Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 42 : Pesta


__ADS_3

26 April 1163 Zaenium.


Hutan Red Cliff bagian Selatan, Kerajaan Servini, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Siang hari.


“Jadi begitu.” Laciel mengangguk paham.


Situasi Kekaisaran Beastman saat ini sedang tidak terkendali. Setiap Kerajaan saling menyerang satu sama lain. Dan terbentuk dua fraksi besar yang saling bertentangan.


Pada awalnya, pasukan Beastman Kucing Hutan adalah pasukan Kerajaan Jaguar Unkazar yang memiliki loyalitas besar kepada Kekaisaran.


Tetapi, karena Kerajaan Jaguar Unkazar dan Kerajaan Rusa Servini menolak pendapat Kaisar sehingga menjadi fraksi oposisi, pasukan Beastman Kucing Hutan yang awalnya bertugas untuk menjaga perbatasan berubah menjadi pembuat kekacauan. Membuat perbatasan Kekaisaran menjadi tidak aman.


Dan akibat dari tindakan teror merekalah yang akhirnya membuka celah bagi Manusia dari Kerajaan Zamara sehingga terjadilah perbudakan Beastman, seperti Aegis dan kawan-kawannya.


“Kaisar saat ini, yang berasal dari Ras Singa, ingin melakukan invasi ke luar,” ujar Aegis. “Dan salah satu yang menolak pendapatnya adalah Kerajaan Rusa Servini dan Kerajaan Jaguar Unkazar. Dan ... inilah hasilnya. Padahal yang kami inginkan hanyalah kedamaian.”


Setelah menyelesaikan perkataannya, suasana menjadi sunyi.


“Yah, tidak banyak yang bisa kulakukan. Lagipula, tujuanku datang ke sini hanyalah untuk jalan-jalan saja.” Laciel berdiri. “Kita akan kembali dulu ke kerajaanku.” Dia menatap ke ketiga Beastman Kelinci, dan menggumamkan mantra Appraisal untuk memindai mereka.


[Nama  : Vero | Ras : Lesser Beastman


Kekuatan Tempur : E+


Catatan : Khawatir.]


[Nama  : Tara | Ras : Lesser Beastman


Kekuatan Tempur : E


Catatam : Kelelahan.]


[Nama  : Fala | Ras : Lesser Beastman


Kekuatan Tempur : E


Catatan : Sedang ketakutan dan kelelahan.]


‘Yah, sudah pasti mereka lelah dan takut. Ngomong-ngomong,’ Laciel memperhatikan Vero, yang tertua. “Apa yang sedang kamu khawatirkan?” tanyanya.


“Hmm, tidak ada,” jawab Vero tersenyum ramah.


Tanpa Kalung Kebenaran pun dia telah mengetahuinya kalau Vero berbohong. Tapi Laciel membiarkannya. Dia hanyalah orang asing di matanya, sekalipun sudah menyelamatkan mereka.


Setelah itu, dia bersiap untuk melakukan teleportasi. Belum selesai dia merapalkan mantranya, sebuah suara asing terdengar berteriak kepadanya, “Jauhi adik-adikku!”


...*****...

__ADS_1


Malam hari sebelumnya.


25 April 1163 Zaenium.


Hutan Red Cliff bagian selatan, Kerajaan Servini, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Dia sudah berlari menjauhi tempat sebelumnya. Meski jatuh beberapa kali, meski tersandung beberapa kali, dan mengabaikan luka yang diakibatkan itu, dia tetap berlari. Dia baru berhenti ketika menyadari kalau para pengejarnya tidak terdengar lagi suaranya.


Entah karena dia yang terlalu cepat berlari, atau suara dan baunya kurang menarik perhatian dibandingkan ketiga adik kecilnya, yang pasti para pengejar itu tidak lagi mengejarnya. Kemungkinan terburuknya? Mereka justru mengejar adik-adiknya.


Jika itu yang terjadi, maka apa yang dia lakukan ini sia-sia. Usahanya untuk memancing dan menarik perhatian para pengejar tidak berhasil.


Tapi, masih ada kemungkinan para adiknya masih selamat. Dengan berhati-hati, dia kembali ke tempat semula melewati daerah yang berbeda. Berjaga-jaga agar tidak disergap para pengejar akibat jejak yang ditinggalkannya.


...*****...


Tidak terlalu lama, dia sudah kembali ke tempat semula. Dan di sana, dia melihat ada beberapa ekor Beastman Kucing Hutan. Itu adalah keberuntungan sekaligus kesialan.


