Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Mempersiapkan pemakaman


__ADS_3

Lorong rumah sakit terasa sedikit sempit bagi Darion. Tembok yang ada di depan seakan bergerak ke depan, siap untuk menghimpit tubuhnya.


Pria dengan tangan dan baju bersimbah darah, duduk bersandar di tembok. Kedua manik matanya fokus, menatap bercak merah di tangannya.


"Tuan," sapa Drax.


Namun Darion tidak menoleh. Dia bahkan tidak menjawab. Pandangannya masih fokus dengan kedua tangannya, seakan tidak ingin mengalihkannya.


"Mereka telah selesai membersihkan darah Nona Zea. Juga mengecek kamera pengawas di lokasi dan sekitar." Drax mencoba terus berbicara meski Darion tidak merespon.


"Seorang pria bertopi naik ke lantai 4, sekitar pukul 12.45. Lalu, pergi dari apartemen nona pukul 12.55. Pria itu naik dan masuk melalui balkon."


Drax masih berdiri, menatap Darion yang masih melihat darah di tangannya. Pandangannya nanar, lurus kedepan tanpa peduli dengan sekitar. Hal ini adalah kali pertama, Drax melihat Darion seperti itu.


Drax berjalan mendekat, kemudian duduk di samping Darion. Berniat untuk menenangkan pria berusia 45 tahun itu, agar bisa bersikap bijak seperti biasanya.


"Saya tidak pernah tahu bagaimana rasanya. Namun Tuan harus segera bangkit. Nona sedang berjuang di dalam, Tuan pun seharusnya begitu."


Darion masih diam, setidaknya beberapa detik setelah Drax berbicara. Sampai akhirnya, dia merespon perkataan Tangan Kanan andalannya.


"Kau cerewet sekali!"


Drax tidak marah atau terkejut. Dia bahkan mengangkat kedua sudut bibirnya. Ada perasaan senang sekaligus bangga yang ia rasakan. Drax mengambil tisu dari dalam saku, lalu menyerahkannya pada Darion.

__ADS_1


"Sudah satu jam. Kau dan anak buahmu hanya bisa memberi laporan ini?" ucap Darion sambil mengusap darah di tangannya.


"Aku ingin pria itu besok pagi! Segera bawa padaku!"


Darion bangkit berdiri setelah memberi perintah Drax. Lalu menoleh ke samping, menatap pintu yang berada tepat di sudut lorong. Ruang operasi, tempat Zea dibawa masuk satu jam yang lalu.


"Saya membawa baju ganti untuk Anda. Ganti baju lah dulu, Tuan!" Drax menyodorkan paper bag hitam yang sejak tadi ia bawa kepada Darion.


Darion sempat menoleh, menatap pria itu dengan nanar. Dia yang tidak ingin pergi dari sana, akhirnya nekat melepas kemeja dan langsung menggantinya di tempat.


Dia baru saja selesai memakai kaos, ketika seorang dokter dan perawat keluar dari ruang operasi.


"Maaf, Tuan Darion. Kami berusaha sekuat mungkin, tetapi pasien mengeluarkan banyak darah."


Tangan Darion mengepal kuat. Bersamaan dengan dua baris gigi yang mengerat, hingga urat di pelipis serta keningnya terlihat jelas.


Pria yang kehilangan kendali itu mengulurkan tangan, hendak meraih leher dokter yang baru saja memberinya kabar. Namun Drax yang berdiri di dekatnya, langsung bertindak cepat.


"Jangan gegabah, Tuan!"


Darion mengernyit saat Drax menahan tangannya. Tatapan tajam tidak suka langsung terarah padanya. Namun alih-alih membalas, Darion hanya menepis. Lalu melayangkan tinjunya ke tembok.


"Siapkan tempat terbaik untuk dia beristirahat! Kita akan mengadakan pemakaman besar sebentar lagi!"

__ADS_1


Darion berbalik dan pergi begitu saja. Sementara Drax masih berdiri disana, memandangi pria bertubuh kekar itu melangkah menjauh, menyembunyikan matanya yang memerah.


Dia pergi menuju rooftop, menatap senja di langit yang terlihat indah. Kemudian ia menutup mata, merentangkan tangan dan berteriak dengan kencang.


Angin yang berhembus menebar bau getir dari sisa darah di tangannya. Meski samar, Darion dapat menciumnya dengan baik.


Setelah berteriak kencang dan mengeluarkan sedikit emosi serta kemelut hatinya. Darion mengambil ponsel dari dalam saku, lalu menghubungi seseorang dengan nama John.


"Hello Mr. John, I need your help."


"Oh, Mr. Darion. I'm so happy to hear your voice. Please, tell me what your need."


Darion menyeringai sesaat, kemudian melanjutkan pembicaraannya. "Mrs. Ember Wilhold and Mr. Joe. I want all about them, 24 hours from now!"


"Of course. It's not a problem."


...☆TBC☆...



Yang udah sering baca novel Kay, pasti tau kalau Kay suka obok-obok itu 👉👈 😅


Dah siapin sajennya, othor mau sarapan dulu terus lanjut 😌😌

__ADS_1


__ADS_2