
27 April 1163 Zaenium.
Hutan Red Cliff bagian selatan, Kerajaan Servini, Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
“Aku sudah melakukan sihir Summon dan memanggil banyak pasukan monster. Setelah cukup, aku akan mengirimkan pasukan dan menduduki Kerajaan ini.”
Laciel menjelaskan rencananya.
“Menduduki Kerajaan ini? Dengan perang?” tanya Aigis khawatir.
“Aku berharap tidak ada perang, dan masalah dengan Kaisar cepat terselesaikan,” jawab Laciel.
‘Jika Kekaisaran Zaenia adalah musuhku, maka aku memerlukan lebih banyak pasukan. Memang, Kerajaan Zamara dekat dengan Kerajaanku, tetapi juga dekat dengan Kekaisaran Zaenia, bahkan berbatasan langsung. Juga, mereka adalah Manusia. Maka, dari segi kekuatan dan lokasi, Kekaisaran Beastman lebih menguntungkan.’
Saat itu, Laciel sedang fokus memikirkan rencana hingga tidak mengetahui kalau percakapannya didengar oleh seseorang.
“Kau bilang ingin menduduki Kerajaan Beastman?” tanya pemilik suara yang dari tadi menguping.
Laciel dan yang lainnya segera berdiri dengan gesit. Mereka melihat seorang Beastman Jaguar. Berambut ungu kegelapan dari atas hingga bawah. Mengenakan sebuah pakaian peseni bela diri, mungkin, yang hanya menutupi sebagian tubuhnya dan memperlihatkan otot di bagian yang lain, juga sebuah jubah yang tampak mewah.
“Siapa kamu?” tanya Laciel. Mengeluarkan aura membunuh milik Iblisnya.
Nadja sudah bersiap dengan menunjukkan tangan Dragon-nya, dan Hana dengan sihirnya. Di belakang, Aigis hanya dapat melihat dengan gugup.
“Aku adalah Yagwar ketiga, anak dari Yagwar pertama, Raja Kerajaan Jaguar Unkazar, dikenal sebagai Guardian of the North (Penjaga dari Utara). Jika kamu ingin mengganggu Kekaisaran Beastman Marhamzan, langkahi dulu mayatku!” jawabnya dengan lantang lalu membentuk posisi kuda-kuda.
“Owh, jadi kamu adalah salah satu Raja Beastman. Aku penasaran kamu sekuat apa,” Laciel berkata sambil mengambil posisi.
“Bersiaplah, Iblis!”
“Kau juga, Beastman!”
“HYAAA...!!!”
“Tunggu...!!!”
Aigis tiba-tiba meloncat ke tengah-tengah mereka. Laciel dan Raja Jaguar berhenti sesaat.
__ADS_1
“Beastman Kelinci?” Raja Jaguar bertanya.
“Ada apa, Aigis?” Laciel bertanya.
“Sebelumnya~”
Aigis melihat ke bawah. Suara dan kakinya bergetar. Dia ketakutan hingga akhirnya tidak dapat menahan air seni yang jebol keluar. Hawa membunuh dari mereka berdua memang sangat dahsyat.
...*****...
“Jadi begitu. Tujuan akhir kalian adalah menggulingkan Kaisar saat ini. Sama halnya denganku.”
“Kalau begitu, kenapa kita tidak bekerja sama saja? Lebih banyak teman, lebih bagus, bukan?” Laciel menawarkan kerja sama.
‘Memukul dua burung dengan satu batu,’ batinnya.
“Tawaran yang sangat bagus. Tapi, kami memiliki prinsip untuk hanya menerima bantuan dari mereka yang sederajat atau lebih tinggi.” Raja Jaguar berdiri. Menatap mereka semua yang masih duduk melingkar.
“Tentu saja. Aku juga sedang mencari rekan setara. Ada banyak sekali keroco bermulut besar akhir-akhir ini.” Laciel ikut berdiri.
“Kita akan ke istanaku. Kalian tidak keberatan mengadakan pertandingan di sana, ‘kan?”
“Siapa takut?” balas Laciel.
Terlihat sepi. Hingga akhirnya seekor, atau harus disebut seseorang, Beastman Kaiman, sejenis buaya, menghampiri mereka.
“Selamat datang kembali, Yang Mulia,” ucap Beastman Kaiman itu sambil menundukkan kepalanya.
Seketika, puluhan, bahkan ratusan, Beastman yang kebanyakan adalah karnivora, muncul dari lubang-lubang atau pintu-pintu rumah tersebut. Mereka lalu menunduk kepada Raja Jaguar.
