
27 April 1163 Zaenium.
Ibu Kota Kerajaan Unkazar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Malam hari.
Laciel berjalan kembali ke ruangan Yagwar. Saat sampai di sana, sepertinya percakapan Aigis dan Raja Rusa sudah selesai. Ada suasana canggung saat Raja Rusa bertatapan dengan Laciel.
“Aku minta maaf untuk yang sebelumnya. Kekacauan di kerajaanku akibat arogansi Kaisar Beastman dan invasi Kerajaan Zamara membuatku hilang akal untuk sementara,” ucap Viksen dengan nada tulus.
“Aku juga minta maaf telah membalas dengan kasar. Padahal, hal tersebut bisa diselesaikan dengan baik-baik,” balas Laciel. “Ngomong-ngomong, aku mendapatkan kabar dari bawahanku bahwa Kekaisaran Teokrasi Kavizen telah bergerak. Mereka telah memanggil 6 Pahlawan.”
“6 Pahlawan, ya?” Yagwar dan Viksen bergumam.
Dua kata itu adalah kunci kekuatan Kekaisaran Teokrasi Kavizen. Dua kata itu jugalah yang mampu mengusir dan menekan Kekaisaran Agung Zaenia dari tanah mereka. Konon katanya, hanya Kaisar Agung yang dipilih oleh Dewa saja yang mampu menandingi kekuatan 6 Pahlawan.
Dengan tidak adanya Kaisar Agung terpilih saat ini, Kerajaan Zamara yang kacau setelah kekalahan mereka di Hutan Redwood, dan Kekaisaran Beastman Marhamzan yang sedang bergejolak dengan masalah dari dalam, hanya Kerajaan Agung Iblis yang memiliki kekuatan untuk menahan laju Kekaisaran Teokrasi Kavizen sedikit.
‘Tetapi, jika itu adalah dia, maka ...,’ Yagwar membatin sambil melihat Laciel yang sedang menunggu reaksi mereka.
“Kita tidak memiliki waktu lagi. Secepatnya, kita akan menghubungi Raja-Raja Beastman yang lain untuk bergabung dengan pihak kita,” tegas Yagwar.
Dari kota hutan tanpa nama inilah, arus kekuatan yang baru akan muncul.
...*****...
28 April 1163 Zaenium.
Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Seorang Beastman Elang perempuan dengan zirah putih mengkilap berjalan dengan tergesa-gesa di sebuah lorong. Empat Beastman penjaga segera membuka jalan dan pintu untuknya begitu dia lewat. Dan setelah sampai di depan seorang Beastman Singa, dia bertekuk lutut.
“Lapor, Yang Mulia. Ratu Kalinda berkata bahwa Kekaisaran Teokrasi Kavizen telah memanggil 6 Pahlawan,” ujarnya dengan sedikit nada khawatir. Takut ucapannya atau tindakannya ada yang salah.
“6 Pahlawan, ya?” Dengan nada bosan, dia mengutak-atik bidahk-bidak berwarna–seperti bidak catur–di atas peta di mejanya. Mirip seperti yang dimiliki oleh Yagwar, tetapi lebih bagus lagi karena dibuat dari bahan yang berkualitas tinggi.
Terdapat 4 bidak hitam di barat melambangkan empat Raja Iblis, 9 bidak emas di utara melambangkan Kaisar Agung Zaenia dan 8 pilar atau bawahan miliknya, 1 bidak hitam di Kerajaan Zamara tetapi ditunjukkan untuk Raja Iblis yang baru muncul, 5 bidak putih melambangkan Kavizen, 4 bidak biru melambangkan pihaknya, dan 6 bidak merah melambangkan pihak yang tidak setuju dengannya, baik itu oposisi maupun netral.
Lalu, dia pun menambahkan 6 bidak putih lainnya sebagai perlambangan 6 Pahlawan di pihak Kavizen, sehingga totalnya menjadi 11 bidak putih.
“Hmm, ini sangat buruk. Aku harus segera meredam konflik internal,” gumam Kaisar Singa. “Panggilkan Ratu Tigris ke istana. Dan bilang kepada Ratumu, perketat penjagaan wilayah perbatasan,” perintahnya.
“Baik, Yang Mulia.”
Tanpa banyak tanya, dia segera menjalankan perintahnya.
“Variabel baru yang entah apa dampaknya terhadap rencanaku. Aku jadi tidak sabar menantikannya.”
__ADS_1
...*****...
29 April 1163 Zaenium.
Hutan Kematian, perbatasan empat wilayah, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Malam hari.
“Tanahnya sangat kering sekali,” ujar Laciel.
Sejauh mata memandang, hanya terdapat lahan gersang dan berwarna hitam keunguan. Tidak ada tumbuhan yang mampu hidup di atasnya.
