
13 Mei 1163 Zaenium.
Dungeon Pusat, Hutan Redwood, Kemaharajaan Iblis Lucifer.
Malam hari.
Laciel masih berkutat di kamarnya untuk membuka brankas yang berisi artefak miliknya. Kuci brankas itu terdiri dari empat kata kode. Tidak dapat memikirkan apa jawabannya, Laciel mencoba satu-satu segala kombinasi yang ada. Dan akhirnya brankas itu terbuka setelah beberapa saat.
‘L-A-L-U? LA-ciel LU-cifer? Hehe. Ternyata semudah ini. Aku tidak pernah menduganya.’ Laciel segera membuka brankas setelah berhasil membuka kuncinya.
Sebuah buku sihir berwarna ungu melayang keluar dari dalam brankas. Seolah mengenali tuannya, buku sihir itu mengelilingi Laciel dengan ringan riang gembira. Laciel meraihnya lalu membuka lembaran-lembaran di dalamnya. Seperti biasa, tidak ada yang berubah. Buku sihir itu masih menyimpan tulisan dalam bahasa dan aksara Iblis kuno. Tidak ada yang kurang atau hilang selembar pun.
Mendapatkan kembali artefak miliknya, Laciel merasakan sebuah perubahan besar. Kini energi sihirnya meningkat drastis. Itu karena buku sihir itu meningkatkan afinitas mana miliknya, sehingga lebih mudah meregenerasi mana yang telah hilang atau digunakan. Sekarang dia dapat kembali menggunakan kekuatan penuhnya seperti dulu.
Sebenarnya kemampuan Laciel hanya terletak pada sihir elemen. Lalu, kekuatan Summoner miliknya? Entah darimana dia mendapatkannya. Sepertinya itu adalah kekuatan yang didapatkannya dari Zen saat eksperimen. Dan dia akan memanfaatkannya sebaik mungkin untuk memuaskan ambisinya.
Dengan kemampuan regenerasi sihirnya yang baru, Laciel kembali melakukan banyak sihir pemanggilan monster untuk membuat pasukan penyerang Kerajaan Zamara nanti. Jika tepat sesuai perkiraannya, dia akan dapat mengirim pasukan dalam waktu sehari.
Terakhir kali, sebelum berperang dengan Kaisar Leo, Laciel sudah kelelahan hanya dengan memanggil beberapa ratus monster meski sudah memulihkan mana dengan skill Tower of Mana. Namun, kali ini dia dapat memanggil seribu monster dan tidak kelelahan sama sekali.
Masalahnya adalah, tidak seperti sebelum-sebelumnya di mana dia bisa mendapatkan banyak monster yang berkualitas, kali ini Laciel hanya mendapatkan satu ekor monster yang dirasa lebih dari yang lainnya.
[Nama : tidak ada
Ras : Dryad
Title : Bawahan Maharaja Iblis Laciel Lucifer
Kekuatan Tempur : D]
__ADS_1
Kekuatan tempurnya memang sangat rendah. Sama dengan Veta, salah satu Lesser Beastman Kelinci yang pernah diselamatkannya. Akan tetapi, ada hal menarik darinya yang menjelaskan kenapa kekuatan tempurnya bisa rendah. Itu adalah karena dia memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa.
[Catatan : Memiliki afinitas yang tinggi terhadap elemen cahaya dan elemen suci, serta kemampuan penyembuhan yang dapat menargetkan banyak individu dengan skala area luas.]
‘Tidak buruk, bahkan sangat baik. Di peperangan di mana tim medis adalah hal yang langka, dan kematian akibat luka dengan kematian akibat pedang musuh tidak berbeda jauh, memiliki Healer adalah sebuah keuntungan yang besar,’ batin Laciel.
Seperti yang pernah dialaminya di Peperangan Hutan Redwood pertama. Sekitar 1.500 pasukannya tewas oleh pedang musuh, dan 2.000 lainnya luka-luka. Dan dari 2.000 itu, sekitar 800-nya mati, dan sisanya sembuh. Dengan adanya Healer, jumlah pasukan yang terluka akan berkurang drastis, sehingga yang tewas pun juga akan berkurang jumlahnya.
Masalah selanjutnya adalah, meski Laciel bisa langsung memulihkan energi sihirnya, dia sudah tidak dapat melakukan sihir summon lagi. Lingkaran sihirnya memang aktif setiap kali Laciel mencobanya. Akan tetapi, tidak ada satu pun monster yang keluar dan muncul dari sana.
Hal yang demikian membuat Laciel bingung dan heran. Dia mencoba beberapa kali pun, tidak ada hasilnya. Masalahnya bukan terletak kepada energi sihir, karena dia masih memiliki banyak. Akhirnya dia meminta orang lain yang memiliki kekuatan serupa, Dwi Nadja.
