
11 Mei 1163 Zaenium.
Luar Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan.
Siang hari.
“Sebenarnya, apa yang terjadi?” Laciel bertanya.
Tangannya berlumuran darah. Dia menggenggam pedang yang menusuk tubuh Leo.
“Dia tidak akan bertahan lama. Aku memasukkan sihir kegelapan ke dalam pedang itu,” ucap suara di dalam dirinya.
“UHUK!” Kaisar Singa batuk darah.
“Sebenarnya aku ... hanya ingin menghapus pengaruh Kekaisaran Agung Zaenia,” ungkap Leo. “Meski sudah tidak menguasai benua, pengaruh sistem yang dibuat oleh Kaisar Agung Zen I masih bertahan dan memiliki efek yang sangat buruk.”
“Apa maksudmu?” Laciel tidak paham dengan perkataannya.
“Jika itu kamu, aku yakin ... kamu bisa ... menghapuskannya, calon Kaisar Benua.”
Setelahnya, Leo menghembuskan napas terakhirnya.
“KEMENANGAN DI PIHAK KITA!!!” teriak Zhen.
“MENANG!!!” Pasukan aliansi pun ikut meneriakkannya.
“Kerja yang bagus, Yang Mulia,” puji Hanafsah.
Laciel diam tidak merespons. Dia melihat ke arah Oul yang sedang dalam kondisi tenang seolah sudah mengetahui semua hal yang terjadi.
“Kamu dapat melihat masa depan, ‘kan?!” Laciel berteriak kepadanya. “Kamu tahu ini akan terjadi, ‘kan?!” cecarnya. “Dia juga menyebutkan tentang Kaisar Benua apalah itu!”
“Aku akan mengutip perkataanmu saat kita bertemu. Memberitahukan masa depan dapat merusak sejarah, dan justru membuat masa depan yang sudah diberitahukan menjadi tidak terjadi,” jawab Oul.
“Aku mengatakan kamu akan menjadi Kaisar Benua, tidak peduli apa yang terjadi, itu pasti akan terjadi. Namun, prosesnya masihlah rahasia. Dan ini adalah salah satu proses yang tidak dapat kuberitahu. Aku bahkan hanya diberitahu sedikit, tidak seperti biasanya,” jelasnya.
Tanpa memedulikan penjelasan Oul, Laciel terbang meninggalkan medan peperangan. Hazura mengikutinya.
...*****...
“Biarkan aku sendiri,” ujar Laciel saat masih di atas langit.
“Baikla–”
Hazura baru saja ingin menjawab sebelum Hanafsah memotong.
“Yang Mulia, ada surat dari Istana Kaisar Beastman,” ucap Hanafsah yang baru saja menyusul Laciel.
“Aku tidak peduli,” balas Laciel.
__ADS_1
“Pengirimnya mengatakan ini ada hubungannya dengan Kaisar Leo dan Kekaisaran Agung Zaenia.”
Mendengarnya, Laciel menghentikan lajunya. Berdiam di langit.
“Berikan padaku.”
Dengan cepat, dia membaca isi surat tersebut yang tertulis dalam bahasa Zaenia dan dapat dipahami olehnya.
“Kepada Yang Mulia Raja Iblis Laciel Lucifer,
Yang Mulia Kaisar Leo memerintahkanku untuk memberitahukan hal ini kepada Yang Mulia setelah peperangan berakhir. Beliau ingin saya menunjukkan sesuatu yang mungkin akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Datanglah ke Istana Kaisar kapan saja. Aku akan menunggu.
Dari Kepala Penjaga Perpustakaan Istana Kekaisaran Beastman Marhamzan.”
Setelah selesai membacanya, Laciel segera membakar kertas tersebut.
“Hazura, kamu ikut aku. Hanafsah, kamu urus pasukan.”
“Baik, Yang Mulia.”
Laciel serta Hazura pun terbang ke arah Istana Kaisar Beastman.
...*****...
Kastil atau Istana Kaisar Beastman merupakan sebuah bangunan nan besar dan megah di pusat Ibu Kota Kekaisaran Beastman Marhamzan. Arsitekturnya terlihat kuno dan indah, namun juga ada sedikit bagian yang terlihat modern.
Di depan pintu istana sana, ada seseorang yang berdiri menunggu. Laciel dan Hazura turun di depannya.
“Selamat datang, Yang Mulia. Saya adalah Kepala Penjaga Perpustakaan Istana Kekaisaran.” Beastman Kambing itu menunduk.
Sepasang tanduknya pendek dan lurus khas kambing dengan jenggot juga. Pakaiannya seperti gamis atau pakaian timur yang longgar dan menjulur ke bawah berwarna putih.
“Silakan ikuti saya.”
Tanpa melihat ke belakang, dia berjalan memandu di depan.
“Saya tahu Anda memiliki banyak pertanyaan yang ingin segera terjawab. Jadi, akan saya jelaskan dari awal saja.” Dia memulai percakapan.
Saat di depan sebuah lorong yang mengarah ke bawah tanah, dia berbalik menatap Laciel. Lalu, tatapannya berpindah kepada Hazura.
