Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 36 : Permintaan Tolong


__ADS_3

Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.


Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.


Sore hari.


Di ujung lorong yang penuh dengan budak itu ada sebuah pintu. Di balik pintu itu adalah sebuah ruangan yang tampak seperti sebuah ruangan kerja. Ada seorang pria gendut paruh baya yang sedang duduk di kursi yang dikelilingi oleh tiga wanita. Di dekat pintu juga ada dua orang penjaga.


Melihat ada seorang pelanggan baru, pria yang dikelilingi wanita itu berdiri dan berjalan mendekat.


“Sepertinya kamu adalah orang pendatang di sini, bukan?” tanya pria itu kepada Laciel.


Semua orang keluar setelah diperintah olehnya. Menyisakan hanya dirinya dan Laciel.


“Kamu ingin menjual barang apa?” tanyanya.


Laciel menjawab tidak dengan ucapan, tapi dengan gerakan. Dia mengeluarkan banyak barang-barang yang diambil dari para Bandit. Tumpukan logam berupa zirah dan senjata itu mengeluarkan suara yang keras saat Laciel mengeluarkannya dari inventory miliknya.


Aku tidak berharap banyak karena benda-benda ini tampak seperti barang rongsokan. Tetapi seharusnya tetap berharga mengingat zirah dan senjata maupun logam tetap cukup berharga, apalagi di peradaban seperti ini. Pikir Laciel.


“Hmm,” pria itu bergumam. “Walau ada beberapa yang sudah rusak sedikit, tetapi secara keseluruhan, kebanyakannya masih cukup bagus.”


Setelah memeriksa dan menghitung, pria itu berniat untuk membeli semua barang itu dengan harga yang di bawah standar, tapi sangat lumayan menguntungkan bagi Laciel yang hanya mengambilnya dari para Bandit.


“Tetapi, jika kulihat lebih teliti lagi, ini adalah perlengkapan para Bandit, bukan?” pria itu bertanya dengan menatap ke Laciel.


“Yah, mereka menghadang perjalanan kami di hutan di utara dari sini. Melihat perlengkapan mereka, kurasa tidak ada salahnya kujual kembali untuk mengganti rugi.” Jawab Laciel.


Jawaban itu ... membuatnya mendapatkan masalah di waktu berikutnya.


...*****...


Setelah Laciel keluar dari rumah itu, seorang bawahan menghampiri si pria gendut yang berada di kamarnya. Kamar yang sama dengan tempat sebelumnya Laciel menjual barang-barang bandit.


“Tuan, ....” pria yang baru datang itu baru saja ingin melaporkan sebuah pesan, tetapi tuannya sudah menyela perkataannya.


“Grid sudah mati, kan?”


“Ba– bagaimana ... Tuan tahu?” pria itu terkejut.


Padahal dia baru saja ingin memberitahukan informasi tersebut. Dan sebagai seorang bawahan yang mendapatkan tugas untuk menyampaikan dan mengolah informasi, itu artinya seharusnya dialah yang bertugas untuk memberitahukan informasi kepada tuannya. Jika tuannya tahu lebih dulu sebelum dia memberitahu, berarti ada beberapa kemungkinan yang terjadi.


Antara dia yang sudah tidak berguna lagi bagi tuannya sehingga pekerjaannya diambil alih oleh orang lain sedikit demi sedikit, atau memang ada sesuatu yang terjadi. Tapi dari situasi saat ini, sepertinya itu adalah kemungkinan kedua. Jika dia sudah tidak berguna, tidak seharusnya dia masih berada di sini, alias seharusnya dia sudah mati dan dibuang menjadi makanan monster di hutan.

__ADS_1


Sebenarnya dia masih penasaran bagaimana tuannya mengetahui hal itu, tetapi dia menahannya hingga tuannya memberitahu atau tidak akan memberitahu selamanya. Dia hanya berdiri menunggu perintah atau perkataan dari tuannya selanjutnya.


“Ada seseorang yang akan kita singkirkan. Persiapkan pasukan elit terbaik.” Ujar si pria gendut tersebut.


“Baik, Tuan.”


Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk membuntutinya. Sisanya tinggal menghabisinya malam ini. Batin pria tersebut.


...*****...


