
11 Mei 1163 Zaenium.
Luar Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Kedatangan Arkan benar-benar merubah alur dan keseimbangan kekuatan di perang medan.
Di saat Syarka, Yagwar, dan Zhen sudah setengah babak belur menghadapi Leo dan Tigris, Arkan datang ikut membantu. Dia sendirian mampu menghadapi Leo satu lawan satu.
Sring! Srak!
Arkan sudah melemparkan jangkarnya dan menangkap kaki Leo. Seperti disengaja, Leo tidak memberontak bahkan setelah dia ditarik untuk mendekat.
BUK! BUK!
PAK!
Leo melancarkan pukulan. Tetapi Arkan mampu menahannya. Dengan gesit, dia memainkan kapak di tangan kanannya untuk menangkis semua serangan Leo.
Sring!
Saat dia mengayunkan kapak itu secara mendatar atau horizontal, Leo menghindar dengan cara menunduk. Dia tidak bisa pergi menjauh dengan kaki yang terikat rantai.
BUK!
Memanfaatkan situasi tersebut, Leo menghajar wajah Arkan. Namun, pukulan itu seolah tidak memberikan kerusakan yang berarti bagi Arkan. Dia hanya dengan santainya kembali mengayunkan kapak tersebut. Kali ini secara vertikal ke arah Leo di bawahnya.
BUMM!!!
Leo menangkis serangan tersebut. Serangan Arkan pun meleset dan menghancurkan tanah di samping tempat berdirinya Leo. Sangat dalam hingga kamu dapat menanam pohon pisang yang sudah besar di dalamnya.
Leo menelan saliva karena merasa beruntung bisa menghindari serangan tersebut. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi.
Sring!
Sebuah pedang melesat di dekat muka Leo. Itu adalah Laciel yang menghunuskannya.
Meski terlihat meleset, namun itulah yang sebenarnya diincar Laciel. Leo terkejut dan mulai mengubah posisi kuda-kuda. Tetapi, dia masih tidak bisa bergerak bebas.
‘Aku harus bebas dari rantai ini terlebih dahulu.’
“Hya!”
Buk buk buk buk!!!
Leo menendang berkali-kali sambil berputar. Arkan hanya menahannya dengan kedua lengannya. Namun, bukan itu yang dia incar. Dia berputar untuk melepaskan rantai secara perlahan. Dan di saat Arkan baru menyadari apa tujuannya, itu sudah terlambat. Leo segera menjauh dari mereka berdua.
‘Dia dapat membuat keputusan dengan cepat,’ pikir Laciel.
Di sisi lain, Tigris sedang kesulitan dalam menghadapi lima orang sekaligus. Apalagi tanpa Leo di sampingnya. Tanpanya, dia tampak seperti setengah lebih lemah. Namun tetap harus diwaspadai.
BUK! BUK! BUK!
BUK!
Yagwar melancarkan serangan.
“Itu tenaga terakhirku,” ucapnya kepada yang lain.
“Serahkan sisanya kepada kami,” timpal Syarka maju menghadapi Tigris. “HYA!!!”
BUK! BUK!
__ADS_1
BUK! BUK!
BUK! BUK!
Syarka terus-menerus menyerang. Tidak membiarkan Tigris beristirahat barang sedetik jua. Tigris yang sudah terpojok semakin dipojokkan oleh Zhen yang membantu menyerang dari samping kanan, Hanafsah dari kiri, dan Oul dari atas. Kombinasi sempurna yang dapat disebut sebagai formasi penghabisan.
Hingga akhirnya, Tigris tahu kalau itu adalah akhirnya. Stamina miliknya sudah habis, dan Syarka serta yang lain masih tetap menyerang.
“Aku akan mengakhiri ini. Tidurlah sebentar,” ujar Zhen.
Tuk! Tuk tuk!
Zhen lalu menyerang beberapa titik di tubuh Tigris dan membuatnya pingsan seketika. Setelahnya, tubuh tanpa kesadaran itu terjatuh ke atas tanah.
“Akhirnya. Sekarang, sisa Kaisar Singa,” ujarnya.
Kembali ke sisi Laciel. Mereka semakin merasa kesulitan karena Leo sudah terlepas dari rantai Arkan.
Dia lalu melihat sekitar dan menyadari kalau Kalinda sudah kalah, dan Tigris sudah terpojok. Hanya tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya hanya tersisa dia yang berjuang seorang diri.
“Tidak ada pilihan lain. Hanya ini satu-satunya jalan,” gumam Leo sambil mengeluarkan sebuah pil merah dari dalam sakunya.
Arkan terkejut melihat Leo memiliki pil tersebut. Pasalnya, pil atau ramuan sihir adalah benda langka. Teknik pembuatannya sudah hilang tergerus oleh zaman.
