
1 Mei 1163 Zaenium.
Perbatasan Wilayah Kaisar dan Kerajaan Unkazar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Sepasukan Beastman yang mengendarai berbagai monster membentuk pemandangan yang luar biasa. Satu hal yang membuat mereka terlihat memiliki satu identitas adalah ikat kepala berwarna merah yang mereka gunakan. Mereka adalah pasukan khusus Kekaisaran Beastman Marhamzan. Salah satu dari tiga kekuatan besar di benua ini.
Jumlah mereka tidak terlalu banyak, karena tidak ingin menghabiskan banyak waktu berharga di perjalanan. Tetapi juga tidak terlalu sedikit untuk dapat diremehkan. Karena mereka adalah elit dari pasukan khusus yang diberikan hak istimewa berupa tunggangan monster.
Dan pemimpin dari pasukan itu, duduk di atas hewan semacam Bison dengan panjang empat meter, adalah seorang Beastman Harimau wanita yang bernama Tigris VII. Dia berada di bagian depan, tetapi tidak terlalu depan karena dikawal oleh banyak pengawalnya.
‘Aku sudah mengirim surat kepada Ratu Kelelawar. Kita lihat saja nanti, apakah kesetiaanmu nyata atau tidak!’ Saat berfikir demikian, dia tersenyum.
“Berapa lama lagi kira-kira kita akan sampai?” tanyanya kepada Beasman Lynx yang mengendara di sampingnya.
“Jika lancar, kita akan sampai di Kerajaan Unkazar besok malam, Yang Mulia,” jawab Lynx itu dengan nada hormat.
“Baguslah. Aku memang sudah tidak tahan untuk bersenang-senang,” ungkap Tigris.
...*****...
1 Mei 1163 Zaenium.
Ibu Kota Kerajaan Melankula, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Keluar dari istana, rombongan mereka berjalan mencari penginapan. Laciel memesan dua kamar, satu untuk laki-laki dan satu lagi untuk para gadis. Tapi saat ini, mereka sedang berkumpul di kamar yang besar.
“Laciel, kamu yakin dengan keputusanmu?” tanya Hana.
“Iya. Dia sangat sombong karena merasa kaya. Pikirnya, dia akan menjadi penentu akhir konflik ini. Aku merasa gatal untuk segera memberitahukan faktanya kepadanya bahwa dia hanyalah satu dari sekian googol faktor di dunia ini.
“Kita juga sudah kehabisan waktu. Antara 6 Pahlawan, Kekaisaran Agung Zaenia, atau Kaisar Singa yang bergerak duluan, pada akhirnya, semuanya akan memojokkan kita,” papar Laciel.
“Maafkan aku. Aku biasanya hanya berdiskusi dengan Qormon atau Viksen, dan mereka jarang membalas argumenku dengan cara yang frontal. Aku juga sangat jarang berinteraksi dengan Beastman yang lain. Hasilnya, aku malah mengacaukan rencana kita,” keluh Yagwar.
“Tidak apa-apa, Teman. Rencana kita masih berjalan dengan aman. Sekarang, kita hanya perlu menunggu jawaban darinya,” balas Laciel. “Lebih baik kita istirahat terlebih dahulu. Kuyakin mereka akan lama menjawabnya.”
Tidak seperti prediksinya, Raja Panda segera datang menemuinya bersama dengan pengawalnya.
“Mereka datang,” bisik Laciel.
“Cepat juga,” timpal Yagwar.
Sebelum pintu sempat diketuk, Laciel sudah membuka pintunya. Pelayan yang tadi melayani mereka berdiri di depan pintu dengan tangan yang hendak mengetuk di udara.
“Raja Panda mencari kami, kan? Di mana dia?”
__ADS_1
“Ra– Raja Panda ada di ruang tamu di lantai dua, kamar 26,” jawab si pelayan yang masih dalam kondisi kaget.
Tanpa menjawab apa-apa, Laciel segera pergi hanya bersama dengan Yagwar.
Di depan pintu ada empat pengawal. Saat masuk, Laciel melihat ada dua lagi pengawal yang bersamanya. Tanpa basa-basi, dia langsung duduk dan menyeruput minuman yang ada di atas meja.
“Langsung saja ke intinya. Apa jawabanmu?” tanya Laciel.
“Aku akan membantu,” jawab Raja Panda.
“Dan ... apa alasanmu hingga membuatmu berubah pikiran?”
“Kau tahu? Selain seorang Bangsawan, aku juga adalah seorang Pedagang. Aku sangat memikirkan untung-rugi. Tetapi, di atas itu semua, aku menginginkan kedamaian. Dan kedamaian itu akan menghilang jika Kaisar Singa melakukan invasi. Itulah alasanku,” akunya.
“Jadi, kamu tidak merasa tidak apa-apa jika mengalami sedikit ‘kerugian’, seperti katamu sebelumnya?”
