Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Plus yang gagal


__ADS_3

"Ugh … Don."


Tangan hangat membaur indah di sekujur kulit tubuh Zea. Menyapanya jengkal demi jengkal. Dari tengkuk, hingga ujung jemari kaki.


Bibir lembut sedikit tebal juga tak mau kalah. Dia menghisap, mengecup, dengan sangat amat lembut. Meninggalkan beberapa bekas merah yang katanya sebagai tanda cinta.


Tubuh kecil semampai, masih terbungkus dengan pakaian yang mulai acak-acakan. Kemeja biru muda yang tak lagi berkancing. Rok Span yang naik sampai menunjukkan paha putih mulusnya.


Zea menggeliat geli dengan manja. Menancapkan kuku-kuku yang dikikir dengan cantik ke pundak Darion, mana kala pria itu memperdalam ciumannya dengan tangan yang meremas dua buah kenyal.


"Don …."


Suara lembut yang terdengar tercekat. Seperti ingin mengatakan sesuatu, tetapi mulut sudah buru-buru disumpal oleh lidah tak bertulang sekali lagi.


"Aku menginginkanmu, Zea. Menginginkan semua bagian dari tubuhmu. Menginginkan hati dan perasaanmu."


Dua manik mata yang menatap untuk waktu yang lama. Seakan memberi isyarat ke panca indra yang lain, 'biarkan mata yang mengartikan perasaan.'


Tangan Zea tiba-tiba terulur, menyingkap beberapa helai rambut Darion yang terurai ke depan. Dengan lembut, juga tatapan yang masih terpaut pada wajah tampan pria di hadapannya.


"Tidak sekarang, Don," ucap gadis itu dengan suara serak yang terdengar merdu.


"Biarkan aku bercerai dulu."


Dengan gerakan tiba-tiba, Darion meraih tangan kanan Zea yang sejak tadi terulur, membelai rambutnya.


"Kenapa? Kamu mau berlagak menjadi istri setia sekarang?"

__ADS_1


Zea menggeleng dengan senyum menawan. "Tidak, Don. Aku hanya ingin menghargai arti sebuah pernikahan."


"Kita sudah pernah melakukannya."


"Karena pengaruh alkohol!" tegas Zea mencoba menjelaskan. "Don, ayolah! Pahami aku, ini tidak lebih dari 1 bulan. Aku tidak mau dia mempersulit perceraian nantinya."


Darion yang sedikit kesal, pun langsung melepaskan tangan Zea dan membuang muka. "Sudahlah, lupakan!"


Zea yang sudah tidak punya cara untuk membujuk pria itu lagi, lantas bangkit berdiri lalu membetulkan bajunya yang berantakan.


"Maaf, harus mengecewakanmu, Don," ucap Zea sembari menoleh melirik Darion yang masih diam memanyunkan bibir.


"Dan, sepertinya aku harus pergi."


Perkataan Zea lantas membuat Darion membulatkan mata. Dengan cepat menoleh, menatap Zea yang sudah selesai merapikan bajunya.


"Tidak! Sudah kubilang aku ingin menghabiskan waktu denganmu," kata pria yang tiba-tiba moodnya berubah.


"Aku tidak bisa memberikan yang kamu inginkan, Don."


"Tidak masalah. Aku hanya ingin kamu terus berada di depanku!"


Hela napas kasar Zea terdengar jelas. Gadis itu sudah tidak punya alasan logis untuk pergi setelah Darion mempertegas keinginannya. Alih-alih tetap ngotot pulang ke rumah, Zea memilih untuk mengulur dan mencari alasan yang tepat.


"Baiklah! Tapi sekarang, biarkan aku duduk dulu!"


"Kamu sudah duduk kan? Mau duduk model apa?" Darion menyandarkan keningnya di punggung Zea dengan manja.

__ADS_1


"Di sofa! Biarkan aku duduk di sofa! Benda milikmu terus menyodokku dari belakang!" Zea yang tidak bisa menahan rasa kesalnya pun, seketika meluapkan emosinya.


"Ini juga gara-gara kamu!" Darion masih tidak peduli akan rasa kesal Zea, dan tetap memeluk gadis itu dengan erat.


"Aku? Kau yang mulai lebih dulu, Don!"


"Itu karena kamu, karena kamu sangat cantik dan mempesona. Aku tidak bisa menahannya!"


NYESS ….


Rasa kesal dan marah Zea seketika meleleh bagai bongkahan es yang baru terpapar sinar mentari. Mendengar ucapan manis dari pria itu, wajah Zea langsung tersipu malu. Dia bahkan terlihat menunduk, menyembunyikan seulas senyum yang beberapa kali lolos tanpa bisa ditahan.


"So, can you help me, Baby?"


"A-apa?" Zea dengan reflek menoleh, menatap wajah Darion yang sedang tersenyum berusaha merayunya.


"Kamu tidak berencana membuatnya tetap berdiri seperti itu sepanjang malam kan?"


"DON!!!"


...☆TBC☆...



Awali hari dengab yang manis-manis ☺️☺️


Senyuman Pak Mer emang semlebeww deh

__ADS_1


Sajen jangan sampai ketinggalan, terutama jempolnya 💋💋


__ADS_2