Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 26: Pertemuan Perdana


__ADS_3

Musim semi, 25 Maret 1163 Zaenium.


Ibukota Galdazar, March Harbisium, Kerajaan Zamara.


Malam hari.


“Jadi, apa ada yang bisa saya bantu, Marquis Harbisium?” Laciel bertanya dengan nada ringan.


Empat orang selain dirinya tersentak kaget.


Marquis membuka tudungnya. Dia tampak terkejut, tapi lebih penasaran bagaimana orang di hadapannya dapat mengetahui dirinya.


“Seharusnya, ini adalah pertama kalinya kita bertemu, bukan?” Marquis tidak mencoba menyembunyikan keterkejutannya.


“Yah, mengetahui informasi dasar tentang siapa penguasa wilayah yang akan saya singgahi merupakan sebuah keharusan bagi diri saya sendiri.” Ujar Laciel.


Yah, itu benar.


Di balik jubahnya, Marquis selalu memakai Kalung Kebenaran dalam beberapa pertemuan. Itu sangat berguna, tentu saja, untuk mengetahui kebenaran di balik kata-kata lawan bicara. Untuk sekarang, belum ada sihir dalam bentuk mantra atau item yang dapat menyembunyikan kebohongan.


“Tapi, itu tidak menjawab pertanyaanku sebelumnya.” Ucapnya setelah tidak merasakan apa-apa dari kalung.


“Oh, benarkah? Kurasa, Anda juga belum menjawab pertanyaanku terlebih dahulu.” Balas Laciel.


“Laciel-san!” Guild Master mencoba menghentikan Laciel dari bertindak ceroboh di hadapan seorang Bangsawan bawahan langsung Raja.


Tetapi, Marquis mengangkat tangannya. Meminta Guild Master untuk membiarkannya. Sekarang dia sangat tertarik sekali kepada kepribadian Laciel.


“Mau bagaimana lagi. Itu karena kamu mengatakan sesuatu yang sangat mencurigakan. Kamu ... bukan mata-mata Kekaisaran, bukan?”


“Saya tidak berniat menjawab sebelum Anda menjawab pertanyaan saya, Tuan Marquis. Untuk apa Anda memanggil saya?” Laciel masih bersikeras.


“Apakah jika aku menjawabnya, kamu juga akan menjawab?”


“Seperti sebelumnya. Saya tidak berniat menjawab sebelum Anda menjawab.” Ulang Laciel.


“Huft, baiklah. Aku datang ke sini, berniat untuk merekrutmu dan kawan-kawanmu untuk menjadi pasukan tambahan. Kamu pasti sudah mendengar beritanya, bukan?” Marquis akhirnya menjelaskan.

__ADS_1


“Benar, aku sudah mendengarnya. Itu sangat mengejutkan sekali.” Jawab Laciel. Tentu saja aku sangat terkejut. Berhasil memanggil ratusan Skeleton dan Wraith, serta memanggil Iblis, lalu membuat kekacauan di March Harbisium. Itu sangat mengejutkan serta mendebarkan sekali. Batinnya.


Marquis tidak merasakan apa-apa dari kalung. Itu artinya, Laciel berkata dengan jujur.


Jika dia berbohong soal terkejut itu, berarti dia adalah dalangnya. Karena, jika dia adalah dalangnya, maka dia sudah tahu itu akan terjadi seperti demikian, sehingga tidak terkejut lagi. Sepertinya kekhawatiran kecilku sangat


tidak berguna. Batin Marquis.


“Hah, benar. aku juga sangat terkejut. Itu mengganggu malamku.” Ujar Marquis dengan nada yang sedikit riang. “Jadi, kembali ke pertanyaanku. Dari mana kamu tahu kalau aku adalah Marquis? Kita belum pernah bertemu, dan ini adalah pertama kalinya kamu ke sini, bukan?”


“Oya, oya. Sepertinya Anda memiliki waktu yang sangat banyak hingga dapat membaca laporan siapa saja yang memasuki kota Galdazar.” Ucap Laciel.


“Itu karena bawahanku mendengar sesuatu yang sangat menarik tentangmu ketika berada di County Blackwood.” Ungkapnya.


Mendengar sesuatu tentangku? Apakah dia mendengar dan memercayai rumor tentang diriku yang merupakan Iblis? Jika itu yang dia dengar, aku tidak tahu mau bagaimana lagi berkelit. Laciel sedikit tegang mendengar ucapan Marquis. “Haha, sepertinya saya sedikit terkenal belakangan ini. Informasi apa tentang diri saya yang Anda dengar?” tanyanya.


“Hmm, tidak banyak. Hanya rumor tentang dirimu yang katanya dapat menaklukan Blade Tiger dan menyelamatkan sebuah desa dari serangan Gnoll. Blade Tiger adalah hewan yang memiliki harga diri tinggi dan kemampuan luar biasa. Sulit untuk menjinakkannya. Jadi, jika kamu benar-benar melakukannya, maka kamu pasti adalah orang yang sangat kuat, terlepas dari peringkatmu saat ini.” Jawab Marquis.


