
Musim semi, 25 April 1163 Zaenium.
Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.
Pagi hari.
Setelah semua temannya Aigis berkumpul, Laciel langsung menteleportasikan mereka semua ke dungeon miliknya. Di sana, Hazura sudah menunggu.
“Selamat datang kembali, Yang Mulia.” Sapa Hazura.
“Hazura, aku ingin kalian menjamu mereka dengan baik.” Ucap Laciel sambil melihat ke arah para Beastman.
Mereka semua adalah herbivora, seperti kelinci dan hamster. Jadi Laciel ingin Hauzra menyiapkan makanan yang sesuai dengan mereka.
Hazura yang memahami maksud perkataan Laciel langsung menyanggupi dan berkata, “Baik, Tuan.” Tanpa bertanya lebih lanjut lagi.
Bawahan Hazura langsung membawa mereka ke tempat masing-masing setelah Hazura menyuruhnya. Mereka berempat kini berjalan menuju ruang kerja Laciel yang juga dapat berfungsi sebagai ruang rapat.
Ruangan itu lumayan luas. Di sisi kiri adalah ruangan rapat, dengan sebuah meja kayu besar dan di sisi-sisinya berjejer kursi-kursi. Dan di sisi kanan adalah ruangan kerja Laciel dan beberapa bawahannya. Sekilas, kamu tidak akan menyangka kalau ruangan ini berada di bawah tanah, dan tidak menyangka kalau di dalam dungeon ada ruangan seperti ini.
Laciel duduk di sebuah sofa. Tiga orang yang mengikutinya duduk berhadap-hadapan. Dua orang pelayan dari ras Goblin membawakan minuman dan makanan ringan.
“Bagaimana dengan perkembangan Kerajaan ini?” tanya Laciel membuka percakapan.
“Sangat lancar, Yang Mulia. Pembangunan tiga dungeon lainnya juga berjalan dengan cepat, karena banyak monster yang bergabung dengan Kerajaan Anda.” Jawab Hazura.
Setelah Peperangan Redwood, Laciel memerintahkan Hazura untuk membangun dungeon lainnya. menggenapi jumlah dungeon selain dungeon pusat menjadi 4.
Kini sudah ada 5 dungeon milik Laciel. Dungeon Red Skull yang berada di timur laut, dan merupakan dungeon pertama. Lalu ada dungeon ini yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Dan tiga sisanya adalah dungeon yang baru dibuat, dan berada di arah barat laut, barat daya, dan timur laut dari dungeon pusat.
“Selain itu, masih ada beberapa suku monster yang memilih untuk membuat sarang atau perkemahan di luar dungeon, alias di atas tanah. Mereka juga membuat ladang, sehingga masalah makanan tidak ada masalah.” Lanjut Hazura.
“Bagaimana dengan Kerajaan Zamara dan Kekaisaran Zaenia?” tanya Laciel.
“Kerajaan Zamara masih belum membuat pergerakan. Sebagian besar warganya masih mengungsi, walau sudah ada beberapa yang kembali. Hanya saja, warga desa sekitar tidak ada yang kembali lagi.” Jelas Hazura.
“Yah, itu sudah sewajarnya mereka menjauhi Kerajaan Iblis sejauh dan sebisa mungkin.” Timpal Hana.
“Lalu, Kekaisaran Zaenia belum melakukan pergerakan apa pun, padahal seharusnya kabar tentang kita telah terdengar keluar.” Tutur Hazura melanjutkan.
“Apakah mereka memang tidak khawatir tentang Iblis, Hana?” Laciel bertanya kepada Hana.
“Sepertinya memang begitu. Kau masih ingat tentang peta dunia? Di sebelah barat benua ada empat Kerajaan Iblis. Mereka sudah berada di sana bahkan sebelum Kekaisaran Zaenia ada. Tapi, mungkin karena Kekaisaran Zaenia pernah menguasai seluruh daratan, mereka tidak akan khawatir tentang Raja Iblis lainnya.” Jawab Hana.
