Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 37 : Jim


__ADS_3

Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.


Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.


Malam hari.


Setelah menyetujui untuk membantu Aigis dan teman-temannya, Laciel meminta Aigis untuk menceritakan lebih detail lagi tentang keberadaan teman-temannya yang lain dan sukunya yang masih berada di bawah ancaman perbudakan Manusia.


“Teman-temanku ditangkap dan dijual oleh seseorang bernama Jim. Dia adalah orang dengan pengaruh yang lumayan besar di Dunia Bawah. Aku cukup beruntung karena dibeli oleh Guild Master dan dipekerjakan menjadi pegawai, tapi teman-temanku yang lain tidak seberuntung itu.” Ujar Aigis.


“Mereka yang masih belum dibeli, kondisinya masih lebih baik karena Jim ingin meraup keuntungan, dan syaratnya adalah para budak itu masih dalam kondisi yang baik. Sedangkan yang sudah terjual, aku tidak terlalu tahu kondisi mereka. Tapi kemungkinan besar mereka tidak baik-baik saja.” Lanjutnya.


“Jadi, tolong, Tuan, selamatkan teman-temanku!” Aigis memohon dengan sangat sampai bersujud.


...*****...


Laciel menyanggupinya. Dia langsung membuat rencana dan mengadakan sebuah rapat kecil bersama dengan Hana dan Nadja. Sedangkan Aigis sudah keluar. Dia istirahat karena jadwalnya adalah siang hingga sore.


Setelah mendengar penjelasan dari Aigis, dia akhirnya mengetahui kalau pria gendut yang dia menjual senjata kepadanya adalah pria yang bernama Jim yang merupakan tokoh balik bayangan yang membuat Aigis dan teman-temannya ditangkap dan diperbudak. Mengetahui targetnya sudah jelas dan pernah ditemui, bahkan Jim juga tampaknya ingin mengawasi Laciel dengan mengirimkan bawahannya tetapi gagal, Laciel hanya tersenyum di dalam hatinya.


Sebuah kebetulan yang sangat tidak terduga. Batinnya.


Dia sudah menyebarkan Wraith bawahannya. Memerintahkan mereka untuk mencari lokasi lain yang mungkin saja juga merupakan milik si Jim. Setelah itu mereka akan menghabisi semua bawahan Jim. Sedangkan mereka bertiga akan langsung menuju pusatnya.


Laciel mengenakan sebuah jubah biru yang baru dibelinya di Ibu Kota Zamara setelah pertempuran, dan sebuah topeng putih polos dengan gambar mulut tersenyum lebar dan dua lubang untuk mata berbentuk bulan sabit yang bagian tajamnya mengarah ke bawah.


Jubah sihir merah gelap topeng kayu kugunakan sebagai identitas Raja Iblis Lucifer. Jubah sihir itu dibalik sehingga yang terlihat adalah warna coklat, itu kugunakan sebagai identitas Petualangku, dengan nama Laciel. Dan kini, jubah biru yang baru kubeli bersamaan dengan topeng putih, akan kugunakan untuk identitas lain. Batin Laciel.


Entah kenapa, identitasku bisa menjadi banyak begini. Keluhnya dalam hati.


Dia lalu melihat ke arah yang lain. Hana dan Nadja juga membeli beberapa perlengkapan untuk situasi menyembunyikan identitas seperti ini.


Hana mengenakan sebuah pakaian gaun seperti baju China, berwarna hijau, dan juga tak lupa mengenakan sebuah topeng berwarna putih yang mirip dengan milik Laciel. Nadja juga sama. Yang membedakannya adalah warnanya yang merah.

__ADS_1


Kini mereka sudah siap sedia.


Seketika, Laciel mengingat sesuatu.


Merah, biru, hijau. Untung saja aku tidak memilih warna kuning. Jika iya, itu akan tampak seperti lampu lalu lintas. Batinnya teringat ketika melihat mereka bertiga menggunakan pakaian dengan warna yang mencolok terang.


“Kalau begitu, kita akan segera berangkat.” Ujar Laciel lalu keluar lewat jendela.


Dua orang lainnya mengikuti di belakangnya. Meninggalkan Nameer tertidur santai di atas kasur sendirian di ruangan itu.


...*****...


