
Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.
Markas Pusat milik Jim, Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.
Malam hari.
Jim berjalan santai dengan baju mandi putih. Laciel juga sudah bangkit. Membersihkan debu yang menempel di jubah birunya yang bagus.
Saat berada di lorong, Jim melihat sekitar. Terlihat beberapa mayat serta genangan dan cipratan darah di lantai, dinding, hingga atap. Salah satunya adalah Dori. Dia tewas dengan mata terkejut dan mulut yang menganga. Tapi dia tidak melihat para budak.
“Sepertinya ada seseorang yang berlagak menjadi Pahlawan di sini.” Ujarnya. “Mencoba menjadi Pahlawan kesiangan, heh?” ejeknya.
Dia merentangkan tangan kirinya. Dari ujung lorong, muncul sebuah kilatan cahaya. Itu adalah sebuah senjata, sebuah palu yang melesat dengan sangat cepat. Palu itu ditangkap oleh Jim dengan menggunakan tangan kirinya.
Tanpa basa-basi lagi, dia melayangkan tebasan ke arah Laciel.
BUM!
Debu beterbangan. Mengaburkan pandangannya Jim. Tapi, tanpa perlu melihatnya, dia sudah mengetahui kalau serangannya tadi tidak mengenainya, bahkan walau hanya ujung rambutnya.
“Yah, sebenarnya aku tidak tahu siapa dirimu. Yang aku tahu adalah, kamu harus dilenyapkan demi kebaikan dunia ini.” Ucap Laciel yang muncul di lorong.
Puft, ha ha! Melenyapkannya demi kebaikan dunia ini? Bukankah seharusnya itu ditujukan kepadaku? Yah, peduli amat. Toh, dia adalah seorang penjahat. Meskipun aku adalah Iblis, tapi aku belum pernah berperang selain untuk menyelamatkan diriku. Batinnya.
“Betapa naifnya. Andai saja kau tahu tentang kebenarannya.” Timpal Jim dengan malas.
“Apa maksudmu?” tanya Laciel.
Tapi, sama seperti sebelumnya, tanpa memedulikan perkataan Laciel, dalam sejekap dia sudah melesat menuju Laciel.
BAM!!!
Lagi-lagi dia mengayunkan palunya. Meski serangannya kuat, tapi Laciel tahu kalau dia belum masuk ke dalam mode penuhnya.
Sial, belum serius saja sudah menyusahkan. Sepertinya aku terlalu meremehkannya hanya karena badannya gendut. Ternyata dia memang memiliki kekuatan untuk sampai di titik ini. Pikir Laciel menjauh dengan sihir teleportasinya.
“Apakah begini caramu bermain?” tanya Jim menoleh ke Laciel yang berada di lorong yang lain.
BAM!!!
BAM!!!
Laciel hanya dapat menghindarinya. Dia tidak memiliki kekuatan fisik yang cukup untuk menahan kekuatan serangannya. Itu karena dia lebih memfokuskan karakter gamenya menjadi seorang Penyihir, dan hanya memiliki level yang rendah di class Petarung dan Pengguna Pedang.
Aku tidak bisa seperti ini terus. Tapi, bagaimana? Laciel berpikir keras.
Tapi, tentu saja, Jim tidak memberikannya waktu.
Jim terus-menerus menyerangnya. Tidak peduli apakah itu akan menghancurkan sekitar atau tidak. Sedangkan di sisi lain, Laciel tiada hentinya menghindar dengan menggunakan sihir teleportasi. Tapi, lama-kelamaan Laciel terpojokkan. Gerakan Jim semakin gesit, dan dia juga seolah tahu kapan dan di mana Laciel akan berpindah tempat.
“Apakah kamu akan terus berlari seperti tikus?” Jim memprovokasi.
Mendengar ejekannya, Laciel marah. Tapi kemudian, dia menahan emosinya. Dia perlu memikirkan cara untuk mengatasi Jim dan palunya. Jika dia terprovokasi tadi, itu akan menjadi hal yang buruk.
__ADS_1
Laciel terus disudutkan.
Hingga akhirnya, mereka datang.
“Laciel, kamu baik-baik saja, kan?” tanya Nadja yang baru saja sampai bersama Hana.
“Aku baik-baik saja. Tapi, aku masih belum bisa mengatasinya.” Jawab Laciel. “Bagaimana dengan yang lain?”
“Mereka sudah berada di tempat yang aman untuk saat ini.” Jawab Hana.
Alasan mereka berdua tidak ada tadi adalah untuk mengungsikan para budak Beastman ke tempat yang aman. Perlu waktu untuk mengurusnya. Dan untung saja mereka masih sempat datang untuk membantu Laciel.
“Sekarang temanmu sudah datang. Sudah seharusnya kamu mengganti caramu, dan berhenti kabur-kaburan, kan?”
Tanpa memberikan jeda sedikit pun bagi Hana dan Nadja yang baru sampai untuk bernapas dengan tenang, Jim sudah kembali menerjang.
BUM!!!
Nadja menahan serangan itu dengan kedua tangannya. Kedua tangannya sudah berubah bentuk menjadi tangan Dragon yang penuh dengan sisik nan keras, tetapi dampaknya masih besar hingga mampu merusak lengan gaun merahnya.
