Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
S2 Eps 7: Kejutan I


__ADS_3

12 Mei 1163 Zaenium.


Menara Sihir, Ibu Kota Kerajaan Melankula.


Malam hari.


Laciel mendapatkan oleh-oleh atau bunga tangan berupa buku pengetahuan tentang Ilmu Sihir Dasar, Menengah, dan Lanjutan dari Oul. Dia bilang, itu adalah buku pendidikan sihir yang diajarkan di Akademi Sihir di seluruh wilayah Kekaisaran Agung Zaenia dan ditulis langsung oleh Kaisar Agung Zen Alexander vi Zaenia I.


Awalnya Laciel menolak. Dia merasa jika pengetahuan akan sihirnya sudah luas karena pernah memiliki akses kepada Perpustakaan Istana Iblis, sebuah perpustakaan pertama dan tertua pada masanya. Namun, begitu dia melihat lembar pertamanya, Laciel segera mengalah dan memborong semuanya, termasuk buku-buku tentang berbagai macam bidang sihir lainnya.


“Dia memang musuhku. Tetapi, aku akui, dia memang musuh yang tangguh. Aku ... aku tak keberatan mengambil tekniknya. Benar! Aku harus belajar dari kesalahan!” ujar Laciel saat masih berada di Menara Sihir.


Selain memberikan buku–yang semuanya sudah dimasukkan ke dalam penyimpanan dimensi–, Oul juga memberitahu Laciel bagaimana caranya memanfaatkan otoritas Admin secara penuh.


“Seseorang yang memiliki akses Admin dapat memberikan kemudahan dan manfaat lebih bagi orang di sekitarnya. Tidak banyak, namun lumayan. Bisa dibilang sebagai ‘Orang Dalam’,” kata Oul.


Dengan pengetahuan tentang sistem game dari ingatan palsu, Laciel dapat memahami cara kerja sistem ini. Bisa dibilang jika sistem game adalah versi lemah, versi simpel dari sistem Zen.


‘Mengingat dia yang membuat keduanya, itu tidak terlalu mengejutkan,’ pikir Laciel.


Ada banyak hal yang bisa diakses. Tetapi penjelasannya akan sangat panjang dan membosankan. Bahkan Laciel kembali ke kerajaannya dengan kepala pusing.


Saat dia kembali ke kerajaannya dengan sihir teleportasi, semua bawahan pentingnya sudah menunggu di sana. Bertekuk lutut tidak seperti biasanya. Yang paling depan dari mereka adalah Hanafsah.


Saat Laciel tiba, Hanafsah mengangkat kepalanya lalu mengatakan, “Selamat datang kembali, Yang Mulia Pangeran Agung Laciel Lucifer!”


Laciel tersenyum. Dia memang memerintahkan akan mengadakan rapat penting sebelum pergi ke Kekaisaran Beastman Marhamzan.


...*****...


12 Mei 1163 Zaenium.


Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.


Malam hari.


Laciel duduk di singgasananya. Sisa semua bawahannya bertekuk lutut di hadapannya di ruangan takhta.


“Yang pertama, aku menyatakan kalau nama negara ini akan diubah menjadi Kemaharajaan Iblis Lucifer. Dan perintah pertama kalian adalah sebarkan nama tersebut untuk memperingati musuh-musuh yang paham akan sejarah dunia!” ujar Laciel.


“Siap, Yang Mulia!” jawab semua bawahannya serempak.


Mata Hanafsah berbinar. Dia sudah merindukan nama itu meski hanya mendengarnya dari kisah-kisah yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dia sudah merindukan sesuatu yang belum pernah ditemuinya. Dan sekarang, di sini dia.

__ADS_1


“Karena nama negara ini sudah berubah, maka panggilanku juga berubah. Mulai saat ini, panggillah aku dengan sebutan ‘Maharaja’ atau ‘Maha Agung’,” lanjut Laciel.


“Siap, Maharaja yang Maha Agung!”


“Lalu, perintah kedua untuk kalian semua. Dapatkan kembali apa yang dulunya adalah milikku, dan balaskan dendamku kepada para musuhku!”


“Siap, Maharaja yang Maha Agung!”


“Sekarang, aku akan mengungkapkan sebuah rahasia gelap dari dunia. Sebuah kenyataan yang telah terkubur selama lebih dari 11 abad.”


Dari atas singgasananya, Laciel menceritakan tentang asal-usulnya yang merupakan Pangeran dari sebuah Kemaharajaan Iblis pada masa lampau, dan apa yang terjadi kepadanya. Lalu, dia memerintahkan Hanafsah untuk menceritakan apa-apa saja yang telah terjadi setelahnya kepada Iblis yang tersisa.


Setelahnya, Laciel berkata, “Karena itu, aku berniat untuk menghancurkan apa pun yang sudah ditinggalkan oleh Zen.”


