Sent To Isekai As Demon King

Sent To Isekai As Demon King
Eps 47: Kabar Dari Dungeon II


__ADS_3

27 April 1163 Zaenium.


Ibu Kota Kerajaan Unkazar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.


Malam hari.


“Kapan kamu sampai?” tanya Yagwar.


“Baru saja. Seorang Beastman Kelinci mengatakan kalau Raja Jaguar sedang menghabiskan waktu bersama dengan seorang tamu penting. Kamu kah itu?” Tatapan Beastman Rusa tertuju kepada Laciel. Memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki seperti alat pemindai.


“Perkenalkan, aku adalah Raja Beastman Servini. Namaku Viksen Raindar Karbani, penerus dari Servus Yang Agung,” ucapnya memperkenalkan diri dengan nada bangga.


[Nama  : Viksen Raindar Karbani


Ras      : Beastman


Title     : Raja Kerajaan Beastman Servini, Penerus Servus Yang Agung.


Kekuatan Tempur : A+]


“Aku Raja Iblis Laciel Lucifer,” timpal Laciel.


“Ah! Jadi kamulah Raja Iblis yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Aku tidak menyangka kalau kamu semuda ini.” Dia lalu duduk di salah satu kursi. “Sedang membahas kondisi Kekaisaran Beastman? Kupikir kamu tidak akan membahas hal internal Kekaisaran Beastman kepada orang luar, bukan, Raja Yagwar III?”


Viksen menatap Yagwar seolah meminta penjelasan masuk akal.


“Sebenarnya ....”


Yagwar baru saja ingin menjawab, tetapi disela Laciel.


“Aku juga akan ikut membantu menggulingkan Kekaisaran,” jelas Laciel.


“Memanfaatkan kondisi dan kesempatan di dalam kesempitan, heh?” Viksen memojokkan mereka berdua.


“Viksen!” Yagwar berseru keras. “Saat ini kita dalam posisi yang dirugikan. Kita memerlukan banyak bantuan, meski dari luar.”


“Bahkan meski itu adalah Raja Iblis?” tanyanya.


“Bahkan meski itu adalah Raja Iblis!” ujar Yagwar dengan yakin.


Viksen mengambil beberapa batu. Dia mengambilnya tanpa masalah karena sudah sering berkunjung ke sini. Di atas peta Kekaisaran Beastman, dia meletakkan tiga batu berwarna biru, masing-masing melambangkan Kekaisaran Teokrasi Kavizen di barat, Kekaisaran Agung Zaenia di barat laut, dan Kerajaan Zamara di utara. Lalu batu terakhir berwarna hitam melambangkan Kerajaan Iblis Lucifer di utara.


“Yagwar, kita berbatasan dengan banyak negara lain, bukan? Khususnya Kekaisaran Teokrasi Kavizen.” Viksen menunjuk batu biru yang melambangkan Kavizen sebagai bentuk penekanan. “Mereka tidak suka dengan Beastman karena menganggap kasta kita lebih rendah dari mereka. Dan lebih dari itu, mereka sangatlah membenci Iblis.” Viksen mengisyaratkannya dengan menatap Laciel.

__ADS_1


“Lalu, Kerajaan Iblis juga baru saja memiliki peperangan dengan Kerajaan Zamara. Jika mereka tahu kita beraliansi, maka Kerajaan Zamara akan lebih gencar dalam melakukan penculikan dan perbudakan,” jelasnya.


“Tinggalkan Kekaisaran Agung Zaenia. Susah bagi mereka untuk menyerang Kekaisaran Beastman tanpa melalui wilayah Kavizen atau Zamara. Tetapi, dua negara itu saja sudah cukup menyusahkan kita,” tambahnya.


“Justru karena itu ....” Perkataan Laciel tertunda.


“Hmm?”


“Justru karena kamu tidak bisa menjaga rakyatmulah, aku berniat untuk turun tangan!” ketus Laciel. “Kamu tahu berapa Beastman yang dijadikan budak di Kerajaan Zamara?”


“Aku lebih tahu daripada kamu,” jawab Viksen.


“Aku tidak peduli dengan jumlah pastinya. Yang aku peduli dan permasalahkan adalah, apa yang sudah kamu lakukan untuk menyelamatkan mereka?!” cecar Laciel. Nadanya meninggi.


“Memangnya apa yang orang luar sepertimu sudah lakukan? Memperbudak Beastman Kelinci?!” balas Viksen dengan suara yang lebih tinggi lagi.


“Aku telah menyelamatkan mereka! Meski tidak semuanya.”


“Aku tidak mempercayainya.”


“Kebenaran tetap kebenaran, meski tidak diakui,” balas Laciel.


Suara ketukan pintu menjeda perdebatan panas mereka. Qormon membukakan pintu.


Itu adalah Aigis. Ada juga Hana dan Nadja yang ikut.


“Kamu dapat menanyainya.” Laciel pergi keluar. Dia mengisyaratkan kepada Hana dan Nadja untuk ikut dengannya. “Aigis, kamu tetap di sini. Temani Rajamu itu mengobrol.”


