
“Ugh, di mana ini?”
Laciel terbangun dalam keadaan terduduk di sebuah kursi. Pergelangan tangan dan kakinya terikat.
Klang! Klang!
Dia berusaha keras untuk lepas dari sana. Tapi sekeras apa pun usahanya, dia tidak dapat melepaskan diri. Bukan karena logam yang mengikat dirinya sangat kuat, melainkan dia merasa kalau kekuatannya yang melemah.
‘Apakah ini logam anti sihir? Siapa yang melakukan ini kepadaku?’
Dia tidak bisa tidak bertanya-tanya dalam hati selagi dirinya berusaha lepas.
Klang! Klang!
Klang!
Dia terdiam. Baru saja dia mendengar suara selain dari dirinya.
Saat ini dia berada di sebuah ruangan putih yang penuh dengan cahaya lampu, bukan cahaya merah api obor. Tiga sisi sekelilingnya adalah tembok putih, dan satu sisi yang berada di hadapannya hanyalah sebuah kegelapan. Seterang apa pun cahaya di sisinya, tidak akan cukup untuk menerangi sisi di hadapannya.
‘Apakah aku kembali ke dunia modern?’
Pertanyaannya bukan tanpa dasar. Hanya di dunia modern ada lampu seterang dan seputih ini. Dan juga, kekuatan fisiknya yang luar biasa di dalam game sudah tidak ada lagi, atau setidaknya tidak aktif saat ini.
“Sepertinya kamu sudah bangun.”
Seseorang berbicara dari sisi yang gelap. Meski dia menyebutnya seseorang, tapi suaranya sangat familiar.
“Siapa kamu? Bagaimana bisa, suaramu ...,”
“Sama seperti suaramu?”
Di sisi bayangan, orang itu memotong ucapannya. Suaranya sama persis dengan dirinya. Tetapi, dia tetap tidak mampu melihat dirinya, bahkan meski hanya sekedar siluetnya.
“Ada banyak hal yang perlu kusampaikan. Tapi, waktunya terbatas. Saat ini, aku hanya dapat memberitahumu kalau ini semua berada di dalam pikiranmu, dan Kekaisaran Zaenia adalah musuhmu.”
Laciel masih bingung dengan semua ini. Banyak hal yang perlu dia tanyakan juga. Siapa dan apa dia? Apa maksud perkataannya? Tapi satu hal yang pasti, dia memang sudah curiga dengan Kekaisaran Zaenia sejak dia pindah ke dunia ini, meski belum pernah berhadapan langsung.
“Sekarang, bangunlah!”
Setelah mendengarnya berkata demikian, pandangannya menggelap. Dia terbangun dari tidur.
...*****...
27 April 1163 Zaenium.
Dungeon Utama, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.
Pagi hari.
“HAH! Hah, hah!”
Laciel terbangun dalam keadaan panik. Dia tampak lebih seperti baru saja melakukan lomba maraton, bukan seperti baru saja bangun tidur.
“Laciel, ada apa?”
__ADS_1
Hana yang tidur tepat di sebelahnya langsung terbangun begitu mendengar desahan nafas Laciel yang tidak karuan.
“Hmmm.”
Sementara Nadja di kanan Laciel tidak terganggu, dan hanya mengubah posisi tidurnya.
“Hanya mimpi buruk,” jawab Laciel.
Dia bingung bagaimana caranya menjelaskan kejadian tidak masuk akal tadi, dan memilih untuk menyembunyikannya. Tetapi Hana tetap dapat merasakannya.
Laciel lalu berdiri dan mengenakan pakaian.
“Kamu boleh bercerita jika ingin. Aku akan selalu ada untukmu,” ucap Hana.
“Hanya mimpi buruk biasa. Aku akan pergi melihat pekerjaan Hazura.”
Laciel pergi dari kamar setelah mengecup dahi Hana pelan.
...*****...
“Hyaa!”
Blaaar!
Di sebuah hutan, ada satu Beastman Jaguar yang terlihat sedang dikepung dari berbagai sisi oleh banyak Beastman Kucing Hutan.
“Mwehehe, siapa sangka kita dapat bertemu dengan Raja Jaguar sendirian di hutan,” ujar salah satu Beastman Kucing Hutan. Dia berambut putih dengan sedikit corak hitam dan abu-abu di sekujur tubuhnya. Di kedua tangannya, dia menggenggam sesuatu semacam knuckle bercakar.
Si Beastman Jaguar yang dikenal sebagai Raja Jaguar hanya diam tidak membalas perkataannya. Dia masih menimbang-nimbang kekuatan musuh di hadapannya.
“Ada apa? Ketakutan sehingga tidak bisa berkata apa-apa? Hehehe ....”
