Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
S2 Eps 13: Artefak II


__ADS_3

13 Mei 1163 Zaenium.


Hutan Blackwood, County Blackwood, Kadipaten Zerestia, Kerajaan Zamara.


Siang hari.


Meskipun bisa terbang dengan cepat, mereka bertiga baru bisa sampai di Hutan Blackwood saat matahari hampir sampai di puncak tertingginya. Mereka agak telat dari yang seharusnya karena Laciel memilih untuk mengambil jalan memutari Kota Blackwood agar tidak diketahui.


Sesampainya di sana, Laciel segera mencari tempat kemunculan pertamanya. Dia mulai dari sebuah tempat yang kosong, tidak ditumbuhi pepohonan rindang seperti sisa hutan, karena telah terbakar habis oleh sihir yang digunakan oleh kepribadian ganda Laciel yang lain.


Sebelum mereka berdua semakin penasaran, Laciel mengatakan, “Ini adalah tempat ‘aku yang lain’ mencoba sihir skala besar. Jika aku tidak salah ingat, aku menembakkannya dari arah sana.”


Ucapannya bukan tanpa dasar. Tetapi, memang itulah satu-satunya sisi yang juga terdapat bekas jalur tembakan meteor. Sebuah garis panjang yang kosong dari pepohonan. Mereka segera pergi dari sana. Kembali mengikuti dan mencari petunjuk lainnya.


Di ujung garis panjang itu, Laciel kini sudah sampai di tepat pertama kalinya dia keluar dari tempat pengurungan milik Zen. Sekarang, dia bingung akan mencari tempat tersebut dari mana dan bagaimana.


“Yang Maha Agung, saya merasakan sesuatu dari sana. Sepertinya sebuah lubang atau gua.” Hanafsah menunjuk ke sebuah arah. Dia dapat mengetahuinya dari skill ecolocation miliknya.


Tidak jauh dari sana, mereka menemukan sebuah gua yang memiliki lubang dalam ke dasar tanah. Meski kemungkinannya kecil, Laciel dapat merasakannya kalau ini adalah jalan yang benar. Tanpa ragu lagi, Laciel memimpin semuanya ke dalam lubang gua.


Agak lama mereka berada di dalam sana. Kadar oksigen menipis dengan tekanan udara yang meningkat. Laciel sampai harus menggunakan barrier-nya hanya untuk berjaga-jaga dari kondisi darurat.


Namun, itu semua terbayarkan. Di ujung lubang tersebut, Hanafsah memberitahukan kalau mereka akan sampai sebentar lagi. Dan saat mereka sampai, Laciel langsung tahu kalau ini adalah tempatnya.

__ADS_1


Sebuah ruangan kecil. Sebagian adalah tanah, sebagian lainnya adalah bongkahan logam. Di sisi logam, ada sebuah pintu masuk. Untunglah pintunya sudah melemah sehingga Laciel dapat membukanya dengan sedikit tenaga.


Pemandangan berikutnya tidak seperti yang Laciel bayangkan. Dia menduga kalau akan ada musuh berupa monster atau bawahan Zen yang menetap di sini dan merawat serta membersihkan tempat ini. Tetapi, tidak ada. Hanya sebuah fasilitas rahasia yang terbengkalai. Mungkin ini juga salah satu alasan kenapa Laciel dapat keluar hidup-hidup.


Bau obat-obatan aneh menyeruak di udara. Bongkahan logam dan kaca yang berserakan di mana-mana. Dan ruangan-ruangan yang terkunci. Entah apa yang berada di dalamnya. Laciel tidak mau memikirkan kalau ada Iblis atau Monster lain di dalam sana yang lebih kuat darinya. Walaupun, dia berpikir tidak akan ada yang bisa hidup lama selain Iblis Murni seperti dirinya hingga bisa bertahan belasan abad.


Dengan instingnya, dia dapat mengetahui keberadaan artefak miliknya. Setelah berjalan ke sana kemari karena struktur lab yang rumit, akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang sama mengenaskannya dengan ruangan lain. Di pintunya tertulis [Laciel Lucifer]; membuat Laciel yakin kalau ini adalah ruangan tempat


dia ditahan.


