Seranjang Dengan Mertua

Seranjang Dengan Mertua
Promosi Novel ● Pesona Mas Jaka ● Merpati_Manis


__ADS_3

Perdebatan kecil di rumah berbentuk joglo khas daerah Jawa milik Kepala Desa itupun terus berlanjut. Sang ayah yang merupakan tokoh penting nomor satu di desa tersebut, terdengar ngotot dengan pendiriannya.


Orang tua itu tidak menyetujui keinginan sang putri yang menjalin hubungan dengan pemuda yang berasal dari keluarga sederhana, seorang pemuda biasa pilihan anak gadis Pak Kades, seperti Jaka.


Sementara sang putri terus merajuk dengan berlinang air mata. Berharap, sang ayah luluh dengan air matanya.


"Kamu ini calon dokter lho, Nduk. Mosok, seneng karo cah angon wedus!" ejek sang ayah


"Mas Jaka memang penggembala domba, Ayah, tapi Dara mencintainya," rajuk Dara dengan bulir bening yang terus berjatuhan, membasahi pipi putih gadis ayu tersebut.


"Tidak, Dara! Kamu nanti harus menikah dengan Bambang anaknya Carik Margono, dia baru saja diangkat jadi PNS dan lebih pantas untukmu!" seru Pak Kades.


"Dara tidak mau dijodohkan dengan Mas Bambang, Ayah. Dia itu playboy cap kadal, ceweknya ada di mana-mana!" tolak Dara masih dengan terisak.


"Itu hanya rumor yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang anak gadisnya di tolak sama Bambang, Dara. Bambang itu anak yang baik, ayah tahu betul masa kecil Bambang," bela sang ayah.

__ADS_1


"Pokoknya Dara ndak mau, Ayah. Kalau Ayah tidak mengijinkan Dara menjalin hubungan dengan Mas Jaka, lebih baik Dara tidak menikah selamanya!" ancam Dara. Gadis bermata bulat dengan bulu mata lentik itu langsung berlari, masuk ke dalam kamar.


Pak Kades hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi sikap keras kepala sang putri, yang dirasa sangat mirip dengan dirinya.


"Sudah tho, Pak. Mbok ya jangan keras-keras sama anak kita," bujuk sang istri yang menghampiri Pak Kades, sambil membawakan secangkir kopi hitam pahit kegemaran suaminya.


"Sebenarnya, ibu tidak masalah lho, Pak, jika anak kita itu menjalin hubungan sama anaknya Pak Karyo," ujar Bu Rosma, istri Pak Kades, setelah wanita anggun itu duduk di samping sang suami yang menekuk wajah menahan amarah.


"Setahu ibu, selain baik dan rajin, Jaka itu anaknya juga pintar. Setelah lulus sekolah bareng Dara kemarin, dia melanjutkan belajar di Pondok Pesantren di Jawa Timur," lanjut Bu Rosma.


"Dia itu santri, Pak. Jaman sekarang, susah lho cari pemuda yang benar-benar mau belajar ilmu agama dengan baik seperti Jaka," imbuhnya, memuji Jaka.


"Sak pinter-pintere santri, 'kan yo luwih pinter mahasiswa tho, Bu?" tanya Pak Kades, meremehkan predikat seorang santri.


Bu Rosma hanya bisa menghela napas panjang. Suaminya itu memang memiliki watak yang keras dan hal itu menurun pada Dara, putri tunggalnya.

__ADS_1


'Ayah dan anak, sama saja! Dua-duanya, sama-sama keras kepala!' gerutu Bu Rosma dalam hati.


"Pokoknya, Ibu harus membujuk Dara agar mau menikah dengan Bambang! Masa depan mereka nanti, pasti cerah Bu. Orang tua Bambang kaya raya dan Bambang sendiri, sekarang sudah menjadi PNS di kecamatan," titah Pak Kades pada sang istri.


"Maaf, Pak. Selama ini, Bapak ndak pernah melibatkan ibu dalam mengambil setiap keputusan. Dan untuk masalah Dara jika Bapak tetap ingin menjodohkan anak kita itu dengan Bambang, silahkan Bapak sendiri yang bujuk Dara. Ibu tidak mau ikut-ikutan," tolak Bu Rosma yang langsung beranjak.


Wanita berusia sekitar empat puluh lima tahunan yang terlihat awet muda itu, meninggalkan sang suami yang melongo karena keberaniannya menolak perintah sang suami.


Bu Rosma lelah karena selama ini hanya bisa diam dan menurut pada perintah suaminya, laki-laki paruh baya yang terkenal galak dan keras kepala tersebut.


Jika Bu Rosma tidak bisa membantu sang putri, untuk mendapatkan pemuda yang dicintai Dara. Maka, Bu Rosma pun bertekad, akan menolak keinginan sang suami yang memintanya untuk membujuk sang putri agar mau menerima perjodohan yang hanya didasarkan pada harta semata itu.


'Sejak kapan, Rosma berani menolak perintahku?' batin Pak Kades bertanya-tanya, kening pria bertubuh tambun itu mengkerut dalam.


\=\=\=\=\=

__ADS_1


Ikuti lanjutkan kisah Dara dan Jaka ini, hanya di *PESONA MAS JAKA*



__ADS_2