
Aktivitas Zea berjalan seperti biasa. Datang ke kantor dengan naik bus umum, bekerja mempersiapkan studio untuk sesi pengambilan gambar, dan masih banyak lagi. Dia sepertinya cukup sibuk setelah mendapatkan kesepakatan bersama Darion dua hari lalu.
Zea baru saja keluar dari studio yang ada di lantai lima dan hendak pergi ke ruang kerjanya di lantai tiga menggunakan lift. Namun saat dia sedang berjalan, seseorang tiba-tiba menarik tangannya dengan kuat dan membawanya masuk ke area tangga darurat.
Tidak hanya sampai di situ. Dia bahkan mendorong tubuh Zea hingga terbentur tembok.
“Kau wanita sialan!” makinya tanpa peduli dimana dia berada sekarang.
“Ju-Julian?” Zea menatap nanar tak percaya, lantaran ia berhadapan dengan pria yang hampir dua tahun ini menjadi suaminya. Pria yang bahkan selama itu belum pernah ia temui lagi.
Tapi, apa yang membuatnya ada NNC?
“Sialan kau! Aku sudah membantumu melunasi hutang, bahkan memberimu uang bulanan. Tapi kenapa kau malah menusukku?” makinya dengan suara yang sedikit ditekan lantaran takut terdengar orang lain.
“A-apa maksudnya?” Zea menjawabnya dengan gugup. Ada perasaan takut saat itu, takut jika hubungannya dengan Darion terbongkar oleh Julian.
“Kau mengelak? Aku sudah tau, wanita sialan!”
DEGH
Kedua tangan Zea gemetar hebat. Dia tidak menyangka jika Julian akan mengetahui semua hal yang terjadi antara dirinya dan juga Darion. Jika sudah begini, apakah Julian tidak akan menceraikan dirinya?
Namun, Julian masih belum selesai bicara.
“Kau yang tidak bisa hidup tanpa uang, pasti membocorkan kontrak kita bukan? Kau takut setelah kita bercerai, kau tidak akan lagi punya sumber daya!” tuduh Julian dengan asal tanpa punya bukti.
“Atau, kau sengaja mencari ayahku dan membuatnya menekanku agar kita tidak bisa bercerai?”
Konyol!
__ADS_1
Seperti itulah pemikiran Zea saat mendengar setiap tuduhan yang dilontarkan Julian. Rasanya, Zea ingin diam dan menutup mulutnya rapat-rapat, lalu pergi meninggalkan pria itu. Namun tuduhan Julian semakin menjadi jadi, membuat kesabarannya hilang dalam beberapa detik.
“Dengar!” Zea mulai memberanikan diri untuk membela diri. Yah, mungkin lantaran telinganya mulai risih mendengar sang suami mengomel dan menuduhnya tanpa bukti.
“Pertama, aku tidak pernah membocorkan apapun tentang kontrak. Kedua, alasan aku bertemu dengan Tuan Darion, adalah murni membicarakan bisnis. Kau bisa mencari Mike dan menanyakannya!” tegas Zea.
“Dan ketiga. Anda sepertinya melupakan sesuatu, Tuan Julian,” lanjut Zea sedikit mengejek, dia bahkan sempat menaikkan satu sudut bibirnya sesaat.
“Tidak ada pertemuan orang tua diantara kita. Aku, mana tahu wajah ayahmu?”
Singkat, sederhana, dan sudah mencangkup semua inti pembicaraan tanpa menutupi kenyataan. Begitulah yang Zea ucapkan pada Julian.
Namun pria itu masih begitu gigih mempercayai firasatnya. Dia bahkan tidak peduli dengan alasan yang diucapkan Zea dan masih mengajaknya berdebat.
Muak?
Sudah pasti. Zea pun memilih untuk pergi dan menghindar. Namun sebelum dia sempat pergi, Julian lagi-lagi menarik lengannya.
Tarik-menarik pun terjadi. Zea yang tidak lagi ingin berbicara dengan Julian, berusaha sekuat tenaga melepaskan tangan Julian. Hingga pada akhirnya, tangannya berhasil lepas dari cengkraman Julian.
Beruntung, Zea masih bisa berpegangan pada pinggiran tangga, sehingga ia tidak jatuh ke bawah. Akan tetapi, tangannya menjadi lecet lantaran gesekan dengan besi pembatas.
Keberuntungan lain yang dia dapatkan adalah saat dimana suara langkah kaki terdengar. Hal itulah yang membuat Julian pergi meninggalkan Zea begitu saja.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi hingga Julian tau bahwa Darion sudah mengetahui pernikahan kontraknya?
Saat Zea kembali ke meja kerjanya, sebagian rekan-rekan asik sedang bergosip. Bahkan salah satu rekan langsung mengajak ketua timnya untuk berdiskusi tentang sesuatu hal.
“Ketua Tim,” panggil salah seorang rekan Zea.
“Ya?”
__ADS_1
“Selama beberapa hari ini, bukankah Anda pergi ke Nesh untuk mendiskusikan wawancara?” tanyanya lagi mencoba basa-basi.
Zea hanya mengangguk pada saat itu. Namun dibalik itu, jelas ada rasa penasaran yang terselip akan alasan mereka membahas tentang Nesh.
“Wah, jangan bilang jika Anda membahasnya dengan Darion Walter secara langsung?” sahut Vivian, yang juga rekan kerja Zea.
“Tentu saja.” Zea kembali mengangguk. “Dia tamu VIP kita, jadi harus berbicara langsung. Para pebisnis tidak seperti artis yang bisa dengan mudah menurut.”
“Ya, Anda benar.”
“Jadi, apa Anda tau tentang anak dari Darion?”
DEGH
Pembahasan tentang Julian langsung membuat wajah Zea memucat. Tidak hanya itu, tangannya bahkan terlihat gemetar, tetapi Zea dengan cepat menyembunyikan kedua tangannya ke dalam saku jas.
“A-anak?”
“Itu, Julian Walter. Apa Anda tidak tahu gosipnya?”
Lagi-lagi, Zea harus dibuat khawatir tentang banyak hal. Salah satunya adalah kabar tentang pernikahannya dengan Julian. Bagaimana jika rekan rekannya tahu?
Vivian memberikan ponsel yang berisikan gosip tentang Julian. Setelah Zea membacanya, dia sedikit bernapas lega. Benar, itu adalah berita pada saat acara peresmian kantor baru Nesh yang berlangsung semalam.
Berita yang menunjukkan saat Julian datang bersama wanita lain yang bukan istrinya. Julian tentu saja menampik dengan banyak dalih saat diwawancara. Namun seorang wartawan membuka kedok, jika wanita yang di bawa Julian pada saat itu belum menikah.
Dari berita tentang pernikahan Julian yang tiba-tiba dan rahasia, tidak satu pun wartawan menanyakan tentang identitas istri dari Julian Walter. Alasan itulah yang membuat Zea bernapas lega. Setidaknya, harasianya masih belum bocor.
Ulah Darionkah?
Itu mungkin saja. Siapa yang bisa melakukan hal itu selain pria itu?
__ADS_1
...☆TBC☆...