
8 Mei 1163 Zaenium.
Kerajaan Unkazar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
Pasukan dari Kerajaan Laciel, Yagwar, Zhen, Hanafsah, Syarka, dan Oul sudah bersiap siaga di sepanjang perbatasan dari Kerajaan Servini, Unkazar hingga Melankula dengan Kerajaan Lukaszan hingga Wilayah Kaisar. Ada juga pasukan dari Kerajaan Orcus di selatan yang berbatasan langusng dengan Wilayah Kaisar juga. Pasukan aliansi mengepung pasukan Kaisar dari tiga arah.
Laciel dan Yagwar akan memimpin pasukan dari utara, Syarka, Oul, dan Zhen akan menyerang dari timur, dan Raja Orca dari selatan. Hal ini akan menyebabkan Kaisar tidak memiliki jalan kabur selain mempertahankan Ibu Kota atau pergi ke arah barat, ke arah Kekaisaran Teokrasi Kavizen dengan 6 Pahlawan yang semuanya, sekaligus warganya, membenci ras Beastman.
Kaisar Singa pun memilih bertahan sekalian mengirimkan sebagian pasukannya untuk memperlambat dan menahan selama mungkin, jika tidak bisa mengalahkan, pasukan aliansi.
Pertempuran pun terjadi di berbagai lokasi. Salah satunya adalah di utara, tempat pasukan Laciel berada.
...*****...
8 Mei 1163 Zaenium.
Perbatasan Kerajaan Unkazar dengan Wilayah Kaisar, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Sore hari.
BUM! BUM! BUM!
Berbagai macam sihir dilontarkan dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Kerusakan yang dihasilkan menghancurkan lingkungan sekitar.
Namun, itu semua tidak bertahan lama. Serangan sihir di awal hanya berperan sebagai pembuka. Pertempuran yang sesungguhnya dimulai setelah para Penyihir sudah kehabisan energi sihir, dan prajurit bersenjata pun turun tangan langsung ke medan perang.
Klang! Klang! Ctang!
Gesekan logam dan cakar, pukulan dan tendangan, panah biasa maupun panah berapi. Semuanya mulai turut menghiasi. Menorehkan warna merah darah ke atas kanvas berwarna medan perang tersebut.
Jeritan kesakitan mulai terdengar di mana-mana. Beberapa prajurit ada yang sudah dibawa mundur untuk diobati. Dokter-dokter dan perawat medis maupun Penyihir Penyembuh sudah menunggu dengan gelisah di tenda-tenda mereka.
Di saat para prajurit berperang di daratan, ada tiga orang, salah satunya adalah pemimpin salah satu pasukan, yang sedang terbang dan mengamati pertempuran di bawahnya.
“Pertempuran ini benar-benar tidak teratur. Aku tidak menduga kalau Beastman tidak memiliki seni berperang,” ujar Laciel, salah satu dari tiga orang yang terbang tersebut sekaligus pemimpin salah satu pasukan.
“Begitulah para Beastman, Yang Mulia. Pada dasarnya, mereka tetaplah binatang yanga hanya diberi sedikit akal pikiran,” ucap Hanafsah di sampingnya.
“Yang Mulia, saya yakin pasukan kita akan menang. Kita lebih banyak dari mereka,” timpal Hazura.
__ADS_1
“Tapi, kita masih memiliki pertempuran ke depannya. Semakin sedikit yang terluka dan tewas akan lebih aman,” balas Laciel. “Kamu lihat di mana pemimpin pasukan musuh?”
“Di sana, Yang Mulia.” Hazura menunjuk ke tengah-tengah pasukan musuh.
Terlihat ada beberapa Beastman yang melindungi seseorang di tengah mereka.
Setelah melihatnya, Laciel pun merapalkan mantra terkuatnya. Sehabis selesai, sebuah meteor melesat ke arah pemimpin pasukan musuh. Sekejap, ratusan meter sekitar tempat meteor tersebut hancur lebur. Pemimpin pasukan dan sebagian besar musuh tewas seketika. Pasukan Laciel pun jadi lebih mudah melawan musuh yang telah kehilangan kepercayaan diri bersamaan dengan kehilangan pemimpin mereka.
Selain pertempuran di sana, pertempuran-pertempuran kecil lainnya juga terjadi di berbagai tempat perbatasan kedua belah pihak. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan. Itu adalah pasukan Kaisar Singa yang dikirim berjumlah sedikit dan tidak terlalu kuat. Mereka dapat dengan mudah dikalahkan.
‘Benar-benar pasukan sekali pakai,’ batin Laciel setelah menerima laporan dari berbagai lokasi. ‘Aku tidak tahu apa maksudnya. Tetapi, jika itu maunya, maka aku akan meladeninya.’
