Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Cinta Pertama


__ADS_3

Dua hari telah berlalu sejak Zea tinggal di apartemen Darion yang baru. Sejak saat itu pula, dimulai menjernihkan pikirannya. Menata beberapa rencana dan perkataan, jika para media nanti memburunya.


Sesekali dia terlihat menonton televisi, mengamati berita infotainment tentang dirinya. Yah, setidaknya dia tahu, bagaimana masyarakat menghujat bahkan menyumpahinya. Meski begitu, Zea tetap percaya, bahwa Darion akan menyelesaikan sesuai dengan janjinya.


Wanita dengan rambut hitam terurai itu sedang duduk di sofa. Tangannya memegang secangkir kopi, matanya fokus menatap ke depan.


Sebuah siaran infotainment sedang menayangkan Julian yang berdiri dengan kacamata hitamnya. Banyak mic yang diarahkan padanya, ingin menangkap perkataan yang keluar dari mulutnya.


"Saya sedikit menyesal. Harusnya bisa mendidik istri saya. Hanya saja, wanita selalu luluh dengan kekuasaan."


Pernyataan pria itu berhasil membuat sorot mata Zea memincing tajam. Tangannya begiding geram, memegangi gagang cangkir kopinya dengan erat.


Dia sangat ingin melempar cangkir ke wajah pria yang hampir setahun ini menjadi suaminya. Namun belum sempat ia melakukan itu, suara bel membuatnya menoleh.


Zea buru-buru mengintip dari Door View. Rupanya, Drax sudah berdiri membawa map besar berwarna coklat muda. Melihat itu, tentu saja dia langsung membuka pintu.


"Tuan Drax."


"Selamat siang, Nona. Saya membawa berkas perceraian."


Api amarahnya seketika padam. Dia bahkan tidak lagi peduli pada pernyataan Julian di hadapan media. Zea langsung menyuruh Drax masuk, bahkan menawarinya minum. Namun Drax menolak dengan sopan.


"Skandal yang muncul pasti akan membuat perceraiannya tidak lancar. Tuan memprediksi, pria itu mungkin akan meminta sejumlah kompensasi." Drax menjelaskan sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam map.


"What! Kompensasi?" Zea membulatkan kedua matanya lantaran kaget.


"Terkait perselingkuhan. Namun tenang saja, tuan akan mengatasi ini. Anda hanya perlu tanda tangan saja."


Zea meraih pena yang diberikan Drax, lalu menorehkan tanda tangan dengan cepat. Secepat ia ingin mendapatkan surat cerai dan memotong ikatan suami-istri dengan Julian.


"Apa dia sudah mempunyai serangan balik?" tanya Zea.

__ADS_1


Namun Drax tidak memberi Zea sebuah jawaban. Pria itu hanya memandang nanar ke arah Zea. Seolah sedang memikirkan sesuatu tentang wanita di hadapannya itu.


Drax pun lantas mengeluarkan secarik kertas berikutnya dan meminta Zea untuk tanda tangan lagi. Secarik kertas yang membuat dua mata Zea membulat penuh.


"Pemindahan properti? Apa ini?"


"Tuan hanya menyuruh saya meminta tanda tangan Anda."


Zea yang ragu, langsung meraih ponsel dan menghubungi Darion. Dia tidak pernah meminta hal apapun pada pria itu. Bahkan tawaran kemarin pun, dia belum memberikan jawaban.


"Don, kenapa kamu –" Belum sempat Zea bertanya, Darion lebih dulu memotongnya.


"Kamu sudah melihat itu rupanya," sela Darion membuat Zea tidak mengerti.


"Aku tidak meminta apapun darimu. Kenapa kamu memberikanku apartemen ini?"


"Dari awal aku memang membelinya atas namamu. Sebagai hadiah malam itu … juga atas balasan cintaku."


"Jangan konyol, Don."


"Aku tidak bercanda, Baby. Segeralah tanda tangan itu, jangan buat Drax menunggu. Sampai jumpa."


Zea masih ingin bertanya dan memastikan sesuatu, tetapi Darion sudah lebih dulu mengakhiri panggilannya. Hela napas panjang sempat ia hembuskan cepat, sebelum Zea berbalik melihat Drax yang sedang menatap arloji di tangannya.


"Aku tidak tahu, seperti apa jalan pikiran bos Anda."


Zea kembali duduk. Sekali lagi ia meraih pena di atas meja, kemudian menorehkan tanda tangan. Setelah berhasil mendapatkan apa yang Drax ingin, pria itu buru-buru membereskan berkas-berkas.


"Saya mengakui, Anda sangat beruntung, Nona."


Perkataan Drax tiba-tiba membuat Zea menoleh. Pria yang sejak tadi hanya berbicara seperlunya, kini mulai berbicara di luar keperluan.

__ADS_1


"Apa maksudnya?"


"Pria itu hanya pertama kali jatuh cinta." Drax bangkit berdiri, lalu menatap Zea.


"Yaitu hanya pada Anda."


Selama 45 tahun. Seorang Darion Walter, pendiri dari Nesh. Perusahan yang setiap bulan memiliki pendapatan jutaan poundsterling. Pria tampan tanpa skandal, juga berita buruk baik dalam dunia bisnis atau apapun.


Selama itu, sangat mustahil dia tidak pernah jatuh cinta.


Namun itu adalah kenyataan yang coba ditepis oleh Zea. Bagi wanita itu, ketampanan Darion sudah cukup untuk memikat seorang bangsawan. Sangat tidak mungkin jika ia hidup tanpa jatuh cinta selama ini.


Akan tetapi, kenyataan tetaplah kenyataan. Pada dasarnya, Zea adalah wanita pertama yang dicintai Darion.


...☆TBC☆...



Selamat pagi epribadeh.


📢📢📢


Gak terasa sudah di penghujung bulan dan tahun.


Semoga di tahun 2023 mendatang, para readers ku diberkahi rezeki, kebahagiaan, kesehatan, juga jodoh (khusus singel)


Aamiin.


Selamat menuju penghujung tahun 2022 dan menyambut awal tahun 2023.


Info kalau ada acara bakar-bakar, terutama bakar mantan dan kenangan 😅😅

__ADS_1


__ADS_2