Ternyata masalah yang sama juga dialami oleh Nadja. Dia memiliki energi sihir dan lingkaran sihirnya aktif, tetapi tidak ada Lizardman atau Naga yang muncul. Dikarenakan Laciel hanya mengetahui dua orang yang dapat menggunakan sihir summon dan dapat dibilang sihir ini adalah sihir baru, dia hanya bisa pasrah dengan hasilnya.
“Setidaknya aku sudah memiliki banyak pasukan.”
“Nadja, kumpulkan 7 Dosa Besar,” kata Laciel pelan, tetapi dapat didengar dengan jelas.
“Baik, Yang Maha Agung.” Nadja pergi memanggil 5 orang lainnya.
Tidak perlu menunggu waktu yang lama, 7 Dosa Besar sudah berlutut di hadapannya.
“Kami, 7 Dosa Besar, menghadap kepada Maharaja Yang Maha Agung,” lapor Hanafsah sebagai perwakilan dari 7 Dosa Besar.
“Siapkan pasukan. Aku ingin menaklukan Kerajaan Zamara besok,” perintah Laciel yang sedang duduk di atas singgasananya.
...***...
“Sarnakar! Tarnakar! (Cepatlah! Jalan!)” seorang Orc berteriak memerintahkan Orc yang lain.
__ADS_1
Dia memiliki tubuh yang lebih tinggi dan berkulit lebih merah daripada yang lain. Dia adalah Garnamtiar, salah satu High Orc dan merupakan bawahan pertama dan bawahan langsung dari Laciel serta anggota 7 Dosa Besar.
“Boar riars ka (Pemimpin kami), kami memiliki sedikit masalah di bagian logistik,” lapor salah satu bawahan Garnamtiar.
“Bo rober ka! (Sayangku!)” Garnamtiar berteriak memanggil istrinya.
Dia adalah High Orc yang mengurus hal-hal teknis. Sedangkan Garnamtiar adalah bagian eksekusi. Setelah Shrin, istri Garnamtiar, mendekat, Garnamtiar memintanya mengurus masalah logistik. Dia lalu mengingatkan Orc itu agar melapor ke Shrin jika memiliki masalah serupa.
Selain membawahi Orc, Garnamtiar juga membawahi beberapa ras lainnya, seperti Goblin dan Gnoll. Dia juga memiliki bawahan yang memerintah sisanya. Beberapa berasal dari sukunya sendiri. Mereka akan menjadi Pasukan Utama.
Di sisi lain ada Dwi Nadja dan Medusa yang mengurus bawahan mereka, para Lizardman, Naga, dan Rajanaga. Pasukan mereka akan menjadi Pasukan Dukungan dan disebar di sayap dan bagian belakang ketika penyerangan.
Selain mereka, ada lagi Pasukan Cadangan yang terdiri dari para Iblis. Pemimpinnya tentu saja Hazura Enfador. Namun saat ini Hazura sedang berada di sisi Laciel, bersama dengan petinggi yang lainnya.
Dari atas, Laciel, Hanafsah, Hazura, Nameer, dan Dryad yang baru di-summon olehnya menatap ke bawah pasukan monster yang jumlahnya ribuan. Siap menyerang Kerajaan Zamara.
“Komposisi pasukan seperti yang sudah kukatakan,” ucap Laciel. “Pasukan Utama di tengah, didukung Pasukan Dukungan di samping dan belakang. Pasukan Cadangan akan membantu jika dibutuhkan. Jika tidak, maka mereka akan langsung menerobos ke dalam bu Kota. Kita akan berangkat besok shubuh, ketika pasukan Ibu Kota sedang lengah, menggunakan teleportasi.”
“Dryad, kamu akan fokus menyembuhkan Pasukan Utama. Hanafsah, kamu akan menjaganya dari segala serangan. Hazura, kamu akan menemaniku menangkap semua keluarga kerajaan dan para petinggi. Tentu saja bersama dengan Pasukan Cadangan. Nameer, apa yang akan kamu lakukan?”
“Tentu saja aku akan selalu mengawasimu,” jawab Nameer.
“Baiklah.” Laciel tidak menanggapi lebih lanjut. Dia sekarang fokus dengan Kitab Sihir yang berada di tangannya. Mempersiapkan diri untuk melakukan sihir teleportasi. Sesuatu yang akan mengguncang Kerajaan Zamara untuk terakhir kalinya.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, dan klik favorit, ya....
...Satu like dan komen kalian sangat berharga bagiku....
__ADS_1