
Musim semi, 4 April 1163 Zaenium.
Daerah pesisir Hutan Redwood sebelah selatan, Duchy Royal Capital, Kerajaan Zamara.
Sore hari, menjelang malam.
Laciel dan Duke Gazor berhadapan satu sama lain.
Sebagai seorang Paladin, dia mengenakan zirah besar berwarna putih dengan beberapa hiasan emas di bagian lengan, dada hingga perut. Senjatanya berupa pedang sihir besar.
Mereka berdua sudah memasang kuda-kuda. Siap bertempur kapan pun.
“Sepertinya perselisihan ini hanya dapat ditentukan lewat pertempuran.” Ucap Laciel.
“Sepertinya begitu. Sayang sekali.”
Lalu, mereka melesat dan mulai beradu tebasan dan serangan. Kedua pedang mereka terbuat dari bahan yang sama, yaitu baja Zaenia. Dengan begitu, yang menentukan selanjutnya adalah kekuatan si Pengguna. Duke Gazor dapat mengalirkan mana-nya ke dalam pedang dan menggunakannya sebagai serangan. Sedangkan Laciel tidak bisa. Serangan pedang dan sihirnya terpisah.
Itu membuatnya bertarung dengan tangan kanan memegang pedang, dan tangan kiri mengeluarkan sihir. Sedangkan Duke Gazor menggunakan dua tangannya memegang pedang dan mengalirkan mana-nya ke dalam. Serangannya terkesan lebih menguntungkan. Tetapi serangan Laciel juga membuatnya tertahan.
Duke Gazor menebas hingga menghempaskan area sejauh 10 meter di sekitarnya. Laciel menghindar dengan cepat, dan menyerangnya dari belakang. Tetapi serangannya diblokir dengan pedang.
Laciel menyerang dengan sihir. Serangannya dapat dikatakan luar biasa. Orang biasa akan mati seketika ketika terkena. Tetapi Duke Gazor memiliki perlindungan suci sehingga tahan terhadap serangan elemen. Hal ini lah yang
membuat Laciel berada dalam kondisi tidak menguntungkan.
Saling beradu lagi. Pedang dengan pedang. Sihir dengan sihir.
__ADS_1
Dampak dari pertempuran mereka membuat area sekitar menjadi tidak aman. Tanah berumput kini berubah menjadi lahan yang porak poranda. Tenda-tenda dan kotak kayu terombang-ambing hancur.
Laciel masih tidak diuntungkan. Dia hanya dapat bertahan sejauh ini karena pengalamannya dari bermain game.
Tapi tentu saja. Dia bertahan sejauh ini dengan sebuah rencana. Dalam sebuah pertempuran, ras Manusia memiliki kerugian dalam jangka waktu yang lama. Karena tubuh mereka sangat lemah, sehingga tidak mampu menahan terlalu lama dan terlalu banyak mengeluarkan sihir.
Itu sangat berbeda sekali dengan ras monster, khususnya Iblis yang mana kekuatan sihir adalah salah satu fondasi utama dalam tubuh mereka. Sehingga, mereka lebih mampu bertahan lama dalam pertempuran yang menguras kekuatan sihir dalam jangka waktu yang lumayan lama.
Dan Laciel memanfaatkan pengetahuannya untuk itu. Dia memancing Duke Gazor agar mengeluarkan banyak sihir secara berturut-turut. Dan agar tidak dicurigai kalau dia sebenarnya sedang menunggu waktu yang pas, Laciel juga mengeluarkan beberapa serangan yang besar dan membuat Duke Gazor mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Satu demi satu sihir sudah digunakan. Kekuatan Duke Gazor juga sudah menipis karena sering digunakan. Laciel juga terlihat terengah-engah menjaga posisinya. Berbanding terbalik dengan sebelumnya ketika bertarung dengan Duke Zerestia, kini Laciel lah yang lebih banyak terluka. Walaupun luka itu sebenarnya dapat sembuh, tetapi sihir suci membuatnya butuh waktu yang lama untuk mengembalikannya hingga seperti semula.
