Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 30 : Pertempuran Redwood I


__ADS_3

Musim semi, 4 April 1163 Zaenium.


Daerah pesisir Hutan Redwood sebelah selatan, Duchy Royal Capital, Kerajaan Zamara.


Sore hari.


Kondisi di dalam tenda utama pasukan sangat kacau balau. Meja dan kursi-kursi hancur berantakan. Ada beberapa mayat Ksatria, kepala atau anggota tubuh lain yang terpotong dan terpisah dari tubuh, dan darah merah segar yang berceceran dan masih menetes. Selain itu, wajah orang-orang yang masih hidup terlihat buruk. Ada yang takut, gelisah, marah, bingung, bahkan dingin.


“Ezar,” Duke Zerestia bergumam lirih.


“Semoga saja mereka juga selamat.” Ujar Marquis mencoba untuk menenangkan Duke Zerestia.


“Buang pikiran burukmu. Pikirkanlah dirimu terlebih dahulu.” Duke Gazor berkata menyadarkan. “Masih ada musuh di depan matamu.”


Setelah berkata demikian, dia berjalan keluar diikuti oleh beberapa Ksatria termasuk Marquis Falimus.


Di luar tenda, mereka melihat pasukan mereka yang sudah tercerai-berai akibat serangan mendadak dari monster. Mereka lupa akan fakta kalau mereka bisa saja diburu, alih-alih memburu.


“Kumpulkan pasukan yang tersisa.” Perintahnya kepada bawahannya.


“Baik, Tuan.”


Setelah beberapa saat, beberapa petinggi pasukan telah datang ke hadapannya, disertai beberapa Ksatria dan Penyihir. Saat itu, mereka merasakan aura yang kuat mendekati mereka dengan cepat.


Ada tiga sosok. Seseorang dengan topeng yang terbuat dari kayu serta berjubah sihir berwarna merah gelap yang tampak seperti seorang Bangsawan di tengah. Seorang Iblis dengan kulit berwarna merah menyala seolah terbuat dari magma yang sedang menggenggam sebuah tombak trisula dengan aura mengintimidasi. Dan terakhir adalah seekor Dragon bersisik ungu yang digunakan sebagai alat transportasi mereka berdua–meski si Iblis tampaknya bisa terbang dengan kedua sayap merahnya.


Mereka adalah Laciel, Hazura, dan Nadja dalam bentuk Dragon. Awalnya, dia tidak ingin muncul di hadapan Manusia. Lalu, karena menemukan lawan yang lumayan, dia akhirnya ingin. Tapi kemudian, dia tidak ingin wajahnya terlihat. Untunglah dia dapat membuat sebuah topeng dari kayu dengan segera, meski hasilnya agak kurang meyakinkan, berwibawa atau menyeramkan.


Dia melakukan ini tentu dengan sebuah alasan. Wajahnya sudah pernah dilihat oleh Marquis Falimus. Tapi sepertinya, penyamaran ini sudah cukup untuk membuatnya tampil berbeda dibanding sebelumnya. Lagian, siapa pula yang akan berspekulasi kalau salah satu kelompok Petualang Peringkat Tinggi adalah Raja Iblis dan para bawahannya?


“Siapa kamu? Apakah kamu adalah pemimpin para monster ini?” Duke Gazor bertanya sambil menatap ke atas.


Laciel belum menjawab hingga akhirnya mendarat.


“Jika iya, lantas apa?” jawabnya.


“Jadi kamu ... yang memerintahkan pasukan monster untuk menyerang?” Duke Zerestia keluar dari tenda. Menatap ke arah Laciel dengan pandangan yang penuh dengan amarah. “Tidak bisa dimaafkan! Tidak akan kumaafkan!!!”

__ADS_1


Dia berteriak dengan mengacungkan pedangnya dan berlari mendekat ke Laciel.


Laciel diam-diam menganalisis kekuatan Duke Zerestia.


[Nama  : Fazerin de Zerestia | Ras : Manusia


Class    : Warrior


Title     : Kepala Keluarga Zerestia, Duke Zerestia, Jenderal Besar Kerajaan Zamara, Jenderal Besar dari utara.


Kekuatan Tempur : A+


Catatan : Sedang dalam kondisi Rage. Kekuatan tempur bertambah secara signifikan.]


Jadi, dia adalah Duke Zerestia, huh? Kekuatan tempurnya kurang lebih sama dengan Marquis Falimus, Nadja, serta Gamlak si Troll setelah diberi nama. Dia lebih hebat sedikit dibanding Hazura. Pikir Laciel. Kekuatannya terdengar hebat, tetapi seperti masih kurang jika lawannya adalah aku.


“Izinkan saya menghadapi hama lemah ini, Tuan.” Hazura meminta izin.


“Tidak perlu. Aku yang akan mengurusnya.” Timpal Laciel yang sudah meloncat dari punggung Nadja.