“Kerajaan Soutazian, Kerajaan Britazian, Kerajaan Istazian, dan Kerajaan Utarzan, kan?” Laciel menyebut nama keempat Kerajaan Iblis itu. Dia memiliki kemampuan mengingat yang baik, meski tidak sehebat kemampuan ingatan fotografis.
“Benar. Bahkan, jika keempat Kerajaan itu bersatu, mereka masih tidak dapat menandingi Kekaisaran Zaenia dalam banyak hal, seperti luas wilayah maupun kekuatan militer.” Ucap Hana.
“He he. Jika Kekaisaran Zaenia saja tidak mempedulikan Kerajaaan Iblis yang sudah hidup lama, apalagi aku yang merupakan Raja Iblis yang baru saja muncul di permukaan, bukan?”
“Tidak, Yang Mulia. Kekuatan Anda sangatlah kuat. Bahkan Anda memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap sihir suci, dibandingkan Iblis yang lain.” Ujar Hazura memuji.
__ADS_1
“Untunglah jika mereka tidak menaruh perhatian kepadaku. Jadi, aku akan bisa melakukan hal lain untuk saat ini.” Laciel lalu berdiri. “Kuserahkan Kerajaanku kepadamu lagi selama aku pergi.”
“Tentu saja, Yang Mulia. Serahkan kepada saya.” Hazura membungkuk saat diberikan tugas lagi.
Menurutnya, itu bukanlah beban, melainkan pujian karena merasa dipercaya oleh Tuannya.
Keluar dari ruangan itu, Laciel melihat ada Aigis berdiri menunggu di hadapannya sekarang.
“A– Anda mau pergi ke mana, Ya– Yang Mulia?” tanyanya.
“Tidak perlu memanggilku dengan sebutan Yang Mulia.” Ujar Laciel risih.
“Anda adalah Tuan saya dan Tuan teman-teman saya. Dan Anda juga telah membantu kami. Jadi, terimalah penghormatan kami.” Ucap Aigis kukuh di atas pendiriannya.
“Huft, baiklah. Toh, tanpa kamu hormati pun aku akan tetap terhormat seperti biasanya.” Kata Laciel berlalu pergi.
“Benar-benar kata-kata yang mulia dari Yang Mulia!” Hazura berteriak memuji.
“Bisakah kau diam?” Laciel menghela napas.
Dia tidak pernah serisih ini sebelumnya. Memang benar dia adalah Tuan mereka. Akan tetapi, rasanya agak gimana gitu.
“Menjawab pertanyaanmu sebelumnya, aku akan pergi ke Kekaisaran Beastman.” Jawab Laciel menatap Aigis.
“Kalau begitu, biarkan saya mengikuti Anda. Saya akan menjadi pemandu yang baik.” Ujar Aigis terlihat percaya diri.
“Itu benar, Laciel. Bahasa yang digunakan di Kekaisaran Beastman berbeda dengan kita karena mereka tidak menggunakan bahasa Zaenia.” Ujar Hana.
“Ras Iblis memiliki keunggulan di dalam pengetahuan, dan dapat dengan mudah menguasai banyak bahasa sekaligus, Tuan.” Jawab Hazura.
“Bukankah kau sendiri adalah Iblis?” tanya Nadja. "Kamu bertanya seolah-olah kamu adalah orang dari dunia lain, atau seseorang yang terkurung di tempat terpencil. Bahkan Raja Iblis yang terkurung di dalam dungeon seperti diriku ini masih bisa mendapatkan informasi dari luar." Nada suaranya terdengar bangga.
Ugh, aku lupa kalau aku adalah Iblis. Batin Laciel.
“Sebenarnya ini agak rumit. Karena dunia ini pernah dikuasai oleh Kekaisaran Zaenia, maka semua penduduknya menggunakan bahasa Zaenia, akan tetapi beberapa masih menggunakan bahasa kuno lainnya. Sehingga, hal ini
menyebabkan kepada terjadinya percampuran bahasa dan menciptakan dialek yang berbeda.” Ucap Hana menjelaskan.
