
Tanpa berkata apa pun, Darion melepaskan dekapannya untuk pergi menemui Julian. Namun belum sempat ia melangkah jauh, Zea menghadang dengan tubuhnya.
"Tidak, jangan menemuinya!" pinta Zea berusaha menghentikan Darion.
"Hanya tinggal satu bulan. Dia juga tidak mendatangiku lagi."
Benar, satu bulan lagi. Ketika semuanya selesai, maka aku akan bebas dari segalanya. Aku tidak mau membuat jalan semakin rumit hingga dia tidak setuju untuk bercerai.
Zea mencoba memasang wajah sendu, berharap pria di hadapannya itu melonggarkan kepalan tangannya.
Pada akhirnya, Darion hanya bisa menghela napas kasar. Lalu melangkah mendekati Zea dan menggendong tubuhnya.
"Apa yang Anda lakukan? Turunkan! Aku bisa jalan …."
"Berhentilah mengomel dan diamlah. Aku masih marah!"
Dengan hati-hati Darion meletakkan tubuh Zea di atas sofa. Kemudian pergi mengacak-acak seisi rumah untuk mencari kotak obat. Setelah berhasil menemukannya, dia mulai mengobati tangan Zea dengan lembut.
Sangat lembut dan penuh kehati-hatian, sampai Zea sendiri tidak menyangka, jika pria dingin penuh kharisma itu bisa bertindak demikian.
"Ingat untuk tidak terkena air dulu!" ucap Darion tiba-tiba setelah selesai mengoles antiseptik.
"Bagaimana bisa? Besok acara kita, mana mungkin aku tidak mandi dengan benar?"
__ADS_1
Sorot mata Darion seketika berpindah, menatap wajah Zea yang berada di hadapannya. Tangan besarnya terulur, meraih bagian belakang kepala, menariknya ke depan, kemudian mengecup bibir Zea dengan lembut.
"Wanita yang keras kepala dan susah menurut harus mendapat hukuman!"
Hukuman?
Mana ada hukuman yang semanis ini? Dasar pria tua.
Zea cepat-cepat memalingkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang merona akibat tindakan semena-mena Darion.
"Sudah makan? Aku akan membuatkanmu makan malam!"
Pelan-pelan dia bangkit berdiri, berjalan ke arah dapur kecil dengan satu tungku kompor. Mencoba membuka lemari pendingin untuk mencari bahan. Hanya saja, dia hanya bisa menemukan telur.
"Tidak ada bahan makanan disana. Biasanya aku langsung membeli makanan sudah jadi saat pulang."
"Apa Anda memesan makanan?" tanya wanita yang hanya memandangi pintu.
Pria itu hanya menaikkan satu sudut bibirnya tanpa menjawab pertanyaan Zea. Lalu pergi membuka pintu dan mengambil beberapa kantong paper bag yang dibawa seorang pria bertubuh kekar.
Dari sofa tempatnya duduk, Zea bisa melihat Darion mengeluarkan bahan makanan segar dari dalam paper bag. Sekonyong-konyong dia bangkit berdiri dan menghampiri Darion.
"Kapan Anda membeli itu? Anda sudah merencanakan ini semua?"
"Menurutmu begitu?" Darion melirik dengan seulas senyum, seperti sedang menertawakan tebakan Zea.
__ADS_1
"Entah! Tapi dengan pria yang tiba-tiba menerobos masuk, lalu mengacak-acak rumah juga lemari pendingin, dan tiba-tiba seseorang mengantar bahan makanan. Aku bisa menebak apa?"
"Tidak perlu menebak. Duduk saja dan tunggu aku selesai."
Dari pertama bertemu di bar, Zea memang tidak pernah mengenal Darion dengan baik. Seperti apa sikapnya, bagaimana sifatnya.
Hal yang dia ingat dari kenangan satu malam itu hanya satu hal. Darion, pria bertubuh kekar yang sangat lembut saat memberinya sentuhan pertama, kedua, maupun ketiga.
Pria dengan lengan tangan besar yang justru bisa menyentuhnya dengan sangat hati-hati. Seperti tubuhnya adalah benda antik yang tidak boleh tergores sedikitpun.
Sorot mata Zea masih terpaku, menatap pria bertubuh besar nan macho dengan kaos putih itu memakai celemek miliknya. Melihat pria itu sedang berdiri di dapur dan memasak dengan serius.
Entah mengapa, ada rasa senang yang tiba-tiba menyapanya. Perasaan bahagia karena sudah diperlakukan dengan baik oleh seorang pria yang statusnya tidak pernah ia sangka.
Luluhkah hatinya?
Mungkin sudah begitu sejak awal. Hanya saja, dia terlalu takut untuk mengambil langkah yang lebih jauh.
Namun siapa yang peduli?
Perhatian dari Darion begitu sempurna. Kenapa dia harus takut dengan status yang hanyalah istri kontrak? Dia bahkan tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari sang suami.
...☆TBC☆...
__ADS_1
Perhatian Pak Mer emang meresahkan yang neng. Sudah lah neng, hubungan kalian di restuin readers kok 😌😌
Sajen jangan sampai lupa. Ntar kalau sempet di lanjut lagi 😚😚