Setelah meninggalkan rumah itu, Laciel kembali ke Gedung Serikat Petualang. Merasa dirinya sedang diikuti, dia memerintahkan para Wraith bawahannya untuk mengatasi semuanya. Hanya dalam hitungan detik, masalah tikus kotor itu telah diselesaikan. Tetapi tindakannya tidak menuntaskan masalah sebenarnya, dan hanya menundanya.


Di kamar penginapan yang berada di lantai kedua Gedung Serikat Petualang, Hana dan Nadja telah berada di sana, memesan sebuah kamar dengan kasur yang muat untuk ditiduri oleh tiga orang. Tak lama setelahnya, Laciel sudah kembali.


“Laciel, bagaimana menurutmu?” tanya Hana dengan pipi merah tersipu malu.


Saat dia sudah di sana, dia melihat banyak baju yang berserakan di atas kasur. Di sisi lain ada Hana dan Nadja dengan pakaian yang baru dibeli oleh mereka. Hana mengenakan sebuah gaun cantik berwarna biru. Di bagian perutnya ada semacam sabuk yang terbuat dari kulit bahan terbaik. Sabuk itu membuatnya tampak langsing dan sekaligus membuat dadanya yang lumayan besar semakin terlihat.


Di lain sisi, ada Nadja dengan gaun berwarna merah bercampur hitam. Warna itu tampak membuatnya menjadi menawan meski dengan tubuh kecilnya. Tetapi juga membuatnya menjadi terkesan sadis dan menakutkan mengingat dia adalah Raja Iblis dan rasnya adalah Dragon.


Laciel yang kembali setelah membelikan mereka baju tempur tampak senang dengan baju dengan baju yang mereka beli, dan mengurungkan niatnya untuk memberikan zirah yang dibelinya untuk nanti saja.


Di saat mereka sedang bercengkerama ringan, terdengar seseorang mengetuk pintu kamar mereka.


Laciel tidak memanggil seorang pelayan pun atau meminta sebuah pelayanan. Melihat ke arah Hana dan Nadja, mereka berdua menggelengkan kepala mereka. Mereka juga tidak memesan apa pun. Merasa aneh, mereka pun bersiap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi. Mereka sudah dalam keadaan siap siaga dengan senjata di tangan mereka.


Itu adalah pegawai wanita bertelinga kelinci yang menyapa mereka ketika mereka memasuki Serikat ini.


“Maaf, tapi kami tidak memesan pelayanan apa pun.” Ujar Laciel.


“Ti– tidak, bukan itu. Aku kemari untuk meminta bantuan kalian.” Balas pegawai itu dengan gugup ditatap oleh tiga orang di depannya yang dua di antaranya memiliki gelar Raja Iblis, dan merupakan Iblis Tingkat Tinggi dan Dragon.


“Lalu? Apa yang bisa kami bantu?” tanya Hana mencoba membuatnya santai.


“Tolong bantu selamatkan sukuku dari perbudakan Manusia.” Jawabnya.


“Tidak.” Ucap Laciel tegas. “Bagaimana jika aku menjawab begitu.”


Suasana terasa sedikit canggung. Hingga akhirnya si wanita bertelinga kelinci itu membuka mulutnya dan membuat suasana itu lebih canggung dari sebelumnya.


“Aku tahu dua di antara kalian adalah Raja Iblis.” Ucapnya dengan mulut kecilnya.


Tiga orang di hadapannya terkejut. Laciel juga mengeluarkan aura membunuh tanpa disengaja.

__ADS_1


“Bagaimana jika aku membunuhmu sebelum kamu dapat memberitahu yang lain tentang kami?”


Pegawai wanita itu bersujud dan berkata, “Aku tidak berniat melakukan itu. Aku hanya meminta kalian membantuku. Kumohon, bantulah sukuku. Tentu saja, aku tidak berniat untuk meminta bantuan secara cuma-cuma. Jika boleh, aku akan membayar dengan tubuh dan jiwaku.”


Melihat kesungguhannya, Laciel berpikir ulang.


“Masuklah.” Ujarnya lalu menutup pintu.


Setelah itu, Laciel memintanya untuk menceritakan tentang kejadian itu.


...*****...


