Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 35 : Lamina of Darkness


__ADS_3

Musim semi, 24 April 1163 Zaenium.


Ibu Kota Canaria, Duchy Canaria, Kerajaan Zamara.


Siang hari.


Laciel dan kedua istrinya baru saja sampai di Ibu Kota Duchy Canaria. Itu adalah sebuah kota yang dibangun dengan megah. Jika Ibu Kota Kerajaan adalah sebuah kota benteng marmer putih, maka Ibu Kota Duchy Canaria adalah sebuah kota dengan benteng tanah dan benteng alami.


Dibangun di atas sebuah tanah yang dikelilingi oleh parit alami, kota ini bahkan sudah melebar luas hingga ke luar parit. Hal ini menjadikan kota ini terbagi menjadi dua bagian. Kota bagian dalam yang khusus untuk keluarga


Bangsawan dan pedagang kaya raya. Dan kota bagian luar yang dihuni oleh warga biasa dan Petualang peringkat rendah.


Setelah berjalan-jalan, alias tersesat sedikit, mereka akhirnya dapat menemukan bangunan Serikat Petualang di bagian kota luar.


Bahkan memasuki labirinku saja tidak sesusah ini. Batin Laciel. Sepertinya aku benar-benar harus meningkatkan standarnya.


“Selamat datang, Tuan.” Seorang pegawai wanita bertelinga kelinci menyapa mereka begitu mereka masuk ke dalam sana. "Ada yang bisa saya bantu?"


...*****...


“Selamat datang, Tuan.” Ujarnya menyapa sekelompok Petualang beranggotakan tiga orang itu ketika mereka masuk ke dalam Serikat Petualang. “Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya menawarkan bantuan.


Sniff sniff


Dia mencium bau yang tidak biasa. Hanya dengan mencium baunya, dia dapat mengetahui ras seseorang dikarenakan skill miliknya. Tetapi, karena sepertinya akan sangat kacau apabila diungkapkan, dia memilih untuk menutup mata dan mulutnya terhadap masalah ini.


“Kami adalah Petualang yang sedang melakukan perjalanan. Apakah kami bisa menjual ini?” Laciel berkata sambil mengeluarkan sesuatu dari inventory miliknya.


Dia mengeluarkan beberapa potong tubuh monster serangga badak beserta eksoskeletonnya, dan banyak potongan tubuh monster yang lainnya. Dia juga mengeluarkan semua tubuh monster bawahannya yang telah tewas di Peperangan Redwood. Semuanya menumpuk di depan meja resepsionis hingga memenuhi area sekitarnya dan membuat dirinya sendiri menjadi pusat perhatian.


Sangat menguntungkan sekali mereka pun tetap dapat memberikan keuntungan kepadaku meski sudah tiada. Semoga kalian tenang di alam sana. Batin Laciel.


Si– sihir ruang, kah? Si pegawai membatin. Se– sepertinya itu adalah pilihan bijak untuk tidak mengungkap rahasia mereka.


Setelah menjual hasil perburuan mereka dan mendapatkan bayarannya, kini mereka memiliki banyak waktu luang sebelum matahari terbenam. Hana dan Nadja memilih menghabiskan waktunya untuk berbelanja. Ibu Kota Canaria adalah sebuah kota pusat yang hampir menyamai Ibu Kota Kerajaan. Jadi, tidak ada salahnya untuk berbelanja dan menghabiskan uang setelah beberapa hari perjalanan.


Di sisi lain, Laciel ingin pergi ke tempat yang lain. Dia ingin mencari seorang penadah yang mungkin akan mau membeli beberapa barang yang diambilnya dari para bandit, dan juga barang-barang dari pasukan Kerajaan yang menumpuk di inventory miliknya. Karena itu, arahnya berbeda dari Hana dan Nadja yang pergi ke kota dalam, sedangkan dia masih di kota luar, bahkan akan ke pemukiman kumuh jika memungkinkan.

__ADS_1


Untuk memudahkannya mencari, dia sudah menyebarkan semua Wraith bawahannya yang ada sekarang selain satu untuk jaga-jaga memberikan pesan darurat. Sembari menunggu mereka kembali kepadanya, dia memilih untuk berjalan-jalan di sekitaran kota luar.


Pekerjaan terbesar kedua dan ketiga yang paling diminati oleh warga di kota ini adalah Penambang atau Buruh dan Penempa, selain Petualang yang masih banyak digemari karena banyak pekerjaan menanti untuk membasmi monster di tambang bawah tanah. Melihat banyak Penempa di sini, dia jadi merasa ingin membeli tiga set perlengkapan untuknya sendiri, Hana dan Nadja.


Setelah berjalan beberapa lama, dia melihat ada seorang Penempa yang sedang menempa di sebuah toko yang biasa saja. Yang membuatnya tertarik adalah status dari sebuah zirah berwarna hitam.


[Nama  Item     : Lamina of Darkness


Tipe                 : Armor


Catatan            : Sebuah zirah yang dibuat oleh seorang Pandai Besi Ternama di Ibu Kota Canaria, Kerajaan Zamara dari baja Zaenia. Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan bentuk dengan tubuh Tuannya, serta enchant sihir ketahanan terhadap sihir suci dan sihir elemen.]


Dibuat oleh Pandai Besi ternama? Bukankah ini adalah sebuah mahakarya? Laciel membatin mengagumi zirah itu.


“Ada yang bisa kubantu?”