Beruntungnya, adik-adiknya masih selamat.


Kesialannya, dia berada di antara dua pilihan. Bertemu lagi dengan adik-adiknya dengan cara mengikuti jejak mereka, tapi ada kemungkinan jejaknya ditemukan dan justru membawa para pengejar kepada mereka. Satu lagi adalah pergi dari sana secepat mungkin, tapi akan kesusahan untuk bertemu dengan adik-adiknya.


Dia berpikir dengan sangat keras sehingga berkeringat keningnya. Jika menuruti keinginannya saat ini, dia akan mengambil pilihan pertama. Tetapi, menurut akalnya, hal itu justru sangat membahayakan dirinya dan adik-adiknya, sehingga seharusnya dia memilih pilihan kedua.


Terlalu lama bimbang, kumpulan Beastman Kucing Hutan itu telah menemukan jejak adik-adiknya. Mereka segera berlari dengan cepat. Dia menyesal terlalu lama berpikir sehingga kehilangan garis mulai di awal.


Terlambat atau tidak, dia akan tetap mengejar mereka. Dia mengikuti jejak yang ditinggalkan mereka.


Laki-laki berambut putih ikal itu berdiri. Melihat adik-adiknya dengan seksama. Mulutnya terlihat menggumamkan mantra. Dia penasaran apa yang akan mereka lakukan.


Saat laki-laki itu menggerakkan tangan, membentuk lingkaran sihir, dia merasa ada yang tidak beres. Dia juga takut adik-adiknya diapa-apakan. Dia lalu berteriak, “Jauhi adik-adikku!”


“Hiyaa!” dia berlari dengan kencang, mengepalkan tangan berambut coklatnya.


“Cukup sampai di sini.”


Belum sempat di sampai targetnya, belum sempat dia bereaksi, belum sempat dia melakukan apa-apa, sudah ada dua orang perempuan menghadang di depan jalannya. Yang satu menahannya, yang satu lagi sudah bersiap dengan dua buah lingkaran sihir membantu temannya dari belakang.


“Siapa kamu?” tanya pemuda berambut putih itu, Laciel.


“Abang!”


Ketiga anak-anak Beastman itu berteriak senang.


...*****...


“Jadi, kamu adalah Abang mereka?” tanya Laciel.


“Benar,” jawabnya. “Namaku Veta.”

__ADS_1


[Nama  : Veta | Ras : Lesser Beastman


Kekuatan Tempur : D]


“Terima kasih telah menyelamatkan adik-adikku,” ucap Veta menunduk dalam.


“Lalu, kalian akan ke mana sekarang?”


“Itu ..., aku tidak tahu.”


“Kenapa tidak mengajak mereka ke tempat kita saja, Laciel? Menambah beberapa orang saja tidak apa-apa, kan? Lagipula, lihatlah mereka. Sangat imut sekali.” Nadja sudah menyubit pipi mereka yang memang menggemaskan.


“Apa tidak apa-apa?” tanya Veta.


“Kalau kalian tidak mau, tidak apa-apa,” jawab Laciel.


...*****...


26 April 1163 Zaenium.


Dungeon Utama, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Laciel.


Sore hari.


“Selamat datang kembali, Yang Mulia.” Hazura menyambut mereka.


“Hazura, sepertinya kami akan bermalam di sini lagi. Siapkan makan malam, juga ajak para Beastman ikut serta.” Laciel berjalan ke arah kamarnya.


Itu hanyalah sebuah ruangan yang digali ke dalam. Tapi kemudian sudah disulap menjadi sebuah kamar yang lumayan “mewah” dengan beberapa dekorasi unik.


“Apakah Tuan ingin mengadakan sebuah pesta?” tanya Hazura.


“Sebuah pesta juga sepertinya menarik,” jawabnya.


Malam itu, Kerajaan Iblis Laciel mengadakan sebuah pesta yang sangat besar. Semua orang, atau harus disebut sebagai monster, ikut serta merayakannya dan membuatnya menjadi sangat ramai.


Berbagai menu makanan dan minuman dihidangkan. Semuanya berpesta.


“Ugh, aku sudah tidak kuat.” Nadja meletakkan gelas yang telah kosong. “Aku tidak pernah berpesat seperti ini sebelumnya.”


“Laciel~.”


Hana yang berada di sampingnya juga sudah setengah tepar.


“Hah, kukira kalian punya imunitas, tetapi tidak,” Laciel mengeluh sambil membawa mereka ke dalam kamar.


Meski begitu, malam itu adalah malam yang sangat ramai dan menyenangkan.


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2