Semua itu bermula dari melemahnya Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Daripada disebut sebagai sebuah Kekaisaran, negara itu lebih cocok untuk disebut sebagai Federasi Beastman. Ada lebih dari sepuluh Raja di dalam negara itu yang merupakan perwakilan dari beberapa ras atau family yang besar, seperti Singa, Harimau, dan Jaguar yang mewakili keluarga kucing besar, Hiu yang mewakili ras ikan, Paus Orca yang mewakili mamalia laut, Elang, Burung Hantu, dan Kelelawar yang mewakili ras burung, burung nokturnal, dan mamalia terbang, dan banyak ras atau keluarga yang lain.


Dan semua raja-raja itu membuat sebuah dewan. Tujuan dari dewan itu adalah memilih sosok Kaisar penerus yang akan memerintah seluruh ras Beastman. Terkadang pemilihan dilakukan berdasarkan kekuatan fisik. Tapi itu sedikit


kurang efisien, mengingat yang ditangani oleh Kaisar bukan hanya peperangan saja. Hingga akhirnya kebanyakan memilih untuk melakukan pemilihan berdasarkan musyawarah dan mufakat.


Hal ini sudah biasa dilakukan dari generasi ke generasi sejak ras Beastman disatukan di bawah satu bendera yang sama. Kaisar pertama yang merintis ini bernama Marham. Dan namanya kini diabadikan sebagai nama Kekaisaran. Sesuai namanya, Marhamzan berarti adalah kerajaan atau wilayah milik Marham dalam bahasa Zaenia.


Tapi, segala sesuatu pasti akan mengalami perubahan. Begitu pula  keharmonisan Kekaisaran Beastman yang sudah berjalan selama lebih dari 1 abad lamanya. Benih-benih perpecahan tersebar. Ikatan yang semulanya kuat, kini mulai retak di sana sini. Kekuasaan milik Kaisar secara berangsur-angsur melemah seiring dengan terbentuknya fraksi-fraksi di dalam dewan.


Dan menggunakan kesempatan ini, para Manusia, khususnya yang berada di Kerajaan Zamara, dan Teokrasi Kavizen yang membenci ras selain Manusia, mulai melakukan perbudakan dan mengikis wilayah Kekaisaran sedikit demi sedikit. Dan salah satu hasilnya adalah diperbudaknya Aigis, nama si wanita pegawai, dan teman-temannya yang tinggal di daerah pinggiran Kekaisaran.


Mendengar keseluruhan cerita itu, mereka bertiga terdiam. Hana dan Nadja menatap ke arah Laciel. Dia adalah pemimpin kelompok ini, bahkan Raja dari Kerajaan Iblis yang baru saja dibangun. Keputusan mereka bergantung kepada keputusannya. Meski begitu, mereka meminta Laciel agar menyetujui untuk membantu.


Di dalam benaknya, Laciel memikirkan banyak hal.


Politik di dunia ini sama saja ruwetnya dengan dunia di ingatannya. Ketamakan Manusia, perbedaan hingga perpecahan, dan akan berakhir hingga kehancuran negara atau bahkan dunia, dan akan memulai sebuah peradaban baru. Sejarahnya berulang terus, hanya saja dengan orang-orang yang berbeda.


“Setelah aku menyelamatkan teman-temanmu, lalu, apa yang akan kalian lakukan?” tanya Laciel sebelum menjawab. “Karena aku adalah Raja Iblis, bagaimana jika kamu dan teman-temanmu menjadi penduduk Kerajaanku? Seharusnya kamu sudah mendengar tentang Kerajaan Iblis di bagian utara Kerajaan ini,


bukan?”


“Sebenarnya, kami juga tidak punya tempat pulang. Kekaisaran sedang hancur, digerogoti dari luar dan dalam. Jika Anda mau menampung kami, tentu saja kami akan sangat senang sekali. Demi membalasnya, kami akan setia dan patuh terhadap perintah Anda.” Jawab Aigis.


“Tentang Kerajaan Iblis di utara, aku sudah mendengar rumornya yang katanya mampu mengalahkan pasukan gabungan Duchy Royal Capital, Duchy Zerestia, dan March Harbisium. Jika itu benar Anda, maka kami akan merasa aman berada di bawah perlindungan Anda.” Lanjutnya.


Setelah berpikir dan merenung lumayan lama, Laciel akhirnya berkata, “Baiklah, aku akan membantumu dan teman-temanmu.”


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2