
11 Mei 1163 Zaenium.
Kastil Kaisar, Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Sore hari.
Laciel sedang berjalan kembali dari perpustakaan bawah tanah setelah mendapatkan informasi tentang Kastil Timur serta pendiri Kekaisaran Agung Zaenia dan Kaisar Benua. Banyak hal telah terjadi, dan begitu pula dengan informasi yang diterima oleh otaknya.
Apalagi, semua informasi tersebut adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.
“Jika ini adalah Kastil Timur, maka, bukankah itu artinya masih ada kastil lainnya seperti ini di belahan dunia yang lain?” tanya Laciel saat tadi masih berada di dalam perpustakaan bawah tanah.
“Benar, Yang Mulia. Ada empat kastil lainnya yang sama seperti ini. Dari lima, hanya tersisa empat di zaman sekarang. Salah satunya sudah menjadi reruntuhan, yaitu Kastil Pusat,” jawabnya.
“Ini adalah Kastil Timur. Kastil yang dijaga oleh Kaisar Beastman. Lalu ada Kastil Selatan yang dimanfaatkan oleh Kekaisaran Teokrasi Kavizen. Kastil Barat oleh Raja Agung Iblis. Dan Kastil Utara masih berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Agung Zaenia,” jelasnya.
“Ini adalah perpustakaan, ‘kan? Digital pula. Apakah ada cara untuk mencari sesuatu dengan ... kamu tahu? Tulisan?”
“Sebelah sini, Yang Mulia.” Beastman itu berjalan ke salah satu sisi perpustakaan.
Di sisi tersebut ada sebuah bagian yang terlihat tidak simetris dengan bagian yang lain. Di sana ada sebuah tablet dengan keyboard seperti komputer setelah si Pemandu itu melakukan sesuatu. Semacam mengaktifkannya.
Setelahnya, Laciel mengetik dengan cepat. Kata kunci pertama yang dia cari adalah “Laciel Lucifer”.
“Puft! Tentu saja tidak akan ada, ‘kan?” seru Laciel saat melihat kalau jawaban yang dicarinya tidak ada. ‘Aku adalah pendatang di dunia ini. Jadi pasti tidak akan ada jejak sebelumnya.’
Dia juga mencoba untuk mencari satu-satu. Hasilnya pun sama. Beastman di belakangnya hanya memperhatikan dalam diam saja.
Lalu, Laciel mencari dengan kata kunci yang lain. “Game Zaenia V”.
Hasilnya?
[Data Yang Dicari Tidak Ditemukan]
Tidak ada data sama sekali yang menyimpan atau menyebut informasi tentang Game Zaenia V. Yang ditampilkan di bawahnya adalah hasil dari pencarian serupa. Dari kata kunci “game” muncul banyak permainan anak-anak dan orang dewasa dari sejarah yang tercatat ribuan tahun lalu sampai yang terbaru saat ini.
Laciel merasa syok. Dia kira dia akan mendapatkan jawabannya segera.
__ADS_1
‘Nama game yang kumainkan dan nama Kekaisaran adalah nama yang sama. Apakah itu hanyalah ketidaksengajaan atau ada yang disembunyikan?!’
“Sepertinya yang kucari tidak ada di sini,” ujarnya dengan nada lesu. ‘Padahal sudah sejauh ini. Akhirnya aku menemukan teknologi modern, namun tidak kutemukan jawabannya.’
[Ping!]
Sebuah bunyi yang biasa dia dengar berbunyi. Itu adalah bunyi notifikasi khas dari game Zaenia.
Saat dia melihat ke belakang, dia melihat ada sebuah layar digital berwarna biru mengambang di depan muka Beastman Kambing.
“Apa itu?” tanya Laciel.
“Oh, ini? Kamu bisa melihatnya?” tanya balik si Beastman.
Laciel mengangguk sebagai bentuk jawaban.
“Ini adalah layar yang diberikan dari sistem yang dibangun oleh Zen I. Sistem yang sama dengan sistem yang ingin dihancurkan oleh Kaisar Leo,” jelasnya.
“Sistem?” Laciel merasa tidak paham.
“Ini adalah sistem yang dapat digunakan oleh siapa saja yang menganut kepercayaan Zainisme, kepercayaan yang menyebar luas di seluruh benua Zaenia, khususnya, tentu saja, Kekaisaran Agung Zaenia. Dan untuk melepas diri dari sistem ini, dia hanya perlu mengganti kepercayaan saja. Namun, begitu dia terjerat ke dalam sistem ini, dia akan terlena dan tidak mau berubah kepercayaan.
“Ngomong-ngomong, saya mendapatkan kabar bahwa Rapat Dewan sedang diadakan. Apakah Anda mau menghadirinya?”