Mereka berdua saling memukul dengan kekuatan yang dahsyat. Laciel segera membantu Nadja. Sama seperti pertarungan melawan Duke Gazor, dia menggunakan pedang di tangan kanan, dan mengeluarkan sihir dengan tangan kirinya. Sedangkan Hana membantu dari jauh dengan sihir serangan dan pertahanan. Mengisi celah kosong yang tidak sempat ditambal oleh Nadja dan Laciel.
Dengan kerja sama mereka bertiga, akhirnya Jim dapat dipukul mundur sedikit demi sedikit. Dia kewalahan untuk menghadapi ketiga orang di saat yang
bersamaan.
Blar!
Blar!
Jim juga sudah tidak mampu mengimbangi mereka. Sedangkan Laciel, Hana, dan Nadja masih dalam keadaan yang sangat baik.
Laciel lalu ingat dia belum melihat status milik Jim. Dengan skill Appraisal, dia mengeceknya.
[Nama : Jim | Ras : Manusia
Title : ???
Kekuatan Tempur : ?
Catatan : ???]
Apa maksudnya ada banyak tanda tanya di banyak penjelasan?! Bahkan Nadja dan Gamlak yang memiliki kekuatan tempur A+ saja masih dapat diketahui. Apakah karena dia sangat kuat, atau ada salah dalam sistem? Laciel tidak dapat mengetahui jawabannya. Pengetahuanku masih sangatlah kurang.
Jim bertekuk lutut. Kedua tangannya menggenggam palunya yang menopang tubuhnya.
“Apakah ada kata-kata terakhir?” tanya Laciel.
“Semoga Cahaya membimbingmu.” Ucapnya.
Lalu, Laciel menebas putus kepalanya.
Dia adalah lawan yang kuat jika aku tidak bersama yang lain. Batin Laciel.
__ADS_1
Lalu, dia juga terduduk. Menggunakan banyak sihir, khususnya teleportasi, sangat menguras mana dan staminanya.
...*****...
Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.
Hutan Red Cliff bagian selatan, bagian selatan Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.
Malam hari.
Aigis bertemu dengan teman-temannya. Mereka bersukacita bersama.
Mereka kini sedang berada di hutan Red Cliff bagian selatan, selatan dari Ibu Kota Canaria. Hana dan Nadja yang membimbing teman-temannya ke sini setelah menyelamatkan mereka.
Saat pertengahan malam, terdengar suara semak-semak belukar yang bergemerisik. Mereka tampak waspada. Tapi sesaat kemudian, mereka mengetahui siapa yang datang. Tiga orang itu adalah Laciel, Hana dan Nadja. Pakaian mereka tampak sedikit kotor. Sangat berbanding terbalik dengan sebelumnya saat pakaian mereka masih sangat bersih dan tampak seperti Bangsawan.
Kita seharusnya pergi sejauh mungkin untuk menghindari kelompok yang mungkin akan mengejar, mengingat dua kelompok Wraith-ku masih belum kembali. Tapi, Laciel melihat sekitar. Mereka tampak sangat lemah, kurus, dan lapar.
“Kita akan istirahat malam ini di sini.” Ucapnya.
Lalu, dia mengeluarkan barang-barang kebutuhan seperti alat memasak dan alas tidur untuk semuanya. Api biasa akan menimbulkan asap, jadi dia menggunakan api dari sihirnya seperti sebelum-sebelumnya untuk memasak makanan.
...*****...
Musim semi, 25 April 1163 Zaenium.
Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.
Pertengahan malam hari.
“Yang terakhir.” Ucap seorang pemuda melenyapkan Wraith beraura hitam di hadapannya hanya dengan tangan kosongnya.
Setelah dia meremasnya, Wraith itu berubah menjadi kumpulan asap hitam lalu menghilang seolah tidak pernah ada.
“Huft, mereka sangat merepotkan sekali.” Keluhnya, lalu melihat sekitar.
Area sekelilingnya hancur lebur. Yang tersisa hanyalah balok-balok yang sudah tidak berbentuk dan merupakan pondasi dasar rumah dan serpihan-serpihan yang menjadi puing-puing dan debu.
Rambut kuning panjangnya dia rapihkan ke belakang karena mengganggu penglihatannya. Saat itu, ada seseorang yang menghampirinya. Orang itu berjalan sempoyongan. Terlihat darah mengalir dari banyak bekas luka di sekujur
tubuhnya.
“Tuan Gen, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya orang itu.
“Kita akan melapor kepada Alpha. Coba hubungi Jim.” Jawab pemuda yang dipanggil Tuan Gen itu. “Misi kita akan tetap sama. Panggil pasukan dari kota lain juga.”
“Baik, Tuan.” Pria itu lalu membungkuk meski tidak sempurna karena keterbatasan tubuhnya yang masih terluka berat.
Meski dia lebih muda, tetapi dia tampak dihormati. Selain karena kedudukannya, itu karena dia juga sudah menunjukkan kekuatan aslinya.
Wraith b*jingan! Dari mana mereka berasal? Gen menggerutu di dalam hati. Aku tidak bisa membiarkan masalah kecil ini menghalangi misi yang diberikan kepadaku.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....