“Huft, huft. Sepertinya aku akan mengakhirinya sekarang.” Duke Gazor berkata di sela-sela napas beratnya.
“Kukuku. Hahaha!” Laciel terkikik lalu tertawa keras. “Benar! Mari kita akhiri ini … dengan kekalahan di sisimu.”
Empat garis emas muncul pertama kali dan menyebar ke empat arah berbeda. Dan dari empat garis itu, sebuah lingkaran sihir terbentuk di atas tanah. Ini adalah lingkaran sihir yang berfungsi untuk menarik mana dari lingkungan sekitar. Dengan mana-nya yang kembali pulih, luka di tubuhnya sembuh.
“A– apa?! Bagaimana bisa?” Duke Gazor tertegun dibuatnya. “Bu– bukankah Iblis sangat lemah terhadap sihir suci? La– lalu, bagaimana bisa kamu sembuh begitu cepat?”
“Sepertinya, pengetahuanmu tentang Paladin dan Iblis masih sedikit, Tuan Gazor. Memang benar kalau ras kami, Iblis, sangat lemah terhadap sihir suci. Tetapi, aku berbeda. Aku tidak terlalu menguasai sihir terlarang, dan aku justru memfokuskan diriku untuk mempelajari sihir elemen.” Jawab Laciel.
“Tubuh yang tidak terlalu terkontaminasi dengan sihir terlarang, serta penyembuhan dari sihir elemen. Itu membuat tubuhku hampir mirip dengan tubuh Manusia, walau masih memiliki sedikit kelemahan.” Lanjut Laciel. “Jadi, sebenarnya sejak awal kamu sudah kalah. Kamu sudah bermain di atas telapak tanganku.”
“Da– dasar Iblis!!! Uhuk!” Duke Gazor batuk darah.
“Toh, aku memang Iblis.”
__ADS_1
Setelah mengumpulkan mana-nya kembali hingga penuh, pertarungan kembali berlanjut. Duke Gazor sudah tahu kalau tubuhnya telah berada di ambang batas. Tetapi jika tidak sekarang, dia akan kalah. Dan kekalahannya berarti kekalahan bagi Kerajaan Zamara.
Tapi itu sudah terlambat. Dia hanya dapat menyaingi Laciel hanya dalam beberapa menit. Tubuhnya sudah berada di luar kendali. Duke Gazor tersungkur jatuh. Dia sudah kehabisan tenaga dan menerima banyak luka internal maupun eksternal.
“Selamat, Tuan. Anda telah memenangkan pertempuran ini.” Hazura memberi ucapan selamat sambil mendekat ke arah Laciel.
Laciel memperhatikan sekitar. Area yang hancur akibat sihirnya dan sihir Duke Gazor. Tetapi yang dicarinya sudah menghilang.
“Tikus-tikus memang susah untuk dideteksi kehadirannya, dan menghilang dengan cepat pula.” Ujar Laciel. Dia mencari para petinggi lainnya. “Uhuk!”
Laciel terbatuk. Tubuhnya masihlah tubuh Iblis yang akan mendapatkan luka begitu terkena serangan sihir suci.
“Sepertinya aku membutuhkan istirahat sebentar.”
Setelah mengucapkan itu, Laciel tertidur.
“Tenang saja, Laciel. Serahkan sisanya kepada kami.” Ucap Nadja menangkap tubuh Laciel. “Bereskan sisa pertempuran ini. Aku akan kembali ke Dungeon.”
“Siap, Nona.” Hazura membungkuk.
Di saat itu, pertempuran antara Raja Iblis dan Manusia sudah berakhir dengan kemenangan berada di pihak Raja Iblis. Tetapi, semua pihak mengalami banyak kerusakan. Tidak terkecuali Laciel sendiri yang mendapatkan banyak luka.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1