Tidak sadar Laciel sedari tadi sudah diperhatikan oleh si Pandai Besi tersebut.


“Ah, aku melihat zirah buatanmu sangat bagus sekali.” Ujar Laciel memujinya secara tulus.


“Ha ha, terima kasih banyak. Itu adalah adikarya terbaikku.” Kata Pandai Besi tersebut. “Perkenalkan, aku adalah Galmar. Kamu dapat memanggilku begitu. Aku adalah Pandai Besi di kota ini.” Ucapnya memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


“Silakan masuk.”


Setelah berkata demikian, dia masuk ke dalam tokonya kembali, diikuti oleh Laciel seperti seekor anak bebek mengikuti induknya.


Dari luar, tokonya terlihat biasa saja. Sama seperti toko lainnya. tapi begitu berada di dalam, Laciel merasakan sesuatu yang sangat berbeda. Di dalam sana terdapat banyak zirah dan senjata yang dipajang di sepanjang dinding, dipakaikan kepada boneka manekin kayu, atau tersimpan rapih di dalam peti dan kotak kayu. Dan itu semua Laciel merasakan aura yang kuat.


Setiap benda itu setidaknya masing-masing adalah sebuah mahakarya.


“Berapa harga zirah yang tadi, Galmar-san?” Laciel bertanya.


“Ah, yang itu? Harganya sangat mahal! 15 keping emas!” Ujar Pandai Besi dengan bangga. “Itu adalah mahakarya buatanku. Bahkan seorang Bangsawan setingkat Count akan berpikir ulang sebelum membe ....”


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, perhatiannya teralihkan oleh suara kepingan logam berwarna kuning keemasan yang dilempar Laciel ke atas meja kerjanya. 3 keping emas bertuliskan angka 5 dibayar di muka. Pandai Besi bernama Galmar itu membeku di tempat dengan muka yang menunjukkan ekspresi tidak percaya.


Jika saja aku tahu dia sekaya itu, batinnya menyesal.

__ADS_1


“Apa kau memiliki dua mahakarya lainnya?” tanya Laciel tidak memedulikan tatapan tidak percaya milik Galmar.


Uang yang dihasilkannya tadi setelah menjual tubuh monster lumayan banyak hingga hampir saja membangkrutkan Serikat Petualang. Membeli perlengkapan yang bagus juga sama saja dengan menginvestasikan uang untuk masa depan.


Setelah membeli dua perlengkapan lainnya untuk Hana dan Nadja lalu memasukkannya ke dalam inventory miliknya, Laciel segera pergi ke suatu tempat. Salah satu Wraith bawahannya telah menemukan seorang Penadah. Lokasi yang ditujunya adalah pemukiman kumuh di timur.


...*****...


Seorang pemuda berambut putih dengan jubah hitam sedang berjalan di sebuah kawasan yang sangat kumuh. Sampah dan bau kotoran di mana-mana. Rumah kayu yang sudah lapuk dindingnya. Orang-orang dengan kulit kusam dan sedikit daging hingga menunjukkan tulangnya. Ini adalah tempat yang sangat tidak terpikirkan oleh Laciel ada di sebuah kota yang sangat besar.


Menggali kembali ingatannya yang dahulu, dia teringat dengan Ibu Kota negaranya dulu yang juga memiliki banyak kawasan kumuh di pinggiran kota, jauh dari gemerlap cahaya pusat kota yang diisi dengan gedung-gedung tinggi.


“Mau di mana pun, sepertinya sama saja.” Gumamnya kepada dirinya sendiri. “Entah siapa yang harus disalahkan.”


Melangkah menuju sebuah bangunan yang cukup besar dibandingkan rumah kayu yang lain, dia berjalan berdasarkan pengetahuan yang diberikan oleh bawahannya. Tempat itu dikunci dari dalam. Dan ada beberapa penjaga di sekitarnya.


Lima orang di luar, enam orang di atap, dan sepuluh orang di dalam. Batin Laciel menghitung setiap penjaga di sekitar tempat itu.


Berjalan mendekat, dia mengetuk pintu itu lima kali. Itu adalah kode


pertama.


Seseorang dari dalam bertanya, “Siapa?”


Itu adalah pertanyaan yang menanyakan sandi. Berbeda jawaban, berbeda hasil yang akan didapatkan. Untungnya, bawahannya mendengarkan banyak sandi dan mengetahui setiap keperluan orang yang datang saat mengawasi dari balik bayangan.


“Bandit dari gunung.” Jawab Laciel. Itu adalah sandi untuk orang yang ingin menjual barang yang didapatkan secara ilegal.


“Masuklah.” Balas orang dari dalam membuka pintu.


Saat dia masuk, dia melihat orang yang menanyainya adalah salah seorang penjaga. Tubuhnya berotot kekar dan sangat tinggi. Memiliki beberapa luka di sekujur tubuhnya yang menunjukkan kejantanannya. Meski tidak diketahui apakah itu didapat dari memburu monster atau dibuat sendiri.


Setelah masuk, pintu itu kembali ditutup. Di sekitarnya kini ada empat orang. Salah satunya akan membawanya kepada si Penadah. Orang yang akan ditemuinya bukanlah orang sembarangan. Dia memiliki jaringan yang luas hingga ke dalam lingkaran Bangsawan sehingga aktivitasnya dapat berjalan lancar.


Belasan budak yang ditahan berbaris di sepanjang lorong. Ini hanyalah secuil kecil dari potongan bisnisnya yang sudah menggurita.


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....


__ADS_2