
5 Mei 1163 Zaenium.
Istana Syarka, Kota Pelabuhan Dorsal, Ibu Kota Kerajaan Sarkarius, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Pagi hari.
“Ada apa ribut-ribut ini?!” teriak Syarka murka.
Para pelayan segera terdiam. Seorang prajurit baru datang dan segera melaporkan, “Yang Mulia, Raja Burung Hantu baru saja tiba pagi ini. Beliau meminta izin untuk bertemu dengan Yang Mulia dan tuan Laciel.”
Syarka mengangguk mengerti.
“Dia itu! Tidak bisakah memberikan pemberitahuan sebelum berkunjung?!” Syarka mengomel kepada tembok. “Ehem, izinkan dia. Sekalian, panggilkan Laciel.”
“Baik, Yang Mulia,” balas prajurit tersebut sebelum pergi.
Di ruangan tamu, duduk seorang Beastman Burung Hantu dan Yagwar. Mereka terlihat sedang bercakap-cakap ringan. Menanyakan kabar satu sama lain. Si Beastman Burung Hantu memiliki sayap dan juga tangan seperti manusia. Kakinya tidak terlihat karena mengenakan jubah biru panjang.
Saat mereka mengobrol itulah Syarka datang.
“Halo, Raja Syarka. Lama tak berjumpa. Maaf aku datang tanpa memberitahu.” Beastman Burung Hantu tersebut berdiri menyambut kedatangan Syarka.
“Hah~” Syarka menghela napas. ‘Dia selalu saja bersikap formal.’
“Bisakah kita langsung ke intinya saja. Apa tujuanmu datang ke sini?” tanyanya.
“Seperti biasa, Anda selalu ingin masuk ke topik pembicaraan langsung. Tanpa basa-basi sama sekali. Sebenarnya, aku hanya ingin bertemu dengan seseorang,” ucap Raja Burung Hantu.
“Laciel?”
“Benar.”
“Apa yang kamu lihat, Oul?” tanya Yagwar.
“Aku melihat masa depan yang cerah,” jawab Oul, si Raja Burung Hantu. “Sebentar lagi dia sampai.”
Seperti ucapannya, Laciel datang tak lama setelah dia mengucapkannya.
Melihat muka baru, Laciel segera mengeceknya.
[Nama : ???
Ras : Beastman
Title : Raja Burung Hantu, ???, ???, ???.
Kekuatan Tempur : ???]
‘Kekuatan tempurnya tidak diketahui? Bahkan nama dan beberapa title-nya? Dia pasti lebih kuat dari Jim dan Hanafsah.’
[Nama : Syakir Syarka
__ADS_1
Ras : Beastman
Title : Raja Hiu, Kapten Syarka, Kapten Bajak Laut.
Kekuatan Tempur : ???]
[Nama : Yagwar III
Ras : Beastman
Title : Anak dari Yagwar pertama, Pendekar Bela Diri, Raja Jaguar, Guardian of the North.
Kekuatan Tempur : S]
‘Kekuatan tempur Syarka juga sepertinya sedang dalam kondisi puncak. Dan kekuatan tertinggi yang dapat kulihat hanyalah S. Sepertinya S+ akan terhitung sebagai ‘???’, alias tak terbaca.’
“Laciel, perkenalkan, ini adalah Raja Burung Hantu, Oul,” ujar Syarka memperkenalkan.
‘Jika dia adalah Raja Burung Hantu, maka dia adalah pihak terakhir yang belum diajak aliansi, alias masih netral. Ada apa dia datang langsung ke sini? Dan lagi, tanpa pemberitahuan?’
“Perkenalkan, aku adalah–”
Belum sempat Laciel menyelesaikannya, dia sudah disela terlebih dahulu.
“Laciel Lucifer, Raja Iblis dari Timur. Pencapaianmu belakangan ini sangat mengejutkan, meski baru muncul beberapa saat yang lalu,” ucap Oul menjelaskan identitas Laciel. “Perkenalkan, aku adalah Raja Burung Hantu. Dikenal dan dipanggil sebagai Oul, namun itu bukan nama asliku. Aku adalah seorang Magister dan Oracle.
Ting!
[Title : Raja Burung Hantu, Oul, Magister, Oracle.]
“Oracle?” tanya Laciel bingung.
“Oracle adalah orang yang memiliki kekuatan untuk melihat masa depan,” jelas Oul. “Dan Magister adalah orang yang suka meneliti sihir. Aku memiliki satu Menara Sihir di kerajaanku jika kamu ingin berkunjung.”