“Apa itu, Yang Maha Agung?” tanya Hazura.


“Kekaisaran Agung Zaenia,” jawab Laciel.


Mereka semua terdiam, tetapi tidak terlihat terkejut. Sepertinya karena mereka memang sudah menduganya.


“Apakah kalian siap dan bersedia untuk berdiri mendukungku?” tanya Laciel kepada mereka semua.


“Tentu saja, kami semua siap sedia mendukung Anda, Tuan kami!” jawab Hazura sebagai perwakilan dari mereka semua.


Laciel dan Hanafsah menatapnya. Lalu Hanafsah menatap Laciel, dan ditatap balik.


Sebelum Hanafsah berkata apa-apa, Laciel sudah menyelanya.


“Kamu telah membuktikan kesetiaanmu. Aku mengakui itu,” ucap Laciel. Hanafsah senang mendengarnya.


Terdapat jeda pada saat itu. Hazura pun bertanya, “Lalu, apa agenda pertama Anda, Yang Maha Agung?”


Semua bawahannya menatap Laciel.


“Menguasai Kerajaan Zamara. Kerajaan ini akan menjadi pondasi kita. Kekaisaran Beastman juga sudah berada di bawah pengaruhku. Lalu kita akan bergerak ke barat. Menyatukan dunia terlebih dahulu sebelum menantang Kekaisaran Agung Zaenia.”


“Siap, Yang Maha Agung!” jawab semua bawahannya secara serempak.


“Sebelum itu, aku akan memberikan kalian kekuatan. Dan sebagai timbal baliknya, bergunalah untukku,” kata Laciel dengan senyuman jahat.


Sehabis pidato dan percakapannya, Laciel memanggil satu-satu bawahan yang menurutnya memiliki potensi untuk diberikan kekuatan tambahan dari sistem dengan aksesnya sebagaimana yang Oul ajarkan kepadanya.


“Hanafsah!”

__ADS_1


Hanafsah berdiri kemudian berjalan mendekati Laciel. Dia lalu bertekuk lutut di hadapannya.


Laciel membacakan mantra sihir. Lingkaran sihir hitam mengelilingi Hanafsah. Lalu, perubahan pun terjadi. Sekujur tubuhnya dipenuhi tato hitam. Sangat kontras dengan kulit putihnya. Hanafsah telah naik tingkat dari Iblis Tingkat Tinggi menjadi Iblis Tingkat Atas.


“Terima kasih banyak, Yang Maha Agung,” ujar Hanafsah dengan penuh kerendahan hati.


“Kupercayakan kamu menjadi Maharaniku.”


Hanafsah tersenyum malu mendengar hal tersebut.


“Terima kasih banyak sekali, Yang Maha Agung!” Dia bersujud berkali-kali.


Selanjutnya, “Dwi Nadja! Kamu akan menjadi Maharani kedua.”


Hana tersenyum ke arahnya. Nadja pun juga membalas.


“Terima kasih banyak, Yang Maha Agung.”


“Hazura Enfador! Kamu kupercayakan menjadi Mahamantri (Perdana Menteri).”


Hazura pun juga sama. Dia naik tingkat dari Iblis Tingkat Menengah menjadi Iblis Tingkat Atas. Penampilannya berubah hingga jadi menyerupai Manusia yang memiliki rambut. Dan di atas kulit semerah darahnya ada tato hitam juga yang mirip dengan punya Hanafsah.


“Medusa! Kamu kuangkat menjadi Jenderal Besar. Tugasmu adalah menjaga daerah kita, Hutan Redwood dan sekitarnya, termasuk Lima Dungeon.


“Garnamtiar! Kamu akan tetap menjadi seorang Jenderal dan Master dari Red Skull’s Dungeon.”


Garnamtiar naik tingkat. Kulit merah maroon-nya berubah menjadi hitam. Dan tentu saja, dia juga mendapatkan tato. Hanya saja kali ini warnanya ungu.


Di saat seperti itu, sebuah ledakan terjadi. Dinding di dekat pintu masuk ruang takhta hancur lebur berkeping-keping. Sebuah sosok tinggi besar muncul dari balik debu yang memenuhi sekitar.


“Siapa itu?!” tanya Hazura. Dia segera berdiri membelakangi Tuannya.


Yang lain dengan sigap juga mengikutinya. Hanafsah, Medusa, Nadja, Garnamtiar. Semuanya bersiap-siap atas sebuah serangan yang tidak terduga tersebut.


[Halo, Tuan.]


Itu adalah sebuah suara aneh yang baru didengarnya. Tidak didengar melalui telinga, melainkan langsung menuju otak semua orang. seolah-oleh makhluk itu berbicara langsung dengan pikiran.


[Lama tak jumpa. Semoga kamu tidak lupa siapa aku.]


Apa yang muncul setelahnya ada sosok yang sangat tidak terduga.


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2