
12 Mei 1163 Zaenium.
Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.
Malam hari.
[Halo, Tuan. Lama tak jumpa. Semoga kamu tidak lupa siapa aku.]
Sesosok binatang seperti serigala berbulu putih raksasa berukuran 5 meter berdiri di lubang buatannya di dinding dekat dengan pintu masuk ruang takhta. Tampak darinya sebuah aura mistis, kuat, tetapi tidak niat membunuh sama sekali sedikit pun. Dia hanya berdiri di sana.
“Siapa kamu?” tanya Hazura.
Namun, Laciel tidak memerlukan jawabannya. Dengan berbekal skill Appraisal ditambah akses Admin, dia bisa menganalisa target dan menemukan bahwa namanya adalah ....
[ ]
‘Tidak ada?!’ Laciel terkejut.
Apa yang ada di hadapannya sekarang adalah sebuah layar biru seperti biasanya. Namun, itu tidak memiliki isi. Tidak tertulis apa pun di atasnya.
‘Apa maksudnya ini? Sesuatu yang tidak dapat dideteksi oleh sistem dengan akses Admin?’
[Terima kasih atas ‘makanannya’. Itu sangat membantu sekali. Aku akan menjadi salah satu dari 7 Dosa Besar, mungkin?]
‘7 Dosa Besar?’ Laciel berpikir.
Di saat Oul memberitahukannya tentang celah-celah yang dimiliki oleh sistem, dia memberitahukan tentang batasannya juga.
“Sebagai seorang Administrator Sistem, Anda memiliki kemampuan untuk memperkuat 7 orang tertentu, termasuk dirimu. Dan dengan kekuatan itu, Anda dapat memilih dan membangun kembali kekuatan Anda dimulai dari 7 Dosa Besar,” jelas Oul.
“7 Dosa Besar?” Laciel bertanya heran. Dia memang familiar dengan kata-kata itu. Tetapi, “Memilih dan membangun kekuatan? Bukankah 7 Dosa Besar harus dilatih secara intensif dan membutuhkan waktu lama?”
“Melalui cara konvensional? Iya. Melalui bantuan sistem? Tidak. Tapi, kamu harus pastikan bahwa orang yang kamu beri kekuatan adalah orang-orang yang kamu percayai. Karena, tidak ada jaminan dan tidak ada yang tahu.”
Hanya dengan beberapa saat, Laciel sudah menentukan seperti apa susunan 7 Dosa Besar yang akan dibuatnya.
Dia sendiri. Hanafsah yang sangat setia dan telah menunjukkan kesetiannya. Dwi Nadja yang sangat berpotensi. Hazura Enfador yang setia dan memiliki potensi. Medusa, bawahan Nadja. Dan Garnamtiar, bawahan pertamanya.
Untuk yang terakhir, dia agak bimbang dan berpikir akan menentukannya ketika mereka berkumpul. Kandidatnya adalah Zalfarin yang sangat berpotensi, Ygir dengan potion-nya, atau Dalferin, Wraith yang selalu menemaninya.
Untuk itulah dia kini berada di ruang takhta. Masih dalam keadaan bingung siapa yang akan mendapatkannya, tetapi kekacauan tiba-tiba hadir merusak rencana.
__ADS_1
“Aku tidak tahu kamu siapa. Tapi, akan kupastikan kamu membayar atas semua ini!” ujar Laciel.
Seketika, semua bawahannya sudah bersiap bertarung. Hanya dengan satu perintah, semuanya akan segera melaksanakannya.
[Ya ampun, Tuanku memang pelupa. Ini aku, lo. Satu-satunya bawahan yang sering dilupakan oleh Anda.]
Di saat Laciel berpikir siapa, muncul beberapa bawahannya dari arah pintu masuk.
“Yang Mulia! Yang Mulia!”
Mereka adalah para Goblin.
“Eeeekk!!”
Mereka terkejut ketika melihat serigala itu berada di sana.
“Ada apa?” tanya Laciel.
Salah satu Goblin maju lalu berkata, “Familiar Anda, si Nameer, Blade Tiger yang bisa berubah jadi kucing, dia tiba-tiba menjadi besar dan menjadi ITU!!!” Dia menunjuk serigala putih raksasa.
Di saat masih sedikit kebingungan, sebuah notifikasi muncul di layar.
[Selamat, Pemilihan 7 Dosa Besar telah berhasil!]
