Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Membayangkan apa?


__ADS_3

Ruangan dengan luas 350 meter persegi, yang dibagi menjadi beberapa area. Gaya klasik modern yang diusung sebagai tema, serta ornamen kayu berwarna kecoklatan dipilih sebagai lantai. Seakan membawa ketenangan dan kedamaian ketika masuk ke dalam.


Begitulah yang dirasakan Darion ketika Zea beberapa kali memberinya alasan. Tidak ada emosi atau amarah, rasa jengkel atau kesal. Justru sebuah senyum manis terukir indah di wajahnya.


Benar, seulas senyum untuk membuat Si Kelinci larut dalam buai wajah manisnya yang menipu. Sampai Si Kelinci tidak sadar, ketika Serigala berbulu domba itu bertindak semakin liar dan lebih liar dari sebelumnya.


Tanpa disadari, gaun panjang yang sejak semalam dikenakan Zea, teronggok di lantai. Menyisakan underwear yang masih melekat, menutupi dua buah persik kemerahan miliknya.


Darion, Si Serigala Berbulu Domba yang sudah kehabisan kesabaran, langsung membopong tubuh Zea. Lalu menurunkannya di atas ranjang dengan sedikit kasar.


Belum sempat Zea berkomentar, Darion sudah menyerbu bibir tipisnya lagi. Membuat gadis itu terbungkam selama beberapa detik, sampai akhirnya Darion bangkit dan membuka kancing bajunya.


"Tidak, Don! Kita masih belum bisa–"


"Belum bisa?"


Darion meninggikan salah satu alisnya, lalu merogoh saku celananya. Benda pipih diambilnya dari dalam saku. Tanpa banyak bicara, ia memencet layar beberapa kali, hendak menghubungi seseorang.


Sampai, suara pria terdengar dengan jelas, barulah ia menyalakan pengeras suara di ponselnya.


"Ya, Tuan?" suara Drax dapat didengar jelas oleh keduanya.


"Sudah selesai?" tanya Darion sambil menatap wajah kemerahan Zea yang berada tepat di bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Sudah selesai. Selamat Tuan dan Nyonya, dokumen pernikahan kalian telah diresmikan."


Mendengar kabar baik itu, Darion hanya diam, tidak mengatakan apapun dan langsung mengakhiri panggilan. Seringai senyum terukir jelas, seperti sengaja memamerkannya pada Zea, bahwa kali ini, dialah pemenangnya.


Zea terpojok, tidak bisa lagi mengelak. Rona wajahnya semakin memerah, tatkala melihat Darion telah melepaskan kemejanya. Memamerkan 8 roti sobek miliknya.


"Aku akan membalaskan dendamku selama ini mulai sekarang. Bersiaplah dengan baik, Baby."


Zea tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya, hanya bisa membuang muka ketika Darion mulai menyisir lekuk tubuhnya. Dari leher, turun ke bawah, dan semakin ke bawah.


Gadis itu hanya bisa pasrah dan menahan sedikit lelungan merdunya. Ketika bulu-bulu tipis di janggut Darion menyentuh bagian tubuh yang sensitif.


Namun ketika Darion sampai ke bawah dan menyentuh bekas jahitan di perutnya, Zea buru-buru menutup mata Darion.


Darion meraih tangan Zea, kemudian menyingkirkan tangan yang sempat menutupi matanya.


"Apa ini masih sakit saat disentuh?"


Zea menggeleng pelan. "Tidak sakit. Hanya saja, itu terlihat jelek dipandang."


"Bagus jika tidak sakit. Hal yang lain, aku tidak masalah."


Darion meraih pipi Zea yang sempat terlihat sedih. Mengusapnya perlahan, seolah menjelaskan bahwa ucapannya serius. Sebelum akhirnya ia meraih bibir Zea dan mellumatnya.

__ADS_1


Perlahan, dua underwear milik Zea terlepas tanpa perlawanan, kemudian disusul milik Darion. Seringai puas lagi-lagi tergambar di wajah pria itu. Hasrat yang selama ini dia pendam, akhirnya bisa tersalur dalam keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol.


Hidangan cantik di bawah tubuhnya mulai ia cicipi. Di awali dengan buah persik kenyal yang sangat menggoda, sampai akhirnya ia sampai ke hidangan utama.


"Jangan khawatir. Sekalipun lapar, aku akan berusaha untuk tidak rakus dan tamak."


Darion sempat membelai kening Zea. Sebelum menyatukan kedua hormon oksitosin mereka dalam penyatuan yang amat lembut. Sangat lembut hingga Zea teringat ketika pertama kali dia berhubungan dengan Darion.


Lelungan serta desaahan terdengar bagai kicauan burung di pagi hari. Bersamaan dengan desir embun yang menetes membasahi bumi.


Dia selalu bisa membuatku gila. Sangat gila hingga susah untuk mengendalikan diri untuk tidak menghancurkan hasrat.


"Oh, damn! I'm Coming, Baby!"


Dessah keduanya menyeruak, bersamaan dengan semburan magma hangat berwarna putih yang berhasil menembus gua.


...β˜†TBCβ˜†...



Zea bisa hamil gak ya?????


Penasaran?

__ADS_1


Sajen jangan lupa di sebar 😌😌


__ADS_2