Bug!
Dia terdiam untuk selamanya setelah menerima satu serangan pukulan dari Raja Jaguar tepat di tenggorokan.
“Hii...!”
Temannya yang lain ketakutan. Mereka mengencangkan kuda-kuda, lalu melancarkan serangan bersamaan. Mereka sudah kabur sekali, dan tidak akan kabur lagi.
Bug! Bag! Bug! Bag! Bug!
Dia juga melancarkan serangan. Tapi kebanyakan dapat ditahan.
Srat!
Salah satu Beastman Kucing Hutan mampu melukainya di saat dia dibelakangi. Tersenyum lebar seolah sudah memenangkan perkelahian ini. Tetapi itu hanya memantik bara api semangat Raja Jaguar.
“Main-mainnya sudah selesai.”
Dar!
Satu pukulan penuh energi dilancarkan dan membuat satu nyawa musuhnya melayang.
Dug! Duk duk!
__ADS_1
Dia mengubah kuda-kuda dan mengeluarkan jurus seni bela diri yang sedang dilatihnya.
Srat! Jrat!
Konsentrasi dan fokusnya teralih hanya untuk sebentar, tetapi musuh sudah melancarkan serangan kembali.
‘Ugh, aku terlalu meremehkan mereka. Bagaimana pun, mereka itu beramai-ramai. Aku harus lebih cepat mengatasi ketimpangan jumlah ini.’
Dia melihat satu Beastman Kucing Hutan yang berada dalam jangkauannya. Dengan segera, dia mencekik lehernya, memasang kuda-kuda, lalu melemparkannya kepada teman-temannya. Empat dari mereka setidaknya akan sibuk untuk sementara waktu. Masih ada 6 lagi yang tersisa.
Mengincar salah satu, dia langsung mendekat lalu menggeram. Geramannya membuat bulu kuduk musuhnya berdiri. Bagaimana pun, insting hewani mereka masih ada. Sejak awal, mereka sudah mengetahui kalau Raja Jaguar berada di puncak rantai makanan.
“Hiik!”
Duak!
Pukulan dengan energi itu menewaskannya. Lima temannya yang lain tidak tinggal diam melihat temannya satu per satu mati. Beberapa dari mereka mampu melukai Raja Jaguar. Tetapi itu masih belum cukup.
Dengan skill Langkah Sunyi, Raja Jaguar dengan mudah menghindar dari kepungan mereka. Lukanya semakin banyak, tapi masih ada lebih banyak Beastman Kucing Hutan yang perlu dibereskan.
Sembilan Beastman Kucing Hutan lagi-lagi mengepungnya.
“Menyerahlah, dan kami akan membereskanmu tanpa rasa sakit.”
“Mwehehe, aku tidak sabar membawakan kepalamu kepada Kaisar Singa,” ujar yang lain.
Syut!
Sebuah benda dengan kecepatan tinggi mengarah kepada salah satu Beastman Kucing Hutan. Dengan segera, benda itu menancap dan mengakibatkan kematian seketika.
“Hmm?”
Melihat temannya terjatuh dengan tidak normal, perhatian mereka teralihkan kepada sosok seseorang dengan jubah hitam.
“Siapa itu?!” tanya Beastman Kucing Hutan yang tersisa.
Sosok itu turun dari dahan pohon. Terlihat dari gerakannya kalau dia adalah seorang ahli Assassin. Tanpa banyak berbicara, dia menghabisi sisa Beastman Kucing Hutan dengan mudah. Tanpa meneteskan satu keringat pun.
Raja Jaguar bahkan hampir tidak mampu melihat apalagi mengikuti gerakannya dengan matanya. Susah untuk dipercaya kalau ada seseorang sehebat itu di hutan ini.
“Si– siapa kamu?” tanyanya dengan nada bergetar.
“Tidak perlu takut. Aku adalah utusan dari Dewa untuk menolongmu. Bisa dibilang, aku adalah perwujudan dari jawaban atas doamu. Semoga Dewa Zaenus selalu memberkatimu.”
Setelah mengatakan itu, dia lalu pergi sehening kedatangannya.
‘Jawaban atas doaku ... kepada Dewa? Jadi, Dewa membalas doaku?’
Dia tersenyum senang sekarang. Akhirnya dia mendapatkan jawabannya. Jawaban yang sudah dan selalu ditunggu-tunggunya.
Sejak awal, tidak mungkin dia akan datang sendirian ke hutan ini tanpa pengawalan. Dia melakukannya atas dasar petunjuk yang diberikan oleh sesuatu yang menamakan dirinya sebagai Dewa. Sesuatu yang mengatakan kalau dia akan selalu menemaninya, selama dia mempercayainya.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
__ADS_1
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....