Hari-hari berlanjut dengan pertempuran-pertempuran kecil yang mutlak dimenangkan oleh pihak aliansi dan membuat pasukan Kaisar kembali ke ‘kandang’ mereka. Hingga pada tanggal 11 Mei, pasukan aliansi mampu menerobos hingga ke Ibu Kota Kekaisaran. Membuat Kaisar Singa sendiri yang langsung turun tangan dalam pertempuran penentu terakhir ini.
Di sisi Laciel ada Yagwar, Syarka, dan Oul. Mereka berhadapan langsung dengan Kaisar Singa dalam balutan zirah emasnya, dan Ratu Tigris di sebelahnya.
“Kenapa kamu bersikeras ingin melakukan invasi ini?” tanya Yagwar dengan nada marah.
Kaisar menjawab dengan tegas, “Karena sudah waktunya bagi kita untuk menguasai dunia! Kita tidak akan diremehkan lagi, bahkan oleh Kekaisaran Agung Zaenia yang sombong atau Kekaisaran Teokrasi Kavizen sok suci tersebut!”
“Kamu hanya menjadikan dunia sebagai musuhmu,” ujar Laciel mengacungkan pedang baja Zaenianya. Dia terlihat mengenakan zirah hitam lengkap yang dibelinya di Ibu Kota Duchy Canaria dan jubah sihir merah gelapnya. Dia juga menunjukkan tanduk Iblis miliknya.
“Ah, jadi kamu adalah Raja Iblis dari Timur yang kabarnya tersebar belakangan ini. Jadi kamulah penghasut pasukan ini, bukan?!” Kaisar Singa menuduhnya. “Aku akan membunuhmu terlebih dahulu, lalu menyelamatkan raja-raja bawahanku dari sihir manipulasimu! Hya!!!”
[Nama : Leo X
Ras : Beastman
Title : Kaisar Singa, ???.
Kekuatan Tempur : ???
Catatan : Lawan yang sangat kuat.]
‘Lawan yang sangat kuat? Apakah itu berarti dia berada di level yang berbeda dari Syarka?’
Kaisar Singa melesat ke depan dengan sangat cepat. Aura membunuhnya menguar keluar. Sangat pekat. Membuat siapa pun yang kekuatan tempurnya di bawah A tidak dapat bergerak, kabur, ataupun menghindar.
BUM!!!
Tinjunya dihalangi oleh Yagwar yang melindungi Laciel.
__ADS_1
“Uhuk!”
Dia langsung memuntahkan seteguk darah. Laciel segera menariknya mundur. Yagwar segera disembuhkan oleh Oul.
“Ada apa? Hanya segini saja kekuatan kalian?” Kaisar Singa memasang wajah sombong.
“Hyaa!”
Laciel menerjang ke depan dengan pedang terhunus ke arah Kaisar Singa yang masih berdiri diam. Sebelum sampai mengenainya, Tigris sudah berada di tengah-tengah mereka. Kuda-kudanya sudah siap. Kedua tangannya menangkap lalu menangkis serangan pedang Laciel.
BUG!
Laciel belum siap untuk menghindari tinju dari Tigris. Dia terpental ke belakang kembali. Kombinasi mereka bertiga kurang kuat untuk mampu menaklukan mereka berdua.
“Laciel, kamu tidak perlu maju. Bantu aku saja dari belakang,” ucap Yagwar setelah disembuhkan oleh Oul. “Oul, kamu juga.”
“Tentu saja. Aku hanya bisa membantu,” jawab Oul.
Selagi mereka istirahat sebentar, Zhen dan Hanafsah datang membantu.
“Maaf baru datang,” kata Zhen. “Bagaimana?”
“Kami tidak dapat menandingi mereka berdua.” Yagwar menjelaskan situasinya.
“Aku akan menyerang di depan,” usul Zhen sembari mengencangkan perban putih di lengannya. Setelahnya, dia memasang kuda-kuda.
Yagwar ikut di sampingnya. Memasang kuda-kuda yang berbeda.
“Absolute Barrier. Tower of Mana.”
Laciel bersiap di tengah-tengah mereka. Oul terbang ke langit. Mencoba untuk menjauh dari jangkauan dua musuh mereka. Dan Hanafsah berdiri di samping Laciel. Dia akan menjadi tameng pertama sebelum Absolute Barrier.
“Sepertinya kalian sudah lebih siap sekarang,” remeh Kaisar Singa.
Dia juga ikut memasang kuda-kuda. Begitu pula dengan Tigris.
“Bersiaplah!”
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
__ADS_1
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....