“Itu hanyalah pertanyaan jebakan. Sebenarnya, kalian bisa saja menjawab, ‘Kerugian yang lebih sedikit adalah sebuah keuntungan.’ begitu. Tetapi, kalian ini memang Bangsawan yang hanya memikirkan kalau kekuatan adalah segalanya. Tidak ada jiwa-jiwa pengusaha sama sekali. Ha ha ha!”
“Lalu, mau menandatangi perjanjian ini sekarang?”
“Tentu!”
Setelahnya, mereka menandatangi perjanjian aliansi.
[Nama : Zhou Shen
Ras : Beastman
Kekuatan Tempur : S]
‘Hmm. Dia sama kuatnya dengan Yagwar.’ Laciel melirik Yagwar di sampingnya.
“Hmm? Ada apa, Laciel?” tanya Yagwar yang merasa diperhatikan.
“Tidak,” jawab Laciel memalingkan mukanya.
Sehabis selesai membahas beberapa hal, mereka mengakhiri pertemuan tersebut.
Di lorong sebelum ke kamarnya, Laciel bertanya kepada Yagwar, “Apakah kamu tahu seberapa kuat dia, si Raja Panda?”
“Tidak. Tapi sepertinya, dia di atasku,” jawab Yagwar. “Ada apa kamu menanyakannya?”
“Lalu, kamu berani menantangnya di depan para pengawalnya?”
“Ah, itu ...,” Yagwar tidak melanjutkan perkataannya. “Maaf, khilaf.”
“Khilaf, kau bilang? Jangan-jangan, saat kamu menantangku, itu juga khilaf?”
“Be– begitulah.”
__ADS_1
“Hadeuh!” Laciel menepuk jidat atas jawaban Yagwar. Dia tidak menduga kalau dia adalah orang yang bertindak sebelum berpikir. “Kamu tahu siapa nama asli Raja Panda?”
“Zhen? Aku hanya pernah mendengarnya begitu. Namanya sangat tidak pasaran dan sangat khas dengan budaya Kerajaan Melankula.”
‘Dia cukup misterius. Kenapa pula dia menyembunyikan nama aslinya?’
Mereka pun menginap semalaman di penginapan tersebut. Dan keesokan harinya, mereka kembali berangkat menuju kerajaan pihak oposisi lainnya, yaitu Kerajaan Sarkarius. Sesuai namanya, itu adalah Kerajaan Hiu. Mereka tidak memiliki waktu untuk berleha-leha.
Dan saat sampai di sana, Laciel merasakan keadaan deja vu.
...*****...
3 Mei 1163 Zaenium.
Kerajaan Unkazar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Rombongan Tigris sampai pada malam hari sebelumnya. Meski demikian, dia tidak langsung melakukan penyerangan. Alasan pertama adalah mengistirahatkan pasukan, dan yang kedua adalah pemilihan waktu. Kerajaan Unkazar banyak dihuni oleh Beastman nokturnal, sedangkan mereka memiliki keunggulan pada siang hari.
Maka, setelah istirahat dan menunngu waktu yang tepat, penyerangan pun dimulai.
Surat dikirim ke pihak musuh. Yang menerimanya adalah Qormon. Dia segera mendiskusikan masalah ini kepada Viksen.
“Ini adalah masalah yang sangat serius! Aku tidak menduga kalau Kaisar akan bergerak secepat ini!” ujar Viksen.
“Mau menyesal pun sudah tidak berguna. Yang lebih penting untuk sekarang adalah mengevakuasi warga dan mengumpulkan pasukan,” saran Qormon. “Aku akan mengirimkan surat kepada tuanku!”
“Jangan!” larang Viksen. “Mereka sedang sibuk membentuk aliansi. Aku dipercaya oleh Yagwar untuk menjaga kerajaannya, bukan melapor jika ada masalah! Kita hanya harus menahan mereka selama mungkin jika tidak bisa
mengalahkannya.”
Hari sudah sore saat Tigris kehilangan kesabarannya.
“Dasar, Yagwar! Dia pasti sedang mengulur-ulur waktu selama mungkin! Sebentar lagi malam. Aku akan menyerangnya sekarang juga!” teriak Tigris marah di dalam tendanya. “Rins!”
“Ya, Yang Mulia!” Pengawalnya menjawab.
“Apa ada kabar dari Ratu Kelelawar?”
“Belum ada, Yang Mulia.”
‘Si4L! Dia juga belum menjawab panggilan Kaisar. Aku akan melaporkan hal ini kepada Kaisar nantinya!’ batinnya kesal. “Perintahkan pasukan untuk menyerang!”
“Baik, Yang Mulia.”
Pasukan khusus Kekaisaran Beastman Marhamzan pun bergerak untuk menundukkan salah satu kerajaan vasalnya, yaitu Kerajaan Unkazar.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....