Ctang!


Ctang! Ctang!


Mereka berdua bertukar serangan. Mencoba untuk menerobos pertahanan lawan dan memberikan kerusakan. Logam saling bergesekan satu sama lain. Percikan api menghiasi. Tetapi akhir dari pertarungan itu telah terlihat sejak Duke Zerestia sudah dikuasai oleh amarah, dan lawannya kali ini bahkan lebih unggul dalam sihir dibandingkan berpedang, tetapi sudah setara dengannya hanya dengan berpedang.


“Sepertinya hasil akhirnya sudah terlihat. Pemenangnya sudah ditentukan.” Ujar Laciel.


Dia berkata seperti itu tentu bukan tanpa alasan. Duke telah menerima banyak luka, sedangkan dirinya sendiri masih belum.


“Senang bertemu denganmu. Selamat tinggal.”


Sring!


Ctang!


Di depan Laciel kini sudah berdiri Duke Gazor membelakangi Duke Zerestia. Pedangnya bersentuhan dengan pedang Laciel. Dia menahannya tepat waktu sebelum Laciel menghabisi nyawa salah satu rekannya.

__ADS_1


“Apakah kamu sangat suka sekali mengganggu orang lain? Tidak bisakah kamu diam saja di sana?” Laciel berkata.


“Apakah kamu hanya akan diam saja jika bawahan atau rekannmu sedang berada di dalam bahaya?” Duke Gazor membalas.


Keduanya hanya bertanya retorik saja. Jawabannya sudah jelas tanpa perlu diucapkan.


Laciel mundur sejenak menciptakan jarak untuk mengukur kekuatan orang di depannya.


“Hmm, bisa kamu perkenalkan dirimu?” Duke Gazor bertanya.


“Aku adalah Raja Iblis Lucifer. Aku adalah Penguasa Hutan Redwood. Kalian yang berani mengusik ketenangan hidupku, akan membayar atas perbuatannya.” Ujar Laciel mengenalkan dirinya.


“Perkenalkan, aku adalah Duke Hozart de Gazor. Sering pula dikenal sebagai Duke Royal Capital sekaligus Jenderal Besar yang berada langsung di bawah perintah Raja. Hutan Redwood adalah wilayah kami. Jadi, kami berhak untuk mengaturnya sesuka hati kami.” Balas Duke Gazor memperkenalkan dirinya.


[Nama  : Hozart de Gazor | Ras : Manusia


Class    : Paladin


Title     : Kepala Keluarga Gazor, Duke Gazor, Duke Royal Capital, Jenderal Besar Kerajaan Zamara.


Kekuatan Tempur : S]


Seorang Paladin, huh? Itu mengingatkanku dengan masa saat masih bermain Zaenia V. Batin Laciel.


Kelas Paladin adalah salah satu kelas yang dapat menggunakan sihir suci, seperti Saint ataupun Monk. Dan tentu saja, sihir suci adalah salah satu serangan yang dapat memberikan banyak damage kepada ras Iblis dan monster. Itu adalah pengetahuan umum.


Dan suatu kala, Laciel pernah berhadapan dengan seorang player yang mendapatkan kelas Fallen Paladin, sebuah cabang kelas dari kelas Paladin yang syarat untuk mendapatkannya adalah penggunanya gemar melakukan PK. Dia lumayan kesulitan untuk bertarung dengannya.


[PK adalah kepanjangan dari Player Killer (Pembunuh Pemain), atau bisa juga aktivitasnya, yaitu Player Killing (Membunuh Pemain). Umum ditemukan di game MMORPG.]


Untungnya, dia mengetahui celah kekurangannya–berkat banyaknya waktu yang dia gunakan untuk membaca dan memahami peraturan dan pengaturan game, baik dari situs resmi, maupun dari blogger yang memberitahukannya. Jika Paladin dapat menggunakan sihir suci, tetapi lemah terhadap sihir terlarang. Maka, Fallen Paladin tahan serta dapat menggunakan sihir terlarang, tidak dapat menggunakan sihir suci, dan lemah terhadap sihir elemen.


Dan keberuntungan berada di pihaknya. Meski dia mengambil jalur ras Iblis, tetapi dia lebih memilih menaikkan level Kelas Penyihir Elemen yaitu Magus hingga dia mencapai Great Magus, dibandingkan dengan level Demon King-nya. Itu membuatnya memiliki keuntungan lebih di atas si Fallen Paladin.


Meski demikian, itu adalah saat dia bermain game. Berbeda dengan dunia ini yang meliputi lebih banyak aspek untuk kemenangan. Dan Paladin asli dengan Fallen Paladin itu berbeda. Meski ada sebagian besar halnya sama, seperti perlengkapan. Tetapi berbeda pada atributnya.


...*****...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....


__ADS_2