Laciel Lucifer (Pride)
Hanafsah (Lust)
Dwi Nadja (Envy)
Hazura Enfador (Wrath)
Medusa (Greed)
Garnamtiar (Gluttony)
(Sloth)
Laciel melihat slot nama terakhir. Awalnya tidak ada nama di sana. Lalu, seperti terjadi error, nama “Nameer” muncul di sana. Dia lalu menatap Nameer dengan tajam.
“Apa maksud dari semua ini?”
__ADS_1
Tensi ruangan meningkat.
[Aku ingin berbicara dengan Anda seorang, Tuanku,] ucap Nameer. [Kita dapat berbicara di sini saja. Anda hanya perlu mengatakannya lewat pikiran, karena aku dapat membaca pikiran.]
Nameer sudah mengucapkannya sebelum Laciel bertanya.
‘Jadi apa yang kamu inginkan?’ tanya Laciel dalam pikirannya. ‘Kenapa kamu menjadi seperti ini? Bagaimana bisa kamu mendapatkan kekuatan 7 Dosa Besar? Dan apa kamu? Bawahanku, atau musuhku?’
[Banyak sekali pertanyaanmu, Tuanku. Tapi, akan aku jawab dan jelaskan. Pertama, aku bukanlah aku yang kamu kenal. Aku adalah Roh. Kesadaranku masuk ke tubuh ini dan kugunakan sebagai Avatar. Bisa dibilang, inang? Tapi, aku bukanlah parasit dan tidak bisa dikeluarkan.
[Dan sejak kesadaranku memasuki tubuh ini, seketika itu pula aku mendapatkan kekuatan yang besar akibat afinitas mana Roh adalah yang tertinggi dari semua makhluk, bahkan melebihi Elf. Dengan kekuatan itu, aku pun mengubah tubuh ini agar lebih mudah dikendalikan.
[Dan caraku mendapatkan kekuatan 7 Dosa Besar? Itu mudah dijelaskan. Sama seperti halnya kamu dapat mencuri uang, kamu juga dapat mencuri kekuatan. Jika uang dicuri dengan kekuatan fisik atau koneksi, maka kekuatan dicuri dengan kemampuan.
[Lalu, aku ini apa? Aku akan menjadi pengawasmu, Tuanku. Aku sangat tertarik denganmu, bahkan sejak pertama kamu lahir di dunia ini. Aku sudah mengawasimu selama itu. Seorang Iblis dengan darah murni, tetapi tidak terkotori oleh Sihir Terlarang dan malah menyukai berbagai elemen, tidak seperti Iblis yang lainnya.]
Para bawahan Laciel melihat satu sama lain. Tuan mereka dan serigala putih raksasa yang katanya adalah Nameer sudah diam sejak tadi. Seolah-olah mereka berada di dunia lain.
‘Lalu, setelah kamu mengawasiku, apa yang kamu inginkan?’ tanya Laciel. Dia justru semakin curiga kepada Nameer.
‘Aku tidak pernah mendengar tentang Roh sebelumnya. Bahkan nama itu tidak ada di Perpustakaan Istana Iblis.’
Selagi dia berbicara dalam hati dan berpikir, dia juga mencari tahu tentang Roh di dalam sistem. Dengan akses Admin yang diajarkan oleh Oul, dia bisa mencari sesuatu dengan mudah tanpa perlu berada di Perpustakaan Kastil Timur.
Namun, itu semua tidak membuahkan hasil. Tidak ada satu pun artikel yang menyebut tentang keberadaan Roh. Antara entah si Zen memang tidak pernah mendengarnya, atau dia menyembunyikan fakta itu karena menyimpan informasi yang berbahaya. Mengingat kelicikan dan sifat manipulatif Zen, Laciel mengira kalau pilihan kedua adalah yang paling masuk akal.
‘Si.al, Dewa Pengetahuan Zaenus sangat pelit sekali membagikan ilmu pengetahuan!’
Dia memaki Zen yang, menurut Oul, mengumumkan dirinya sebagai Dewa Pengetahuan Zaenus.
Saat Laciel menatap ke depan, dia seolah-olah melihat kalau Nameer tersenyum sedikit.
‘Tidak bisa kah kamu menahan diri untuk tidak membaca pikiran orang lain? Sepertinya aku harus mengajarkan dunia ini tentang pentingnya privasi.’
[Aku tidak menginginkan apa-apa, kecuali kamu tidak menggunkan Sihir Terlarang, menegakkan keadilan, menyebarkan kedamaian, dan tidak sembarangan membunuh orang yang tidak bersalah.]
Laciel bingung dengan permintaan tidak masuk akal tersebut.
‘Enyahlah! Itu mustahil. Aku bukanlah Elf yang suci. Aku adalah Iblis.’
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....