Kali ini agak lama Laciel mendobrak pintu tersebut karena pengamanannya lebih kuat dari pintu umum. Sepertinya karena bahan pembuatan pintu ini, dan pintu-pintu yang lain, adalah Baja Zaenia, logam terkuat di dunia ini yang diprakarsai oleh Kaisar Zen.


Setelah pintu tersebut terbuka dengan keras dan terlempar jauh, mereka bertiga memasuki sebuah ruangan yang mirip dengan penampakan luar. Segala sisinya dilapisi oleh logam yang sama dengan logam pembuatan pintu. Yang membedakannya adalah keberadaan beberapa benda di sisi-sisi ruangan dan sebuah meja di tengah-tengahnya.


Namun, setidaknya Laciel sudah yakin kalau artifak miliknya berada di dalam sana. Sekarang, dia harus pergi dari sana secepatnya. Kenangan buruk mengisi pikirannya. Dia tidak akan membuka pintu ke ruangan sebelah sana. Itu pasti adalah ruangannya ditahan. Sebuah ruangan yang seluruhnya berwarna putih.


Mungkin kalian akan berkata, “Hanya ruangan putih? Bukankah itu biasa saja?”


Sebenarnya, salah satu ruangan penyik.saan terbrutal di dunia dinamakan sebagai ruangan putih. Sebuah ruangan yang putih seluruhnya, dengan penempatan lampu yang sudutnya meminimalkan bayangan, makanan dan minuman berwarna putih, dan kedap suara. Tidak menyerang fisik memang. Namun, efek psikisnya sangat berbahaya dan bertahan lama.


Bahkan bagi Laciel sendiri yang merupakan seorang Iblis, dia hanya dapat bertahan untuk beberapa waktu, sebelum pikirannya menjadi gila dan berhalusinasi hingga mudah diambil alih oleh kepribadian gandanya yang lain.


Pokoknya Laciel sudah mendapatkan apa yang dia cari. Dia bisa memikirkan cara membuka brankas tersebut nanti di kamarnya. Namun, di saat dia berjalan keluar dari sana, dia melihat salah satu ruangan yang terbuka. Dan yang menarik perhatiannya adalah sesuatu yang berada di tengahnya.

__ADS_1


Laciel memasuki sebuah ruangan lain yang sudah terbuka dari sebelumnya. Apa yang menarik perhatiannya adalah sebuah tumbuhan hijau kecil berbunga merah muda dan berbuah di atasnya. Tumbuhan itu tumbuh berkat sebuah slang infus yang terbengkalai dan menyiraminya.


‘Aku dapat merasakan kekuatan sihir besar yang berkumpul di bunga kecil yang indah dan buah matang ini,’ batin Laciel.


Tak mau menyia-nyiakannya, Laciel juga membawanya pulang. Dia mengambilnya dengan hati-hati dan membawanya sendiri. Sedangkan brankas berisi artifak miliknya dia serahkan kepada Hanafsah. Jika saja dia dapat membawa cairan infus itu, dia pasti akan membawanya untuk disiramkan ke tumbuhan tersebut.


...*****...


13 Mei 1163 Zaenium.


Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kemaharajaan Iblis Lucifer.


Sore hari.


Laciel, Hanafsah, dan Hazura baru kembali saat sore hari. Hal pertama yang dilakukan Laciel setelah sampai adalah mencari Ygir. Dia berniat untuk menyuruh Ygir meneliti dan menganalisa tumbuhan, bunga, dan buah yang baru didapatnya. Sekalian membuatkan sebuah ramuan sihir darinya jika memungkinkan.


Ygir, yang merasa masih pemula dalam bidang ramuan sihir, awalnya menolak dibebankan amanah sebesar itu. Apalagi bahannya hanya ada satu, bahkan mungkin satu-satunya di dunia ini. Namun, Laciel sudah menyiapkan rencana cadangan.


Laciel mengeluarkan semua buku tentang ramuan sihir yang didapatnya dari Oul. Dia menyuruh Ygir untuk membaca dan mempelajarinya terlebih dahulu. Ygir tidak dapat menolak.


...*****...


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....

__ADS_1


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2