“Hanya ini satu-satunya jalan tercepat dan teraman menuju Kerajaan Melankula. Di barat ada teritori Kaisar, dan di timur ada Kerajaan Demondeus. Biasanya kita tidak menggunakan daerah ini. Tetapi kali ini kia terpaksa,” jelas Yagwar.
Dengan persediaan seadanya, mereka berangkat ke Kerajaan Melankula di tenggara. Kelompok Laciel hanya bertambah satu orang saja, yaitu Yagwar si Raja Jaguar.
“Apakah di Kekaisaran Beastman tidak ada monster?” tanya Hana.
“Tentu di mana-mana ada monster. Mereka bisa muncul dari mana saja, biasanya tempat yang tidak dijamah. Tetapi, dibanding Manusia, kami memiliki kekuatan lebih sehingga dapat dengan mudah mengatasi mereka,” jawab Yagwar.
“Ada yang datang!” teriak Laciel bersiaga.
“Energinya besar sekali,” gumam Nadja.
Dari kejauhan arah timur muncul sekumpulan makhluk terbang yang mengisi angkasa. Menjadikannya hitam kelam yang menutupi cahaya bulan.
“Kelelawar,” ujar Yagwar. “Mereka pasukan Kerajaan Demondeus!”
“Dija samerium, ya Drakonir. Dimartium ....”
Sring!
Sosok perempuan muncul dan membatalkan sihir Laciel. Dia berambut hitam dan berpupil merah.
“A .. apa? Bagaimana bisa kamu ... ?”
“Bisa kita bicara sebentar terlebih dahulu?” ucap wanita yang baru datang tersebut.
“Apa yang kamu inginkan, Hanafsah?” tanya Yagwar.
“Ah, itu kamu, Yagwar. Kukira siapa. Aku hanya ingin berbincang dengan dia, kok.” Hanafsah menunjuk Laciel.
“Siapa dia?” tanya Laciel kepada Yagwar.
“Dia Hanafsah, Ratu Kerajaan Beastman Demondeus. Beastman Kelelawar,” jawab Yagwar.
“Beastman Kelelawar?”
Laciel mengeceknya dengan skill Appraisal.
__ADS_1
[Nama : Hanafsah
Ras : Iblis Tingkat Tinggi, Vampir.
Title : Ratu Kerajaan Beastman Demondeus.
Kekuatan Tempur : ???]
‘Kekuatannya tidak diketahui? Ini sama seperti Pedagang Budak dan aku. Dia tidak dapat diremehkan,’ batin Laciel.
“Kamu ... adalah Iblis, bukan?”
“Benar, aku adalah Iblis,” aku Hanafsah.
“I ... Iblis?” Yang lain terkejut.
“Bu ... bukankah kamu adalah Ratu Kelelawar? Bagaimana bisa kamu menjadi Iblis?” tanya Yagwar tidak percaya.
“Aku memang Ratu Kelelawar sejak awal, tapi tidak pernah mengatakan kalau aku adalah Beastman, sekali pun,” balas Hanafsah. “Jadi, bisa kita bicara sebentar?”
Laciel menyanggupinya. Dia juga penasaran bagaimana bisa ada Iblis yang menjadi Ratu di Kekaisaran Beastman. Tetapi, Yagwar tidak menyetujuinya.
“Kamu berada di pihak Kaisar Singa, kan? Aku tidak dapat membiarkanmu berbicara berdua dengan Laciel selama kamu berada di pihaknya!” tegas Yagwar.
“Kalau begitu, aku tinggal pindah ke pihakmu saja, kan? Baiklah. Aku menyatakan kalau aku berada di pihak Yagwar, pihak oposisi, dan bukan pihak Kaisar Singa. Puas?” Hanafsah menatap Yagwar dengan senyuman penuh arti.
“Apa? Semudah itu? Aku tidak dapat mempercayaimu. Lagipula, kamu bukanlah Beastman!” bantah Yagwar.
“Tidak apa-apa, Yagwar. Aku akan berbicara dengannya. Jika ada apa-apa, kita masih unggul dalam hal kualitas,” ujar Laciel menenangkan Yagwar.
Dia dapat mengatakan itu setelah melihat kelelawar bawahan yang dibawa Hanafsah.
[Nama : -
Ras : Monster Kelelawar
Title : Bawahan Ratu Kelelawar Hanafsah
Kekuatan Tempur : D]
‘Dia tidak terlihat akan bertempur dengan kita, dan bawahan yang dibawanya sangatlah lemah untuk ukuran pengawalan Ratu. Jika dia memang berniat menyerang kita, seharusnya dia dengan mudah dapat menyerang kita secara sembunyi-sembunyi dengan pasukan yang lebih baik lagi. Bahkan, jika ini adalah jebakan, aku dapat dengan mudah membawa semuanya kembali ke dungeon atau Kerajaan Jaguar dengan teleportasi.’
“Aku akan berbicara denganmu,” ucap Laciel.
Hanafsah terlihat masih tersenyum dengan penuh arti.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
__ADS_1
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....