
6 Mei 1163 Zaenium.
Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.
Siang hari.
Kemarin, Yagwar menangis dalam diam. Hanya ada air mata tanpa suara. Keheningan yang sangat dalam. Tidak ada banyak yang bisa dibantu.
Syarka dan Oul mengatakan akan mengurusnya. Oul sendiri juga bisa menggunakan sihir Teleportasi, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebelum mereka pergi, mereka bilang akan mengumpulkan pasukan dan menyerang Wilayah Kaisar secepatnya.
Dan sekarang, di sinilah Laciel sekarang. Sedang beristirahat setelah melakukan pemanggilan monster dalam jumlah besar. Bahkan meski sudah diselingi dengan memulihkan mana dengan Tower of Mana, dia tetap kewalahan. Dungeon ini menjadi sempit karena ratusan monster yang tiba-tiba muncul setelah dipanggil.
“Hah~” Nadja di sebelahnya menghela napas. Dia sudah kelelahan lebih dulu karena tidak memiliki skill Tower of Mana.
“Yang Mulia, sepertinya segini sudah cukup,” ucap Hazura yang berlutut di hadapannya.
“Berapa jumlah semuanya?” tanya Laciel.
Dia tidak terlalu fokus menghitung tadi. Hanya memanggil monster sebanya mungkin sampai mana-nya terkuras banyak.
“Yang baru saja dipanggil ada 400 Skeleton, 400 Wraith, 400 Imp, 60 Assassin Wraith, dan 9 Iblis Tingkat Tinggi, Tuan,” lapornya. “Dan yang dipanggil oleh Nona Nadja adalah 500 Lizardman dan 10 Naga.”
“Kamu urus 9 Iblis Tingkat Tinggi tersebut. Kamu sudah menguasai Sihir Teleportasi dan Portal, ‘kan?”
“Sudah, Tuan.”
“Bagus. Ajari mereka. Kita akan berangkat ke Kerajaan Unkazar dulu agar kamu dapat menentukan koordinatnya sendiri nanti.”
“Baik, Tuan.”
Sebelum pergi, Laciel melihat seekor kucing. Itu adalah Nameer!
‘Se– sejak kapan aku terakhir kali tidak melihatnya? Aku melupakannya lagi?’ Laciel sedikit gugup. Untung saja dia tidak meninggalkan Nameer di tempat lain seperti sebelumnya. “Sejak kapan Nameer berada di sini?” tanyanya kepada Hazura.
“Ah, itu sejak Tuan kembali pergi ke Kekaisaran Beastman setelah sebelumnya Tuan membawa para Beastman Kelinci,” jawab Hazura. “Sejak saat itu, ia hanya makan dan tidur seharian penuh. Persis seperti kucing rumahan.”
‘Ya– yah, setidaknya dia tidak marah dan sepertinya malah senang karena kutinggal.’
Setelahnya, Laciel, Hazura dan 9 Iblis Tingkat Tingginya berangkat ke Kerajaan Unkazar dengan sihir teleportasi. Mereka sampai dalam sekejap. Kali ini Laciel membawa mereka ke reruntuhan Ibu Kota Kerajaan Unkazar.
“Kumpulkan pasukan di sini. Bangun benteng pertahanan secepatnya,” ujar Laciel. “Lalu kirim sebagian pasukan ke arah barat. Aku ingin kalian juga membantu menjaga Kerajaan Servini.”
__ADS_1
Laciel pun pergi lagi. Kali ini sendirian. Ke Kerajaan Sarkarius.
...*****...
“Ah, Laciel.” Syarka menyambutnya di ruangan tamu.
“Bagaimana kabarnya?” tanya Laciel langsung.
“Dia ada di kamar tamu. Tidak mau keluar. Mogok makan,” jawab Syarka.
“Kelakuannya seperti anak kecil tidak dibelikan mainan saja,” ujar Laciel.
“Apa? Mainan? Apakah itu sesuatu yang bisa dimakan? Atau senjata?” Syarka bingung dengan kata-kata Laciel.
“Tidak usah dipedulikan. Aku akan menjenguknya.” Laciel pergi meninggalkannya, sementara Syarka masih dalam kebingungan.
Pintu kamar diketuk Laciel. Tidak ada jawaban dari dalam.
“War! Yagwar!” panggil Laciel. “Aku masuk, nih, ya?”
Meski masih siang, ruangan itu gelap. Tirainya tidak terbuka. Laciel dapat melihat kalau Yagwar sedang terduduk di ujung kasur.