“Dan aku sangat berterima kasih sekali atas bantuanmu menyelamatkan desa tersebut. Pasukanku masih dalam masa istirahat setelah berperang melawan invasi Kekaisaran. Jadi seharusnya, aku memberikanmu hadiah atas pekerjaanmu itu.” Lanjutnya.


“Jika hanya itu yang Anda inginkan, maka tidak perlu. Saya sudah mendapatkan bayarannya dari Kepala Desa–yah, meski itu hanya berupa makan besar di pesta dan penginapan semalam–dan dari Serikat Petualang.” Jelas Laciel. Fiuh, untunglah dia hanya mendengar yang baik-baik saja dariku. Batinnya lega.


“Aku datang ke sini, ingin bertemu denganmu untuk memberikan hadiah ini dan merekrutmu. Sekalipun kamu menolak direkrut, tetaplah terima hadiah ini. Ini tidak berhubungan sama sekali.” Ujar Marquis.


“Pisau ini sudah kusiapkan sejak mendengar kehebatanmu. Dibuat dari Baja Zaenia yang kuat, dan ditempa oleh salah seorang terhebat beberapa dekade lalu.”


Dia menjelaskan pisau tersebut. Meski Laciel bisa membacanya kapan saja dengan Appraisal, dia tetap mendengarkan penjelasan Marquis.


[Nama Item     : Kyuri’s Dagger


Tipe                 : Dagger


Catatan            : Sebuah pisau yang dibuat oleh seorang Penempa Legenda dari Baja Zaenia. Memiliki ketajaman yang mampu menembus zirah layaknya kertas. Mudah untuk dibawa dan digenggam.]


Sepertinya, pisau ini memang sangat hebat sekali. Pikir Laciel.


Saat dia menerimanya, dia lumayan kaget. Tidak disangka kalau pisau itu sangat pas dan nyaman dalam hal ukuran dan berat.

__ADS_1


“Hadiah ini sangat bagus sekali, Tuan Marquis.” Kata Laciel. “Dan mengenai tawaran perekrutan Anda, maaf, kami tidak bisa.”


“Begitukah? Yah, aku juga tidak memaksa. Tapi syukurlah, aku senang hadiahku sangat disukai.” Ucap Marquis. “Jika saja waktu mengizinkan, aku masih ingin berbicara denganmu. Sayangnya, aku tidak memiliki banyak waktu. Persiapan pasukan tinggal sedikit lagi, dan aku harus ada di sana untuk mengaturnya.”


“Huft, bahkan Raja juga mengirim Duke Ibu Kota Kerajaan. Ini akan menjadi pukulan penghabisan.” Tambahnya.


“Tidak apa-apa, Tuan Marquis. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan Anda.” Ujar Laciel.


Saat itu, Marquis barulah menyadari kalau dari awal pembicaraan, Laciel tidak pernah berbohong sama sekali. Bahkan di saat ucapan perpisahan itu. Biasanya, orang-orang hanya berbasa-basi ketika mengucapkannya. Tetapi, Laciel tidak. Dia mengatakannya dengan jujur.


Mendapatkan informasi langsung dari sumbernya, itu sangat membantu sekali. Terima kasih, Tuan Marquis. Semoga, kita bisa bertemu kembali nanti. Jika Anda bisa selamat dari pertempuran nanti. Batin Laciel.


Lalu, Marquis mengenakan tudungnya kembali dan keluar dari ruangan. Meski terlihat hanya seorang diri, dia tetap membawa beberapa pengawal yang berspesialisasi dalam class Assassin.


Di luar gedung, dia ditemui oleh salah satu pengawal itu. Dia berjubah dan berpakaian hitam dari atas hingga ke bawah.


“Orang yang Tuan temui barusan, dia sangat berbahaya sekali. Aku bahkan tidak bisa merasakan batas kekuatannya berada di mana.” Lapornya.


Mendengarnya, Marquis hanya diam saja. Dia juga mengetahui kalau Laciel adalah seseorang yang sangat berbahaya. Dia juga bisa tahu itu dari percakapannya dengannya dan pengendalian dirinya. Tapi, dia memiliki karakter unik, dan setidaknya, dia terlihat berada di posisi netral. Itu adalah pikirannya.


...*****...


Mereka sudah kembali ke kamar.


“Apakah kamu tahu kalau dia tadi mengenakan Kalung Kebenaran?” tanya Nadja. “Jika kamu berbohong sekali saja, kuyakin dia akan sangat waspada terhadapmu.”


“Aku tidak tahu, dan tidak perlu tahu. Bahkan bisa saja Guild Master yang mengenakannya. Yang perlu kulakukan hanyalah berbicara dengan tepat tetapi jujur.” Jawab Laciel.


“Laciel,” Hana memanggil.


 Laciel lalu berbalik dan melihat Hana telah melepas bajunya. Dia juga sudah memeluknya dan kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Laciel.


“Humph!” Laciel kaget.


“Hei! Kamu curang! Aku juga ingin!” teriak Nadja lalu memisahkan mereka berdua dan lalu mengambil bagiannya.


Malam itu, mereka mengungkapkan sesuatu yang belum pernah mereka ungkapkan satu sama lain sebelumnya.

__ADS_1


...*****...


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


__ADS_2