Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 56: Membentuk Aliansi VIII: Raja Orca


__ADS_3

4 Mei 1163 Zaenium.


Istana Syarka, Kota Pelabuhan Dorsal, Ibu Kota Kerajaan Sarkarius, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Sore hari.


“Jadi, ada apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Laciel setelah selesai makan.


Syarka tidak menjawab apa-apa. Dia hanya bertepuk tangan dua kali, dan pintu dibuka oleh dua pelayannya. Dari balik pintu muncul dua orang Beastman Paus Pembunuh dengan pakaian resmi, jas hitam dan kemeja putih.


‘Bukankah itu sangat cocok untuk mereka?’ pikir Laciel begitu melihat mereka. ‘Mereka cocok disebut sebagai lelaki di dalam balutan baju hitam.’


“Mereka adalah utusan dari Kerajaan Orcus,” kata Syarka memperkenalkan mereka.


‘Raja Orca, ya?’ Raut wajah Laciel menjadi serius. ‘Apakah dia akan memintaku untuk melakukan duel lagi?’


“Raja Orca memberikan keputusan finalnya kepadaku. Jika aku setuju, maka dia juga akan setuju. Jika aku tidak, maka dia juga tidak,” papar Syarka.


“Eh, dia mempercayakannya kepadamu?” tanya Yagwar tiba-tiba. Dia sangat tidak percaya jika Raja Lautan nomor satu di Benua Zaenia mengatakan demikian.


“Tentu saja, mana mungkin aku berbohong. Mereka adalah utusannya. Lagipula, aku adalah orang kedua yang berada di bawahnya dalam banyak sekali hal.” Syarka


berjalan mendekati para utusan.


“Itu benar, Yagwar. Aku berkata demikian. Lama tak jumpa.”


Suara yang berat tiba-tiba muncul dan mengagetkan seisi ruangan. Asal suara tersebut adalah ... bola putih seukuran kepala di tangan salah satu utusan. Pada bola putih itu pula terdapat gambaran yang masih acak, tetapi dapat dikenali.


“Perkenalkan, aku adalah Killa Uell von Orcus, Raja Orca dari Kerajaan Orcus. Kamu pasti adalah Laciel, Raja Iblis dari Timur, bukan?”


“Benar. Salam kenal.”


“Maaf, aku menyapa tanpa bertemu secara langsung karena sedang ada sedikit urusan internal dalam kerajaan. Namun, aku pasti akan mendukung apa pun keputusan Syarka nantinya. Aku memercayainya.”


“Ah, tidak apa-apa, tidak apa-apa.”


“Jadi, Syarka, apa keputusanmu?”


“Kalau begitu, aku akan langsung mengumumkan. Aku, Syarka, sebagai Raja Hiu, akan mendukung Raja Iblis Laciel Lucifer.” Syarka mengucapkan janjinya.


“Aku, Killa, sebagai Raja Orca, akan mendukung Raja Iblis Laciel Lucifer.” Raja Orca juga mengucapkannya.


“Tunggu, tunggu! Bukankah kalian seharusnya mendukung Yagwar? Dialah yang memutuskan untuk membuat aliansi. Kenapa malah aku?”


“Hmm, benar juga. Aku sampai tidak sadar kalau Laciel sudah terbawa sangat jauh ke dalam konflik ini,” ujar Yagwar. “Yah, tapi, bagaimanapun, kamulah yang memantiknya. Membuat rencanaku maju dari waktu yang ditentukan.”

__ADS_1


‘Ssaa! Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini!’


“Sampai jumpa nanti. Jika ada apa-apa, kalian bisa menghubungiku lewat benda sihir ini. Ini adalah benda keluaran terbaru kami. Masih masuk dalam rahasia militer, tetapi sepertinya tidak apa-apa untuk memberitahukan ini kepada kalian.”


Setelah itu, percakapan pun terputus.


...*****...


4 Mei 1163 Zaenium.


Istana Syarka, Kota Pelabuhan Dorsal, Ibu Kota Kerajaan Sarkarius, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Malam hari.


“Laciel~! Laciel~!”


Suara itu muncul kembali.


“Hah!” Laciel tersadar di dalam alam pikirannya.