“Jadi, Kerajaan Zamara menggunakan bahasa Zaenia, tapi bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa Zaenia yang digunakan di Kekaisaran Zaenia. Tapi, karena masih satu bahasa, tidak terlalu susah untuk memahami perkataan orang dari negara lain selama itu masih merupakan bahasa Zaenia.” Tambahnya.
Ah, jadi ini seperti bahasa Arab, yang mana negara-negara Arab menggunakan bahasa Arab yang sama, tapi setiap negara, wilayah atau beberapa daerah tertentu memiliki dialeknya masing-masing. Batin Laciel. Contoh lainnya juga banyak seperti bahasa Jawa yang berbeda dialek di tiap kota atau daerahnya. Begitu pula bahasa Jepang, Inggris, dll.
Tapi, memengaruhi seluruh negara dengan satu sistem yang sama. Perintis Kekaisaran Zaenia pastilah orang yang sangat hebat.
“Jadi, apakah Anda akan tetap membawa saya, Yang Mulia?” tanya Aigis memastikan.
“Hmm, baiklah. Aku akan mengizinkanmu jika kamu tidak memanggilku dengan sebutan ‘Yang Mulia’.” Ujar Laciel memberi syarat kepada Aigis.
“Baik, Tuan!” jawab Aigis cepat.
*Ugh, seharusnya aku menyuruhnya memanggilku dengan namaku saja. *Batin Laciel menyesal syaratnya kurang akurat dan tidak menghasilkan nilai yang diinginkan.
__ADS_1
“Baiklah, terserah kau saja.” Ujar Laciel lelah dengan semua ini. “Kita akan istirahat lagi untuk saat ini. Nanti sore kita akan lanjutkan perjalanannya.”
“Baik, Laciel!”
“Baik, Tuan!”
Kata Hana, Nadja, dan Aigis bersamaan.
...*****...
Musim semi, 25 April 1163 Zaenium.
Restoran Daibu, Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.
Siang hari.
“Hah?! Misi diundur?!” teriak seorang pemuda.
“Pelankan suaramu.” Seorang gadis di depannya menutup mulutnya dengan cepat. Takut ada orang lain yang mendengar.
Mereka berdua sedang berada di sebuah restoran terkenal di Kota Dalam, kota yang berada di bagian dalam tembok di balik jurang. Tempat itu penuh dengan orang lapar dan orang yang sedang berdiskusi. Keributan yang ditimbulkannya membuatnya menjadi pusat perhatian sementara para pengunjung restoran.
“Maaf, aku hanya terkejut mendengar perintah dari Bos.” Ujarnya. “Tapi, kenapa?”
“Para Petinggi akan melakukan rapat secepatnya. Bos akan memberitahu hasilnya secepatnya. Ada sebuah variabel baru yang masuk ke dalam alur dunia ini. Memperhatikan tindakan selanjutnya akan memengaruhi misi ini, bahkan mungkin sampai tingkat misi ini akan dibatalkan.” Jelas gadis di depannya.
“Variabel baru, katamu?” tanyanya memastikan.
“Bukan kataku. Itu kata Bos, dari Para Petinggi.” Jawabnya mengklarifikasi.
“Iya, maksudku, kamu baru saja mengatakannya tadi.”
“Benar.”
“Apakah itu ada hubungannya dengan kejadian semalam?” si pemuda itu terus bertanya.
“Tidak tahu. Kamu tanyakan saja kepada Bos.” jawab si gadis tanpa jeda. “Intinya, misi ini diundur, dan ada kemungkinan dibatalkan. Kamu hanya perlu menunggu perintah selanjutnya.”
Setelah mengatakan itu, gadis itu pergi. Meninggalkan si pemuda sendirian di meja dengan dua kursi.
“Sebenarnya, apa yang terjadi semalam?” gumamnya berbicara sendiri.
Setelah diserang oleh para Wraith, aku mendapat perintah untuk mengundurkan misi penting ini yang telah direncanakan sejak lama. Dan bahkan merupakan salah satu tujuan terbentuknya organisasi yang dibuat. Dia masih memikirkan alasan sebenarnya. Yang terjadi semalam. Pasti ada sesuatu di balik itu.
Setelah merenung lumayan lama, dia juga pergi dari restoran itu.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1