Laciel, Hana, dan Nadja telah sampai di sebuah tempat yang tadi sore didatangi oleh Laciel. Tidak seperti sebelumnya di mana masih banyak warga yang beraktivitas, lampu-lampu masih menyala, sehingga mereka harus bergerak berhati-hati agar tidak diketahui orang lain. Kini, di kawasan kumuh, mereka dapat bergerak cepat.


Bangunan-bangunan dan jalanan terlihat gelap. Hanya ada beberapa tempat atau ruangan yang memiliki pencahayaan. Dan mereka dapat dengan mudah menghindarinya. Itu karena di sini, di kawasan kumuh, menyalakan lampu atau obor sangat menguras biaya. Untuk makan sehari-hari saja sudah susah, lebih baik mereka tidur cepat untuk mencari uang keesokan harinya.


Saat mereka sudah sampai di sana. Sudah ada dua Wraith yang datang melapor. Mereka sudah melaksanakan tugas mereka dan dengan mudah membantai semua orang di sana. Tetapi, masih ada dua kelompok lagi yang belum kembali melapor. Mereka sangat setia kepadanya. Jadi, seharusnya mereka akan segera melapor ketika selesai. Itu artinya mereka belum selesai, dan mungkin sedang menghadapi masalah di sana.


Tetapi, Laciel tidak bisa memikirkan hal itu sekarang. Biarlah masalah itu untuk nanti. Sekarang, fokus utamanya adalah sebuah bangunan yang merupakan markas pusat milik Jim.


Seharusnya, orang seperti dia dihukum oleh seseorang yang merupakan Pahlawan. Tapi sepertinya langit memiliki kehendak lain. Justru Raja Iblis yang datang membawakannya hukumannya.


...*****...


Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.


Markas pusat milik Jim, Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.


Malam hari.


Seorang pria paruh baya yang gendut baru saja berolahraga malam dengan dua orang pelayannya. Masih dalam keadaan badan tak tertutupi sehelai pun, dia berjalan menuju mejanya dan menuangkan minuman, lalu meminumnya.


“Hah, enak. Sekarang,” gumamnya berpikir tentang orang yang tadi sore bawahannya dia perintahkan untuk diawasi. Sampai saat ini, mereka bahkan belum menunjukkan batang hidungnya, apalagi melaporkan. “Dasar tidak berguna! Mereka pasti dikalahkan atau sesuatu seperti itu. sepertinya aku harus mengirim orang lain. Semoga dia belum jauh pergi dari sini.”

__ADS_1


“Dori!” teriaknya memanggil seseorang.


Dia adalah bawahan yang lumayan setia, dan dia nilai mampu untuk melakukan tugas ini. Tapi, orang yang dipanggilnya tidak menjawab.


“Dori! Oi! Di mana kau?!” dia berteriak sambil berjalan menuju ke arah pintu seraya mengenakan sehelai baju mandi. Badannya sangat berkeringat sehingga menjadi lengket, dan dia ingin segera mandi setelah memberikan tugas kepada bawahannya yang bernama Dori itu.


Saat masih berjalan dan baru sampai di pertengahan ruangan, seseorang membuka pintu.


“Ah, akhirnya kau datang juga.” Ujarnya gembira mengira itu adalah Dori.


Tapi, raut wajahnya seketika berubah.


“Siapa kau?” tanyanya bingung.


Yang berdiri di depannya adalah Laciel yang mengenakan topeng putih sehingga dia tidak dapat menyadarinya. Bajunya juga tertutupi oleh jubah biru cerah itu.


“Siapa aku? Aku adalah Penyabut Nyawamu. Bergembiralah!” jawab Laciel.


Brak!


Laciel terhempas ke arah dia datang. Menghancurkan pintu dan hampir menembus ke ruangan yang lain. Dia tidak menyangka pria bernama Jim itu lumayan kuat. Jim juga tidak mendengarnya sampai selesai sehingga membuatnya kesal.


Dia lumayan kuat, dan perilakunya sangat membuatku kesal! Batin Laciel mengeluarkan hawa membunuh.


“Aku tidak peduli siapa dirimu. Tapi, begitu kamu menantangku, kamu seharusnya sudah tahu siapa aku dan siap untuk menerima konsekuensinya, bukan?”


Jim berjalan santai dengan baju mandi putih. Tatapannya mengeluarkan aura membunuh.


“Kuu he he! Jika tidak begini, itu tidak akan menarik!” teriak Laciel penuh semangat.


...*****...


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....

__ADS_1


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2