Tanpa bicara, Raja Jaguar berjalan ke arah istananya, diikuti oleh si Beastman Kaiman, Laciel, dan kawan-kawannya. Berjalan beberapa saat, mereka akhirnya sampai di depan sebuah bangunan. Ada sebuah kursi takhta di area terbuka yang dapat dilihat langsung dari berbagai arah. Dan bangunan di belakangnya terbuat dari bebatuan dan dahan pohon yang disusun, dan ditopang oleh beberapa pohon yang masih hidup.
Di dalam bangunan itu, yang tidak terlalu sempit seperti kelihatannya, sudah hadir beberapa Beastman. Mereka adalah Menteri, Penasihat Raja, dll. Setelah Raja Jaguar duduk di kursinya, yang lain baru diperbolehkan duduk.
Suasana hening, menunggu ucapan dari Raja.
“Kita bisa mulai dari perkenalan terlebih dahulu. Aku adalah Yagwar ketiga, anak dari Yagwar pertama, Raja Kerajaan Jaguar Unkazar, dan dikenal sebagai Guardian of the North (Penjaga dari Utara),” Raja Jaguar berkata dengan lantang.
“Aku adalah Laciel Lucifer, Raja dari Kerajaan Iblis Lucifer,” ucap Laciel memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
‘Apakah aneh jika aku tidak tahu siapa nama ayah asliku, dan tidak memiliki gelar?’ Laciel merasa risih.
Setelah dia memperkenalkan diri, Beastman Kaiman di sebelah Raja Jaguar berkata dalam bahasa yang tidak dia pahami. Setelah itu, para Beastman di sana terdengar terkejut.
“Dia menjadi penerjemah,” ucap Aigis melihat Beastman Kaiman. “Dan mereka kaget setelah mengetahui kalau Tuan adalah Raja Iblis dari Timur yang baru-baru ini muncul.”
“Raja Iblis dari Timur? Tidak buruk juga.” Laciel terkekeh pelan.
Raja Jaguar menghentakkan tongkatnya, yang selalu diletakkan di dekat takhta, untuk menghentikan kebisingan.
“Morjonim en Zumor, Lasiel Lusifer, anor-ka osu dorur en horur!”
Setelah meneriakkan kata itu, seisi ruangan dipenuhi dengan gemuruh teriakan.
“Apa katanya?” Laciel bertanya kepada Aigis.
“Dia menantangmu di dalam duel,” jawab Aigis.
...*****...
Dungeon Utama, Hutan Redwood, Kerajaan Iblis Lucifer.
Siang hari.
Hazura Enfador, si Iblis berkulit merah yang ditugaskan untuk mengatur Kerajaan Iblis Lucifer oleh Laciel, sedang duduk di ruangan kerjanya.
Terdengar suara pintu diketuk. Seorang perempuan berwujud setengah ular dari pinggang ke bawah masuk ke dalam ruangan. Dia adalah Medusa, si Rajanaga.
“Ini adalah laporan dungeon-ku.” Medusa menyerahkan secarik kertas. Setelahnya, dia lalu duduk di salah satu kursi yang ada di ruangan tersebut.
Setelah itu datang Ygir Razen si Rajanaga, Zalfarin si Half Dragon, dan Garnamtiar si Orc bersamaan. Mereka bertiga semua adalah Dungeon Master. Sekarang sudah lengkap 5 Dungeon Master, termasuk Hazura sendiri yang mengurus Dungeon Pusat.
Lalu datang lagi Reis si Kepala Suku Gnoll dan Gahar si Ogre. Mereka berdua adalah Jenderal yang juga dipanggil oleh Hazura. Ada beberapa lagi Jenderal, tapi sepertinya mereka tidak diundang karena beberapa alasan. Dalferin si Assassin Wraith selalu pergi bersama Laciel, ikut di dalam bayangannya. Sedangkan Muthawla si Skeleton Mutant, Taurus si Minotauros, dan Gamlak si Troll sepertinya tidak terlalu bisa diandalkan untuk diskusi.
Semua yang dipanggil sudah datang. Hazura membuka diskusi tersebut.
“Sebelumnya, terima kasih semuanya karena sudah mau menghadiri rapat ini. Aku memiliki beberapa informasi yang harus kita diskusikan sebelum aku laporkan kepada Tuan kita, Yang Mulia Laciel. Yang pertama adalah ... dari Kekaisaran Teokrasi Kavizen.”
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....