Ada banyak yang diterimanya. Tetapi, sepertinya lebih baik kalau dia membicarakan masalah ini bersama dengan yang lainnya. Dan dengan begitu, Laciel pun berjalan keluar untuk menghadiri rapat.
...*****...
Laciel berjalan sambil melamun dan baru sadar saat Hazura menyapanya di tempat mereka berpisah.
“Apakah ada sesuatu yang salah, Yang Mulia?” tanya Hazura menyentak kesadaran Laciel.
“Ah ... tidak, tidak ada apa-apa. Semuanya baik-baik saja,” jawab Laciel.
“Yang Mulia, dia mengatakan kalau Anda diundang ke dalam Rapat Dewan. Apakah Anda mau ikut?” Hazura menunjuk seorang prajurit Beastman.
“Yang Mulia! Anda diundang oleh Raja-Raja Beastman untuk hadir dalam rapat.” Dia tidak sengaja mengeraskan suaranya karena gugup.
__ADS_1
“Aku akan ikut. Tunjukkan jalannya,” ucap Laciel tidak memedulikan tingkah aneh si prajurit. Dia lebih tenggelam ke dalam pikirannya untuk saat ini.
...*****...
11 Mei 1163 Zaenium.
Istana Kerajaan, Ibu Kota Zamara, Duchy Royal Capital, Kerajaan Zamara.
Sore hari.
Ada banyak bangsawan yang hadir pada acara rapat hari ini. Istri-istri dan anak-anak mereka mengadakan acara bermain, minum teh, dan lain sebagainya. Sedangkan para pria sedang berkumpul untuk membahas apa yang akan dilakukan kerajaan ini untuk selanjutnya.
“Ehem!” Seorang Bangsawan yang duduk di dekat Raja berdehem keras. Membuat seluruh isi ruangan kini memberikan perhatian kepadanya. “Mari kita mulai rapat kita kali ini dengan membahas beberapa hal. Yang pertama adalah dampak dari serangan dari Kerajaan Iblis Lucifer.”
Mendengar pembahasan itu, kebanyakan bangsawan diam seribu bahasa sambil menunduk. Sebagian lainnya memasang raut wajah marah. Dan sebagian lainnya menyembunyikan senyuman kemenangan. Siapa lagi kalau bukan bangsawan selatan yang masih memendam dendam.
“Sudah lewat sebulan lebih sepekan dari kejadian tersebut, dan kita masih belum sembuh sepenuhnya, baik secara ekonomi, militer, atau lain-lain. Kita akan menjadi mangsa empuk bagi Kekaisaran,” lanjutnya.
Salah seorang bangsawan mengangkat tangan.
“Silakan, Tuan Marquis Harbisium.” Dia memberikan izin.
“Terima kasih, Archduke Damyar. Usulku adalah, kita harus memulihkan kekuatan militer kita secepat mungkin. Banyak pedagang yang pergi karena monster semakin banyak berkeliaran, sedangkan jumlah Petualang dan prajurit kita sangat sedikit saat ini,” ujar Marquis Harbisium.
Gumaman menyetujui pun terdengar bersahut-sahutan. Banyak juga bangsawan yang mendukungnya karena pasukannya yang dipimpin oleh bawahannya mampu bertahan dari penyergapan Iblis. Bisa dibilang, kekuatannya secara politik dan militer sedang berada dalam posisi puncak dan bisa mendapatkan kenaikan jabatan menjadi Duke.
Bangsawan lainnya ikut mengangkat tangan lalu berbicara setelah diizinkan. Dia adalah Duke Varvarus de Canaria. Pemimpin kelompok bangsawan selatan yang tidak senang dengan kepemimpinan Raja sekarang.
“Saya menyetujui usulan Tuan Marquis Harbisium. Kita memerlukan militer untuk menopang ekonomi, dan kita juga memerlukan ekonomi untuk menopang militer. Jadi, kita harus bergerak cepat. Sudah tidak ada gunanya menangisi mereka yang telah meninggal,” dia berkata sambil melirik ke arah Duke Zerestia yang kehilangan banyak bawahan.
“Ngomong-ngomong, saya baru saja mendapatkan kabar jika Kekaisaran Beastman Marhamzan sedang mengalami konflik internal sekarang. Bukankah ini adalah waktu yang baik untuk menyerang?” usulnya.
Para bangsawan pun membicarakan tentang berita itu. Mereka memang sudah mendengar kabarnya yang tersebar luas. Sedang terjadi kekacauan dan konflik di dalam Kekaisaran Beastman Marhamzan. Mereka akan menjadi mangsa empuk untuk sementara waktu.
“Ide yang bagus, Duke Varvarus!” ujar seseorang yang mirip dengan versi muda dari Raja. Dia adalah Pangeran Zed vin Zamara III. Putra pertama dan satu-satunya. “Mereka memang seharusnya diburu layaknya binatang!”
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....