Dia pun melangkah mendekatinya. Menyingkap tirai. Membiarkan cahaya siang hari masuk menerobos menerangi ruangan. Setelahnya dia duduk di samping Yagwar.
“Mereka tidak akan tertangkap dan terbunuh jika saja aku tidak pergi,” lanjutnya.
Laciel memutar otak. Dia tidak tahu jawaban apa yang harus dia ucapkan.
Setelah berpikir lama, dia akhirnya menemukannya.
“Benar, ini adalah salahmu!” tegas Laciel.
Ucapan Laciel mengejutkan Yagwar. Dia pikir dia akan mendengar ucapan belangsukawa atau nasihat atau semacamnya dari Laciel. Dia tidak menduga kalau dia akan disalahkan juga pada akhirnya.
“Karena ini adalah kesalahanmu, maka kamu harus menebusnya!” lanjut Laciel. “Balaskan dendam mereka. Selamatkan mereka. Jangan kabur.”
Semua perkataan Laciel menusuk hatinya.
“Apakah aku bisa melakukannya?”
“Memangnya apa yang telah kita lakukan beberapa hari belakang ini? Bertamasya? Kita sudah memiliki aliansi. KITA PASTI BISA mengatasinya.” Laciel menekankan beberapa kata untuk meyakinkan Yagwar.
__ADS_1
“Benar. Kamu benar. Maaf aku menjadi seperti ini.”
“Tidak apa-apa. Seseorang yang memiliki hati pasti bisa merasakan emosi. Jadi, mau membalas untuk mereka?”
“Tentu!”
...*****...
Yagwar kembali bersemangat. Setelah mengembalikan energi dengan makan, dia berteleportasi dengan Laciel ke kerajaannya. Di sana terlihat ada sepasukan monster dan Iblis yang membangun bangunan pertahanan seperti menara pengintai dan kastil.
“Maaf telah menggunakan tanah kerajaanmu tanpa bilang-bilang,” ucap Laciel.
“Ha ha, tenang saja! Aku sendiri bingung ingin melakukan apa terhadap tempat ini.”
“Di mana Hazura?” tanya Laciel.
Salah satu Iblis bawahan Hazura mendekat lalu menjawab, “Tuan Hazura sedang pergi ke Kerajaan Servini, Tuan.”
“Ah, begitu. Lalu, bagaimana dengan perkembangan di sini?”
“Baru seperempat pasukan yang telah sampai, Yang Mulia. Sisanya masih menunggu giliran.”
Laciel berjalan memasuki daerah yang sedang dibangun. Salah satu yang menonjol adalah sebuah struktur berbentuk persegi panjang ke atas yang berlubang tengahnya. Sebuah cahaya magis mengisi lubang di tengahnya. Beberapa Iblis Tingkat Tinggi yang baru dipanggil Laciel menjaga portal tersebut tetap aktif. Dan dari sanalah monster dan Iblis dari kerajaannya dapat sampai ke sini dengan cepat dan minim “biaya”, walaupun membutuhkan lebih banyak waktu.
“Pembangunan bangunan pertahanan juga masih dimulai. Tidak ada kendala untuk saat ini. Ada banyak sumber daya yang tersedia di sekitar,” lanjut Iblis itu melaporkan.
“Baguslah,” balas Laciel.
“Yang Mulia,” Hazura memanggil. Dia turun dari langit. “Pemimpin Kerajaan Servini menolak bantuan kita. Dan bahkan dia mengatakan akan memihak Kaisar.”
“Pemimpin Kerajaan Servini? Siapa dia?” tanya Laciel.
“Dia menyebut dirinya sebagai Servus Yang Agung,” jawab Hazura.
“Itu adalah ayahnya Viksen,” jelas Yagwar. “Bagaimanapun, dia harus berada di pihak kita. Laciel, tolong bawa aku menemuinya. Aku akan berbicara dengannya.”
“Sayangnya, aku tidak bisa berteleportasi ke tempat yang belum aku kunjungi. Tapi aku bisa membawamu ke tempat yang setidaknya lebih dekat. Dari sana kita akan terbang.” Laciel ingat dia pernah berkemah di perbatasan Kerajaan Servini.
Sekali lagi, Laciel berteleportasi ke tempat lain. Kali ini bersama dengan Yagwar dan Hazura. Dari sana, mereka terbang, kecuali Yagwar yang digendong oleh Hazura.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....