“Lama sekali kamu kembali ke sini,” ucap suara dari ujung yang gelap di hadapannya. “Bagaimana? Masih bersenang-senang dalam mengumpulkan sekutu, padahal waktu sedang berjalan?”


“Apa sebenarnya maumu? Dan apa maksudnya dengan ‘Zaenia adalah musuh’?” Laciel bertanya. “Dan siapa sebenarnya dirimu?”


“Saat waktunya tiba, aku akan memberitahumu. Tapi, saat itu tiba, aku tidak yakin apakah kamu akan masih dapat bertahan atau akan tenggelam.”


“Hanya itu yang bisa kuberitahu. Zaenia adalah musuh. Kamu harus membalaskan dendamku.”


“Jika kamu tidak mau memberitahu, aku tidak akan melaksanakan perkataanmu. Hei! Jawab aku!”


Suara itu tidak lagi menjawab. Dan Laciel segera terbangun.


Laciel terengah-engah. Melihat cahaya bulan, itu pasti sudah tengah malam.


“Mimpi buruk lagi?” Hana berada di sampingnya.


“Maaf, karena mengganggu tidurmu.” Laciel berdiri dan hendak pergi ke balkon. Menenangkan diri.


“Ada apa dengan ‘Zaenia’?” tanya Hana.


“Apa maksudmu?” Laciel bertanya balik.


“Kamu dari tadi menyebut nama ‘Zaenia’ dan kalimat ‘Apa maksudmu?’, seperti barusan.”


“Itu ....”

__ADS_1


“Kalau kamu tidak mau bercerita ....”


Hana diam dihentikan paksa oleh Laciel yang menjiumnya. Mereka berada dalam kondisi berdiri selama beberapa saat hingga Laciel sedikit tenang.


“Tiduranlah.” Hana menawarkan pahanya sebagai bantal setelah duduk di pinggiran kasur. Laciel menurutinya.


Mereka berada dalam kondisi tak bersuara kembali hingga beberapa saat.


“Aku mendengar sebuah suara,” cerita Laciel. “Suara itu ... sangat mirip, tidak, suara itu sepertinya adalah suaraku sendiri. Ia terus saja berkata ‘Zaenia adalah musuh’ berkali-kali tanpa menjelaskan apa alasannya kepadaku.”


Hana mendengarkan dengan seksama, kata demi kata, sambil tangannya menyisir rambut putih Laciel. Warna yang sangat kontras sekali dibandingkan dengan warna rambutnya sendiri. Hitam legam.


“Rasanya seperti akan menjadi gila lama-lama jika begini terus,” lanjutnya.


“Aku akan selalu ada di sampingmu,” balas Hana.


“Terima kasih.”


“Sebenarnya ....” Laciel duduk di pinggir kasur. Menatap Hana. “Aku sebenarnya adalah Manusia biasa dari dunia lain dengan nama Laciel. Aku bukan berasal dari sini.”


Ekspresi Hana menjadi bingung. Mencoba untuk mengolah informasi yang baru saja didapatnya.


“Aku terkirim ke dunia ini dan menjadi Raja Iblis dengan nama Lucifer. Seiring berjalannya waktu, aku merasa kehilangan identitas asliku dan melebur ke dalam identitas baru bernama Laciel Lucifer sebagai Raja Iblis. Aku sudah tidak tahan!”


“Aku akan selalu ada untukmu,” ucap Hana lagi. ‘Kamu adalah kamu. Inilah dirimu.’ Hana ingin berkata demikian, namun dia tidak mampu mengucapkannya. Akhirnya, dia hanya bisa mengucapkan, “Jangan khawatir.”


...*****...


4 Mei 1163 Zaenium.


Kerajaan Melankula, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Malam hari.


Seorang Beastman Elang baru saja pergi dari Ibu Kota Kerajaan Melankula. Orang yang dicarinya sudah tidak berada di sana, dan pergi ke Kerajaan Sarkarius.


“Raja Panda sudah memilih sisi. Aku akan melaporkan ini juga kepada Ratu Tigris.”


Dia memegang erat surat yang dibawanya.


“Pasti akan ada peperangan sebentar lagi. Dan kota-kota akan dibanjiri dengan darah dan api. Aku sudah tidak sabar melihatnya. Kik kik kik!”


...*****...


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....

__ADS_1


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2