“Meskipun saya yakin dia tidak akan mengkhianati Anda, saya sarankan Anda hanya datang seorang diri bersama saya.”
Nadanya terdengar sopan agar tidak menyinggung perasaan Laciel maupun Hazura.
“Sepenting itu kah?” tanya Laciel.
“Saya sangat merekomendasikannya. Semakin sedikit yang mengetahui, semakin baik.”
Laciel menatap Hazura.
__ADS_1
“Yang Mulia, bagaimana kalau ini sebenarnya adalah jebakan?” Dia mengkhawatirkan tuannya.
Laciel berpikir sejenak.
“Kamu tunggu saja di sini. Kalau ada apa-apa, akan langsung kukabarkan.” Laciel memberikan kode dengan melihat ke bawah. Ke arah bayangan di mana ada puluhan Wraith menunggu perintah.
Lalu, kenapa dia tidak menggunakan Wraith-nya untuk menghadapi Leo? Alasannya jelas terlihat. Perbedaan kekuatannya sangat terpaut jauh. Duke Gazor saja dapat menghabisi beberapa. Apalagi Kaisar Leo.
“Baik, Yang Mulia.”
Hazura sudah diyakinkan. Sekarang saatnya Laciel melanjutkan perjalanan menuju lorong bawah tanah yang katanya mengandung jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya.
...*****...
Laciel berjalan dipandu oleh Beastman Kambing di depannya. Lorong itu begitu gelap dan hanya disinari oleh obor yang dibawa oleh si Beastman. Ada cahaya juga yang muncul dari ujung lorong. Dan apa yang menantinya di sana sangat mencengangkan.
Di sisi-sisi lorong, dengan penglihatan gelapnya, Laciel dapat melihat ada patung-patung penjaga yang terbuat dari besi. Bentuknya sangat mirip seperti robot. Lalu ada juga sepasang tank modern yang menjaga pintu di ujung lorong.
Laciel tidak bisa tidak bertanya-tanya.
“Si– siapa sebenarnya yang membangun tempat ini?”
Sebelum menjawab, dia menoleh kepada Laciel, “Kaisar Agung Zen II, cucu dari pendiri Kekaisaran Agung Zaenia, Zen I. Kaisar Benua yang berhasil menyatukan seluruh ras dan kerajaan di bawah kekuasaannya.
“Kastil ini sebenarnya adalah Kastil Timur milik Kekaisaran Agung Zaenia di masa lampau. Digunakan sebagai perpanjangan tangan untuk mengontrol politik dan sebagainya,” lanjutnya.
Setelah menjawab, dia berjalan ke salah satu sisi pintu besi. Pada dinding tersebut, dia mengetikkan sesuatu. Mengetik. Benar-benar mengetikkan tombol seperti komputer atau laptop. Hanya dengan sekali lihat Laciel dapat langsung mengetahui kalau dia sedang memasukkan semacam password untuk membuka kunci.
Password diterima. Segera pintu besi tersebut terbuka lebar-lebar secara otomatis. Ruangan di baliknya menyala. Apa yang tampak di hadapannya adalah seperti sebuah perpustakaan digital dan perpustakaan klasik dipadukan. Ada berbagai buku fisik dan tablet kaca diletakkan secara rapih di semua sisi. Dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah batu segi enam dengan ukiran-ukiran di sekelilingnya.
Laciel sangat tertarik dengan batu besar tersebut. Dia mendekatinya. Dan saat sudah berada di depannya, dia dapat melihat ada banyak tulisan yang dipahat di atasnya.
Sisi pertama yang dia lihat menggunakan huruf alfabet. Huruf yang digunakan di kehidupannya sebelumnya dan tidak ada di dunia ini. Dia membacanya, namun tidak dapat memahami bahasanya. Dia hanya tahu bahasa Inggris saja. Hingga akhirnya dia mengetahui kalau itu adalah bahasa-bahasa dari seluruh dunia.
Di sisi batu yang lain tertulis aksara China atau Jepang atau Korea, sepertinya. Berkeliling lagi. Dia melihat berbagai bahasa di dalam berbagai sistem kepenulisan. Sisi yang lain, bahasa lain, aksara lain. Seolah-olah satu sisi diisi dengan bahasa dalam satu keluarga bahasa yang sama.
Setelah sisi abjad, dia melihat bahasa Indonesia di sana. Dan di sisi yang lain ada aksara Zaenia. Dari yang dia baca, dia dapat mengetahui kalau di sana tertulis kata-kata yang sama sebagai berikut.
“This is the Gate of Knowledge opened by the God of Knowledge, the great Zaenus.”
“Dah talamah bavian sa diwa vadhaka talamah jod sa, Zaenus ngal.”
“Ini adalah Gerbang Pengetahuan yang dibukakan oleh Dewa Pengetahuan, Zaenus Yang Agung.”
“Siapapun yang mampu memahami dan menghafal seluruh bahasa ini, dia pasti bukanlah orang biasa,” ujar Laciel. “Jadi, kamu mau menjelaskan arti dari ini semua?”
Beastman itu mengangguk sebagai jawabannya.
...*****...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....