Leo segera menelan pil itu lalu menggunakan skill khusus miliknya, Berserk.
[Nama Item : Pil Kemarahan
Tipe : Ramuan Sihir
Catatan : Pil yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatan Pengguna sebanyak dua kali lipat.]
[Nama : Leo X
Title : Kaisar Singa, ???.
Kekuatan Tempur : ???
Catatan : Lawan yang sangat kuat. Sedang dalam kondisi Berserk. Kekuatan tempur meningkat empat kali lipat.]
‘Meningkat sebanyak empat kali lipat? Bukankah itu sangat curang?! Kekuatan dasarnya saja sudah tidak dapat diketahui!’ Laciel mengutuk ketidakseimbangan kekuatan ini.
Sring! Srak!
Arkan sudah melemparkan rantai berjangkarnya kembali. Kali ini, Leo juga membiarkannya tertangkap dengan mudah. Namun, saat Arkan hendak menariknya, justru dia yang ditarik oleh Leo. Tangan Leo sudah mengepal. Siap memukul Arkan sekuat tenaga.
“Absolute Barrier!”
Laciel memasangkan penghalang pada Arkan, meski dia tahu kalau itu tidak akan banyak berguna.
BUUUMMM!!!
PYAR!!!
Satu pukulan dari Leo membuat Absolute Barrier milik Laciel hancur berkeping-keping. Ditambah, Arkan juga tetap merasakan serangan dahsyat dari pukulan Leo.
Yang lain segera datang membantu. Mereka mengelilingi Leo. Tersisa Syarka dan Zhen di formasi depan, serta Laciel, Hanafsah, dan Oul di formasi belakang.
“Sebaiknya kamu menyerah sekarang, Leo. Yang lain sudah kalah,” kata Syarka.
“Bukankah kalian yang sebaiknya menyerah sekarang?” balas Leo.
Dialog tidak bisa diperpanjang lagi karena Leo segera melancarkan serangan.
__ADS_1
BUM! BUM!
BUM! BUM!
Setiap serangannya mengeluarkan kekuatan yang sangat dahsyat.
Buk! Buk!
Syarka membalas menyerang. Leo menerimanya dengan tangan terbuka. Setiap serangannya tidak berdampak apa-apa. Seperti besi yang dibelai oleh kelinci.
“Sudah lihat perbedaan kekuatan kita?” Leo menyunggingkan seringaian senyuman.
BUG!!!
Satu pukulan di perut dan Syarka bertekuk lutut.
“Sebaiknya kalian menyerah sekarang.” Leo mengulang perkataan Syarka beberapa saat yang lalu.
Para pemimpin pasukan aliansi tertegun melihat kawan-kawannya tumbang dengan mudahnya hanya dengan satu pukulan.
“Kalian, tidak, kamu tidak dapat diharapkan, ya, Laciel.”
Laciel mendengar suara dari dalam dirinya.
“Yang perlu kamu lakukan adalah ... INI!”
...*****...
Laciel tiba-tiba linglung beberapa saat. Setelahnya, dia menghunuskan pedang hitam yang dipegangnya itu lalu merapalkan mantra sihir ke dalam pedang tersebut.
Leo menyaksikannya. Dan saat Laciel menatapnya, aura membunuhnya sangat menusuk ke dalam jiwa.
BATS!
Dalam sekejap Laciel sudah melesat ke hadapan Leo.
“Sepertinya kamu sudah tidak memerlukan tangan kananmu,” bisik Laciel di kuping Leo.
Kemudian, saat berikutnya adalah Laciel sudah kembali ke tempatnya sebelumnya. Dan Leo berdiri di sana dalam keadaan bingung ... dengan lengan kanannya yang sudah tidak ada di tempatnya yang seharusnya.
“Mencari ini?” Laciel mengangkat lengan kirinya yang menggenggam lengan kanan Leo. Lalu, dia membuangnya secara sembarangan.
“Mau mengakhiri ini sekarang?”
Setelah mengucapkan itu, Laciel kembali melesat. Leo berniat untuk menangkis. Namun, dia justru kehilangan lengannya yang sebelah lagi. Setidaknya itu lebih baik daripada kehilangan nyawa.
Pluk!
Lengan kirinya jatuh jauh darinya.
“Ya ampun. Kukira kamu tidak mau menderita.” Laciel terlihat mengelus pedang yang berlumuran darah tersebut. “Baiklah. Selamat tinggal.”
Sring!
Tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, Laciel menusukkan pedangnya dalam-dalam ke tubuh Leo hingga menembus melewati punggung.
Perlahan-lahan, aura membunuh Laciel menghilang.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1