“Itu bisa nanti saja. Kapan-kapan,” sela Syarka. “Sekarang kita memiliki masalah serius. Aku tanya kepadamu. Apakah kamu mau bergabung dengan kami?”
“Aku melihat seseorang yang menguasai seluruh kerajaan di bawah kakinya. Kaisar Benua. Untuk sekali lagi, dunia diatur di bawah satu telunjuk. Sosok Yin dan Yang, Matahari dan Bulan, Cahaya dan Kegelapan.”
“Bisakah kamu langsung ke intinya?” sela Syarka. Lagi.
“Ehem! Bukan Kaisar Singa dengan ambisinya. Melainkan, aku melihat bahwa Kaisar Benua adalah dirimu.” Tangannya yang seperti manusia menunjuk Laciel.
“Ha ha ha. Kamu pasti bercanda.” Laciel duduk dan mencicipi teh pagi di atas meja.
“Aku tidak sedang bercanda,” balas Oul.
“Lalu, apakah tidak apa-apa memberitahukan masa depan? Bukankah itu bisa saja merusak sejarah dan malah membuat masa depan yang sudah diberitahu menjadi tidak terjadi?” tanya Laciel.
Oul duduk terlebih dahulu baru melanjutkan, “Biasanya aku tidak memberitahukan ramalan secara frontal seperti ini. Namun, ramalan kali ini berbeda. Sejarah ini pasti akan terjadi dan tidak mungkin tidak terjadi.”
Saat Laciel dan Oul masih berdebat, seorang prajurit datang dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
“Ada apa lagi kali ini?” Syarka terlihat tidak senang. Sudah yang kedua kalinya dia melihat ada prajurit yang berlari ke arahnya untuk mengabarkan informasi. Dan yang pertama sangat tidak menyenangkan.
“Yang Mulia, ada utusan dari Ratu Elang, Kalinda,” lapor prajurit tersebut setelah sampai di depan Syarka.
Raut wajah mereka semua seketika berubah. Termasuk Laciel.
“Dari Ratu Tigris VII dari Kerajaan Tigris,
Kepada Raja Yagwar III dari Kerajaan Unkazar,
Anda diminta untuk hadir ke hadapan Kaisar Leo X di Istana Kekaisaran segera. Karena terindikasi memberontak, Raja Viksen Raindar Karbani dan Tuan Qormon sudah ditawan. Anda, Yagwar III, juga menjadi tersangka pemberontakan.
Tertanda,
Ratu Tigris VII.”
Prajurit Elang tersebut membacakan surat yang dipegangnya. Setelahnya dia memberikannya kepada Yagwar.
“Yang Mulia Ratu Tigris berkata, ‘Datanglah jika masih ingin melihat mereka hidup’, begitu.”
“Grr ... !” Yagwar menggeram. Matanya menyipit tajam. Aura membunuhnya keluar.
Jika saja tidak ditahan oleh yang lain, mungkin dia sudah lepas kendali dan membunuh si utusan.
“Tahanlah! Aku tahu kamu marah. Tapi membunuh utusan tidak akan menyelesaikan masalah,” ujar Syarka. “Kamu! Pergi dari sini!” teriaknya kepada utusan Elang yang segera terbang kembali.
“Hei, kamu tidak boleh masuk sembarangan!” teriak prajurit di luar ruangan.
Namun, pintu itu tetap didobrak dan tampak seorang wanita berpakaian hitam dari ujung atas hingga bawah. Setelah melihat seseorang, dia langsung menghampirinya dan bertekuk lutut.
“Yang Mulia, Ratu Tigris–”
Ucapan Hanafsah dipotong oleh Laciel. Dia mengangkat tangannya dan melirik ke arah Yagwar yang masih murka. Dia akhirnya tahu kalau dia sudah terlambat.
“Apa yang bisa saya lakukan?” tanyanya kepada Laciel.
“Siapkan pasukan. Kita akan menerobos ke Istana Kekaisaran.”
“Kamu tidak akan menerobosnya hanya dengan dirimu sendiri, Laciel,” Oul menambahi. “Biarkan kami ikut membantu.”
Setelah tenang, Laciel pun mengajak mereka untuk segera ke Kerajaan Unkazar dengan teleportasi. Hanafsah kembali ke kerajaannya. Bersiap-siap.
Pemandangan yang menanti mereka sangatlah memilukan. Pepohonan rindang telah hancur menjadi abu. Rumah-rumah dari batu sudah dihancurkan. Tidak ada yang tersisa di sini. Apa pun dan siapa pun.
Yagwar hanya menatap kosong. Matanya memancarkan api kemarahan dan dendam.
“Aku akan membalaskan mereka! Aku akan!”
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
__ADS_1
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....