Tiga perempuan yang baru datang itu bingung dengan suasana canggung ini. Padahal, saat ini mereka sedang mengadakan sebuah pesta yang meriah. Bagaimanapun, mereka akan mendapatkan penjelasannya nanti, atau tidak sama sekali.


*****


Laciel berjalan tanpa arah. Hanya menjauhi kerumunan orang. Dia sangat butuh untuk mendinginkan kepalanya saat ini.


“Kamu boleh bercerita jika ingin. Kami akan selalu ada di sisimu,” ucap Hana.


Laciel hanya diam saja. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Apakah sedang merangkai kata, mendinginkan kepala, menunggu saat yang tepat. Tidak ada yang tahu, kecuali dirinya.


“Huh ....” Dia menghembuskan nafas. “Hanya sedikit perdebatan. Dia, si Raja Rusa, tidak percaya dengan diriku yang adalah Raja Iblis, dan beberapa alasan lainnya, seperti geopolitik saat ini.”


“Jika begini keadaannya, kita akan telat langkah untuk mengkudeta Kaisar Beastman,” lanjutnya.


“Geopolitik? Kudeta? Tidak bisakah kamu menjelaskan dengan bahasa yang mudah?” Nadja cemberut. Sama sekali tidak paham dengan ada yang dibicarakan Laciel.

__ADS_1


“Yah, intinya adalah Raja Rusa tidak suka denganku, dan ada kemungkinan rencana kita untuk menguasai Kekaisaran Beastman Marhamzan terhambat,” jelas Laciel.


“Tapi, Aigis sedang berbicara dengannya, kan? Seharusnya masalah ini dapat selesai,” ujar Hana.


“Jika terpaksa, aku akan membawa dia ke dungeon dan menunjukkan para Beastman yang sudah kita selamatkan. Tapi, teleportasi akan sangat menguras tenaga. Apalagi setelah aku melakukan duel dengan Yagwar tadi,” ungkap Laciel.


“Hmm?”


Ada sesuatu yang Laciel rasakan. Salah satu Wraith bawahannya datang dengan cepat.


‘Berita dari dungeon, kah?’ tanya Laciel membatin.


“Ada apa?” tanyanya setelah memastikan tidak ada orang di dekat mereka.


Wraith itu memberikan sepucuk surat bersegel. Laciel membacanya dengan cepat.


“6 Pahlawan? Seketika aku merasa menjadi villain antagonis di sebuah cerita dari sudut pandang Pahlawan. Bahkan jika aku adalah tokoh utamanya, aku akan tetap menjadi villain, orang jahatnya,” gumam Laciel.


“Hmm, baguslah Hazura sudah bergerak terlebih dahulu sebelum aku memerintahkannya. Sepertinya dia lebih berbakat menjadi Raja Iblis dan Dungeon Master dibandingkan diriku,” ucap Laciel.


“Laciel.” Suara itu muncul lagi. Suara seseorang yang mempunyai suara yang sama dengannya. Memanggilnya. “Seluruh dunia sedang bergerak memburumu. Kik kik kik!”


“Ukh!” Tubuh Laciel seketika linglung hingga harus ditopang oleh Hana dan Nadja.


‘Dia lagi. Sebenarnya, siapa dia?’


“Laciel, Laciel. Kamu tidak apa-apa?” Hana dan Nadja bertanya bersamaan. Raut muka mereka jelas khawatir.


“Ah, iya, aku tidak apa-apa,” jawab Laciel menyembunyikan muka pucatnya. “Aku baru mendapatkan kabar dari dungeon. Hazura mengabarkan kalau Kekaisaran Teokrasi Kavizen sudah melakukan Pemanggilan Pahlawan. Apakah kamu tahu sesuatu tentang 6 Pahlawan ini?” Laciel akhirnya bisa berdiri dengan seimbang lagi.


“6 Pahlawan, ya?” Hana terlihat berpikir keras. “Aku hanya pernah mendengar beritanya saja kalau Kekaisaran Teokrasi Kavizen memiliki Pelindung yang dinamakan 6 Pahlawan. Bagi Kerajaan Zamara, mungkin tugas mereka bisa disamakan dengan Duke Royal Capital, alias Jenderal Besar Kerajaan.”


“Jenderal Besar, kah? Dan jumlah mereka ada 6.” Laciel berpikir.


‘Oh, iya. Sejak aku sudah membunuh Jenderal Besar Kerajaan Zamara di Pertempuran Redwood, seharusnya Kerajaan Zamara sedang dalam kondisi memulihkan diri saat ini. Jadi, sedikit kemungkinan mereka akan bergerak, bahkan jika aku beraliansi dengan Beastman.’


‘Namun, masih ada dua kekuatan besar lainnya yang mungkin akan ikut campur. Apalagi, Kekaisaran Teokrasi Kavizen sudah memanggil 6 Pahlawan. Apakah kemunculanku membuat mereka melakukan ritual tersebut?’


*****


Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya.


Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku.

__ADS_1


__ADS_2