untuk melancarkan invasi ke negara lain.”
“Ah, maaf, aku kehilangan kendali untuk sesaat,” gumamnya.
“Tidak apa-apa. Maaf aku menanyakan pertanyaan sensitif seperti ini. Seharusnya aku tidak menanyakannya. Lalu, kenapa sekarang kamu berpindah haluan dan memihak kepadaku?”
“Daripada berperang di bawah kaisar ras lain, lebih baik berperang di bawah raja ras sendiri.”
‘Hmm, benar. Itu masuk akal. Juga, Kekaisaran Agung Zaenia adalah musuh, berdasarkan perkataan seseorang di dalam diriku. Jika dia sempat menjelaskan panjang lebar, mungkin aku akan bisa mengerti kenapa dia berkata demikian. Aku jadi penasaran siapa dia sebenarnya?’
“Apakah aku layak sampai harus dihormati begitu?” tanya Laciel. ‘Meski ras kami sama, itu masih sedikit janggal untuk langsung tunduk di bawah kekuasaanku tanpa pernah bertemu sebelumnya.’
“Apakah Anda tahu bahwa Iblis tidak dapat mengganti warna irisnya?” Hanafsah bertanya balik.
“Warna iris Iblis adalah warna asli dan tidak bisa dimanipulasi, kecuali oleh sesuatu di ranah dewa. Dan iris berwarna merah adalah lambang dari kebangsawanan Iblis di masa lalu. Bukan emas, biru, hijau seperti kata badjingan itu, apalagi hitam seperti Manusia biasa.”
Hanafsah berdiri dan mengeluarkan sayapnya yang seperti sayap kelelawar. Hanya terdiri dari kulit dan tulang yang terlihat menonjol. Telinga, gigi taring dan cakarnya memanjang melebihi manusia normal. Matanya yang putih berubah menjadi hitam, dengan iris yang masih berwarna sama, yaitu merah.
“Saya bersumpah atas nama leluhur, saya, Hanafsah, akan menjadi tangan kanan Anda yang membersihkan jalan Anda menuju puncak dunia!”
‘Ah, tidak. Puncak dunia itu terlalu tinggi. Aku hanya ingin tahu bagaimana dan kenapa aku terdampar di dunia ini. Tetapi, untuk memecahkan misteri ini, aku membutuhkan kekuatan, sebanyak mungkin!’
Laciel berdiri. Matanya berubah pula menjadi hitam dengan iris merah menyala. Dari balik rambut putih ikalnya tumbuh keluar tanduk yang melengkung ke depan. Dia kembali lagi menggunakan penampilannya saat pertama kali tersadar di dunia ini.
“Aku, Laciel Lucifer, menerima kesetiaanmu. Berjuanglah untuk ke depannya.”
“Baik, Yang Mulia!”
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1