
Kedua mata Zea terbuka perlahan, ia mengerjap sebentar, lalu mengedarkan manik matanya. Kamar yang menjadi saksi bisu atas keganasan hasrat Darion, terlihat masih gelap tanpa cahaya.
Namun ketika ia membalik tubuhnya ke sisi yang lain, cahaya terik terlihat ingin menerobos masuk dari celah tirai. Ia pun menyadari, bahwa hari telah berganti.
Perlahan Zea bangkit dari tidurnya. Duduk sambil mengedarkan manik matanya lagi, mencari keberadaan seorang pria yang tidak lagi ada di sampingnya.
"Ah! Dia kabur setelah menikmati beberapa ronde," gumam Zea sambil menyibakkan rambut dan tersenyum getir.
"Siapa yang kabur?"
Suara berat seorang pria terdengar tidak asing, berhasil membuat Zea menoleh. Menatap sosok pria yang sudah resmi menyandang status sebagai suami, bukan lagi mertua.
Dua manik matanya terpaku sejenak. Memandangi lekuk tubuh Darion yang hanya terbalut handuk putih di bagian bawah tubuhnya. Tanpa berkedip mengamati dada dan perut bidang pria itu.
"Perhatikan air liur di ujung bibirmu, Baby!" goda Darion yang melihat Zea terbengong dengan mulut sedikit terbuka.
Zea jelas mendengar ejekan sang suami. Namun bukannya marah, ia malah tersenyum dengan tatapan tajam. Lalu bangkit berdiri, mendekati pria itu.
Jemari lentiknya mulai menyentuh wajah Darion dari kening, pipi, lalu turun ke dada bidangnya, hingga sampai ke bagian perut.
"Besok, setelah mandi, pakailah bathrobes, Pria Tua!" ucap Zea sebelum melepaskan lilitan handuk di pinggang Darion. Lali berlari, masuk ke dalam kamar mandi dengan tawa puas.
Darion tidak mampu berkutik setelah mendapatkan perlakuan jahil dari istri kecilnya. Pria bertubuh kekar itu hanya bisa mengumpat, lalu menghela napas kasar.
__ADS_1
"Kau … dasar gadis nakal!"
Setidaknya 10 menit Zea berada di kamar mandi, sebelum akhirnya ia keluar dengan bathrobes yang menempel di tubuhnya. Tepat saat ia keluar, Darion yang sudah berpakaian rapi, terlihat mendorong troli makanan yang baru saja di antar.
"Kamu mau pergi?" tanya Zea pada Darion.
"Ada beberapa berkas di kantor yang harus aku selesaikan," jawabnya lembut. "Apa kamu keberatan aku pergi, Baby?"
"Tidak. Apa kamu mengira aku wanita yang terus menempel pada prianya?" jawab Zea dengan nada menggoda, yang pada akhirnya membuat Darion tersenyum gemas.
Pria itu berjalan mendekat ke arah Zea yang duduk di sofa sambil memainkan ponsel. Lalu, dengan lembut mendaratkan kecupan manis di kening Zea.
"Kamu tidak ikut sarapan?" tanya Zea mengangkat kepalanya, menatap wajah Darion.
Melihat respon Zea, Darion tiba-tiba mengangkat salah satu sudut bibirnya. "Kenapa, tidak rela aku pergi?"
Merasa suami barunya itu sedikit menjengkelkan pagi ini, Zea lantas memalingkan wajahnya sambil bersedekap tangan.
"Sudahlah, cepat pergi sana!"
Kalimat yang keluar dari mulut Zea terdengar sedikit ketus, tetapi terlihat lucu bagi Darion. Hingga ia tidak rela pergi meninggalkan gadis itu. Namun, rapat pagi ini tidak bisa di undur lebih lama lagi.
__ADS_1
"Drax sudah menunggu di bawah. Dia harus mengantarku pergi, sebelum kembali ke rumah sakit menemani ayah." Darion mencoba menjelaskan pada sang istri yang sedang merajuk.
"Hari ini istirahatlah disini. Jika lelah, kamu bisa memanjakan dirimu di bawah. Fasilitas body spa di sini terkenal sangat baik," lanjut Darion sambil memakai jam tangan.
Setelah mengatakan semua itu, Darion melangkah ke arah pintu. Namun sebelum dia memegang handle pintu, sebuah kalimat manis terucap dari bibirnya.
"Kamu tidak mau memberikan pelukan atau kecupan manis untuk pria tuamu yang mempesona dan gagah ini?"
NYESS
Siapa yang tidak luluh mendengar kalimat yang penuh rasa percaya diri seperti itu? Ditambah, semua yang dikatakan pria itu benar adanya.
Zea yang sempat merajuk pun, akhirnya bangkit berdiri. Dia berlari seperti anak kecil, menghampiri Darion, lalu memeluknya.
"Dasar, Pria Tua! Kenapa semua yang kau ucapkan selalu benar," keluh Zea dalam dekapan Darion.
"Selesaikan pekerjaanmu dan lekaslah kembali, oke!" Zea melepaskan pelukannya, lalu mendaratkan sebuah kecupan manis di bibir Darion. Kecupan sesaat yang selalu bisa membuat pria itu kecanduan.
Damn! Harusnya aku tidak meminta ini. Sekarang jadi malas untuk beranjak pergi.
...☆TBC☆...
__ADS_1
Sajen Sajen, jangan lupa di tebar 😌😌